Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Capacity Building for Lecturers and Students of Instituto Superior Crystal Dili, Timor Leste in Emergency Handling in Pre-Hospital and Intra-Hospital Settings Sriyono, Sriyono; Haryanto, Joni; Syahri, Alfi; Susilawati, Desi; Harigustian, Yayang; Sari, Purwanti Nurfita; Effi, Maria Carmelinda Olgita Atu; Dua, Yohana Hendrika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i4.2025

Abstract

Emergency conditions can occur anywhere and at any time, threatening the safety and lives of victims regardless of age. Such events can happen at home, work, school, or public places, necessitating knowledge and skills for first responders. This community service aims to enhance the knowledge of lecturers and students on Emergency Handling in Pre-Hospital and Intra-Hospital settings. The international community service on Emergency Handling in Pre-Hospital and Intra-Hospital took place offline at Instituto Superior Cristal, Dili, Timor Leste, from July 22-24, 2024. A total of 300 lecturers and students participated. The sessions were conducted by lecturers and students from the Faculty of Nursing, Universitas Airlangga. Key topics included "Emergency Care in Disaster" by Dr. Sriyono, S.Kep., Ns., M.Kep.Ns. Sp.Kep.MB, addressing disaster response; and "Hypno Caring" by Dr. Joni Haryanto, SKP M.Kes, followed by practical sessions on complementary hypnotic therapy. Additional materials were presented by students, including "HIV/AIDS: The Most Dangerous Complications" by Alfi Syahri, "Initial Trauma Assessment in Prehospital" by Desi Susilawati, "Early Warning Score System (EWSS) in Hospitals" by Purwanti Nurfitasari, and "ESI and ATS: Intra-Hospital Triage" by Yayang Harigustian. The participants demonstrated enthusiasm and successfully answered questions and practiced the demonstrated techniques, proving that the training enhanced their understanding and skills in emergency handling.
Pemberian Kompres Hangat Pada Anak Suspect Encephalitis Dengan Hipertermia Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Indriani, Evana; Arini, Tri; Ambarwati; Harigustian, Yayang
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.256

Abstract

Latar belakang: Encephalitis merupakan infeksi otak karena virus, bakteri, atau parasit yang menimbulkan gejala seperti demam atau sakit kepala dan paling sering menyerang anak-anak. Encephalitis masuk di urutan ke 8 dari semua penyakit yang ada di Ruang Padmanaba Barat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2022. Masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien Encephalitis yaitu hipertermia karena tanda dan gejalanya yaitu panas badan tinggi karena adanya infeksi. Hipertermia merupakan keadaan suhu tubuh meningkat diatas suhu normal dan seseorang terutama anak-anak dikatakan meningkat apabila suhu tubuhnya >37,5°C. Hipertermia dapat diatasi dengan tindakan farmakologis dan non farmakologis. Tindakan non farmakologis yang dapat dilakukan salah satunya yaitu pemberian kompres hangat. Tujuan: Mengetahui pemberian kompres hangat pada anak suspek Encephalitis dengan hipertermia di Ruang Padmanaba Barat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian kualitatif dengan rancangan berupa studi kasus dengan subyek satu orang pasien anak. Hasil: Pemberian kompres hangat yang dilakukan pada anak suspek Encephalitis dengan hipertermia didapatkan rata-rata suhu tubuh sebelum dilakukan tindakan 37,9°C dan 30 menit setelah dilakukan tindakan rata-rata suhu tubuh turun menjadi 37,1°C. Kesimpulan: Pemberian kompres hangat efektif untuk dilakukan pada anak suspek Encephalitis dengan hipertermia karena terdapat rata-rata penurunan suhu tubuh sebanyak 0,8°C.
Peningkatan Kapasitas Relawan Siaga Bencana Desa Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Sriyono, Sriyono; Haryanto, Joni; Sukartini, Tintin; Bakar, Abu; Widyawati, Ika Yuni; Dewi, Yulis Setiya; Zulkarnain, Hakim; Murdiyanti, Dewi; Hasymi, Yusran; Proboningsih, Jujuk; Akbar, Dian Rahmadin; Syahri, Alfi; Susilawati, Desi; Sari, Purwanti; Harigustian, Yayang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5402

Abstract

Risiko bencana alam yang dapat merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, dan mengancam keselamatan sering kali diperburuk oleh kurangnya kapasitas masyarakat serta minimnya kesadaran mitigasi. Upaya peningkatan kapasitas melalui edukasi dan pelatihan partisipatif diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan kesadaran relawan, memperkuat jejaring lintas sektor, serta menyusun panduan operasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kegiatan dilakukan secara partisipatif, mencakup persiapan, pelaksanaan, simulasi, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi mitigasi bencana, bantuan hidup dasar, evakuasi, dan dukungan psikologis. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan relawan (p<0,05), termasuk pemahaman psychological first aid untuk mengelola trauma pascabencana. Program ini juga menghasilkan SOP bencana yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga kesehatan.  Program ini berhasil meningkatkan kompetensi relawan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendukung terciptanya masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencanaRisiko bencana alam yang dapat merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, dan mengancam keselamatan sering kali diperburuk oleh kurangnya kapasitas masyarakat serta minimnya kesadaran mitigasi. Upaya peningkatan kapasitas melalui edukasi dan pelatihan partisipatif diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan kesadaran relawan, memperkuat jejaring lintas sektor, serta menyusun panduan operasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kegiatan dilakukan secara partisipatif, mencakup persiapan, pelaksanaan, simulasi, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi mitigasi bencana, bantuan hidup dasar, evakuasi, dan dukungan psikologis. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan relawan (p<0,05), termasuk pemahaman psychological first aid untuk mengelola trauma pascabencana. Program ini juga menghasilkan SOP bencana yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga kesehatan.  Program ini berhasil meningkatkan kompetensi relawan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendukung terciptanya masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana.
Inhalation Medication Administration in Children with Pneumonia with Ineffective Airway Clearance: Case Study Kusumaningrum, Nintya Vela; Arini, Tri; Ambarwati, Ambarwati; Harigustian, Yayang
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2394

Abstract

Pneumonia is responsible for the deaths of 740,180 infants and is the leading cause of mortality among this age group. In Indonesia, pneumonia accounts for 16% of all deaths and often leads to ineffective airway clearance, necessitating appropriate treatment such as inhalation medication to reduce sputum viscosity or widen the airways. To determine the effectiveness of inhalation medication administration in children with pneumonia experiencing ineffective airway clearance in the West Padmanaba Ward of Dr. Sardjito Yogyakarta General Hospital. The methodology employed in this case study aims to describe and explore the administration of inhalation medication to pediatric pneumonia patients with ineffective airway clearance for 3x24 hours at Dr. Sardjito Yogyakarta General Hospital. After administering inhalation medication for 3x8 hours to children with pneumonia experiencing ineffective airway clearance, partial resolution of the problem was observed. Inhalation medication administration was effective for pediatric pneumonia patients with ineffective airway clearance, exemplified in the case of An.M.