Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kebutuhan Spiritual Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Zahara, Safira; Nurhidayah, Irfanita; Fikriyanti, Fikriyanti
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i1.p46-54.2025

Abstract

Tujuan: Mengetahui kebutuhan spiritual pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif, cara pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) yang terdiri dari 19 pertanyaan yang diberikan kepada  pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling pada 165 pasien. Hasil: Didapatkan bahwa pasien membutuhkan kebutuhan spiritual dari yang tertinggi meliputi kebutuhan beragama (95,2%), kebutuhan memberi (92,7%), kebutuhan kedamaian (92,1%), dan kebutuhan makna keberadaan (87,9%). Kesimpulan: Penelitian ini menujukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangat membutuhkan kebutuhan spiritual. Diharapkan penelitian ini mampu membantu tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien. 
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Choking bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Banda Aceh Nurhidayah, Irfanita; Aklima, Aklima; Amalia, Riski; Fikriyanti, Fikriyanti; Jufrizal, Jufrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3230

Abstract

Tersedak (choking) merupakan kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Remaja termasuk kelompok usia yang rentan mengalami tersedak baik di rumah maupun di sekolah, sehingga diperlukan keterampilan dasar pertolongan pertama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus choking. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 5 Banda Aceh melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik Heimlich maneuver yang dipandu oleh tim pelaksana. Observasi dilakukan untuk menilai partisipasi dan kemampuan peserta dalam melakukan tindakan sesuai prosedur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta. Siswa mampu memahami tanda dan gejala choking serta mempraktikkan teknik pertolongan dengan benar. Selain itu, pelatihan juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja menghadapi kasus choking dan dapat menjadi model edukasi praktis di lingkungan sekolah.
Asuhan keperawatan pasien post craniotomy et causa sol intrakranial di intensive care unit: Studi kasus Tifany, Adinda; Nurhidayah, Irfanita; Fikriyanti, Fikriyanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1353

Abstract

Space Occupying Lesion (SOL) is a critical condition that requires intensive care in monitoring hemodynamic stabilization. SOL refers to a mass or lesion that occupies space within the skull. The pressure from this lesion causes neurological disturbances and increased intracranial pressure (ICP). One of the medical management strategies for SOL patients is craniotomy. This case study aims to describe the nursing care for patients with post-operative craniotomy due to intracranial SOL in the Intensive Care Unit. The methodology used is a case study. The results of this case study show that the diagnoses encountered in the patient include decreased intracranial adaptive capacity, gas exchange disturbances, aspiration risk, infection risk, and ventilator weaning disturbances. The interventions used include intracranial pressure management (ICP), mechanical ventilation management to prevent aspiration, infection prevention, and mechanical ventilation weaning. The conclusion of this case study is that there has been some improvement in the diagnoses, such as gas exchange disturbances and successful ventilator weaning. However, other interventions have not been optimal due to the patient's unstable condition. It is hoped that the patient’s management can be carried out promptly with interventions that support the improvement of the patient’s condition. Space Occupying Lesion (SOL) suatu kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif dalam pemantauan stabilisasi hemodinamik. SOL merupakan massa atau lesi yang mengisi ruang di dalam tengkorak. Pendesakan akibat lesi tersebut mengakibatkan gangguan neurologis dan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Penatalaksanaan medis pasien SOL salah satunya adalah craniotomy. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan post op craniotomy et causa SOL intrakranial di Intensive Care Unit. Metodologi yang digunakan adalah case study. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa yang muncul pada pasien yaitu penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan pertukaran gas, risiko aspirasi, gangguan penyapihan ventilator, dan risiko infeksi. Intervensi yang digunakan adalah manajemen peningkatan intrakranial (PTIK), manajemen ventilasi mekanik pencegahan aspirasi, penyapihan ventilasi mekanik, dan pencegahan infeksi.  Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat sebagaian perbaikan pada diagnosa yaitu gangguan pertukaran gas dan keberhasilan penyapihan ventilator, namun intervensi lainnya belum optimal dikarenakan kondisi pasien yang belum stabil. Diharapkan pelaksanaan penanganan pasien dapat dilakukan segera dengan intervensi yang menunjang perbaikan kondisi pasien.
Diet Dash untuk Pasien Hipertensi: Evaluasi Program Edukasi di Komunitas Atika, Syarifah; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3453

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya. Salah satu bentuk manajemen perawatan diri bagi pasien hipertensi adalah dengan memodifikasi gaya hidup, termasuk penerapan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sebagai upaya mengatur pola makan seimbang. Diet DASH terbukti bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat penderita hipertensi mengenai diet DASH di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 di Desa Meunasah Manyang, dengan peserta sebanyak 19 orang yang terdiri dari masyarakat usia produktif dan penderita hipertensi. Edukasi diawali dengan pretest menggunakan kuesioner pengetahuan tentang diet DASH, dilanjutkan dengan penyuluhan oleh tim pengabdi, dan diakhiri dengan posttest menggunakan kuesioner yang sama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 6,58 pada pretest menjadi 10,21 pada posttest. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang diet DASH sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi secara mandiri.