Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE ENIAPEL BOTTOM LINE MODEL AND NATURAL TOURISM MARKETING: A MIXED METHODS STUDY OF GOSARI VILLAGE Cempena, Ida Bagus; Ratnawati, Tri; Sitohang, Arga Christian
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Airlangga Vol. 35 No. 1 (2025): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jeba.V35I12025.166-183

Abstract

Introduction: This study aims to analyze the relationship between economy, fishermen, inclusion, nature, empowerment, ecology, and local variables in the context of natural tourism development in Gosari Village, Ujungpangkah District, Gresik Regency, part of the minapolitan zone. Understanding these variables’ effects is essential for improving the sustainability and operational efficiency of Gosari Village as a tourism destination. Methods: A quantitative approach was employed through questionnaires administered to 106 respondents from various stakeholders, including Village-Owned Enterprises (BUMDes), POKDARWIS, MSMEs, and government entities. The collected data were processed using PLS 4.0. Additionally, a phenomenological study using in-depth interviews was conducted to capture the social experiences of fishing communities in Gosari Village. This dual approach provided a comprehensive understanding of the area’s tourism development dynamics. Results: The results show that fishermen significantly influence inclusion, ecology, and economy, but not empowerment. Nature is found to have a significant effect on empowerment and ecology, but not on inclusion and economy. Local variables have a significant influence on empowerment, ecology, and economy, but not on inclusion. Conclusion and suggestion: This study highlights the significant roles of fishermen, nature, and local variables in the development of natural tourism in Gosari Village, with varying impacts on inclusion, ecology, empowerment, and the economy. To enhance sustainability and operational efficiency, it is recommended to focus on digital marketing, human resource development, diversification of funding sources, the application of technology, and local empowerment policies. Additionally, the ENIAPEL Bottom Line Model is proposed as a strategy to maintain a balance between environmental, social, and economic aspects for sustainable tourism growth in the village.
Sustainable tourism marketing strategy using the EFINEEL model in coastal communities Cempena, Ida Bagus; Ratnawati, Tri; Sitohang, Arga Christian
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 14 No 1 (2025): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v14i1.2390

Abstract

Purpose – Sustainable tourism holds significant potential for enhancing the economic welfare of coastal communities; however, marketing strategies in Minapolitan areas, such as Gosari village Gresik, remain suboptimal, particularly in integrating social and environmental aspects. This study examines the effectiveness of the EFINEEL bottom line model, encompassing seven key dimensions: economy, fishermen, social inclusion, nature, community empowerment, ecology, and local involvement. Method – This study uses a quantitative approach with partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM) and 106 purposively selected respondents. Findings – The findings show that local involvement strongly influences social inclusion, while community empowerment drives economic welfare, with ecological sustainability also positively impacting the outcomes. The EFINEEL model proves effective in formulating practical, sustainable tourism strategies that integrate economic, social, and environmental dimensions. Implications – Theoretically, this study advances sustainable tourism theory by combining the triple bottom-line framework with grassroots-based governance. It demonstrates that community-driven approaches, placing local agencies at the center, lead to more effective sustainable theoretical outcomes, emphasizing the importance of participatory models for destination development in underrepresented rural and coastal areas. This research challenges traditional top-down models and advocates for inclusive, locally rooted governance to achieve long-term sustainability.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Bisnis Kuliner Dengan Menerapkan Strategi Kemitraan Dan Inovasi Rachmawati, Titiek; Sitohang, Arga Christian; Sutjahyani, Dewi
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1524

Abstract

Sektor kuliner merupakan salah satu bidang yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu bisnis kuliner yang tengah berkembang adalah “Risol Mayoku”, sebuah usaha risoles yang menitikberatkan pada inovasi rasa serta penerapan strategi pemasaran digital. Permasalahan yang dialami UMKM ini meliputi kapasitas produksi yang terbatas, kendala dalam pemasaran, serta kurangnya sistem pembukuan atau pencatatan akuntansi yang memadai. Sebagai solusi, diberikan bantuan berupa peralatan seperti freezer, kompor, dan mixer, serta pelatihan mengenai pemasaran digital dan pembukuan atau pencatatan akuntansi sederhana khusus untuk UMKM. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahapannya sebagai berikut:1) Sosialisasi, 2)Melakukan pelatihan:Digital Marketing dan pencatatan pembukuan sedrhana untuk UMKM, 3).Solusi penerapan Teknologi, 4)Pendampingan dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyrakat ini adalah: 1) Capain Teknologi dan Implementasi, Kompor cor dan stand mixer (Pengurangan waktu produksi 30%) dan konsistensi kualitas adonan meningkat (90% risol tidak pecah saat digoreng). Freezer 100 liter, mampu menyimpan bahan baku untuk 2-3 hari produksi.2).Pelatihan dan Pendampingan:Pelatihan mengenai pengelolaan keuangan sederhana serta workshop pemasaran digital: mitra secara aktif membuat konten promosi di Instagram, yang menghasilkan peningkatan rata-rata engagement sebesar 25%
Inovasi dan Literasi Ekonomi untuk UMKM Ukiran Kayu Pasuruan Sitohang, Arga Christian; Gunawan, Kridho Hery; Nugroho, Riyadi
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1533

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan UMKM ukiran kayu di Kota Pasuruan melalui inovasi bisnis dan peningkatan literasi ekonomi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan pengrajin secara aktif dalam identifikasi masalah, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan difokuskan pada penguatan branding, pemasaran digital, manajemen keuangan, dan penggunaan teknologi sederhana. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan kewirausahaan, perubahan pola pikir usaha, serta perluasan akses pasar. Sebagian peserta juga mengalami peningkatan omzet. Program ini turut mendorong kolaborasi dengan komunitas kreatif, memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inovatif dan berkelanjutan.
PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENGATASI PERMASALAHAN LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AT-TAHRIRIYAH DESA PANGPAJUNG, KECAMATAN MODUNG, KABUPATEN BANGKALAN Sitohang, Arga Christian; Ujianto; Riyadi, Slamet
ABDIMAS Vol 5 No 06 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v5i06.2530

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tahririyah, Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Bangkalan, untuk mengatasi permasalahan kebersihan lingkungan dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) para santri. Melalui analisis situasi ditemukan bahwa kurangnya fasilitas tempat sampah dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama lingkungan yang kotor. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi PHBS, kerja bakti, serta pembuatan dan pemasangan tempat sampah sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kebersihan, menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, serta menjadi model “Pesantren Bersih dan Sehat”.