Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Rumah Susun di Kawasan Kumuh Kampung Karanganyar Yogyakarta Haris, Abel Fahreza; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Gazalba, Zaedar; Putra, Pascaghana Jayatri; Raissilki, Muhammad Iqbal; Bachtiar, Jasmine Chanifah Hanifah Uzdah; Handayani, Teti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.85

Abstract

Pendekatan arsitektur tropis merupakan pendekatan desain yang paling relevan dalam merancang bangunan di iklim tropis. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip-prinsip arsitektur tropis yang berupaya untuk mampu beradaptasi dan merespon kondisi cuaca dan iklim. Dengan begitu, ruangan pada bangunan akan kebih nyaman dan sehat karena dirancang sesuai dengan konteks dan kondisi iklim sekitarnya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk merumuskan solusi terkait permukiman kumuh padat penduduk di perkotaan dengan merancang rumah susun yang ideal untuk masyarakat menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan pemetaan potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur tropis. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur tropis, rumah susun diharapkan akan menjadi tempat hunian yang nyaman dan sehat untuk masyarakat sekaligus menyelesaikan masalah permukiman kumuh di perkotaan.
Mangrove Planting on Cemara Beach for Sustainable Development Goals (SDGs) Agastya, Dewandha Mas; Raissilki, Muhammad Iqbal; Setiawan, Agustono; Budastra, Wayan Cintya Ganes; Rassy, Regania Pasca; Dewi, Evrianti Syntia; Sarjan, Achmad Fajar Narotama; Salsabila, Fera Fitri
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.762

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) in protecting marine and coastal ecosystems and reducing the risk of natural disasters can be achieved through mangrove planting activities at Cemara Beach. Mangroves are useful in maintaining ecosystem balance, protecting the coastline from abrasion and absorbing carbon dioxide which can reduce the impact of climate change. Mangrove planting activities involve local communities in the planting and maintenance process, and contribute to improving community welfare and environmentally-based economic development. Mangrove planting activities use seedlings aged 3 to 6 months. Mangrove planting is in a location with a water depth of 10 to 50 cm. The size of the mangrove seedlings planted is 15 to 30 cm. The type of mangrove planted at Cemara Beach is Rhizophora. Mangrove planting activities support SDGs 13, 14, dan 15 tentang climate action, life below water, and life on land.
STRUKTUR TULANGAN RINGAN UNTUK BANGUNAN SEDERHANA Gazalba, Zaedar; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri; Raissilki, Muhammad Iqbal; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Anantama, Aldhi Nugraha
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2163

Abstract

The series of Lombok earthquakes in 2018 caused huge losses of life and property. There were 460 fatalities, 7,733 injured, 417,529 displaced. In addition, the earthquake also damaged 71,962 houses, 671 educational facilities, 52 health facilities, 128 worship facilities and infrastructure such as roads, bridges, drainage channels, irrigation channels, dams, etc. were recorded as having suffered severe damage. In repairing houses, the Central Government has budgeted more than 5.1 trillion Rupiah. Based on the results of field investigations, it was found that generally the buildings that were severely damaged (collapsed) were residential buildings with brick wall construction and most of them used reinforced concrete columns and beams. This can happen because the construction system carried out by the community and especially the workers does not meet the requirements for concrete and reinforcement quality standards. To prevent this from happening again, it is deemed necessary to provide counseling on the lightweight reinforcement construction system that meets construction requirements so that the strength of the building can be more resistant to earthquakes.
Mangrove Planting on Cemara Beach for Sustainable Development Goals (SDGs) Agastya, Dewandha Mas; Raissilki, Muhammad Iqbal; Setiawan, Agustono; Budastra, Wayan Cintya Ganes; Rassy, Regania Pasca; Dewi, Evrianti Syntia; Sarjan, Achmad Fajar Narotama; Salsabila, Fera Fitri
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.762

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) in protecting marine and coastal ecosystems and reducing the risk of natural disasters can be achieved through mangrove planting activities at Cemara Beach. Mangroves are useful in maintaining ecosystem balance, protecting the coastline from abrasion and absorbing carbon dioxide which can reduce the impact of climate change. Mangrove planting activities involve local communities in the planting and maintenance process, and contribute to improving community welfare and environmentally-based economic development. Mangrove planting activities use seedlings aged 3 to 6 months. Mangrove planting is in a location with a water depth of 10 to 50 cm. The size of the mangrove seedlings planted is 15 to 30 cm. The type of mangrove planted at Cemara Beach is Rhizophora. Mangrove planting activities support SDGs 13, 14, dan 15 tentang climate action, life below water, and life on land.
EVALUASI KUALITAS DAN DISTRIBUSI PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS: Studi Kasus Prodi Arsitektur, Universitas Mataram Kamase, Giska; Anantama, Aldhi Nugraha; Raissilki, Muhammad Iqbal; Anshari, Buan
NALARs Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pencahayaan alami memiliki dampak pada fisiologis dan psikologis pengguna ruang, tak terkecuali di ruang kuliah. Hal ini menunjukkan urgensi evaluasi kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada ruang kuliah, karena pencahayaan alami memiliki dampak signifikan terhadap kenyamanan visual, kesehatan, dan produktivitas mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada ruang kuliah di Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram. Studi ini menggunakan metode kuantitatif melalui pengukuran untuk memperoleh data aktual mengenai kondisi pencahayaan alami di lapangan. Pengukuran dilakukan pada tiga waktu, yaitu pagi (08.00), siang (12.00), dan sore (16.00) selama tiga pekan pada hari kerja (Senin-Jumat). Pengukuran intensitas cahaya dilakukan menggunakan lux meter pada bidang kerja datar dengan ketinggian sekitar 75 cm. Titik-titik pengukuran intensitas cahaya ditentukan berdasarkan pertimbangan bahwa setiap titik mewakili area maksimal 3 m², dimana setiap titik pengukuran merupakan titik temu antara dua garis diagonal panjang dan lebar ruangan. Hasil studi menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruang dipengaruhi oleh waktu dan kondisi langit saat pengukuran. Semakin jauh dari jendela, intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruang juga semakin berkurang. Secara umum, hasil pengukuran menunjukkan bahwa kualitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang kelas D2-03 masih belum memadai. Hal ini disebabkan karena intensitas yang diperoleh masih jauh di bawah standar SNI 6197:2020 untuk ruang kelas, yaitu sebesar 350 lux. Selain itu, sebaran pencahayaan alami juga belum merata di seluruh titik pengukuran dalam ruang.       Natural lighting quality affects space users' physiological and psychological well-being, including in lecture rooms. This highlights the urgency to evaluate the quality and distribution of daylight in classrooms, as it significantly impacts students' visual comfort, health, and productivity. This study aims to assess the daylight quality and distribution in a lecture room at the Architecture Study Program, Faculty of Engineering, University of Mataram. A quantitative method was used through field measurements to collect actual daylight data. Measurements were taken three times daily, in the morning (08:00), noon (12:00), and afternoon (16:00), and on weekdays over three weeks. Light intensity was measured using a lux meter at a work plane height of approximately 75 cm. Measurement points were spaced to represent a maximum of 3 m² per point, positioned at the intersections of diagonal lines across the room’s length and width. The results show that light intensity varied depending on the time of day and sky conditions. The further from the window, the lower the daylight intensity. Overall, the study found that the quality and distribution of daylight in Room D2-03 remain inadequate, with light levels falling significantly below the SNI 6197:2020 standard for classrooms (350 lux) and uneven distribution across the measured points.