Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ALTAHLIL ALBARADIGHMATIKIU FI SHIER "'IILIK" MIN DIWAN ALLU'IIMAM ALSHAAFIEII (ALMUQARABAT ALBINYWIAT LIFIRDINAND DI SWSYR) Khairudin, Khairudin; Limpo, Marwah; Hikmah, Nur
SHAWTUL ARAB Vol 4 No 2 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v4i2.1724

Abstract

fi hadha albahthu, tanawalat aldirasat qasidatan "'iilik" lil'iimam alshaafieii min manzur altahlil albinywi, mae altarkiz ealaa aljanib albradighmatikii wifq nazariat firdinand di susir. yahdif albahth 'iilaa kashf al'abead aldalaliat lilkalimat almukhtarat dakhil alsiyaq alshieri, watahlil madaa tathir hadhih alkalimat fi bina' almaenaa aleami lilqasidati. aistakhdam albahith almanhaj alwasfia altahlilia litahlil majmueat min alkalimat alati tued mihwariatan fi alnas, mae dirasat judhuriha allughawiati, wasiaqiha aldalali, waealaqatiha bialkalimat al'ukhraa almuhtamalat fi alnizam alllghwi. 'azharat alnatayij 'ana aikhtiar alkalimat fi alqasidat lam yakun eshwayyan, bal mdrwsan bieinayat liaekis mashaeir altawbati, walraja', walkhawfa, walhubi al'iilahi, mimaa yueaziz albinyat alruwhiat lilnas. waqad saham hadha altahlil fi tawdih kayf yumkin lilaikhtiarat albaradiighmatikiat 'an taleab dwran hasman fi altaebir alshierii aleamiqi, warabt allughat bial'iihsas al'iimanii waltajribat alruwhiat ladaa al'iimam alshaafieii
Azmah al-Diqqah fi al-Tarjamah al-'Arabiyah al-Indonesia: Dirasah Naqdiyah Li Manhajiyah al-Tarjamah fi al-Siyaq al-Raqmi al-Mu'ashir Hamzah, Andi Abdul; Limpo, Marwah
SHAWTUL ARAB Vol 5 No 1 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v5i1.1968

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis akurasi dalam terjemahan Arab-Indonesia di era digital kontemporer, dengan fokus pada tantangan yang muncul dari interaksi antara metodologi penerjemahan tradisional dan tuntutan komunikasi digital yang serba cepat. Latar belakang penelitian ini didorong oleh observasi akan maraknya ketidakakuratan dalam terjemahan Arab-Indonesia yang tersedia di berbagai platform digital, menimbulkan potensi kesalahpahaman informasi yang signifikan. Kurangnya studi komprehensif yang menelaah akar permasalahan ini, terutama dari perspektif metodologi tarjamah, menggarisbawahi urgensi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakakuratan yang paling dominan dalam terjemahan teks Arab ke dalam bahasa Indonesia pada platform digital kontemporer, menganalisis sejauh mana metodologi tarjamah tradisional berkontribusi terhadap krisis akurasi ini, dan merumuskan pendekatan metodologis kontemporer yang dapat diadopsi untuk meningkatkan akurasi terjemahan Arab-Indonesia dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode telaah kritis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui analisis korpus terjemahan Arab-Indonesia dari berbagai platform digital populer, dilengkapi dengan tinjauan literatur komprehensif mengenai teori dan metodologi penerjemahan, baik tradisional maupun kontemporer. Analisis data melibatkan identifikasi pola-pola ketidakakuratan, pembandingan dengan prinsip-prinsip metodologi tarjamah, dan sintesis pendekatan inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan dominan meliputi kesalahan leksikal, sintaksis, pragmatis, dan kultural, yang sering kali diperparah oleh keterbatasan pemahaman kontekstual dan nuansa budaya. Metodologi tarjamah tradisional, meskipun memiliki fondasi kuat, terbukti kurang adaptif terhadap dinamika dan volume teks digital, terutama dalam hal kecepatan, diversitas genre, dan pemanfaatan teknologi. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan penelitian merekomendasikan adopsi pendekatan metodologis kontemporer yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, penerjemahan berbasis korpus, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam, serta menekankan pentingnya pengembangan kompetensi penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa tetapi juga teknologi dan konteks digital
The Poetics of Acculturation: A Case Study of Barzanji Recitation in the Religious Landscape of Indonesia Khaerun Nisa Nuur; Marwah Limpo; Masykur Rauf
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v11i1.7482

Abstract

The persistence of religious literary practices in local Muslim communities remains underexplored, particularly in explaining how such traditions sustain social meaning, identity, and cultural adaptation in contemporary contexts. This study examines the practice of reciting the Barzanji book in Lapeo Village, Polewali Mandar Regency, Indonesia as a socio-religious phenomenon reflecting an ongoing process of acculturation between Arabic literary tradition and local Mandar culture. The research aims to explain the mechanisms underlying the sustained use of Arabic in Barzanji recitation and its role in shaping and reinforcing the community’s religious identity. An explanatory qualitative design was employed to capture the depth and complexity of the phenomenon. Data were collected through in depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using thematic analysis guided by reception theory, lived religion perspective, and acculturation theory. The findings indicate that Arabic functions as a symbol of sacred authority, strengthening the perceived legitimacy and authenticity of the ritual. Collective recitation operates as a mechanism of social cohesion, fostering solidarity and shared religious sentiment. The incorporation of local material symbols reflects a contextual process of cultural interpretation and adaptation. Furthermore, Barzanji serves as a form of nonformal religious education that transmits moral exemplars associated with the Prophet Muhammad. Overall, the study demonstrates that Barzanji constitutes a living religious literary practice and a dynamic socio-symbolic mechanism of religious acculturation in constructing Mandar Muslim identity.