Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektifitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Diah Retno Ningsih; Fatmah K; Fayrus Abadi Slamet
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.5033

Abstract

 Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar seringkali ditunjukkan melalui perilaku kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, rendahnya minat menyelesaikan tugas, kurangnya konsentrasi, serta rendahnya semangat dalam mencapai prestasi akademik. Kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani dapat berdampak pada menurunnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 20 peserta didik yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah di SMK SKJ Jabung. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah diberikan layanan Solution Focused Brief Counseling. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 58,4 menjadi 82,7 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, Solution Focused Brief Counseling terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pendekatan SFBC membantu peserta didik menemukan potensi, harapan, dan solusi yang berorientasi pada masa depan sehingga mampu meningkatkan semangat belajar secara positif.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Play untuk Mengurangi Perilaku Pemalu pada Siswa di SDTQ-T An Najah Martapura Fatmah K; Diah Retno Ningsih
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.3594

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan sejauh mana layanan bimbingan kelompok yang dipadukan dengan teknik role play mampu membantu menurunkan kecenderungan perilaku pemalu pada siswa sekolah dasar. Sikap malu yang muncul secara berlebihan sering kali menghambat kemampuan anak dalam berkomunikasi, bergaul, serta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan bimbingan kelompok, para siswa diarahkan untuk terlibat dalam interaksi positif di lingkungan kelompok kecil yang aman dan suportif. Sementara itu, teknik role play dimanfaatkan sebagai sarana latihan yang memungkinkan siswa mempraktikkan keberanian, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui permainan peran yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebanyak 10 siswa kelas IV yang telah diidentifikasi memiliki tingkat pemaluan tinggi menjadi peserta dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran angket, serta pencatatan lapangan untuk memperoleh gambaran perubahan perilaku secara komprehensif. Temuan penelitian memperlihatkan adanya penurunan perilaku pemalu yang cukup mencolok setelah siswa mengikuti rangkaian layanan bimbingan kelompok dengan role play. Pada tahap pratindakan, rata-rata tingkat perilaku pemalu berada pada kategori tinggi yaitu 78%. Angka tersebut menurun menjadi 61% pada siklus pertama, dan kembali turun hingga mencapai 43% pada siklus kedua. Hasil ini menegaskan bahwa kombinasi bimbingan kelompok dan role play efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa, membuat mereka lebih berani berpendapat, serta mendorong kemampuan berinteraksi secara lebih terbuka dengan teman sebaya.
Sosialisasi Anti Bullying di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Sidomulyo Kec. Jabung Kab. Malang Fayrus Abadi Slamet; Diah Retno Ningsih; Zizi Nurhikmah
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ls.v1i2.3400

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap perkembangan mental dan sosial anak didik, termasuk di lingkungan pesantren. Penelitian ini membahas kegiatan sosialisasi anti-bullying yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman santri tentang bahaya bullying, mendorong perubahan sikap, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi, yang dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai anti-bullying di kalangan santri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri mengenai definisi dan dampak bullying, serta terbentuknya kesadaran untuk bertindak proaktif dalam mencegah perilaku negatif ini. Para santri juga mulai memanfaatkan saluran pelaporan yang disediakan oleh pesantren, menunjukkan keberhasilan sosialisasi dalam menciptakan ruang yang aman untuk melaporkan tindakan bullying. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi ini berhasil menciptakan perubahan positif dalam sikap santri terhadap bullying dan mendorong kolaborasi antara santri dan pengurus pesantren untuk menjaga lingkungan yang aman. Sosialisasi anti-bullying ini diharapkan menjadi program rutin yang berkelanjutan agar dapat membangun budaya pesantren yang mendukung dan bebas bullying dalam jangka panjang.
Pendampingan Penguatan Nilai Moderasi Beragama Pada Mahasiswa Di Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Muhammad Hamdan Yuwafik; Ahmad Nuruddin; Diah Retno Ningsih; Alfian Adi Saputra
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v7i1.4901

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai moderasi beragama (religious moderation) pada mahasiswa di IAI Sunan Kalijogo Malang melalui pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring approach). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2025 di Aula IAI Sunan Kalijogo Malang dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi sebagai peserta utama. Pendampingan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Muhammad Hamdan Yuwafik, Moh Muslimin, dan Dr. H. Ahmad Syauqi. Metode pelaksanaan menggunakan seminar edukatif, dialog interaktif (interactive dialogue), Focus Group Discussion (FGD), dan refleksi sosial (social reflection). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai nilai moderasi beragama yang meliputi toleransi (tolerance), komitmen kebangsaan (national commitment), anti-kekerasan (anti-violence), dan penghormatan terhadap budaya lokal (accommodative to local culture). Selain itu, mahasiswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih inklusif dalam komunikasi sosial dan kehidupan organisasi kampus. Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai moderasi beragama melalui budaya diskusi yang toleran, literasi digital (digital literacy), dan pengembangan komunitas moderasi beragama di lingkungan kampus. Dengan demikian, pendampingan penguatan nilai moderasi beragama mampu menjadi model edukasi berkelanjutan dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, toleran, dan berorientasi pada penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural Indonesia.