Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Rumah Susun di Kawasan Kumuh Kampung Karanganyar Yogyakarta Haris, Abel Fahreza; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Gazalba, Zaedar; Putra, Pascaghana Jayatri; Raissilki, Muhammad Iqbal; Bachtiar, Jasmine Chanifah Hanifah Uzdah; Handayani, Teti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.85

Abstract

Pendekatan arsitektur tropis merupakan pendekatan desain yang paling relevan dalam merancang bangunan di iklim tropis. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip-prinsip arsitektur tropis yang berupaya untuk mampu beradaptasi dan merespon kondisi cuaca dan iklim. Dengan begitu, ruangan pada bangunan akan kebih nyaman dan sehat karena dirancang sesuai dengan konteks dan kondisi iklim sekitarnya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk merumuskan solusi terkait permukiman kumuh padat penduduk di perkotaan dengan merancang rumah susun yang ideal untuk masyarakat menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan pemetaan potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur tropis. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur tropis, rumah susun diharapkan akan menjadi tempat hunian yang nyaman dan sehat untuk masyarakat sekaligus menyelesaikan masalah permukiman kumuh di perkotaan.
Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik di Taman Sangkareang Kota Mataram Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri; Anantama, Aldhi Nugraha; Gazalba, Zaedar
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.86

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan elemen penting dalam perancangan kota yang mewadahi ruang gerak dan aktifitas masyarakat kota. Penataan ruang terbuka publik perlu menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan menjadi ruang yang ramah untuk beragam aktivitas dan interaksi sosial. Taman Sangkareang menjadi sentral ruang publik bagi masyarakat Kota Mataram dan mewadahi beragam aktifitas masyarakat. Aktifitas yang terjadi berulang pada ruang publik membentuk pola perilaku spasial dalam pemanfaatan ruang publik. Pemanfaatan ruang publik yang tidak sesuai setting fisik dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktifitas sehingga perlu adanya evaluasi maupun penyesuaian antara pola pemanfaatan ruang dengan setting fisik ruang publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola perilaku keruangan (spasial) pengunjung Taman Sangkareang berdasarkan perilaku pemanfaatan ruang pada setiap setting fisik sehingga dapat dijadikan acuan dalam penataan ruang publik kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pemetaan perilaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pemanfaatan ruang di Taman Sangkareang cenderung menyesuaikan dengan setting fisik, dapat meluas pada kondisi tertentu yang dipengaruhi waktu dan kegiatan yang berlangsung, serta beberapa kegiatan terbentuk tidak sesuai fungsi dan setting ruang. Selain itu, ditemukan juga beberapa atribut yang muncul akibat adanya interaksi manusia dengan lingkungan pada ruang publik.
Pendekatan Arsitektur Hijau pada Perancangan Youth Creative Art Center di KEK Mandalika: Integrating Sustainable Design Principles in the Youth Creative Art Center at KEK Mandalika Putri, Baiq Adisty Tahira; Saptaningtyas, Rini Srikus; Anantama, Aldhi Nugraha; Gazalba, Zaedar; Kamase, Giska Ayu Pradana P; Wardi, Liza Hani Saroya; Puji, Lale Garjita Kusumaring
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.87

Abstract

Arsitektur hijau merupakan salah satu konsep yang cenderung memanfaatkan sumber daya alam dibanding sumber daya buatan. Hal ini menjadi acuan bagi pribadi terkait dengan kesadaran jika terus menerus menggunakan sumber energi buatan yang berdampak bagi manusia ataupun bangunan itu sendiri. Konsep arsitektur hijau kuat kaitannya dengan berkelanjutan. Berkelanjutan yang dimaksud yaitu adanya pengurangan pemakaian energi yang tidak dapat diperbarui agar tidak cepat habis pakai. Tujuan dari tulisan ini adalah merumuskan solusi untuk mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan, mengembangkan dan memajukan generasi pemuda, pegiat seni, serta kebutuhan sarana pariwisata pada KEK Mandalika yang berskala internasional. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan identifikasi potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur hijau. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur hijau, bangunan pusat seni Youth Creative Art Center diharapkan akan menjadi fasilitas dan sarana terpusat yang dapat menampung atau mewadahi segala jenis kegiatan kesenian dan budaya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
KAJIAN TERITORIALITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK (STUDI KASUS: TAMAN SANGKAREANG KOTA MATARAM) Indriani, N.K.A. Intan Putri Mentari; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri; Anantama, Aldhi Nugraha; Gazalba, Zaedar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.005

Abstract

Ruang-ruang publik kerap mengalami pergeseran fungsi karena banyak aktivitas yang bersifat pribadi membentuk zona-zona privat pada ruang yang seharusnya digunakan bersama. Hal ini merupakan salah satu bagian dari perilaku spasial individu dalam merespons lingkungannya. Salah satu bentuk dari perilaku spasial yang dilakukan seseorang dengan melakukan klaim terhadap ruang yang dianggap sebagai bagian dari kepemilikannya disebut sebagai teritorialitas. Hubungan timbal balik antara lingkungan dan perilaku yang terbentuk pada Taman Sangkareang ini tidak dapat dihindari karena keberadaan setting ruang publik yang mengundang kedatangan orang untuk beraktivitas. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi pola teritorialitas yang terbentuk pada Taman Sangkareang guna mengetahui kesesuaian antara penataan setting fisik ruang publik dengan pemanfaatan ruang yang dilakukan pengunjung atau pengguna taman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode pemetaan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola teritorialitas yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh durasi dan waktu pemanfaatan ruang, jenis kegiatan, juga ketersediaan fasilitas atau setting fisik yang tersedia.
STRUKTUR TULANGAN RINGAN UNTUK BANGUNAN SEDERHANA Gazalba, Zaedar; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri; Raissilki, Muhammad Iqbal; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Anantama, Aldhi Nugraha
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2163

Abstract

The series of Lombok earthquakes in 2018 caused huge losses of life and property. There were 460 fatalities, 7,733 injured, 417,529 displaced. In addition, the earthquake also damaged 71,962 houses, 671 educational facilities, 52 health facilities, 128 worship facilities and infrastructure such as roads, bridges, drainage channels, irrigation channels, dams, etc. were recorded as having suffered severe damage. In repairing houses, the Central Government has budgeted more than 5.1 trillion Rupiah. Based on the results of field investigations, it was found that generally the buildings that were severely damaged (collapsed) were residential buildings with brick wall construction and most of them used reinforced concrete columns and beams. This can happen because the construction system carried out by the community and especially the workers does not meet the requirements for concrete and reinforcement quality standards. To prevent this from happening again, it is deemed necessary to provide counseling on the lightweight reinforcement construction system that meets construction requirements so that the strength of the building can be more resistant to earthquakes.
A Post-Pandemic Architecture: Mandalika Bus Terminal Design with Locality Approaches Kusumaningthiyas, Wike Adisti; Gazalba, Zaedar; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 No 2, 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v7i2.26702

Abstract

The spread of the COVID-19 virus since it first appeared in Wuhan (2019) to all regions of the world has had implications in various sectors and endangered people's lives. As a result, the entire world is under lockdown and travel is prohibited. Public transport as community commuting could increase the risk of virus transmission widely. Therefore, some new design ideas are approached to facilitate people mobility and to mitigate and hinder the spread of virus. This study aims to address the ongoing public health problem posed by the COVID-19 outbreak by designing a post-pandemic bus terminal in Mataram City, Indonesia, incorporating health protocols and physical distancing to prevent COVID cases. The study used architecture design methods by collecting some data onsite and offsite, analysing the data through site analysis and programming, and then proposing design concepts for the bus terminal. The results show a bus terminal building design that incorporates green elements, flexible furniture, signage to promote physical distancing and minimize the spread of COVID-19 and incorporates Sasak Architecture concepts, creating a distinctive, and visually appealing appearance. This study concludes that the design of a bus terminal building can play a crucial role in promoting physical distancing and minimizing the spread of COVID-19.
PENGEMBANGAN METODE PENINGKATAN KUALITAS LIMBAH AGREGAT BATU APUNG SEBAGAI MATERIAL BETON STRUKTURAL: The Development of Quality Improvement of Purnice Waste Aggregate as Structural Concrete Materials Suparjo, Suparjo; Akmaluddin, Akmaluddin; Gazalba, Zaedar; Handayani, Tety
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton ringan merupakan beton yang memakai agregat kasar ringan dan pasir sebagai pengganti agregat halus dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat isi maksimum beton 1850 kg/m3. Agregat kasar ringan dari batu apung mempunyai kekuatan yang rendah, dan sangat berpengaruh terhadap kekuatan beton ringan. Syarat agregat batu apung untuk dapat dipakai sebagai bahan penyusun beton ringan struktural, maka perlu dilakukan rekayasa terhadap agregatnya. Perbaikan kekuatan agregat batu apung dengan merekayasa agregat batu apung tersebut dengan memasukkan/injeksi pasta semen dalam pori-porinya menggunakan metode perendaman disertai dengan pemberian tekanan udara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasta semen pada pori agregat batu apung dengan variasi faktor air semen (FAS) yaitu fas 0.50, 0.55,0.60, 0.65, 0.70, 0.75, dan 0.80 ditinjau terhadap ketahanan aus agregat, kuat tekan langsung agregat, dan kuat tekan beton dengan benda uji silinder. Benda uji tekan agregat yaitu ukuran 5cm x 5cm x 5cm dan untuk kuat tekan beton benda uji berupa silinder beton dengan diameter 150 cm dan tinggi 300cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi terjadi dengan konsisten pada fas 0.70 baik untuk ketahan aus agregat, kuat tekan agregat, dan kuat tekan silinder beton. Besar penurunan untuk uji keausan agregat dengan perendaman 15,09% dan 21,10% dengan pemberian tekanan udara terhadap agregat tanpa rekayasa. Kenaikan uji tekan agergat, dan uji tekan silinder beton tertinggi dicapai pada perendaman dengan pemberian tekanan udara berturut-turut adalah 55,7 %; dan 22,80%, dibandingkan dengan sebelum agregat direkayasa.
PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN TINGKAT RESIKO TINGGI (STUDI PADA PROYEK ROYAL AVILLA MALIMBU): Safety and Health Planning (K3) in High Risk Levels Construction Project (Study on Royal Avilla Malimbu Project) Gerhan, Aditiya; Gazalba, Zaedar
Spektrum Sipil Vol 6 No 1 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.156

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu permasalahan yang banyak menyita perhatian berbagai organisasi, karena mencakup permasalahan perikemanusiaan, biaya, manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggungjawaban serta citra organisasi. Untuk itu diperlukan perencanaan K3 yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, melindungi pekerja dan orang lain di tempat kerja, serta meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas kerja. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman pada proyek konstruksi dengan tingkat resiko tinggi. Penelitian ini diawali dengan melakukan analisa terhadap kondisi lokasi kerja yang berbahaya. Dari hasil analisa tersebut selanjutnya merencanakan K3 terkait sistem transportasi material dan support konstruksi, sehingga resiko yang tinggi tersebut tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan resiko kecelakaan maka direncanakanlah K3 pada masing-masing kegiatan dengan menggunakan beberapa peralatan kerja dan alat perlindungan diri yang aman, seperti Pekerjaan Tanah, Transportasi material, Bekerja di ketinggian