Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Capitation Management Through Performance-Based Capitation Mechanism of Primary Health Care in Malang, Indonesia Purnamasari, Ayu Tyas; Ningrum, Herlinda Dwi; Ardhiasti, Anggi; Zahroh, Asri Hikmatuz
Kesmas Vol. 19, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary health care (PHC) has one of the largest funding sources, capitation, which BPJS Healthcare Security transfers monthly. Capitation fund receipts were frequently insufficient due to failure to meet performance-based capitation/Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) targets, including for PHC in Malang City, Indonesia. This study aimed to examine the management and utilization of capitation funds through a KBK mechanism. This descriptive study used a qualitative approach supported by quantitative data. This study was conducted from July to August 2023 and purposely selected nine informants from BPJS Healthcare Security, the local health office, and PHC. The interviews were transcribed verbatim and analyzed using a thematic analysis approach. Three themes were identified from data analysis: revenue allocation, utilization allocation, and budget expenditure appropriateness. The use of capitation follows the Mayor's regulations, which allocate service and operational costs. However, remaining capitation funds always occur due to unavoidable conditions. Separating accounts between capitation and other funding sources is necessary to track capitation utilization. Therefore, BPJS Healthcare Security needs to participate in capitation reporting and monitoring.
Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Masa Pandemi COVID-19 pada FKTP di Kota Malang Purnamasari, Ayu Tyas; Ningrum, Herlinda Dwi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.81641

Abstract

Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe II menempati tiga penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia yang dapat menyebabkan kematian. Pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi dan diabetes melitus tipe II berisiko mengalami gejala berat seperti gagal napas hingga kematian. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) selama masa pandemi tetap harus terlaksana melalui berbagai penyesuaian. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi kegiatan Prolanis pada masa pandemi COVID-19 di FKTP di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, anggaran, dan SOP di FKTP sudah memadai. Beberapa kegiatan mengalami perubahan selama pandemi, seperti kegiatan senam yang ditiadakan dan edukasi serta konsultasi medis dilaksanakan secara online untuk menghindari kerumunan. Output kegiatan Prolanis adalah terdapat Puskesmas yang sudah memenuhi capaian Rasio Peserta Prolanis Terkendali dan ada Puskesmas yang belum mencapai target tersebut.
Pemberian Edukasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang Ningrum, Herlinda Dwi; Purnamasari, Ayu Tyas
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13678

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus dan Hipertensi menempati peringkat tiga tertinggi penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di Indonesia. Pemerintah bersama dengan BPJS Kesehatan menetapkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk mengontrol kesehatan pasien Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Sasaran Prolanis adalah pasien Diabetes Mellitus dan Hipertensi yang terdiagnosa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang mayoritas berusia lansia. Namun tingkat partisipasi kegiatan Prolanis masih rendah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi lansia di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo pada program Prolanis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait rangkaian kegiatan Prolanis dan manfaat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Prolanis. Peserta kegiatan juga termotivasi untuk ikut serta aktif dalam kegiatan Prolanis. Kualitas hidup yang baik bagi pasien Diabetes Mellitus dan Hipertensi dapat terwujud dengan meningkatkan partisipasi Prolanis sehingga dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mencapai tujuan.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Sosial dengan Keikutsertaan Masyarakat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang Purnamasari, Ayu Tyas
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Volume 14 No. 3 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i3.830

Abstract

Kepesertaan merupakan barometer keberhasilan program Jaminan Kesehatan Nasional yang penting dalam menjaga sustainibilitas program. Namun informasi mengenai Jaminan Kesehatan Nasional masih terbatas sehingga kurangnya pengetahuan masyarakat berdampak pada rendahnya dorongan untuk mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan sosial dengan keikutsertaan masyarakat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional di Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan dengan frekuensi terbanyak pada kategori pengetahuan baik sebanyak 62 responden (72,1%), tingkat dukungan sosial dengan frekuensi terbanyak pada kategori dukungan sosial tinggi sebanyak 46 responden (53,5%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p 0,002 < α 0,05 sehingga ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Hasil juga menunjukkan nilai p 0,0005 < α 0,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan sosial dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan sosial dengan keikutsertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional di Desa Sepanjang.
Implementation Challenges of Performance-Based Capitation in Indonesia: A Scoping Review Purnamasari, Ayu Tyas; rizki, Rizki Fadila
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 3 (2025): Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/atjpe119

Abstract

Performance-Based Capitation (KBK) is a payment system implemented in Indonesia’s primary health care (PHC) to improve service quality through performance-based financing. Despite its potential, various challenges have limited its effectiveness. This study aimed to identify and synthesize evidence on the barriers to KBK implementation in Indonesia. A scoping review was conducted using studies published from 2019 to 2025 that meet the inclusion and exclusion criteria. Data from 14 included studies were extracted, charted, and thematically analyzed into five categories: human resources, systems and infrastructure, program management and governance, technical capacity, and patient participation and engagement. The study found that face interrelated challenges in implementing KBK, including shortages and unequal distribution of human resources, inadequate systems and infrastructure, weak governance, limited technical capacity, and low community participation. These factors collectively hinder the achievement of key performance indicators encompassing contact rate, the non-specialist referral ratio (RRNS), and the controlled condition of the Chronic Disease Management Program (RPPT), underscoring the need for comprehensive strategies that strengthen workforce capacity, infrastructure, governance, and community engagement.