Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Al-Dirāsah al-Sīmiyāiyah lī Charles Sanders Peirce fī Fīlm Muḥammad al-Fātiḥ 1453 Limpo, Marwah; Purnamasari Safar, Eka
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 1 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.1.70-86.2023

Abstract

Abstract/ مستخلص البحثيحلل هذا البحث الفيلم محمد الفاتح 1453بإسخدام التحليل السيميائيلنظرية تشارلز ساندر بيرس، أي نظرية مثلث المعنى .(triangle meaning) الهدف من هذا البحث هو لمعرفة المعنى من ترجيم العلامات في كل المشهد الذي يمثله السلطان محمد الثانى أو محمد الفاتحفي أثناء يريد أن يفتح القسطنطينية من سلطان بيزنطة (إمبراطورية الرومانية).هذا البحث بحث مكتبي ونوع البحث المستخدم في هذا البحث هو بحث وصفي نوعي. واستخدمت الباحثتان المنهج الوصفي في تحليل البيانات. مصادر البيانات تتكون من مصدر البيان الأساسي ومصادر البيانات الثانوية. أما مصدر البيان الأساسي فهو فيلم محمد الفاتح 1453، وأما مصادر البيانات الثانوية المستخدمة فهي كتب سيميائية و مقالات متعلقة بهذا البحث. تشير نتيجة البحث إلى أنهناك العلامات اللفظية في مشهد السلطان محمد الفاتح  الذي تم تصيورها أثناء فتح القسطنطينية. نظرية مثلث المعنى لتشارلز ساندر بيرس تتكون منممثل العلامة(representament(، وموضع (object)يتكون من أيقونة (icon)، وفهرس(indeks)، ورمز(simbol)، ومترجم( interpretant).كل الرموز المترجمة في مشهد السلطان محمد الثاني يملك المعان الخاصة، منها المعنى الذي يشير إلى أن السلطان محمد الثاني هو قائد مؤمن وقوي جسمه وجسده و له فكر ذكي في استراتيج الحرب.Abstract/ مستخلص البحثPenelitian ini mengkaji Film Muhammad al-Fatih 1453 dengan menggunakan analisis semiotika menurut teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna.Tuuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari interpretasi tanda-tanda yang ada pada setiap adegan yang diperankan oleh Sultan Muhammad II (Muhammad al-Fatih) ketika merebut atau menaklukkan Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium.Penelitian ini merupakan penelitian putaka dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data-data. Sumber primernya berupa film Muhammad al-Fatih 153, sedangkan sumber sekunder berasal dari buku-buku semiotika dan atikel-artikel yang terkait dengan pembahasan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model segitiga makna terdiri dari representament (tanda), objek (ikon, indeks dan simbol, dan interpretasi. Symbol-simbol yang diinterpretasikan tersebut memiliki makna khusus, di antaranya makna yang menunjukkan bahwa Sultan Muhammad II adalah seorang pemimpin yang beriman, kuat jasmani dan rohaninya, serta cerdas dalam strategi perang. 
ALTAHLIL ALBARADIGHMATIKIU FI SHIER "'IILIK" MIN DIWAN ALLU'IIMAM ALSHAAFIEII (ALMUQARABAT ALBINYWIAT LIFIRDINAND DI SWSYR) Khairudin, Khairudin; Limpo, Marwah; Hikmah, Nur
SHAWTUL ARAB Vol 4 No 2 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v4i2.1724

Abstract

fi hadha albahthu, tanawalat aldirasat qasidatan "'iilik" lil'iimam alshaafieii min manzur altahlil albinywi, mae altarkiz ealaa aljanib albradighmatikii wifq nazariat firdinand di susir. yahdif albahth 'iilaa kashf al'abead aldalaliat lilkalimat almukhtarat dakhil alsiyaq alshieri, watahlil madaa tathir hadhih alkalimat fi bina' almaenaa aleami lilqasidati. aistakhdam albahith almanhaj alwasfia altahlilia litahlil majmueat min alkalimat alati tued mihwariatan fi alnas, mae dirasat judhuriha allughawiati, wasiaqiha aldalali, waealaqatiha bialkalimat al'ukhraa almuhtamalat fi alnizam alllghwi. 'azharat alnatayij 'ana aikhtiar alkalimat fi alqasidat lam yakun eshwayyan, bal mdrwsan bieinayat liaekis mashaeir altawbati, walraja', walkhawfa, walhubi al'iilahi, mimaa yueaziz albinyat alruwhiat lilnas. waqad saham hadha altahlil fi tawdih kayf yumkin lilaikhtiarat albaradiighmatikiat 'an taleab dwran hasman fi altaebir alshierii aleamiqi, warabt allughat bial'iihsas al'iimanii waltajribat alruwhiat ladaa al'iimam alshaafieii
Azmah al-Diqqah fi al-Tarjamah al-'Arabiyah al-Indonesia: Dirasah Naqdiyah Li Manhajiyah al-Tarjamah fi al-Siyaq al-Raqmi al-Mu'ashir Hamzah, Andi Abdul; Limpo, Marwah
SHAWTUL ARAB Vol 5 No 1 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v5i1.1968

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis akurasi dalam terjemahan Arab-Indonesia di era digital kontemporer, dengan fokus pada tantangan yang muncul dari interaksi antara metodologi penerjemahan tradisional dan tuntutan komunikasi digital yang serba cepat. Latar belakang penelitian ini didorong oleh observasi akan maraknya ketidakakuratan dalam terjemahan Arab-Indonesia yang tersedia di berbagai platform digital, menimbulkan potensi kesalahpahaman informasi yang signifikan. Kurangnya studi komprehensif yang menelaah akar permasalahan ini, terutama dari perspektif metodologi tarjamah, menggarisbawahi urgensi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakakuratan yang paling dominan dalam terjemahan teks Arab ke dalam bahasa Indonesia pada platform digital kontemporer, menganalisis sejauh mana metodologi tarjamah tradisional berkontribusi terhadap krisis akurasi ini, dan merumuskan pendekatan metodologis kontemporer yang dapat diadopsi untuk meningkatkan akurasi terjemahan Arab-Indonesia dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode telaah kritis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui analisis korpus terjemahan Arab-Indonesia dari berbagai platform digital populer, dilengkapi dengan tinjauan literatur komprehensif mengenai teori dan metodologi penerjemahan, baik tradisional maupun kontemporer. Analisis data melibatkan identifikasi pola-pola ketidakakuratan, pembandingan dengan prinsip-prinsip metodologi tarjamah, dan sintesis pendekatan inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan dominan meliputi kesalahan leksikal, sintaksis, pragmatis, dan kultural, yang sering kali diperparah oleh keterbatasan pemahaman kontekstual dan nuansa budaya. Metodologi tarjamah tradisional, meskipun memiliki fondasi kuat, terbukti kurang adaptif terhadap dinamika dan volume teks digital, terutama dalam hal kecepatan, diversitas genre, dan pemanfaatan teknologi. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan penelitian merekomendasikan adopsi pendekatan metodologis kontemporer yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, penerjemahan berbasis korpus, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam, serta menekankan pentingnya pengembangan kompetensi penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa tetapi juga teknologi dan konteks digital