Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SOCIALIZATION OF CAKALANG CATCH RESULTS ON 20-60 GT BOATS AT MEUREDU FISH LANDING PARK (PPI), PIDIE JAYA DISTRICT Wulan Agustria; Thaib Rizwan; Ilham Zulfahmi; Ichsan Setiawan; Sayyid Afdhal El Rahimi; Yulizar; Razali Thaib; Muhammad Arief; Syarifah Meurah Yuni; Husaini; Ratna Mutia Aprilla
Jurnal Pengabdian Bangsa Vol 2 No 1 (2023): SEPTEMBER 2022- FEBRUARY 2023
Publisher : CV. Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpb.v2i1.60

Abstract

This service aims to socialize the catch of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) at the Mereudu fish landing base (PPI), Pidie Jaya Regency using Purse seine fishing gear. Data collection carried out in this research used the field observation method by directly observing activities at the Mereudu Pidie Jaya Fish Landing Base (PPI) and conducting interviews with the parties involved in it. Fishing trips carried out by Pidie Jaya fishermen range from 5 days according to the catch that has been obtained. If the catch has reached the target, the fishermen immediately return even though it has not been 5 days. During the research, the highest number of catches of skipjack tuna was on 27 July 2022 with a catch of 5,000 kg and the lowest catch was on 29 July 2022 with a catch of 1,500 kg.
ANALISIS DETERMINAN RENDAHNYA PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Handayani, Meti; Ellina; Yulizar; Eka Afrika
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.149

Abstract

Long-Term Contraceptive Method (MKJP) is a type of contraception that is very effective to avoid birth, regulate birth intervals, and does not affect sexual intercourse that can last for 3 years to a lifetime (Ahyar and Muzir, 2019). The coverage of active family planning participants according to the BKKBN between 2017 was 63.22%, those who chose to use MKJP were 17.45%. In 2018 it was 63.27% while the RPJMN target to be achieved in 2018 was 66%, while family planning acceptors who chose to use MKJP in 2018 were 17.81%. In 2019 it was 62.5% while the RPJMN target to be achieved in 2019 was 66%, while the research design that will be used in this study is descriptive analytic with a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 95 respondents. The results of the Univariate Analysis showed that the majority of the respondents who used MKJP were 37 respondents (38.9%) and 58 respondents (61.1%). From the results of the bivariate analysis, it was obtained that the age variable had a value of value 0.045, the parity variable value value 0.036, the educational variable obtained a p value of 0.029, and the history of disease variable obtained a p value of 0.024 where this value <0.05 indicates that there is a significant relationship between age, parity, education and disease history with MKJP
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA Yani; Ellina; Yulizar; Eka Rahmawati
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.150

Abstract

Bleeding is the number one cause of maternal death 40-60% of maternal deaths in Indonesia. This study aims to determine the factors associated with the incidence of retained placenta in the Prabumulih Regional General Hospital in 2020. This type of research is quantitative using an analytical survey method. through a cross sectional approach. The sample of this study was all maternity mothers who were treated at the Prabumulih Regional General Hospital in 2020 totaling 678 using random techniques, using simple random sampling (simple random sampling) with a sample of 88 respondents. This study uses secondary data, namely data taken from medical record observations using a check list. The results of the univariate analysis showed that of the 88 respondents who had retained placenta, 43 people (48.9%) were smaller than those who did not experience retained placenta, as many as 45 people (51.1%). From the results of bivariate analysis, P Value = 0.047 < 0.05, this indicates that there is a significant relationship between age and the incidence of retained placenta, P Value = 0.029 < 0.05, there is a significant relationship between parity and retained placenta, obtained P Value = 0.006 < 0 0.05 there is a relationship between history of abortion and retained placenta and obtained P Value = 0.000 <0.05, this indicates that there is a significant relationship between history of cesarean section and the incidence of retained placenta.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa/I Prodi Kesehatan Masyarakat Sri Murni; Susy Sriwahyuni; Maiza Duana; Marniati; yulizar
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i01.1063

Abstract

Perkembangan pesat media sosial memengaruhi gaya hidup digital mahasiswa, termasuk pola tidur yang terganggu. Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik dan stimulasi kognitif akibat interaksi media sosial berpotensi menekan produksi melatonin dan mengaktifkan sistem saraf simpatik, sehingga memicu insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 246 mahasiswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 642 orang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner penggunaan media sosial dan KSPBJ-IRS untuk mengukur insomnia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square (α = 0,05). Hasil menunjukkan 91,5% responden mengalami insomnia, dan 87,0% merupakan pengguna aktif media sosial dalam sepekan terakhir. Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan media sosial dan kejadian insomnia (p = 0,003), di mana penggunaan lebih dari 7 jam per hari meningkatkan risiko insomnia. Platform seperti TikTok dan Instagram menjadi penyumbang utama gangguan tidur. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia. Disarankan mahasiswa membatasi penggunaan media sosial, terutama pada malam hari, serta menerapkan kebersihan tidur dan digital wellness untuk mencegah gangguan tidur.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA SUAK RIBEE WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUAK RIBEE KABUPATEN ACEH BARAT Cindy Fattika Sari; Maiza Duana; Yulizar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1462

Abstract

Kasus ISPA di Indonesia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Suak Ribee Wilayah Kerja Puskesmas Suak Ribee. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, dan penelitian dilakukan pada bulan April 2024 di Desa Suak Ribee wilayah kerja Puskesmas Suak Ribee. Sampel penelitian ini adalah 66 orang ibu yang memiliki anak usia dini dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p value 0,036) dan tindakan ibu (p value 0,001) berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia dini di Desa Suak Ribee Wilayah Kerja Puskesmas Suak Ribee. Disimpulkan terdapat hubungan antara variabel pengetahuan dan tindakan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Suak Ribee wilayah kerja Puskesmas Suak Ribee. Penelitian ini merekomendasikan agar para ibu yang memiliki anak kecil khususnya di Desa Suak Ribee meningkatkan kesadaran akan perilaku pengendalian ISPA, dimulai dari pengetahuan dan sikap yang baik dalam merawat anak kecil agar terlindungi dari dampak ISPA.
Relasi Pendidikan dan Pekerjaan dengan Penerapan Tradisi Madeung pada Masyarakat Adat Keluarga Raja Ubit di Blang Tripa Kabupaten Nagan Raya Yulizar; Rafsanjani, TM; Darmawan; Paradhiba, Meutia; Duana, Maiza
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Issue in Progress)
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4203

Abstract

Tradisi madeung atau bahasa lainnya “badapu” merupakan salah satu tradisi ibu nifas di Aceh yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan karena pantangan mengkonsumsi beberapa jenis bahan makanan kaya protein, sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak air dengan keyakinan pantangan tersebut dapat mempercepat proses penyembuhan ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relasi pendidikan dan pekerjaan dengan penerapan tradisi madeung pada masyarakat adat keluarga Raja Ubit di Blang Tripa Kabupaten Nagan Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini 20 ibu nifas dengan total sampel yang di uji sebanyak 20 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square jenis fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada relasi antara pendidikan dan pekerjaan ibu dengan penerapan tradisi madeung (nilai p > 0,05). Tradisi madeung sudah diterapkan secar bergenerasi pada masyarakat adat keluarga Raja Ubiet, sehingga penerapan adat dilakukan secara kolektif, tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan dan pendidikan responden. Perlu diperhatikan dan dikaji ulang tradisi   madeung pada sisi yang bertentangan dengan kesehatan ibu nifas karena dapat menyebakan infeksi penyakit dan akibat fatal lainnya bagi ibu nifas jika tradisi madeung tidak diterapkan dengan baik.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY HYGIENE PRACTICES AMONG FISHING HOUSEHOLDS AND STUNTING AMONG UNDER-FIVE CHILDREN IN PADANG SEURAHET VILLAGE Rupiana; Teungku Nih Farisni; Fakhrurradhi Luthfi; T. Alamsyah; Yulizar
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i4.255

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly in coastal areas where family sanitation and hygiene conditions are inadequate. Padang Seuraheut Village, Johan Pahlawan Subdistrict, West Aceh, is a coastal area predominantly inhabited by fishing families with limited environmental sanitation, restricted access to clean water, and suboptimal hygiene practices. This study aimed to analyze the relationship between family hygiene practices and the incidence of stunting among under-five children in the village. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and was conducted from August to December 2025. The study population comprised all children aged 12–59 months totaling 1,442, with a sample of 94 children selected using simple random sampling. Data on family hygiene practices were collected through mothers as respondents using questionnaires and observation checklists. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that all hygiene and sanitation variables were significantly associated with the incidence of stunting (p < 0.05). Poor handwashing practices with soap were strongly associated with stunting (100%), as were inadequate latrine conditions (75.0%), unhygienic food storage and preparation (76.6%), and improper waste and wastewater disposal (73.1%). These findings indicate that family hygiene practices and environmental sanitation play a substantial role in increasing the risk of stunting among under-five children. Improvements in sanitation facilities, family hygiene education, and community-based interventions in coastal areas should be prioritized as strategic measures for stunting prevention.
Analisis Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Membentuk Kesehatan Mental Remaja Usia 10-18 Tahun Yusnina Maisyaroh; Suryani; yulizar; Juni Andriani Rangkuti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2317

Abstract

Saat ini isu mengenai kesehatan mental menjadi perhatian bagi masyarakat. Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas mereka. Banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental seperti faktor genetik, perubahan hormon, pengalaman traumatis, percintaan, pertemanan, keluarga maupun tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk kesehatan mental remaja usia 110-18 Tahun di Mandailing Natal. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki remaja usia 10-18 tahun sebanyak 32 orang. Pengambilan data dilakukan secara online melalui pengisian kuesioner Google Form. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara peran keluarga dengan kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun, diperoleh nilai p-value 0.032 (<0.05) sedangkan untuk peran masyarakat diperoleh nilai p-value sebanyak 0.251 (>0.05), artinya tidak ada pengaruh signifikan peran masyarakat terhadap kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun. Kesadaran akan kesehatan mental perlu disadari setiap individu untuk mencegah berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga diharapkan setiap keluarga memperhatikan kesehatan mental remaja baik saat berada dirumah maupun dilingkungan masyarakat.