Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Penerapan Wisata Halal Berdasarkan Fatwa DSN MUI Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 di Taman Wisata Syariah Pamah Semelir Juwita, Sri; Nasution, Abdul Halim
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.1970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Peran Wisata Halal Pamah Semelir Berdasarkan Fatwa Nomor 108/DSN-MUI/X/2016. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata halal khususnya di Pamah Semelir Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan studi lapangan, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, serta penelitian langsung di lapangan. Adapun hasil penelitian ini, Pamah semelir sangat berperan penting membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Adapun berdasarkan Fatwa Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah sudah diimplementasikan sebatas pada aspek ketersediaan sarana prasarana berupa fasilitas ibadah, sanitasi air bersih serta kantin yang menjual makanan halal. Namun beberapa poin belum terpenuhi, seperti pengunjung bukan muhrim yang bergandengan tangan serta pembuangan akhir sampah yang belum dikelola dengan baik. Untuk menjadi destinasi wisata halal, Pamah Semelir perlu usaha lebih lanjut guna mengimplementasikan poin-poin dalam Fatwa No.108/DSN-MUI/X/2016 khususnya pada ketetapan ketujuh, yakni tentang ketentuan destinasi wisata.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENETAPKAN DISPENSASI PERKAWINAN MENURUT UU NO 16 TAHUN 2019 PERUBAHAN ATAS UU NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (ANALISIS PERKARA NO.15 Pdt.P/DI PENGADILAN AGAMA BINJAI ) Pradana, Ghifari; Nasution, Abdul Halim
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 2 (2025): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v6i2.2429

Abstract

Early marriage continues to pose significant legal and social challenges in Indonesia, despite regulatory reforms introduced by Law No. 16 of 2019, which raised the minimum legal age of marriage to 19 years for both men and women. This reform has led to a marked increase in applications for marriage dispensation submitted to the Religious Courts, indicating a persistent gap between statutory norms and social realities. This study examines judicial considerations in Case No. 15/Pdt.P/2024/PA.Bji at the Binjai Religious Court. A qualitative approach is employed to explore the social, psychological, and cultural factors influencing judicial decision-making. The findings reveal that judges take into account psychological readiness, social pressures, and the principle of child protection in rendering their decisions. The study underscores the central role of judges as interpreters of substantive law amid complex social dilemmas and recommends strengthening support systems—such as the involvement of psychologists and enhanced public education—to prevent child marriage.