Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP PENURUNAN DERAJAT DISMENORE PRIMER PADA REMAJA Cahyanti, Luluk; Dewi, Rahmawati Shinta; Yuliana, Alvi Ratma; Fitriana, Vera; Putri, Devi Setya; Nur, Hirza Ainin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.221

Abstract

ABSTRAKRemaja akan mengalami beberapa fase dalam hidupnya, salah satu fase yang pasti dilalui oleh remaja adalah fase pubertas. Pada remaja perempuan fase pubertas ditandai dengan menarche atau pertama kali menstruasi. Pada saat mestruasi pada umumnya remaja perempuan mengalami masalah salah satunya yaitu dismenore. Dismenore terjadi karena produksi prostaglandin yang berlebihan di endometrium. Salah satu penanganan non farmakologis yang efektif menurunkan dismenore adalah pilates exercise. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan pemberian pilates exercise dalam menurunkan derajat dismenore primer pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Jumlah sampel 10 responden, dengan kriteria klien dengan rentang usia remaja yang mengalami dismenore, klien dismenore yang tidak melakukan terapi lain untuk mengurangi nyeri, klien yang dapat berkomunikasi dengan baik, klien yang bersedia menjadi responden. Latihan pilates exercise dilakukan sehari sekali selama 7 hari dalam waktu 25 -30 menit. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada responden 1 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan sesudah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Kemudian pada responden 2 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 4 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 3 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 4 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 5 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 6 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 7 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 8 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 9 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 10 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Hal tersebut menunjukkan bahwa pilates exercise mampu menurunkan derajat dismenore primer pada remaja. Kata kunci: Dismenore, Pilates Exercise, Remaja 
PENERAPAN LATIHAN ISOMETRIC QUADRICEPS TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT PADA LANSIA DENGAN REUMATOID ARTHRITIS Hasanah, Miftahul Noor; Fitriana, Vera; Hartini, Sri; Jamaludin, Jamaludin; Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, luluk
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.233

Abstract

Reumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh peradangan sendi, terutama pada sendi-sendi kecil dan besar seperti lutut. Lansia reumatoid arthritis dan menyebabkan nyeri lutut yang signifikan dan berdampak pada penurunan fungsi aktivitas sehari-hari. Pada lansia isometric quadriceps merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk memperkuat otot tanpa menyebabkan pergerakan sendi, sehingga aman diterapkan pada penderita reumatoid arthritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan isometric quadriceps terhadap penurunan nyeri lutut pada lansia dengan reumatoid arthritis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test design. Sampel sebanyak 13 responden dengan kriteria inklusi nyeri lutut pada lansia  berusia 60-70 tahun dengan reumatoid arthritis dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), standar operasional prosedur (SOP), palu reflek hammer, pengalas badan, handuk. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa terapi isometric quadriceps. Dari 13 responden, sebagian besar berusia > 60 tahun (30,9%) dan dengan reumatoid arthritis. Sebelum intervensi rata-rata 7,38 mengalami nyeri lutut berat dengan reumatoid arthritis. Setelah diberikan intervensi rata-rata 2,8 menjadi tingkat nyeri ringan dengan reumatoid arthritis. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat nyeri berdasarkan skala Numeric rating scale (NRS) setelah dilakukan latihan. Kesimpulan latihan isometric quadriceps terbukti efektif dalam menurunkan nyeri lutut pada lansia dengan rheumatoid arthritis, serta dapat dijadikan alternatif terapi mandiri yang aman dan mudah dilakukan.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Majiyah, Desi Khofifatul; Cahyanti, Luluk; Putri, Devi Setya; Yuliana, Alvi ratna; Fitriana, Vera
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.229

Abstract

Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Penyebab diabetes mellitus yaitu terjadinya gangguan metabolisme pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau sering disebut hiperglikemia yang disebabkan oleh penurunan jumlah insulin di pankreas. Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui terapi relaksasi benson terhadap penerapan terapi relaksasi benson untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Metode: Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, sampel yang diambil yaitu 2 responden. Terapi relaksasi benson dilakukan selama 2 kali dalam 1 minggu dengan durasi 15 menit dengan usia 45-49 tahun. Hasil: Hasil pembahasan studi kasus ini tentang penerapan terapi relaksasi benson terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus yang dilakukan pada tanggal 27 juni sampai 29 juni 2024. Responden dalam studi kasus ini adalah 2 orang yang mempunyai riwayat Diabetes Mellitus. Pada responden 1 didapatkan hasil kadar glukosa dalam darah menurun menjadi 332 mg/dl dari kadar glukosa awal 344 mg/dl. Sedangkan pada responden 2 didapatkan hasil kadar glukosa dalam darah menurun menjadi 314 mg/dl dari kadar glukosa awal 320 mg/dl.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Jamaludin, Jamaludin; Novitasari, Aprillia; Yusianto, Wahyu; Cahyanti, Luluk
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.234

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah sebuah kategori penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, yang disebabkan oleh masalah dalam pelepasan / penurunan insulin, fungsi insulin, atau keduanya, hal ini juga bisa di sebabkan karena ketidakmampuan hormon insulin dalam tubuh untuk berfungsi dengan baik dalam menjaga keseimbangan gula darah, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula dalam darah. Dalam kasus ini peningkatan tertinggi pertama di Jawa Barat sebanyak 186.809, lalu di jawa timur ada 151.878, lalu ada di terakhir jawa Tengah sebanyak 132.565 jiwa. Terapi Relaksasi Otot Progresif merupakan salah satu pengobatan non farmakologi yang saat ini digunakan untuk pengobatan diabetes melitus. Terapi relaksasi otot progresif dapat menjadi salah satu terapi non farmakologi yang aman dan mudah dilakukan serta dapat berfungsi dalam fisiologi tubuh dengan mengatur respon simpatik dan parasimpatik. Tujuan : Untuk menggambarkan implementasi terapi relaksasi orot progresif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes melitus tipe 2. Metode : Studi kasus dalam dalam karya ilmiah ini menggunakan metode pre experimental desain dengan menggunakan bentuk one group pre test – post test design. jumlah sample 15 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil : Setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari berturut turut didapatkan hasil mayoritas penderita diabetes melitus adalah perempuan dengan presentase 93,33% dengan karakteristik usia 55-65 dengan presentase 40,00% dan karakteristik pekerjaan sebagai pedagang dengan presentase 46,67% . Rata rata kadar gula darah 15 responden pre test adalah 272 mg / dl. Rata rata nilai kadar gula darah post test 15 responden yaitu 184 mg/dl. Selisih rata rata nilai kadar gula darah pre test dan post test dari 15 responden yaitu 87 mg/dl. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat penurunan nilai kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Desa Growong Lor setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif. 
Kesejahteraan Spiritual Berkorelasi dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Setya Putri, Devi; Azahro, Linda Nur Maulinda; Nur, Hirza Ainin; Wulan, Emma Setiyo; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Journal Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v3i1.67

Abstract

Background: Stroke is still one of the major health problems, not only in Indonesia but in the world. A person who experiences a stroke will affect several aspects such as physical, psychological, social and spiritual health aspects. Stroke does not only involve neurological aspects but has an impact on the crisis of belief in God the giver of strength, the meaning of life he experiences and hope. The attack in stroke patients occurs suddenly, causing changes and more complex problems. So that spirituality becomes very important to improve the quality of life. Purpose: This study aims to analyze the relationship of spiritual well-being to quality of life in stroke patients at RA Kartini Jepara Hospital. Methods: This type of research is quantitative correlational, using crossectional research design, sampling technique with total sampling, and data collection using SWBS and WHOQOL-BREF instruments. Results: The results of the study of 34 respondents found as many as 30 respondents (88.2%) had high spiritual well-being and as many as 21 respondents (61.8%) had a very good quality of life. Based on the results of the spearman rank test, a significance number (p value) of 0.001 <0.01 was obtained so that Ha was accepted and H0 was rejected. Conclusion: There is a significant relationship between spiritual well-being and the quality of life of stroke patients at RA Kartini Jepara Hospital.
Training of Pakwalisanak Cadres (Guardians of Clean Water and Adequate Sanitation) to Accelerate Stunting Reduction in Demak Regency Prasetyo, Eko; Caesar, David Laksamana; Cahyanti, Luluk
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i6.7480

Abstract

Nutritional problems in toddlers are a public health problem that is still relatively high in Indonesia. Several factors cause the incidence of stunting, apart from the mother's lack of knowledge about nutrition before and during pregnancy, as well as inappropriate child rearing patterns, namely lack of access to clean water and proper sanitation. Objective: Carrying out training for Pakwalisanak cadres (Fathers of Clean Water and Adequate Sanitation) to accelerate the reduction of stunting in Demak Regency Method: The method of community service in this activity is in the form of training. The method of implementing this service program includes counseling and discussions about the importance of clean water and proper sanitation, as well as the formation of Pakwalisanak cadres (Fathers of Clean Water Guards and Decent Sanitation) to accelerate the reduction of Stunting in Demak Regency. Results: Community service activities, training and formation of pakwalisanak cadres, were attended by 20 participants from 10 Stunting locus villages in Demak Regency. All participants were very enthusiastic about taking part in the training, discussions and formation of Pakwalisanak Cadres and were committed to reducing stunting in Demak Regency. Conclusion: Community service activities in the form of training and formation of Pakwalisanak cadres are very useful for accelerating the reduction of stunting in Demak Regency.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II Cahyanti, Luluk; Dewi, Anggi Oktavia; Yuliana, Alvi Ratna; Fitriana, Vera; Putri, Devi Setya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.209

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II atau yang biasa disebut diabetes life style merupakan diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Pada seseorang dengan diabetes melitus  tipe II, insulin masih dapat dihasilkan oleh pangkreas, namun jumlah insulin masih belum mencukupi sehingga diabetes melitus tipe II ini dianggap sebagai NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus). IDF memperkirakan terdapat 463 juta jiwa  penduduk diidunia mengalami diabetes melitus pada tahun 2019. Terjadi kenaikan angka kejadian diabetes melitus sebesar 19,9% pada tahun 2020. Di Jawa Tengah pada tahun 2019 sebanyak 13,4% kasus baru diabetes melitus. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tahun 2019 mencatat terdapat 17.869 jiwa mengalami diabetes melitus, khususnya pada UPTD puskesmas Jepang tercatat sebanyak 1.210 jiwa mengalami diabetes melitus pada tahun 2022. Terdapat 4 pilar dalam penatalaksanaan DM, seperti edukasi berupa pengetahuan tentang DM, pengaturan/Diet berupa rendah karbohirat, terapi farmakologi berupa Obat Hiperglikemik Oral (OHO), serta latihan fisik salah satunya yaitu pemberian terapi relaksasi otot progresif. Tujuan : Tujuan Studi Kasus ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Kadar Glukosa Darah pada Diabates Melitus II. Metode : Penelitian studi kasus ini menggunakan jenis penelitian studi kasus deskriptif  yaitu dengan mendeskripsikan dan menggambarkan suatu keadaan obyek pada saat sekarang sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta. Jumlah sampel sebanyak 2 responden, Latihan terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 7 hari berturut-turu dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan sore dengan durasi 10-15 menit. Pengukueran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan setelah tindakan menggunakan glucometer. Hasil : Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada reponden I terdapat penurunan dengan mean 20 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif dalam 7 hari berturut-turut, sedangkan pada reponden II terdapat penurunan dengan mean 19 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot prgresif dalam 7 hari berturut-turut. Kata kunci : Terapi relaksasi otot progresif, Kadar glukosa darah, Diabetes Melitus tipe II
PENERAPAN SENAM ERGONOMIK DALAM PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Cahyanti, Luluk; Oktafia, Sulfita Ayu; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.172

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg di dalam arteri. Hipertensi dapat mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi dalam darah yang dibawa keseluruh tubuh akan terhambat. Pada lansia mengakibatkan menurunnya kekuatan dan daya tahan fisik menyebabkan fungsi organ-organ dalam tubuh terganggu, sehingga dapat menimbulkan penyakit salah satunya hipertensi.  Terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan dengan melakukan aktivitas fisik olahraga seperti senam ergonomik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan senam ergonomic dalam penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini menggunakan metode purposive sampling sebanyak 2 responden dengan kriteria inklusi eksklusi. Alat ukur yang digunakan yaitu pengukuran tekanan darah sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dilakukan senam ergonomik. Senam ergonomik dilakukan 4 kali dalam 2 minggu selama 30 menit. Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada responden I mengalami penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg ke 140/100 mmHg dan pada responden II dari 180/110 mmHg ke 130/90 mmHg. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini memberikan informasi yang berkaitan dengan penerapan senam ergonomik dalam penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Kata Kunci: Senam ergonomik, hipertensi, lansia
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM PRIMIPARA Fitriana, Vera; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Devitriani, Riska Aulia; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.207

Abstract

ABSTRAKMenyusui merupakan hal yang sangat penting bagi ibu untuk buah hatinya, karena Air Susu Ibu (ASI) mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan kecerdasan bayi. Salah satu penyebab kegagalan dalam pemberian ASI adalah belum keluarnya ASI setelah ibu melahirkan. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi yaitu pijat oksitosin. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima sampai keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI ibu post partum primipara. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode evaluasi tindakan dengan jenis studi kasus deskriptif. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Sampel dalam penilitian ini adalah 2 orang ibu post partum normal primipara hari pertama di RSUD dr R Soetrasno Rembang yaitu Ny.I dan Ny.M. Hasil setelah dilakukan pijat oksitosin selama 5 hari dengan 10 kali pertemuan dan dari kedua responden mengalami peningkatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi ASI ibu post partum primipara.Kata Kunci : Air Susu Ibu, Pijat Oksitosin, Post Partum Primipara.
PEMBERIAN TERAPI MUSIK MOZART DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.213

Abstract

ABSTRAKDismenorea primer dapat didefinisikan sebagai nyeri menstruasi yang berasal dari kontraksi otot rahim menyebabkan otot-otot menegang selama 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid hingga 32-48 jam. Beberapa remaja putri yang mengalami nyeri saat desminorea. Nyeri ini dikarenakan peningkatan prostaglandin yang berlebih sehingga  terjadi kram pada bagian perut, punggung bawah seperti ditusuk-tusuk. Nyeri Desminorea dapat ditangani dengan cara non farmagologis yaitu terapi musik mozart dan back exercise. Terapi musik mozart merupakan musik yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan dan orang yang mendengarkannya, jenis lagu yang digunakan untuk mengurangi nyeri Piano Concerto No. 21 Andante memiliki irama dan nada-nada yang teratur dan bertempo 60-80 ketukan per menit . Back exercise merupakan komponen dari yoga untuk menangani nyeri punggung bawah cara gerakan peregangan kemudian akan direlaksasikan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pemberian terapi musik mozart dan back exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea primer. Metode yang digunakan dalam studi kasus deskriptif yaitu suatu penulisan evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi didalam masyarakat. Penelitian dilakukan di Desa Kaliputu Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dengan dua responden yaitu responden 1 dan responden 2 yang mengalami nyeri desminorea. Sebelum dilakukan terapi musik mozart dan back exercise responden 1 dan 2 mengalami Nyeri desminorea sedang dengan skala 6 dan 5. Hasil penelitian setelah dilakukan terapi mozart dan back exercise 3 kali dalam 3 hari dengan durasi 10-20 menit penulis mendapatkan hasil skala nyeri desminorea responden 1  dan responden 2 berkurang menjadi skala nyeri 1 dan 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi musik mozart dan back exercise dapat menurunkan skala nyeri desminorea primer pada wanita. Kata kunci: Desminorea primer, Nyeri, Terapi Musik Mozart, Terapi Back Exercise