Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN C-REAKTIF PROTEIN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK: PILOT STUDY Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Akbar, Ali; Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Nurpratiwi, Nurpratiwi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.248

Abstract

Background: Diabetic foot ulcer (DFU) is a major complication in patients with diabetes mellitus which has a significant impact on quality of life with the main complication being the risk of amputation. C-Reactive Protein (CRP) is one of the most widely used markers of inflammation. With DFU of any severity. Objective: The aim of this study was to determine the relationship between the value of C-reactive protein (CRP) and the healing of diabetic foot ulcer. Methods: The type of research used is an analytic observational study with a cross-sectional approach, where data relating to independent and dependent variables will be collected at the same time. This research was conducted at a clinic in Pontianak City. The number of samples is 23 respondents. Data collection was carried out by conducting interviews for data on the characteristics of the respondents. For data on the characteristics of the ulcer, it was carried out using observation techniques. CRP data was taken from secondary data from laboratory examination of patients when they first came to the clinic. Data from respondents will be analyzed using the SPSS program with the test used to test the hypothesis is the bivariate test with the Pearson product moment test. Result: CRP value with diabetic foot ulcer healing experienced by a person with the results of bivariate analysis using the Pearson product moment test shows a p value of 0.74. Conclusion: There is a relationship between C-Reactive Protein (CRP) on diabetic foot ulcer healing.
Sistem Skoring sebagai Upaya Deteksi Dini Hipertensi Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti; Akbar, Ali; Arisandi, Defa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.14771

Abstract

ABSTRAK Hipertensi sering disebut sebagai “Silent Killer” karena penderita hipertensi mengeluhkan bahwa awalnya tidak merasakan keluhan atau gejala. Saat ini salah satu cara deteksi dini dilakukan dengan metode system skoring untuk memprediksi penyakit hipertensi. Tujuan dari kegiatan skrining kesehatan dengan menggunakan Early Detection of Hypertension Score (EDH) dan pemeriksaan tekanan darah untuk memprediksi kejadian hipertensi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan metode pemberian edukasi kesehatan tentang hipertensi, skrining kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah. Berdasarkan usia responden rata-rata 57 tahun dengan paling muda berusia 40 tahun dan usia paling tua 78 tahun. Kemudian tekanan darah sistolok dengan rata-rata 135,9 mmHg dengan tekanan darah sistolik paling rendah 109 mmHh dan paling tinggi 167 mmHg dan untuk tekanan darah diastolic rata-rata 85,56 mmgHg dengan tekanan darah diastolic paling rendah yaitu 60 mmHg dan paling tinggi 100 mmHg. Untuk skor Early Detection of Hypertension responden rata-rata sebesar 7 dengan skor paling tinggi 14 dan paling rendan 0. Berdasarkan karakteristik responden variabel jenis kelamin lebih dominan perempuan yaitu 19 orang (63,33%). Kemudian variabel pendidikan dominan pada SD dan SMP yaitu 33,33%. Variabel hipertensi lebih banyak yang menderita hipertensi yaitu 18 orang (60%). Variabel makanan asin dan gurih mayoritas mengkonsumsi makanan asin dan gurih yaitu sebesar 83,33%. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat Early Detection of Hypertension score dapat dijadikan instrument untuk mendiagnosis awal kasus hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Skrining, Early Detection of Hypertension Score (EDH Score)  ABSTRACT Hypertension is often referred to as the "Silent Killer" because hypertension sufferers complain that initially they do not feel any complaints or symptoms. Currently, one way of early detection is using a scoring system method to predict hypertension. The aim of health screening activities is to use the Early Detection of Hypertension Score (EDH) and blood pressure checks to predict the incidence of hypertension. This PKM activity is carried out using the method of providing health education about hypertension, health screening and blood pressure checks. Based on the average age of respondents, the average age is 57 years, with the youngest being 40 years old and the oldest being 78 years old. Then systolic blood pressure with an average of 135.9 mmHg with the lowest systolic blood pressure being 109 mmHh and the highest being 167 mmHg and for diastolic blood pressure an average of 85.56 mmgHg with the lowest diastolic blood pressure being 60 mmHg and the highest being 100. mmHg. For the Early Detection of Hypertension score, the average respondent was 7 with the highest score being 14 and the lowest being 0. Based on the characteristics of the respondents, the gender variable was predominantly female, namely 19 people (63.33%). Then the dominant education variable in elementary and middle school is 33.33%. The hypertension variable is that more people suffer from hypertension, namely 18 people (60%). The salty and savory food variable, the majority consumed salty and savory food, namely 83.33%. Based on the results of community service, the Early Detection of Hypertension score can be used as an instrument for early diagnosis of hypertension cases. Keywords: Hypertension, Screening, Early Detection of Hypertension Score (EDH Score)
Pendidikan Kesehatan tentang Imunisasi COVID-19 melalui Video Edukasi Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Pesisir Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/e67rne35

Abstract

Pentingnya penerimaan Imunisasi COVID-19 pada kelompok rentan berperan penting dalam penanganan COVID-19 secara nasional. Faktanya bahwa masih banyak masyarakat yang tidak melakukan imunisasi COVID-19 yang disebabkan kurang pengetahuan dan rasa khawatir tentang keamanan vaksin COVID-19. Tujuan pengabdian yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi COVID-19 melalui video edukasi berbasis Kearifan Lokal. Desain pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan teknik atau metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu pelaksanaan kegiatan dimulai menyusun desain, instrumen, pengumpulan data, pengolahan, dan analisis data. Sebanyak 30 masyarakat diukur tingkat pengetahuannya sebelum mengikuti kegiatan edukasi dimulai. Dilanjutkan dengan menyimak video edukasi berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan selama 30 menit. Setelah menyimak video edukasi dilanjutkan dengan mengisi kuesioner posttest. Hasil penilaian menunjukkan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan pada kategori baik (53,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan tentang imunisasi COVID-19 setelah intervensi. Intervensi video edukasi berbasis kearifan lokal dikaitkan dengan peningkatan pengetahuan tentang imunisasi COVID-19 dan dapat digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di kalangan masyarakat.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat: Edukasi SADAR (Semangat Mengatasi dan Deteksi Resiko) Gagal Ginjal Kronis Pada Populasi Berisiko Di Desa Temajok Kab. Sambas Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Fitriah, Fitriah; Hidayat, Uti Rusdian; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/q05bhx12

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan suatu kondisi hilangnya fungsi ginjal secara progresif, yang pada akhirnya mengakibatkan perlunya terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi) dan kasus ini terjadi peningkatan setiap tahunnya baik di Indoensia maupun global. Pada dasarnya penyakit ginjal dapat dicegah dan memiliki prognosis yang lebih baik, jika diketahui sejak dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai SADAR (Semangat mengAtasi dan Deteksi Resiko) GGK untuk dapat melakukan deteksi dini penyakit GGK sebagai Upaya dalam mencegah komplikasi yang lebih serius dan mempertahankan kesehatan yang baik. Adapun tujuan pegabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai SADAR (Semangat mengAtasi dan Deteksi Resiko) GGK karena dapat membantu menghindari atau mengelola penyakit ini dengan lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi dampaknya terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah edukasi Kesehatan tentang SADAR GGK menggunakan media video, dan diikiuti dengan tanya jawab kepada 30 orang Masyarakat Desa Temajuk Kabupaten Sambas. Terdapat peningkatan pengetahuan Masyarakat antara sebelum dan sesudah diberikan Edukasi Kesehatan SADAR GGK dengan media Video Edukasi. Peningkatan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatan ginjal mereka, sehingga kualitas hidup meningkat dan risiko komplikasi GGK dapat diminimalkan.
Optimalisasi Penerapan Media Game Online Camat pada Program Edukasi BHD untuk Desa Wisata Aman dan Sehat di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur; Iswara, Ruhil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18020

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumber daya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada kasus kegawatdaruratan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan berupa pembelajaran dengan penerapan media game online CAMAT pada program Edukasi BHD. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah melakukan pembelajaran dengan game online CAMAT pada program Edukasi BHD. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih siap untuk menyambut dinamika desa wisata yang ramai pengunjung dengan segala resiko kegawatdaruratan yang mungkin bisa terjadi. Kata Kunci: Game online CAMAT, Kegawatdaruratan, Desa Wisata  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially initial handling in emergency cases. The implementation of community service has been carried out in the form of learning with the application of CAMAT online game media in the BHD Education programme. The results of the implementation of activities obtained data on the increase in community knowledge after learning with the CAMAT online game in the BHD Education programme. This increase in knowledge is expected to make the community better prepared to welcome the dynamics of a crowded tourist village with all the risks of emergencies that might occur. Keywords: CAMAT online game, Emergency, Tourism Village
Edukasi Buku Saku EDH (Early Detection Score) dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Hipertensi di Desa Temajuk Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi; Hidayat, Uti Rusdian; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18021

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung pengetahuan tentang resiko penyakit yang mungkin diderita diwilayah pesisir pantai yang salah satunya berupa hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah pemberian edukasi buku saku EDH (Early Detection Score) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi di Desa Temajuk. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan masyarakat tentang penyakit hipertensi. Peningkatan pengetahuan tentang hipertensi menjadi salah satu langkah menjadikan desa temajuk bukan hanya desa wisata tetapi desa sehat. Kata Kunci: Hipertensi, Pengetahuan, Buku Saku EDH  ABSTRACT In developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities but their human resources must be supported by knowledge about the risk of diseases that may be suffered in coastal areas, one of which is hypertension. The method of implementing community service is providing EDH (Early Detection Score) pocketbook education to increase public knowledge about hypertension in Temajuk Village. The results of community service obtained data on an increase in the community's awareness of hypertension. Increasing knowledge about hypertension is one of the steps to make Temajuk village not only a tourist but a healthy village. Keywords: Hypertension, Knowledge, EDH Pocket Guide
Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan Mengenali Sensasi Sensorik Pada Kaki di Desa Temajuk Kab. Sambas Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19112

Abstract

ABSTRAK Setiap tahunnya, prevalensi penderita DFU semakin meningkat, dari 0,5 % menjadi 3 % setiap tahunnya. Ulkus diabetes dan amputasi ekstremitas bawah merupakan komplikasi diabetes yang akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas setelah lima tahun amputasi pertama. Sebanyak 28 – 51 % pasien akan menjalani amputasi kedua. Tren terbaru panduan tambahan tentang pencegahan DFU mencakup salah satunya pemantauan sensasi sensorik. Mendeteksi secara dini sensasi sensorik pada kaki sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) penyandang DM dengan pemeriksaan kaki yang mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok dewasa dan lansia. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (53,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (73,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok dewasa dan lansia setelah diberikan Edukasi dan demonstrasi pengenalan sensasi sensorik pada kaki diabetes melitus sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU).   Kata Kunci: Deteksi Dini, Diabetic Foot Ulcer, Sensasi Sensorik  ABSTRACT Every year, the prevalence of DFU sufferers increases, from 0.5% to 3% every year. Diabetic ulcers and lower extremity amputations are complications of diabetes that will increase mortality and morbidity after five years of the first amputation. As many as 28 – 51% of patients will undergo a second amputation. The latest trend in additional guidance on preventing DFU includes monitoring sensory sensations. Early detection of sensory sensations in the feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU) for people with DM with foot examinations that are easy to understand and apply independently. Educational activities were carried out in Temajuk Village, Kab. Sambas was attended by adult and elderly groups. The pre-test was given before education, then continued with providing material about preventing chronic kidney failure using power point media. The activity ended with giving a post-test to respondents. Before being given education, most respondents' knowledge was low (53.3%), and after being given education, most respondents' knowledge was high (73.3%). There is an increase in knowledge in the adult and elderly groups after being provided with education and demonstrations regarding the introduction of sensory sensations in diabetes mellitus feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU). Keywords:  Early Detection, Diabetic Foot Ulcer, Sensory Sensation
Impelemntasi Mnemonic “Sambas” dengan Leaflet sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Kasus Trauma di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18014

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung keterampilan dalam penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah simulasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS dengan menggunakan bantuan leaflet. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan keterampilan masyarakat sebelum dan setelah disimulasikan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan Mnemonic SAMBAS. Peningkatan keterampilan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Keterampilan, Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by skills in the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is a simulation of first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic using leaflets. The results of community service obtained data on the improvement of community skills before and after simulation of first aid in trauma cases with SAMBAS mnemonic. Increasing community skills about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases. Keywords: Skills, First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Pendekatan Edukatif dalam Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis pada Kelompok Remaja di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Amaludin, Mimi; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19029

Abstract

ABSTRAK Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Apabila fungsi tersebut tidak berjalan maka munculah penyakit gagal ginjal. Pencegahan awal penyakit gagal ginjal penting dilakukan sejak dini pada anak maupun remaja, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Memberikan pengetahuan pada remaja tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok remaja. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (43,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (83,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok remaja setelah diberikan edukasi tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kata Kunci: Edukasi, Gagal Ginjal Kronik, Remaja  ABSTRACT The kidneys function as blood filters and regulate the normal balance of fluids and electrolytes in the body. If that function fails, renal failure will occur. Comprehensive prevention of kidney failure should begin in childhood and adolescence providing knowledge and comprehension regarding the significance of protecting renal health. To educate adolescents about the prevention of chronic kidney failure. The educational activity took place in Temajuk Village, Sambas Regency, with the participation of a group of adolescents. A pre-test was administered before to the educational session, which was succeeded by a presentation on the prevention of chronic kidney disease utilising Powerpoint media. The session ended with the distribution of a post-test to the participants. Prior to the educational intervention, a majority of respondents exhibited low knowledge (43.3%), however subsequent to the intervention, a majority demonstrated good knowledge (83.3%). The adolescent group exhibited an enhancement in knowledge following education on the prevention of chronic renal failure. Keywords: Chronic Kidney Failure, Non-Communicable Diseases
Efektivitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung Dengan Model Selamat Terhadap Self Efikasi Masyarakat Kota Pontianak Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Alfikrie, Fauzan; Akbar, Ali; Nurpratiwi; Amaludin, Mimi
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.801 KB)

Abstract

Out-Of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) Is A Condition That Often Threatens A Person's Life. Of The Many Events Of Cardiac Arrest, Only A Few Victims Can Survive. This Condition Is Related To The Low Rate Of First Aid For Cardiac Arrest In The Community And The Speed Of Health Workers Can Reach The Scene. This Condition Arises Because First Responders Lack Confidence In Performing First Aid In Cardiac Arrest. This Study Aims To Analytic The Effectiveness Of Cardiac Arrest First Aid Training With The SELAMAT Model For Self-Efficacy The People Of Pontianak City. This Study Used A Quasi-Experimental Research With A Pretest-Posttest Approach With A Control Group. The Intervention And Control Groups Each Consisted Of 30 People. The Instruments Used Are Questionnaires And Statistical Tests Using Marginal Homogeneity. The Results Showed That Cardiac Arrest First Aid Training With The SELAMAT Model Was Effective In Increasing The Self-Efficacy Of The People In Pontianak City With P Value 0.000. The "SELAMAT" Model Training Is One Of The Training Models That Can Increase The Community's Self-Efficacy In Providing First Aid For Cardiac Arrest.