Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Persiapan Pelaksanaan Patient Safety di Ruang Rawat Inap; Study Kasus di RSUD Kabupaten Bima Budiwibowo, Arif
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 1 (2018): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

The era of globalization brings the very rapid effects in the development of cutting-edge medical technology. These conditions have an impact on medical services is very complex and very potentially cause errors, so that the necessary improvement of the quality of health services.  Patient safety is one important component in the quality of health services.  Improving patient safety measures needed to prevent and minimize unexpected events (KTD).  Nurses are one of the health workers who are at the front of health services have a very important role in improving patient safety. The aim of this research to assess patient safety analysis on the Attitudes of ward nurses in public district general hospital Bima and in particular to know the components of patient safety climate Attitudes include teamwork, job conditions, employment decisions, factors that support and hinder patient safety  Attitudes. The study was descriptive qualitative. Subjects were nurses of three subjects and patients with interviews.  Data collection techniques in this study are the tape recorder.  Qualitative data analysis technique that was using descriptive analysis techniques to describe the data in the field were analyzed and concluded. Attitudes of patient safety component of work climate Attitudes patient safety team showed low, job satisfaction shows high patient safety Attitudes at the components of job satisfaction, working conditions showed low Attitudes patient safety, because of logistical and laboratory support is still lacking. Components of patient safety high Attitudes namely job satisfaction component of patient safety is low Attitudes climate of teamwork and conditions of employment because of logistical   and laboratory support is still lacking. 
Variasi Latihan Power Otot Tungkai dengan Menggunakan Metode Latihan Plyometric Budiwibowo, Arif; Sulistyoini, Sulistyoini; Yunus, M
Performance Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.062 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk variasi latihan power otot tungkai dengan menggunakan metode latihan plyometric dan akan dikemas dalam bentuk buku panduan.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Story Telling Terhadap Tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi Pada Anak Usia Sekolah di SDN Inpres Kala Tahun 2019 Arif Budiwibowo; Sah riana; Ayudiah Uprianingsih
GRAVITY EDU : Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Fisika Vol 2 No 2 (2019): Gravity Edu : September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.647 KB) | DOI: 10.33627/ge.v2i2.320

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan jasmani yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan mempengaruhi tubuh secara keseluruhan. Kesehatan harus dimulai sejak dini, oleh karena itu perlu diberikan pendidikan kesehatan kepada anak mulai dari sekolah dasar untuk membangun rangsangan dan kesadaran anak tentang kebersihan dan pentingnya hidup sehat, salah satu diantaranya adalah kebersihan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan metode story telling terhadap tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi Anak Sekolah di SDN Inpres Kala Tahun 2019. Bentuk penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan one group pretest-posttest design. Data diperoleh menggunakan dua alat istrumen penelitian yaitu obsevasi dan test, kemudian dilakukan analisis menggunakan program komputer SPSS 16.0 for Windows. Sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode story telling, sebagian besar anak sekolah di SDN Inpres Kala memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi kategori sedang. Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode story telling, sebagian besar anak sekolah di SDN Inpres Kala memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi pada kategori tinggi (p = 0,037 ; p < 0,05). Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan melalui metode story telling terhadap tingkat pengetahuan kebersihan gigi anak sekolah di SDN Inpres Kala
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja SMP N 1 Madapangga Tahun 2018 Arif Budiwibowo; Junaidi -; Supriadin -
GRAVITY EDU : Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Fisika Vol 2 No 2 (2019): Gravity Edu : September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.385 KB) | DOI: 10.33627/ge.v2i2.321

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh remaja sejak memasuki masa pubertas. Akan tetapi, pendidikan kesehatan reproduksi di Indonesia masih jarang dilaksanakan. Perlu ada pendidikan untuk mencegah terjadinya masalah terkait kesehatan reproduksi, salah satunya melalui penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja siswa SMP N 1 Madapangga. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental one group pretest-posttest design. Sebanyak 33 sampel diambil secara cluster sampling dari siswa kelas II. Subyek diberi kuesioner pretest dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberi kuesioner posttest satu minggu setelahnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired t test dan alternatifnya yaitu uji Wilcoxon. Hasil Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah dilakukan penyuluhan (p<0,01). Perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna ada pada topik anatomi dan fisiologi kesehatan reproduksi, cara memelihara kesehatan organ reproduksi, serta penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS dengan nilai p masing-masing 0,028; 0,022; dan 0,013 secara berurutan. Kesimpulan Penyuluhan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja siswa SMP N 1 Madapangga. Terdapat peningkatan pengetahuan pada topik anatomi dan fisiologi organ reproduksi, cara memelihara kesehatan reproduksi, serta penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS
Analisis Persiapan Pelaksanaan Patient Safety di Ruang Rawat Inap (Studi Kasus di RSUD Kabupaten Bima) Arif Budiwibowo
PALAPA Vol 6 No 1 (2018): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.012 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v6i1.58

Abstract

The era of globalization brings the very rapid effects in the development of cutting-edge medical technology. These conditions have an impact on medical services is very complex and very potentially cause errors, so that the necessary improvement of the quality of health services. Patient safety is one important component in the quality of health services. Improving patient safety measures needed to prevent and minimize unexpected events (KTD). Nurses are one of the health workers who are at the front of health services have a very important role in improving patient safety. The aim of this research to assess patient safety analysis on the Attitudes of ward nurses in public district general hospital Bima and in particular to know the components of patient safety climate Attitudes include teamwork, job conditions, employment decisions, factors that support and hinder patient safety Attitudes. The study was descriptive qualitative. Subjects were nurses of three subjects and patients with interviews. Data collection techniques in this study are the tape recorder. Qualitative data analysis technique that was using descriptive analysis techniques to describe the data in the field were analyzed and concluded. Attitudes of patient safety component of work climate Attitudes patient safety team showed low, job satisfaction shows high patient safety Attitudes at the components of job satisfaction, working conditions showed low Attitudes patient safety, because of logistical and laboratory support is still lacking. Components of patient safety high Attitudes namely job satisfaction component of patient safety is low Attitudes climate of teamwork and conditions of employment because of logistical and laboratory support is still lacking.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN CUCI TANGAN OLEH PEER GROUP TERHAHAP PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PESANTREN IMAM SYAFI’IY KOTA BIMA Arif Budiwibowo
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.423

Abstract

Latar belakang: Indikator pertama dalam keberhasilan penerapan PHBS di lembaga pendidikan adalah dapat mempraktikkan perilaku mencuci tangan pakai sabun untuk pencegahan awal masuknya penyakit. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang siswanya tinggal di pondok selama 24 jam. Kebiasaan tidak Cuci Tangan Pakai Sabun membuat santri mudah terjangkit penyakit seperti infeksi saluran pernafasan akut dan diare. Terutama di era pandemi seperti saat ini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group terhadap pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di Pesantren Imam Syafi’iy Kota Bima. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 38 santri putri sekolah menengah pertama yang tinggal di Pondok Pesantren Imam Syafi’iy. Hasil: Hasil penelitian dari 38 responden, sebelum diberikan promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group sebagian besar responden memiliki kebiasaan cuci tangan kurang sejumlah 16 santri (42,1%), sesudah diberikan promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group sebagian besar dari responden memiliki kebiasaan cuci tangan secara baik sejumlah 26 santri (68,4%). Uji statistik Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < α (0,05) sehingga H0 ditolak atau H1 diterima. Kesimpulan: Promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group efektif terhadap pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di Pesantren Imam Syafi’iy Kota Bima.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN CUCI TANGAN OLEH PEER GROUP TERHAHAP PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PESANTREN IMAM SYAFI’IY KOTA BIMA Arif Budiwibowo
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.423

Abstract

Latar belakang: Indikator pertama dalam keberhasilan penerapan PHBS di lembaga pendidikan adalah dapat mempraktikkan perilaku mencuci tangan pakai sabun untuk pencegahan awal masuknya penyakit. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang siswanya tinggal di pondok selama 24 jam. Kebiasaan tidak Cuci Tangan Pakai Sabun membuat santri mudah terjangkit penyakit seperti infeksi saluran pernafasan akut dan diare. Terutama di era pandemi seperti saat ini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group terhadap pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di Pesantren Imam Syafi’iy Kota Bima. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 38 santri putri sekolah menengah pertama yang tinggal di Pondok Pesantren Imam Syafi’iy. Hasil: Hasil penelitian dari 38 responden, sebelum diberikan promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group sebagian besar responden memiliki kebiasaan cuci tangan kurang sejumlah 16 santri (42,1%), sesudah diberikan promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group sebagian besar dari responden memiliki kebiasaan cuci tangan secara baik sejumlah 26 santri (68,4%). Uji statistik Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < α (0,05) sehingga H0 ditolak atau H1 diterima. Kesimpulan: Promosi kesehatan cuci tangan oleh peer group efektif terhadap pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di Pesantren Imam Syafi’iy Kota Bima.
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Budiwibowo, Arif; Munandar, Arif
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3853

Abstract

Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Budiwibowo, Arif; Munandar, Arif; Muslimah, Muslimah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3853

Abstract

Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.
Inovasi Program Kesehatan Jiwa *Pojok Healing* Berbasis Terapi Psikoreligius untuk Menurunkan Kecemasan Orang dengan Gangguan Jiwa di Desa Tambe Wilayah Kerja Puskesmas Bolo Kabupaten Bima Munandar, Arif; Budiwibowo, Arif; Fajlurrahman, Imam
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.424

Abstract

Latar Belakang: Program pojok healing merupakan inovasi layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang mengintegrasikan terapi psikoreligius untuk menurunakn tingkat kecemasan pada orang dengan gangguan jiwa, poin kunci dari riset ini berupa model layanan mobile dan integrasi komunitas, implementasi terapi psikoreligius, hasil riset dan dampak signifikan serta strategi pelaksanaan. Tujuan: untuk mengetahui sejauhmana penerapan program pojok healing berbasis terapi psikoreligius dapat menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, Populasi dalam riset ini adalah Semua ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Bolo yang memiliki riwayat kecemasan.  Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 5 partisipan. Sementara yang Menjadi Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil: Tema yang ditemukan dari riset ini berupa perubahan emosi, perubahan kognitif, mekanisme koping, perubahan fungsi keluarga dan perubahan hubungan sosail. Kesimpulan: Program Pojok Healing berbasis Terapi psikoreligius dzikir sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada orang dengan gangguan jiwa, terlebih khusus dengan masalah halusinasi dan isolasi sosial.