Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementation of Pre-aqil Baligh (Before Puberty) Education Through “The Male and Female Programs” as an Effort to Form Religious Attitudes at Elementary School Juwita, Sri; Fikri, Ahmad; Harisah; Diana, Rahmi; Witro, Doli
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2024): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v12i1.341

Abstract

This study aims to determine the implementation of pre-aqil baligh (before puberty) education through male and female programs as an effort to form students’ religious attitudes. Pre-aqil baligh education is essential to implement in elementary schools considering the development of puberty is faster. This research was conducted at Ashfiya Elementary School, which is one of the Islamic schools in the city of Bandung. The research subjects were fifth and sixth-grade students when they were closer to pre-aqil baligh. The method used is qualitative research, which is conducted in the form of case studies. The sources used in the research are observation and interviews. And supported by scientific articles (journals) and books related to research. Data collection techniques are carried out by reduction, presentation, and verification. The research found that pre-aqil baligh education can be implemented by providing education about morals, fiqh of haidh (menstruation) and ihtilam (wet dreams), early sex education, and the habit of reciting the Koran. This activity uses the mentoring method as an approach to students. The religious attitude that is formed from pre-aqil baligh education through the male and female programs consists of three religious dimensions, namely aqidah, sharia, and morals. (Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan pra aqil baligh (sebelum pubertas) melalui “program laki-laki dan perempuan” sebagai upaya membentuk sikap religius peserta didik. Pendidikan pra-aqil baligh penting dilaksanakan di sekolah dasar mengingat perkembangan masa pubertas lebih cepat. Penelitian ini dilakukan di SD Ashfiya yang merupakan salah satu sekolah Islam di kota Bandung. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V dan VI yang mendekati pra aqil baligh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melakukan penelitian lapangan berupa studi kasus. Sumber yang digunakan dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Serta didukung dengan artikel ilmiah (jurnal) dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan pra aqil baligh dapat dilaksanakan dengan memberikan pendidikan tentang akhlak, fiqh haidh (haid) dan ihtilam (mimpi basah), pendidikan seks sejak dini, dan kebiasaan mengaji. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan sebagai pendekatan kepada siswa. Sikap keagamaan yang terbentuk dari pendidikan pra-aqil baligh melalui “program laki-laki dan perempuan” terdiri dari tiga dimensi keagamaan, yaitu aqidah, syariah, dan akhlak.)
ANALISIS SOAL DAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ASHFIYA KOTA BANDUNG Juwita, Sri; Safwannur, Safwannur; Nasir, Tatang Muh; Hajrah, Hajrah; Sidik, Moch.
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 3 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i2.1926

Abstract

This study aims to determine the quality of the items on the minimum competency assessment type questions in Islamic Religious Education lessons and to determine the extent to which students' cognitive abilities in solving questions with the AKM type. This type of research is quantitative by displaying numbers and graphics to obtain information. Data processing in this study used the SPSS 26 program and Microsoft Excel. As for the samples in the study, there were 23 students in class IV A at Ashfiya Elementary School, Bandung City. The data sources for this research are questions and results of the Year End Assessment (PAT) for class IV for the 2021/2022 academic year. This study obtained the results that the quality of the AKM type of Islamic Religious Education items consisted of 60% valid questions and 40% invalid questions. The reliability level of the 20 questions obtained very strong results, while the difficulty level did not meet the ideal proportions and there were two questions with very low differentiating power. The cognitive level contained in the AKM type Islamic Religious Education questions in grade IV SD contains the C1-C4 domain. Questions with cognitive level C3 dominate, followed by C4, C2 and C1. When viewed from the cognitive level, the ability of students to solve AKM type Islamic Religious Education questions is very strong in terms of knowledge, understanding aspects are in the good category and the realm of application and analysis is in the sufficient category. So that in making AKM type questions it is necessary to pay attention to the provisions for making questions. As for students' critical thinking skills, they must be re-evaluated in order to improve the quality of educationTRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Konsep dan Pengarustamaan Gender dalam Pendidikan Islam Juwita, Sri; Wildan, Ikbal Muhammad; Hambali, Adang
CENDEKIA Vol. 15 No. 01 (2023): Cendekia 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v15i01.443

Abstract

Writing articles aims to explain the concept and mainstreaming of gender in Islamic education. In the world of education, there is still a gender gap that needs to be overcome by strengthening and implementing gender equality. This research is a qualitative type, collecting data using literature studies by collecting data and taking ongoing discussions with research. The analytical method used is content analysis of content. The results of the study show that Islam highly values ​​gender equality which is reinforced in the explanation of the verses of the Koran. The Qur'an implies gender equality between men and women, namely that women and men have equality in terms of humanity, taklif, rewards, and rewards as well as opportunities for achievement. Gender mainstreaming in Islamic education can be carried out by implementing gender equality through curriculum correlation, incorporating gender-based issues into learning, using teaching materials that are not gender-biased, and providing opportunities for all students to participate in the learning process. The application of a gender mainstreaming strategy in Islamic education is very appropriate to be applied as an effort to reduce the level of discrimination and gender gaps in society.
ANALISIS SOAL DAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ASHFIYA KOTA BANDUNG Juwita, Sri; Safwannur, Safwannur; Nasir, Tatang Muh; Hajrah, Hajrah; Sidik, Moch.
ATTA`DIB Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i3.19498

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas butir soal tipe asessmen kompetensi minimum pada pelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengetahui sejauh mana kemampuan kognitif peserta didik dalam menyelesaikan soal dengan tipe AKM. Jenis penelitian ini yaitu kuanti-tatif dengan menampilkan angka dan grafik untuk memperoleh informasi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 26 dan microsoft excel. Adapun yang di-jadikan sampel dalam penelitian yaitu peserta didik kelas IV A di SD Ashfiya Kota Ban-dung sebanyak 23 siswa. Sumber data penelitian ini adalah soal dan hasil Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas IV tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa kualitas butir soal Pendidikan Agama Islam tipe AKM terdiri dari soal valid sebanyak 60 % dan tidak valid sebanyak 40 %. Tingkat reliabilitas 20 soal memperoleh hasil sangat kuat, sedangkan pada tingkat kesukaran belum memenuhi proporsi ideal dan terdapat dua soal yang daya bedanya sangat rendah. Level Kognitif yang terdapat pada soal Pendidikan Agama Islam tipe AKM di kelas IV SD memuat ranah C1-C4. Soal dengan level kognitif C3 lebih mendominasi yang disusul oleh C4, C2 dan C1. Jika dilihat dari level kognitif, kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal Pendidikan Agama Islam tipe AKM sangat kuat dalam aspek pengetahuan, aspek pemahaman berada pada kategori baik serta ranah penerapan dan analisis ada pada kategori cukup. Sehingga dalam pembuatan soal tipe AKM perlu memperhatikan ketentuan pembuatan soal. Adapun dalam kemampuan berpikir kritis peserta didik harus dievaluasi kembali agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Strategi Pemasaran Bimbingan Belajar (Bimbel) Alfasmartcenter Desa Bangun Sari, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara Nasution, Ismail; Nasution, Zaitun Husseina; Nurhidayah, Siti; Juwita, Sri; Jawharah, Wei Indah
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v7i1.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran yang diterapkan oleh Bimbingan Belajar (Bimbel) Alfasmartcenter di Desa Bangun Sari, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara. Lembaga ini merupakan bimbel lokal yang hadir sebagai solusi pendidikan nonformal untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alfasmartcenter menerapkan tiga strategi utama dalam pemasaran, yaitu melalui media sosial (WhatsApp dan Facebook), promosi dari mulut ke mulut, dan pendekatan langsung ke lingkungan sekitar. Strategi ini dinilai efektif karena sesuai dengan karakteristik sosial masyarakat desa dan mampu membangun kepercayaan secara emosional. Dampaknya terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun. Namun, masih terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan jangkauan promosi, kurang optimalnya pengelolaan media sosial, dan minimnya inovasi konten. Meskipun demikian, Alfasmartcenter terus melakukan upaya perbaikan dengan menyusun program pengembangan yang lebih kreatif dan relevan. Dengan pendekatan yang praktis dan pelayanan yang berkualitas, Alfasmartcenter mampu memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Implikasi Model Discovery Learning Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Sikap Terpuji Juwita, Sri; Alhaq, Mutia; Vera Fachriyah, Neng; Irawan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.221

Abstract

This study aims to determine the effect of the discovery learning model based on a scientific approach to the subject matter of commendable attitudes. This research was carried out in learning Islamic religious education in class IV of SD Ashfiya. The research method used is a quasy experiment with a pretest posttest design. The sample in this study was class IV A, totaling 20 people as the experimental class and class IV C, totaling 20 people as the control class. The results showed that the average score between the pretest and posttest in the experimental class through the t-test was higher, namely 39.25 compared to the control class which obtained a value of 30.75. The average post-test score for the experimental class was 85.25 and the control class scored 75.50. The gain test value obtained by the experimental class was 0.72 while the control class was 0.56. The experimental class scores are in the high category, while the control class is in the medium category. The results showed that the learning model of discovery learning had a significant influence on student learning outcomes in commendable attitude material.
Analisis Penerapan Wisata Halal Berdasarkan Fatwa DSN MUI Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 di Taman Wisata Syariah Pamah Semelir Juwita, Sri; Nasution, Abdul Halim
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.1970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Peran Wisata Halal Pamah Semelir Berdasarkan Fatwa Nomor 108/DSN-MUI/X/2016. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata halal khususnya di Pamah Semelir Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan studi lapangan, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, serta penelitian langsung di lapangan. Adapun hasil penelitian ini, Pamah semelir sangat berperan penting membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Adapun berdasarkan Fatwa Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah sudah diimplementasikan sebatas pada aspek ketersediaan sarana prasarana berupa fasilitas ibadah, sanitasi air bersih serta kantin yang menjual makanan halal. Namun beberapa poin belum terpenuhi, seperti pengunjung bukan muhrim yang bergandengan tangan serta pembuangan akhir sampah yang belum dikelola dengan baik. Untuk menjadi destinasi wisata halal, Pamah Semelir perlu usaha lebih lanjut guna mengimplementasikan poin-poin dalam Fatwa No.108/DSN-MUI/X/2016 khususnya pada ketetapan ketujuh, yakni tentang ketentuan destinasi wisata.
Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Terhadap Makanan Bersertifikasi Halal (Studi Usaha Kuliner di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala) Juwita, Sri; Iqbal, Muhammad Nur
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2160

Abstract

Sertifikasi halal pada pelaku usaha ternyata belum terlaksana secara menyeluruh, karena masih banyak produk makanan dan minuman yang beredar belum berlabel halal dan ketidakjelasan bahan, serta pembuatannya. Sudah menjadi kewajiban bagi pelaku usaha di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala untuk mempunyai sertifikat halal pada produk yang dijual. Namun faktanya masih ada beberapa pelaku usaha makanan yang belum mempunyai sertifikat halal. Adapun jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif, yaitu pembahasan yang diawali dengan mengemukakan dalil-dalil atau ketentuan yang bersifat umum, kemudian dikemukakan kenyataan bersifat khusus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesadaran hukum terhadap kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala tergolong tinggi. Dari indikator kesadaran hukum sudah terpenuhi seperti pengetahuan, pemahaman, pengharapan hukum. Rendahnya minat pelaku usaha makanan di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan pengetahuan pelaku usaha tentang sertifikasi halal, kewajiban hukumnya, serta anggapan bahwa biaya sertifikasi memberatkan. Sebagian pelaku usaha belum memahami makna dan dasar hukum sertifikasi halal secara utuh, sehingga cenderung menunda pengurusannya. Dari sisi eksternal, rendahnya kepatuhan pelaku usaha dipengaruhi oleh kurangnya sosialisasi, pendampingan, dan informasi dari lembaga terkait, khususnya BPJPH. Selain itu, keterbatasan sarana pendukung, persepsi masyarakat yang keliru, serta budaya yang menganggap produk otomatis halal tanpa sertifikasi formal turut memperkuat rendahnya minat pelaku usaha.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH MENENGAH ATAS Pasa, Frizki Nurul; Irwanto, Irwanto; Juwita, Sri; Nasution, Zaitun Husseina
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5311

Abstract

Abstract: Financial Management in Education is a crucial aspect in organizing education that aims to improve school quality. This article aims to analyze the role and implementation of financial management in education as an effort to enhance the quality of Senior High Schools (SMA). This study employs a library research method by reviewing various relevant literature such as books, scientific journals, educational policy reports, and government regulations related to school fund management. The analysis is conducted using a descriptive qualitative approach to illustrate the concepts, sources of funding, and the implications of financial management on educational quality.The findings indicate that effective financial management in education includes four main stages: budget planning, financial organizing, implementation, and supervision of educational funds. Well-planned, transparent, efficient, and accountable fund management has been proven to support various programs aimed at improving educational quality, such as providing facilities and infrastructure, enhancing teacher competence, and developing innovative learning activities. Sources of education funding at the Senior High School level include government funds (such as BOS and DAK), community contributions through school committees, and independent income from school business units. Diversification of these funding sources strengthens the school’s financial independence while also expanding public participation in educational administration.From the perspective of Islamic education, financial management must be carried out based on the principles of trustworthiness (amanah), justice, and public benefit (maslahah) to create blessings and social welfare. Thus, financial management functions not only as an administrative instrument but also as a moral and strategic tool in realizing quality, character-based, and competitive education. This article recommends that each school improve its managerial capacity in financial management and build a transparent, accountable, and sustainable supervisory system to ensure the implementation of quality and integrity-based education. Keywords: Educational Finance Management, School Quality, Senior High School, Transparency, Islamic Education. Abstrak: Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi manajemen pembiayaan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, laporan kebijakan pendidikan, serta peraturan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan dana sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan konsep, sumber pembiayaan, serta implikasi manajemen keuangan terhadap mutu pendidikan.Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan yang efektif mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan anggaran, pengorganisasian keuangan, pelaksanaan, dan pengawasan dana pendidikan. Pengelolaan dana yang dilakukan secara terencana, transparan, efisien, dan akuntabel terbukti mampu mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan, seperti penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan kegiatan pembelajaran yang inovatif. Sumber pembiayaan pendidikan di SMA meliputi dana pemerintah (seperti BOS dan DAK), sumbangan masyarakat melalui komite sekolah, serta pendapatan mandiri dari unit usaha sekolah. Diversifikasi sumber dana tersebut memperkuat kemandirian finansial sekolah sekaligus memperluas partisipasi publik dalam penyelenggaraan pendidikan.Dalam perspektif pendidikan Islam, pembiayaan pendidikan harus dikelola berdasarkan prinsip amanah, keadilan, dan maslahah agar dapat menciptakan keberkahan serta kemanfaatan sosial. Dengan demikian, manajemen pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen administratif, tetapi juga sebagai alat moral dan strategis dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Artikel ini merekomendasikan agar setiap sekolah meningkatkan kapasitas manajerial dalam pengelolaan keuangan, serta membangun sistem pengawasan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, guna menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. Kata Kunci: Manajemen Pembiayaan Pendidikan, Mutu Sekolah, Sekolah Menengah Atas, Transparansi, Pendidikan Islam.
PERAN KUALITAS LAYANAN SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA DI SMA IT DAAR AL-ULUUM ASAHAN-KISARAN Aswan, Aswan; Nurhidayah, Siti; Jawharah, Wei Indah; Nst, Zaitun Husseina.; Juwita, Sri; Wirda, Afni; Lubis, Yeni
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5376

Abstract

Abstract: This Community Service Program (PKM) was carried out to improve the quality of library facilities and services as well as to enhance students’ reading interest at SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. The program was motivated by the low reading interest among students, which is influenced by limited book collections, suboptimal library services, and the shift in student habits toward instant digital information sources. The PKM employed a descriptive approach through observation, interviews, and documentation to obtain an accurate picture of the library’s condition. The results show that although the library has adequate basic facilities and responsive staff, student utilization remains low. This is mainly due to outdated book collections and the lack of innovative literacy programs. Through mentoring activities, the PKM team reorganized the library space, strengthened staff competencies, and provided recommendations for literacy program development and gradual collection renewal. The program has increased the school’s awareness of the importance of managing a modern and engaging library integrated into the learning process. Therefore, this PKM is expected to serve as a starting point for improving library services and fostering sustainable reading interest among students. Keywords: School Library, Community Service Program, Reading Interest, Facilities and Infrastructure, Library Services. Abstrak:Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas layanan sarana dan prasarana perpustakaan serta mendorong minat baca siswa di SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa yang dipengaruhi oleh keterbatasan koleksi buku, kurang optimalnya layanan perpustakaan, serta perubahan kebiasaan siswa yang lebih memilih sumber digital. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan kondisi perpustakaan secara nyata. Hasil PKM menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan memiliki fasilitas dasar yang cukup memadai dan pelayanan petugas yang baik, pemanfaatan perpustakaan oleh siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya koleksi buku yang relevan dan belum adanya inovasi layanan literasi. Melalui kegiatan pendampingan, tim PKM melakukan penataan ruang, penguatan kompetensi petugas, serta memberikan rekomendasi pengembangan program literasi dan pembaruan koleksi perpustakaan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman pihak sekolah mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan yang lebih modern, menarik, dan terintegrasi dengan proses pembelajaran. Dengan demikian, PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta menumbuhkan minat baca siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, PKM, Minat Baca, Sarana Prasarana, Layanan Perpustakaan