Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Domain Responsiveness on Inpatient Satisfcation in Inpatient Community Health Centers in 2017 (Data Analysis of Responsiveness in Risnakes 2017) Ayu Tyas Purnamasari; Pujiyanto
JUMP Health (Journal of Ultimate Public Health) Vol. 4 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jump-health.v4.i2.p304-322

Abstract

Background: Community health centers have a role as gatekeepers within a healthcare system, even so, the utilization rate of inpatient community health centers was lower than those of government hospitals and private hospitals in 2015-2017. The low utilization rate of the inpatient community health centers might be caused by several dissatisfied patients and the low quality of the healthcare in terms of medical and nonmedical (responsiveness) aspects. Therefore, this study aims to find out the effect of responsiveness on patient satisfaction. Method: This study was using the dataset which was obtained from Healthcare Workforce Research data in 2017 from The Health Research and Development Agency regarding responsiveness in inpatient community health. The data was analyzed by using Structural Equation Modeling (SEM). Results: The domains of responsiveness consisting of dignity (t-values = 2,23), communication (t-values = 3,40), prompt attention (t-values = 2,64), quality of basic amenities (t-values = 8,37), and access to social support (t-values = 2,20) affected the patient satisfaction. Conclusion: The overall inpatient satisfaction is affected by nonmedical aspects (responsiveness) particularly the quality of basic amenities. Keywords: responsiveness, nonmedical aspects, patient satisfaction, inpatient community health centers
An Examination of The Factors Affecting Consumer’s Purchase Decision on Prudential Insurance Product Elsa Ika Marchella Arruan; Ayu Tyas Purnamasari; Muzzamil - -
Indonesian Journal of Health Care Management Vol 2, No 2 (2022): Indonesian Journal of Health Care Management
Publisher : STIKes Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/ijohcm.v2i2.25

Abstract

The insurance literacy and the insurance ownership especially commercial insurance is relatively low in Indonesia. Meanwhile the insurance is important to mitigate the risks such as accidents, illness, and death. Many factors influencing consumers to buy insurance products. This study aimed to examine the factors affecting consumer’s purchase decision on insurance products particularly Prudential insurance products. This study was observational study using a cross-sectional design with 84 respondents were selected randomly. Data collection is carried out by disseminating questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. Furthermore, the results of this study were the majority of the respondents are able to buy insurance products, satisfied with the promotion by the insurance agents, and sure of their decisions to purchase the Prudential insurance products. The promotion by the agents variable have a significant correlation to consumer’s purchase decision on Prudential insurance products.
Evaluasi Kepercayaan dan Pengaruhnya terhadap Loyalitas Peserta JKN-KIS Ngesti Wahyuning Utami; Moh. Wildan; Eko Rahman Setiawan; Ayu Tyas Purnamasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1537

Abstract

BPJS Kesehatan bertugas melaksanakan pemasaran produk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta mengelola kepesertaan JKN-KIS. Peserta JKN-KIS Kota Malang pada 2019 sekitar 83,14% dari jumlah penduduk. Meskipun tahun 2020 telah mencapai 96%, namun masih terdapat peserta mandiri JKN-KIS sebesar 9,9% (82.197 jiwa) yang menunggak bayar iuran per Mei 2020. Hal ini menggambarkan bahwa ada ketidakloyalan masyarakat sebagai peserta JKN-KIS. Kepuasan dapat mempengaruhi peserta untuk bertahan dan loyal menjadi peserta JKN-KIS. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kepercayan pelanggan dan pengaruhnya terhadap loyalitas peserta JKN-KIS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional design, dengan populasi peserta JKN-KIS kota Malang sebanyak 827.885 jiwa, dengan jumlah sampel 122 orang yang dihitung dengan rumus Slovin dan diplih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 84,4% peserta JKN-KIS percaya terhadap kegiatan layanan kesehatan yang diberikan fasilitas kesehatan dan juga layanan BPJS serta 73,7% peserta JKN-KIS loyal terhadap kepesertaan JKN/BPJS. pengaruh yang bermakna antara kepercayaan dengan loyalitas peserta JKN-KIS di Kota Malang (P-value = 0,0005). Direkomendasikan kepada BPJS untuk terus meningkatkan dan memperhatikan kepercayaan peserta JKN-KIS.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) MELALUI SOSIALISASI DI KELURAHAN KAMPUNG DALEM KOTA KEDIRI Ayu Tyas Purnamasari
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8503

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional yang bertujuan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar kesehatan bagi peserta. Cakupan kepesertaan semesta belum dapat tercapai karena belum seluruhnya penduduk Indonesia terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satu penyebab ketidakikutsertaan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan mengenai program tersebut. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui sosialisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan tanya jawab. Peserta kegiatan ini adalah 70 ibu PKK di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional meliputi konsep, kepesertaan, manfaat, alur pemanfaatan pelayanan Kesehatan, iuran, teknologi inovasi, dan kader JKN. Selain itu, dalam kegiatan ini dikenalkan Kader JKN yang akan membantu masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional dan optimalisasi peran kader perlu untuk meningkatkan kepesertaan dan sustainibilitas Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Pendampingan Ketrampilan Berkomunikasi Bagi Kader Jaminan Kesehatan Nasional di Wilayah Kabupaten Kediri Anggi Ardhiasti; Ayu Tyas Purnamasari; Elystia Vidia Marselina
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 9 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10251246

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia. Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program JKN, salah satunya adalah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader JKN dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dapat menghambat keberhasilan program JKN dalam mencapai tujuannya. Tujuan: meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN di Kabupaten Kediri. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan dengan materi komunikasi interpersonal, komunikasi publik, dan materi Jaminan Kesehatan Nasional. Pendampingan dilaksanakan selama 1 hari dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada kader JKN untuk mempraktikkan keterampilan berkomunikasi yang telah mereka pelajari. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa peserta pelatihan dapat menerapkan keterampilan berkomunikasi yang telah mereka pelajari dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan manfaat bagi para peserta dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan JKN di Kabupaten Kediri. Namun, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN secara berkelanjutan.
Pendampingan Ketrampilan Berkomunikasi Bagi Kader Jaminan Kesehatan Nasional di Wilayah Kabupaten Kediri Ardhiasti, Anggi; Purnamasari, Ayu Tyas; Marselina, Elystia Vidia
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 9 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10251246

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia. Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program JKN, salah satunya adalah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader JKN dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dapat menghambat keberhasilan program JKN dalam mencapai tujuannya. Tujuan: meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN di Kabupaten Kediri. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan dengan materi komunikasi interpersonal, komunikasi publik, dan materi Jaminan Kesehatan Nasional. Pendampingan dilaksanakan selama 1 hari dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada kader JKN untuk mempraktikkan keterampilan berkomunikasi yang telah mereka pelajari. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa peserta pelatihan dapat menerapkan keterampilan berkomunikasi yang telah mereka pelajari dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan manfaat bagi para peserta dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan JKN di Kabupaten Kediri. Namun, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi kader JKN secara berkelanjutan.
Increasing Cigarette Excise Tax Prevents Smoking Initiation in Children and Finances National Health Insurance in Indonesia Purnamasari, Ayu Tyas; Pujiyanto, Pujiyanto; Thabrany, Hasbullah; Nurhasana, Renny; Satrya, Aryana; Dartanto, Teguh
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has ranked third among countries with the highest number of smokers in Asia because the price of cigarettes in those countries is still affordable. The strategy to make the price of cigarettes is not affordable is increasing cigarette excise tax. This instrument is considered the most effective way to control cigarette consumption. The purpose of this study was to find out how the public perceive the increase of the cigarette excise tax to cover the National Health Insurance (NHI) deficit and to identify the factors which affect such perception. This study used mobile phone survey and the sample were 1000 respondents. The list of potential respondent’s mobile phone numbers was selected using the systematic random sampling method with an interval of 100,000 to 200,000. The result showed that 87.9% respondents agree to increase cigarette price so that the children do not start to smoke. The majority of respondents (86.2%) also agree to increase the price of cigarettes to finance the JKN deficit. Perceptions of respondents who agreed to increase the price of cigarettes to prevent smoking initiation in children also tended to accede the increase in cigarette prices for financing the JKN deficit.
Evaluasi Kepercayaan dan Pengaruhnya terhadap Loyalitas Peserta JKN-KIS Ngesti Wahyuning Utami; Moh. Wildan; Eko Rahman Setiawan; Ayu Tyas Purnamasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1537

Abstract

BPJS Kesehatan bertugas melaksanakan pemasaran produk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta mengelola kepesertaan JKN-KIS. Peserta JKN-KIS Kota Malang pada 2019 sekitar 83,14% dari jumlah penduduk. Meskipun tahun 2020 telah mencapai 96%, namun masih terdapat peserta mandiri JKN-KIS sebesar 9,9% (82.197 jiwa) yang menunggak bayar iuran per Mei 2020. Hal ini menggambarkan bahwa ada ketidakloyalan masyarakat sebagai peserta JKN-KIS. Kepuasan dapat mempengaruhi peserta untuk bertahan dan loyal menjadi peserta JKN-KIS. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kepercayan pelanggan dan pengaruhnya terhadap loyalitas peserta JKN-KIS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional design, dengan populasi peserta JKN-KIS kota Malang sebanyak 827.885 jiwa, dengan jumlah sampel 122 orang yang dihitung dengan rumus Slovin dan diplih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 84,4% peserta JKN-KIS percaya terhadap kegiatan layanan kesehatan yang diberikan fasilitas kesehatan dan juga layanan BPJS serta 73,7% peserta JKN-KIS loyal terhadap kepesertaan JKN/BPJS. pengaruh yang bermakna antara kepercayaan dengan loyalitas peserta JKN-KIS di Kota Malang (P-value = 0,0005). Direkomendasikan kepada BPJS untuk terus meningkatkan dan memperhatikan kepercayaan peserta JKN-KIS.
EDUKASI DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PESERTA PROLANIS Fadila, Rizki; Retnaningtyas, Ekowati; Dewiyani, AAI Citra; Ningrum, Herlinda Dwi; Purnamasari, Ayu Tyas
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v9i1.5248

Abstract

The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is an effort to improve the quality of life for chronic disease sufferers through regular health monitoring and proper management. However, the level of adherence of Prolanis participants to follow the program remains a major challenge. One way to improve participant adherence is by involving health cadres who act as a link between participants and healthcare facilities. This Community Service activity aims to implement education and training for health cadres to increase participant adherence in following Prolanis. The results of the Community Service activity show an increase in cadres' knowledge about Prolanis and their skills in communicating with participants. In addition, cadres were educated to carry out measurements of height, weight, Body Mass Index (BMI), as well as blood sugar and blood pressure measurements. It can be concluded that training health cadres plays an important role in improving Prolanis participants' adherence, and this activity is expected to support the success of Prolanis implementation.
Direct Medical Costs of Diabetes Mellitus Treatment for Patients with Cardiovascular and Renal Complications Fadila, Rizki; Purnamasari, Ayu Tyas; Citra Dewiyani, A.A. Istri
Kesmas Vol. 20, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) represents a growing global health challenge with significant clinical and economic implications, notably in Indonesia. The burden is intensified by renal and cardiovascular complications, especially among National Health Insurance beneficiaries. This retrospective study evaluated the direct medical costs of hospitalized T2DM patients with such complications at a type B hospital from 2019 to 2022. Costs were analyzed from both healthcare provider and payer perspectives, covering medical services, medical support services, pharmaceuticals, and other support services. Of the 192 patients reviewed, most were male (57.8%), aged 45–64 years (72.4%), with hospital stays of 1–5 days (90,1%) and severity level E-4-10-I (100%). Renal complications incur higher treatment costs than cardiovascular complications, with medical support services dominating renal costs and medical services such as doctor and nursing procedures, examinations, and visits contributing most to cardiovascular costs. These results highlight the urgent need for preventive measures, early diagnosis, and innovative treatments to optimize T2DM management and reduce associated economic burdens.