Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Application of Complementary Cupping Therapy for Decreased Uric Acid Levels in Gout Arthritis Patients Sucipto, Ade; Rahayu, Sri; Qorahman MM, Wahyudi; Romaidha, Iqlila
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 12 No 1 (2024): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v12i1.355

Abstract

Gout Arthritis causes high morbidity and mortality rates so serious treatment is needed. Uncontrolled gout manifests as microscopic and macroscopic accumulation of monosodium urate crystals in the form of tophi, causes complications such as inflammation, damage to joints and soft tissue which can result in nephrolithiasia (kidney stones). Prevention of complications can be done with complementary pharmacological and non-pharmacological treatments, the therapy that can be used is cupping therapy. The research design uses one group pretest and posttest design. The research population was gout arthritis patients using a non-probability sampling technique using purposive sampling technique. Data analysis was carried out using Univariate and Bivariate analysis. This study aims to analyze the effect of applying complementary cupping therapy to reduce uric acid levels in gout arthritis sufferers. Based on the research results, it shows that the significance value is 0.000, the p value <0.005, it is concluded that there is an effect of cupping on reducing uric acid levels in gout arthritis sufferers
UJI KANDUNGAN COLIFORM dan Escherichia coli PADA JAJANAN CILOK YANG DI JUAL DI SEKOLAH DASAR 6 RAJA PANGKALAN BUN Dewi, Ni Putu Sinta Puspa; Aprianie, Wiwin; Romaidha, Iqlila
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan makanan menjadi kriteria utama sebelum dikonsumsi karena hal ini tentu berkaitan dengan kesehatan bagi manusia terutama anak – anak. Namun, kebanyakan dari anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan. Sering kali jajanan tersebut dijual di pinggir jalan dan area terbuka sehingga memudahkan terjadinya kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kualitas makanan cilok yang di jual di sekolah dasar 6 Raja Pangkalan Bun untuk melihat adanya bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam jajanan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Program Studi D3 Analis Kesehatan. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang merupakan standar utama kabersihan pangan, sampel makanan berasal dari penjual jajanan yang berdagang di pasar dan sekitar sekolah dasar 6 Raja di Pangkalan Bun. Uji kandungan adanya Escherichia coli dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) yaitu terdiri dari tiga tahapan (Uji dugaan, Uji penetapan dan Uji pelengkap). Hasil dari penelitian ini adalah jumlah total Coliform pada cilok yang di jual di sekolah dasar 6 Raja diperoleh sebesar 280 MPN/100gr pada sampel 1 sedangkan sampel 2 diperoleh sebesar 11000 MPN/100gr. Total E. coli pada sampel pertama yakni 70 MPN/100gr sedangkan sampel kedua diperoleh 110 MPN/100gr.