Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Membudidayakan Karakter Peduli Lingkungan dan Menjaga Kebersihan di TK Al-Aziziyah Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Abdullah, Musrizal; Hadi, Musafirul; Rijal, Fikri; Nidal, Ahmad; Selfia, Rahmah
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v3i2.643

Abstract

Aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan karena manusia merupakan salah satu komponen yang menempati ruang dalam lingkungan tersebut. Untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dalam diri mahasiswa, salah satu upaya yang dilakukan adalah penghijauan di sekitar lingkungan TK Al-Aziziyah serta menjaga kebersihan. Penghijauan secara umum berarti usaha memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air maupun pelindung lingkungan. Mewujudkan lingkungan TK Al-Aziziyah yang bersih dan sehat membutuhkan partisipasi aktif mahasiswa serta dukungan dari pihak internal sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang mencakup tiga unsur utama: partisipasi, riset, dan aksi. Semua kegiatan riset dalam metode ini harus diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata. Dalam prosesnya, peneliti bersama tim dan pengurus TK Al-Aziziyah merancang aksi perubahan sosial yang menyasar generasi muda. PAR merupakan pendekatan kolaboratif antara peneliti dan komunitas untuk bersama-sama mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, serta merencanakan dan menjalankan aksi secara berkelanjutan. Melalui metode ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga turut berkontribusi langsung dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Kepemimpinan Pendidikan Dalam Perspektif Hukum Tata Negara di Bireuen Aceh: (Studi Tentang Sinergi Antara Otonomi Lembaga Dan Kewenangan Konstitusional) Musafirul Hadi; Abdullah, Musrizal; Ahmad Nidal
Jurnal Seumubeuet Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/jsmbt.v4i1.168

Abstract

Pemimpin dalam dunia pendidikan memiliki peranan krusial dalam menentukan arah, mutu, serta tata kelola lembaga pendidikan. Dalam sistem kenegaraan yang menjunjung prinsip negara hukum, kepemimpinan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari koridor hukum tata negara. Hal ini mencakup keterkaitan antara hak konstitusional atas pendidikan, kewajiban negara untuk menyediakannya, serta ruang kemandirian yang diberikan kepada institusi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tersebut dengan pendekatan yuridis-normatif. Hasil kajian memperlihatkan bahwa figur pemimpin pendidikan yang ideal ialah mereka yang bekerja berdasarkan nilai-nilai konstitusi, mengedepankan prinsip otonomi dan akuntabilitas, serta sejalan dengan sistem pemerintahan daerah dalam kerangka desentralisasi pendidikan. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam pendidikan bukan hanya bersifat teknis atau manajerial, tetapi juga sarat dengan tanggung jawab konstitusional.
The Legal Status and Juridical Authority of the Hakam in the Islamic Law: An Analysis of Syiqaq Cases in the Exegesis of Fakhruddin al-Razi Ishak, Sufriadi; Nidal, Ahmad; umar, Fazlon; Abubakar, Alauddin; Nusir, Firman
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 8 No. 1 (2025): EL-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/9dvdmw79

Abstract

Household conflict (syiqaq) is a recurrent phenomenon with the potential to culminate in divorce, producing adverse consequences for spouses, children, and the broader social environment. Addressing syiqaq with fairness and wisdom is therefore an urgent necessity, particularly by recognizing the role of the hakam (mediator) as prescribed in Islamic teachings. This study examines the concept, legal status, qualifications, authority, and procedural role of the hakam as outlined in Fakhruddin al-Razi’s exegesis (Tafsir al-Razi). Employing a textual and content analysis methodology within a thematic (maudhu‘i) interpretative framework, the research analyzes relevant Qur'anic verses and al-Razi’s commentary concerning hakam in the context of syiqaq. Al-Razi underscores the hakam as a just mediator, typically drawn from among pious individuals or members of the disputing families. Two primary perspectives on the hakam's authority are identified: (1) possessing full decisional authority, and (2) serving solely as a non-binding intermediary. The mediation process involves structured dialogue, mutual consultation, and efforts to arrive at an optimal resolution, whether through reconciliation or separation. The hakam model remains pertinent in contemporary settings, provided it is adapted in accordance with the principles of justice and equity. Collaboration between state institutions and community actors is essential to enhancing the effectiveness of mediation practices and mitigating the incidence of divorce. Accordingly, mediation via the hakam represents a balanced and equitable approach to resolving familial disputes, safeguarding the integrity of the family unit as a foundational element of society.
Tinjauan Fiqh Syāfi’iyah Terhadap Penentuan Mahar Pernikahan Anak di Kabupaten Pidie Ahmad Nidal
Al-Mizan Vol 11 No 1 (2024): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v11i1.828

Abstract

Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat sangat tergantung kepada kesejahteraan keluarga. Untuk membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Mahar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Pernikahan itu sendiri, yaitu pemberian seorang suami kepada calon istri sebelum, sesudah atau pada waktu berlangsungnya aqad nikah sebagai pemberian wajib yang tidak dapat diganti dengan yang lainnya. Permasalahan penelitian ini adalah Tinjauan Fiqh Syāfi’iyah Terhadap Penentuan Mahar Pernikahan Anak di Kabupaten Pidie. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis melalui data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penentuan kadar mahar perkawinan yang ditetapkan masyarakat di Kabupaten Pidie dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kedudukan strata sosial meliputi pekerjaan yang mapan, jenjang pendidikan, hingga keturunan menjadi tolak ukur untuk menentukan tingginya mahar pernikahan begitu juga sebaliknya, sehingga terdapat perbedaan kadar mahar antara satu dengan yang lainnya. semakin tinggi strata sosialnya maka kadar mahar yang diminta akan semakin tinggi.