Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Produktivitas dan Kualitas Buah Manggis (Garcinia manggostana L.) di Purwakarta Eko Setiawan; Roedhy Poerwanto
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.405 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.227

Abstract

Indonesian mangosteen is a prospective product to be exported to Europe, Middle East, East Asia such as Taiwan, Hong Kong, Singapore, and Japan. Indonesian exported commodities increase significantly from year to year, but the increasing volume was not followed by an improvement in the production and quality of the fruit.  Mangosteen has symmetrical branches that form a dense canopy that protect sun radiation intensity to penetrate, and it keeps the radiation intensity remain below normal of its need. Most of the harvested mangosteen plants owned by the community were not managed properly. It causes the production and quality of the fruit below standard. The research aims at (1) knowing the position of the buds and fruit at various branches within the canopy, (2) collecting information about the distribution of production and quality of the fruit. The research was done from September 2003 to May 2004 at the center of mangosteen fruit production in west Java, i.e. Sub-district of Wanayasa, District of Purwakarta.  The research was done on randomized complete block design which consists of nine sectors of branches with seven replications. The nine sectors are sector 1 (inner bottom canopy), sector 2 (center bottom canopy), sector 3 (outer bottom canopy), sector 4 (inner middle canopy), sector 5 (center middle canopy), sector 6 (outer middle canopy), sector 7 (inner top canopy), sector 8 (center top canopy), sector 9 (outer top canopy). The result of research showed that the most frequent emergence of bud and fruit in Wanayasa was found in sector 3 (outer bottom canopy), sector 4 (inner middle canopy) and sector 5 (center middle canopy). Sector 6 (outer middle canopy), produce more vegetative branches. Dense canopy structure of upper branches has protect inner and bottom canopy from light availability. On average, the quality of the fruit is below standard. In Wanayasa, only 0.6-0.7% of the fruit meets the quality of Super SNI which produced especially on sector 4 and sector 5. At average, distribution of quality I  was about 8.8-18.2%; distribution of quality II was about 7.7-36.4%; and more than 50% of the production does not meet the quality standards. 
Kandungan Alkalloid dan Steroid Pada Tanaman Kolesom ( Talinumtriangulare (Jacq. )Willd.) Akibat Perbedaan Daerah Asal Tanaman Mariya Ulfa; - Suhartono; Eko Setiawan
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.664 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2829

Abstract

Kolesom merupakan salah satu tumbuhan sekulen dari famili portulaceae  yang berkhasiat obat. Tanaman obat di Indonesia berkembang semakin pesat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kembali menggunakan bahan-bahan obat alami. Bahan obat alami lebih aman dikonsumsi dan memiiki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat-obat sintetik yang terbuat dari bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh perbedaan daerah asal bibit terhadap kandungan alkaloid dan steroid pada tanaman kolesom.  Penelitian ini dilakukan di Universitas Tronojoyo Bangkalan, Madura. Percobaan dilakukan secara non faktorial dengan Rancangan AcakLengkap (RAL). Faktor tersebut yaitu: A1 :  Asal tanaman Kepulauan Kangean, A2 : Asal tanaman Kabupaten Bangkalan, A3 : Asal tanaman Kabupaten Lumajang yang akan diujikan dengan alkaloid dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh asal bibit tanaman kolesom terhadap kandungan alkaloid dan steroid pada daun dan umbi. Kata kunci: Tanaman Kolesom, Alkaloid, Steroid.
Farmer perceptions of the COVID-19 pandemic’s impact on agriculture: A case study from Madura Island, Indonesia Setiani Setiani; Eko Setiawan; Wen-Chi Huang
Agriekonomika Vol 11, No 2: October 2022
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v11i2.15399

Abstract

The worldwide COVID-19 epidemic has had a great impact on farming and socioeconomic institutions all over the globe.This study aims to understand farmer knowledge and perceptions of the impacts of the one-year COVID-19 pandemic on agricultural systems. We purposefully picked 400 farmers from four regencies in Madura Island, Indonesia. The survey was administered from April to August 2021. Maize, rice, peanuts, tobacco, cassava, and chili peppers are the five most cultivated plants, while chicken and cattle are the main livestock raised. Farmers’ perceptions, measured on a 5-point Likert scale (from 1—not affected, to 5—severely affected), showed that COVID-19 had an average minor to moderate effect (average score of 2.49±0.9) on the agriculture system. The greatest impact is on farm income (average scale of 3.76±0.79), while the ability to plant crops in the upcoming season is the lowest (average scale of 1.2±0.56).
Induksi umbi mikro dengan paclobutrazol untuk meningkatkan produksi ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Lilis Udkhulul Jannah; Eko Setiawan
Agrovigor Vol 15, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i2.12766

Abstract

Paclobutrazol merupakan retardant yang memiliki sifat menurunkan metabolismee jaringan dan menghambat pertumbuhan vegetatif. Tujuan penelitian untuk mendapatkan umbi mikro yang akan dijadikan sebagai bibit ubi jalar. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, dari bulan November 2020 sampai Mei 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan variabel bebas yang diberikan berupa konsentrasi paclobutrazol (0 ppm, 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm) serta konsentrasi sukrosa (30 g L-1, 60 g L-1, 90 g L-1, 120 g L-1), dan dianalisis menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pemberian paclobutrazol dan sukrosa pada parameter tinggi planlet, jumlah helai daun, panjang akar dan jumlah tunas. Namun, hingga planlet umur 8 MSP (minggu setelah perlakuan) pada berbagai konsentrasi paclobutrazol dan sukrosa umbi mikro belum mampu terbentuk.
SISTEM REKOMENDASI PENGELOMPOKAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENUJU STANDAR HALAL DENGAN TOPSIS Anggi Nor Fauziah; Bain Khusnul Khotimah; Eko Setiawan
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v0i0.17814

Abstract

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai perusahaan level menengah ke bawah mempunyai kewajiban menjaga iklim usaha yang berkelanjutan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Permasalahan utama bagi pemerintah adalah bagaimana merekomendasikan pelaku UMKM yang produktif berstandar halal yang dapat bersaing dengan produk dari perusahaan berskala besar. Sistem yang dapat merekomendasikan pelaku UMKM produktif dari beberapa sisi diataranya kelengkapan standar UMKM (halal, label dagang, SNI, PIRT) ditambah variabel jumlah tenaga kerja, modal awal, jumlah produksi, dan omset dengan bobot kriteria yang ditentukan oleh pengguna. Sistem ini dikembangkan menggunakan pembobotan pada Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang berperan untuk memberikan referensi UMKM dalam pengambilan keputusan. Algoritma TOPSIS dapat bekerja dalam menyelesaikan kasus penentuan pilihan yang bersifat multi-objective diantara sejumlah kriteria kuantitatif dan kualitatif. Algoritma TOPSIS adalah suatu metode untuk pendukung keputusan yang berdasarkan konsep bahwa alternatif terbaik tidak hanya mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif namun juga mempunyai jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Pembobotan atribut kriteria pada penelitian ini dilakukan oleh pihak UMKM dan perankingannya dikerjakan menggunakan algoritma TOPSIS. Terdapat lima kriteria dalam penelitian ini berdasarkan nilai skala bobot kriteria dengan hasil rekomendasi UMKM yang memiliki nilai preferensi alternatif terbaik dengan berkisar nilai 0.8340.
THE LOCAL WISDOM BY FARMER IN EAST JAVA: UTILIZATION OF CULTIVATED PLANT IN INTERCROPPING SYSTEM Eko Setiawan
Rekayasa Vol 6, No 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.823 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v6i2.2093

Abstract

Various forms of farming patterns was exist today. The objective of this study was to determine the pattern intercropping systems done by a farmer based on the local wisdom in East Java. The data was obtained from the survey in several districts of East Java province such as Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lamongan, Kediri, Sidoarjo, Gresik, and Probolinggo district. The data was grouped according to the combined of plant species. The results showed the farmers cultivated amount of 28 plant species with 80 combinations of model cropping systems. Furthermore, the data give the information amount of 31 percent (25 combination) was similar combination among farmers. On the other hand, the amount of 69 percent (55 combination) was different among farmers.
Evaluasi Keandalan Model Rekognisi Suara Burung Hama Menggunakan Platform Edge Impulse Pada Mikrokontroller Low Power Hasbullah, Abdul Wahib; Setiawan, Eko; Rachmad, Aeri
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 10, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v10i2.22448

Abstract

Penelitian ini mengekplorasi kemungkinan pemanfaatan teknologi  edge machine learning dalam hal rekognisi suara-suara burung hama  yang bisa diaplikasikan pada mikrokontroller ultra low power. Dalam paper ini dilakukan uji kehandalan dari tiga algoritma mesin pembelajaran (ML), kemudian menyematkankannya ke  mikrokontroller Seeed Xiao NRF52840 Sense. Model  pembelajaran mesin yang pertama adalah Fast Convolutional Neural Netywork (CNNs) 1D dengan 2 layer, model ke-2 adalah menggunakan arsitektur berbasis transfer learning MobileNet. Dalam melakukan training dan testing digunakan mesin pembelajaran embedded platform Edge Impulse. Model pembelajaran yang dihasilkan kemudian diimplementasi sebagai Arduino Library baik sebagai representasi 32-bit floating point dan 8-bit fixed integer. Nilai dugaan yang dihasilkan oleh mikrokontroller dievaluasi dalam 4 kasus, yaitu menggunakan kompiler Edge Impulse EON dan Tensor Flow Lite (TFLite). Hasil penelitian juga melaporkan memory footprint ( RAM dan Flash),  nilai akurasi, dan waktu dugaan (time inference).
Evaluasi Keandalan Model Rekognisi Suara Burung Hama Menggunakan Platform Edge Impulse Pada Mikrokontroller Low Power Abdul Wahib Hasbullah; Eko Setiawan; Aeri Rachmad
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 10, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v10i2.22448

Abstract

Penelitian ini mengekplorasi kemungkinan pemanfaatan teknologi  edge machine learning dalam hal rekognisi suara-suara burung hama  yang bisa diaplikasikan pada mikrokontroller ultra low power. Dalam paper ini dilakukan uji kehandalan dari tiga algoritma mesin pembelajaran (ML), kemudian menyematkankannya ke  mikrokontroller Seeed Xiao NRF52840 Sense. Model  pembelajaran mesin yang pertama adalah Fast Convolutional Neural Netywork (CNNs) 1D dengan 2 layer, model ke-2 adalah menggunakan arsitektur berbasis transfer learning MobileNet. Dalam melakukan training dan testing digunakan mesin pembelajaran embedded platform Edge Impulse. Model pembelajaran yang dihasilkan kemudian diimplementasi sebagai Arduino Library baik sebagai representasi 32-bit floating point dan 8-bit fixed integer. Nilai dugaan yang dihasilkan oleh mikrokontroller dievaluasi dalam 4 kasus, yaitu menggunakan kompiler Edge Impulse EON dan Tensor Flow Lite (TFLite). Hasil penelitian juga melaporkan memory footprint ( RAM dan Flash),  nilai akurasi, dan waktu dugaan (time inference).
Pengaruh Umur Panen terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar Polong Muda Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Yuni Nurfiana; Eko Setiawan; M. Amien Rais
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1846

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman polong-polongan tropis yang memiliki kandungan protein dan serat setara kedelai, namun informasi mengenai umur panen optimal untuk konsumsi polong muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh umur panen terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar polong muda kecipir, serta menentukan umur panen optimal untuk konsumsi. Penelitian dilaksanakan di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, dan Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo Madura, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh taraf umur panen (3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari setelah bunga mekar) dan empat kelompok. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan uji Beda Nyata Jarak Duncan (BNJD) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar. Kandungan protein dan serat kasar meningkat seiring bertambahnya umur panen, dengan nilai tertinggi pada umur panen 21 hari setelah bunga mekar, yaitu protein 7,1 g/100 g dan serat kasar 2,0 g/100 g. Berdasarkan analisis regresi korelasi dan pertimbangan keseimbangan antara ukuran polong, kandungan protein, dan kandungan serat kasar, umur panen 18 hari setelah bunga mekar merupakan umur panen yang paling optimal untuk konsumsi polong muda kecipir sebagai sayuran, karena polong sudah mencapai ukuran yang baik dengan kandungan protein yang memadai sebelum terjadinya peningkatan serat kasar yang tajam sehingga akan menyebabkan tekstur polong yang keras.
Mangrove Health Index in Martajasah Mangrove Ecotourism, Bangkalan Regency East Java, Indonesia Akhmad Farid; Eko Setiawan; Apri Arisandi; Moch. Yusron
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.2.150-162

Abstract

Mangrove areas need to be considered from the condition of distribution and density of mangrove forests for future mangrove forest management planning, especially on Madura Island, especially Martajasah mangrove ecotourism. The purpose of this study is to determine the type of mangrove, canopy cover, and mangrove health index. The method used in this study is observation, which is to know the general overview of the research to be carried out. The selection of the research location was determined by the stratified random sampling method. The canopy cover on the mangrove was measured using the Hemispherical Photography method using the front camera of the OPPO Reno 6 phone with a camera resolution of 8 megapixels with a 180° angle of view at the point of taking the photo. The results of this study found 7 types of mangroves, including Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Avicennia marina, and Lumnitzera racemosa. The percentage of canopy cover obtained an average score of 63.44% or in the solid category. This indicates that the mangrove ecosystem found in Martajasah mangrove ecotourism is in a good category. The Mangrove Health Index in Martajasah Mangrove Ecotourism is included in normal (33-66%).