Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH TUNDAAN DAN ANTRIAN PANJANG KENDARAAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK AKIBAT PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API (STUDI KASUS PADA PERLINTASAN KERETA API PURWOSARI) M. Zaenal Muttaqin; Agus Sumarsono; Dewi Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37401

Abstract

Tundaan dan Panjang Antrian kendaraan terlihat jelas pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakata, seperti perlintasan Kereta api Purwosari di jalan Slamet Riyadi Surakarta menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melintasi ruas jalan tersebut semakin lama. BBM merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga ketersediaan BBM akan semakin langka seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di bidang transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi BBM untuk energi kendaraan bermotor. Konsumsi BBM yang terbuang di perlintasan sebidang kereta api pada saat kendaraan diam (idle) sangat dipengaruhi oleh lama tundaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh tundaan, kecepatan deselerasi ndan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar akibat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta. Analisis tundaan dan panjang antrian didasarkan pada hasil survei pada masing-masing perlintasan. Analisis konsumsi BBM berdasarkan lama tundaan dengan menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Hubungan penutupan perlintasan berupa tundaan dan panjang antrian dengan konsumsi BBM menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis dan pembahasan, model regresi linier dengan variabel bebas berupa tundaan (X2), kecepatan deselerasi (X3) dan panjang antrian (X1) cukup baik dalam memprediksi nilai variabel tidak bebas konsumsi bahan bakar (Y) dengan hasil Y = -12.417+0.479 X1-0.062 X2 + 1.758 X3. Hasil analisis menunjukkan tundaan memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar pada penutupan perlintasan kereta api, artinya semakin tinggi nilai tundaan semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Hasil ini sesuai dengan hipotesa awal bahwa konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor pada saat idle (diam) di penutupan perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SILANG KA LETJEN S.PARMAN BALAPAN DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISA HEADWAY Lintang Ayu Pratiwi; Agus Sumarsono; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37296

Abstract

Persilangan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya menimbulkan berbagai permasalahan antara lain panjang antrian dan waktu penormalan. Penelitian ini berlokasi di Silang KA jalan Letjen S. Parman Surakarta. Berdasarkan perbandingan antara emp rasio headway dan MKJI 1997 dihasilkan analisis emp rasio headway , nilai emp untuk sepeda motor (MC) 0,39 dan kendaraan besar (HV) 1,32. Nilai arus maksimum Model Greenshields sebesar 196,32 smp. Analisis gelombang kejut (shock wave) terbesar dihasilkan ?ab sebesar -4,15 km/jam, ?cb sebesar -12,53 km/jam, dan ?ac sebesar 7,55 km/jam dengan waktu penormalan 159,18 detik dengan durasi 121 detik. Analisis emp MKJI 1997 dihasilkan emp untuk sepeda motor (MC) 0,40 dan kendaraan besar (HV) 1,30. Nilai arus maksimum Model Greenshields sebesar 200,50 smp. Analisis gelombang kejut (shock wave) terbesar dihasilkan ?ab sebesar -4,34 km/jam, ?cb sebesar -12,52 km/jam, dan ?ac sebesar 8,44 km/jam dengan waktu penormalan 159,53 detik dengan durasi 121 detik. Dari data tersebut dapat disimpulakan bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan emp rasio headway lebih kecil dibandingkan dengan emp MKJI 1997. Pada analisis perbandingan uji validasi model dengan menggunakan MAPE (Mean Absolute Precentage Error), waktu penormalan emp rasio headway lebih besar daripada waktu penormalan MKJI 1997 dengan selisih 0,01 %.
ANALISIS SIMPANG KOORDINASI DI SEPANJANG JALAN KAPTEN MULYADI Anisa Anggriani; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37184

Abstract

Jalan Kapten Mulyadi adalah salah satu jalan di kota Surakarta yang membagi daerah pusat keramaian dan kegiatan seperti pusat perbelanjaan PGS (Pusat Grosir Solo), BTC (Beteng Trade Center), Luwes, pertokoan dan sekolahan. Jalan ini merupakan jalan mayor yang terdapat tiga simpang berdekatan, sehingga jika dikoordinasikan dapat mengantarkan pengendara melalui ketiga simpang tersebut tanpa mendapatkan lampu merah dengan kecepatan green wave rencana yang mendekati kondisi eksisting. Data yang diambil adalah volume simpang, waktu siklus lalu lintas dan geometrik simpang dengan cara survei manual di simpang RE Martadinata, Agus Salim dan Untung Suropati. Analisis dilakukan untuk mengetahui besar waktu siklus koordinasi, kinerja simpang sebelum dan sesudah koordinasi, dan besar kecepatan green wave. Metode perhitungan waktu siklus koordinasi menggunakan metode perangkingan dan untuk kinerja simpang berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh besar waktu siklus eksisting untuk ketiga simpang berbeda-beda yakni RE Martadinata (133 detik), Agus Salim (130), dan Untung Suropati (86 detik). Sedangkan waktu siklus setelah koordinasi adalah 109 detik untuk ketiga simpang pada pagi dan sore hari. Hasil perhitungan kinerja simpang koordinasi pada jalan mayor adalah nilai derajat kejenuhan mengalami penurunan rata-rata sebesar 16,47% pada pagi hari dan 16,96% pada sore hari. Panjang antrian mengalami penurunan rata-rata sebesar 29,44% pada pagi hari dan 31,32% pada sore hari. Jumlah tundaan mengalami penurunan rata-rata sebesar 45,59% pada pagi hari dan 50,18% pada sore hari. Kecepatan green wave rencana saat melewati simpang RE Martadinata sampai dengan Agus Salim adalah 30 km/jam dan 20 km/jam pada simpang Agus Salim sampai dengan Untung Suropati untuk lalu lintas pagi dan sore hari.
KARAKTERISTIK HASIL DESTILASI TAR TEMPURUNG KELAPA DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN CRUMB RUBBER DITINJAU DARI SPESIFIKASI ASPAL KERAS Ali Wahid Hasibuan; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37248

Abstract

Hasil destilasi Tar tempurung kelapa merupakan zat cair yang didapat dari pembuatan arang tempurung kelapa, dengan asap yang timbul kemudian di tampung yang disebut Tar. Hasil destilasi Tar tempurung kelapa mengandung karbonil yang tinggi sehingga warna Tar coklat kehitaman. Hasil destilasi Tar juga merupakan bahan yang termoplastis. Bahan tambah Tar tempurung kelapa pada penelitian ini menggunakan Crumb Rubber. Sifat lentur Crumb Rubber diharapkan dapat menurunkan nilai penetrasi Tar tempurung kelapa yang tinggi dan meningkatkan nilai daktilitas. Crumb Rubber yang digunakan dalam penelitian ini adalah Crumb Rubber yan lolos saringan no. 100. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Persentase Crumb Rubber dalam pengujian ini adalah 0%, 3%, 5%, 7% dari berat Tar tempurung kelapa. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian penetrasi, daktilitas, titik lembek, titik nyala dan bakar, berat jenis, dan kelekatan bitumen terhadap agregat. Pengolahan data menggunakan software Microsoft Excel untuk melakukan perhitungan dan analilis regresi sederhana yang dibutuhkan. Hasil pengujian yang dilakukan terhadap bahan Tar tempurung kelapa dengan penambahan Crumb Rubber, mengalami penurunan nilai hasil pengujian kecuali pada uji penetrasi yang mengalami peningkatan nilai penetrasi. Bahan pengikat Tar tempurung kelapa dengan penambahan Crumb Rubber masih belum mampu memenuhi beberapa persyaratan SNI seperti uji daktilitas SNI 06-2432-1991 yang mensyaratkan nilai minimal 100cm, sehingga bahan ini belum siap untuk digunakan dalam campuran perkerasan jalan dan masih perlu pengembangan selanjutnya.
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN PARKIR TERMINAL BUS KARTASURA Mochamad Farid; Agus Sumarsono; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36942

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi Terminal Kartasura adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif. Data yang diperoleh berupa hasil kuisioner yang dianalisis menggunakan metode uji hipotesis, uji validitas dan uji reabilitas. Sedangkan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbandingan jumlah bus sebelum dan sesudah relokasi. Untuk mengetahui akumulasi parkir terminal menggunakan metode survei untuk mencatat waktu datang dan keluar bus, plat nomor serta tipe bus. Hasil perhitungan akumulasi parkir digunakan untuk menghitung prosentase penggunaan lahan parkir. Hasil analisis adalah Terminal Kartasura setelah dilakukan relokasi memiliki luas lahan yang memenuhi standar perencanaan terminal tipe B. Hasil dari uji validitas dan reabilitas dari adalah pendapat awak terminal mempunyai pengaruh yang rendah terhadap kinerja terminal yakni 0,200-0,399 sedangkan pendapat penumpang mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap kinerja terminal yakni 0,600-0,799. Dan jumlah armada bus yang beroperasi di Terminal Kartasura saat ini menurun sebesar 35% untuk Bus AKDP, sedangkan untuk Bus AK dan ADES mengalami penurunan rata-rata 62%. Akumulasi parkir tertinggi untuk Bus AKDP adalah 3 kendaraan, Bus ADES adalah 2 kendaraan, dan Bus AK adalah 2 kendaraan. Prosentase penggunaan lahan parkir bus AKDP tertinggi adalah 4,74%. Bus ADES adalah 0,99%. Bus AK adalah 3,14%. Bus AKDP yang masuk terminal sejumlah 95 kendaraan dari 139 kendaraan. Bus ADES yang masuk terminal sejumlah 89 kendaraan dari 154 kendaraan. Bus AK yang masuk terminal sejumlah 100 kendaraan dari 129 kendaraan.
ANALISIS KEPENTINGAN DAN KINERJA PELAYANAN KERETA API KOMUTER ( STUDI KASUS PRAMBANAN EKSPRESS II) Thoyib Abrori Hudi; Agus Sumarsono; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36974

Abstract

Kereta api komuter Prambanan Ekspress II merupakan salah satu angkutan umum berkapasitas besar yang mampu mendukung kebutuhan pergerakan masyarakat Solo-Yogyakarta. Analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan mutu kinerja kereta api komuter Prambanan Ekspress II. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa karakteristik penumpang kereta api komuter Prambanan Ekspress II mayoritas adalah penumpang wanita sebanyak 54,81%, usia penumpang mayoritas adalah usia produktif yaitu 24-50 tahun sebanyak 46,15%, pendidikan penumpang mayoritas adalah perguruan tinggi sebanyak 69,23%, pekerjaan penumpang mayoritas adalah pelajar/mahasiswa sebanyak 46%, penumpang yang sudah berpenghasilan mayoritas berpenghasilan di atas 2.000.000 rupiah, dan maksud perjalanan penumpang mayoritas untuk sekolah/kuliah sebanyak 30,7%. Secara keseluruhan kinerja kereta api komuter Prambanan Ekspress II sudah cukup baik, berdasarkan analisis CSI pelayanan kereta api komuter Prambanan Ekspress II telah berhasil memuaskan penumpang sebesar 62,94%. Berdasarkan analisis IPA dapat diketahui bahwa pelayanan yang perlu dipertahankan kinerjanya antara lain fasilitas di stasiun, keamanan saat berada didalam kereta, kenyamanan saat di dalam kereta,kondisi toilet di stasiun, harga tiket yang ditawarkan, serta kecepatan pelayanan tiket.
ANALISIS REAKSI ALKALI SILIKA AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON UNTUK PERKERASAN KAKU YANG TAHAN TERHADAP AIR LAUT Naufal Makarim Labib; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.275 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37018

Abstract

Agregat merupakan material penyusun utama plat beton perkerasan kaku. Mutu agregat sangat mempengaruhi tingkat ketahanan dan keawetan kontruksi perkerasan kaku. Penurunan muka tanah pada daerah pesisir menyebabkan jalan dengan struktur perkerasan kaku mengalami kerusakan karena banjir rob. Air laut dapat menimbulkan serangan reaksi alkali silika pada beton. Untuk itu diperlukan suatu penelitian untuk memilih jenis agregat yang lebih tahan terhadap serangan reaksi alkali silika sehingga akan menghasilkan beton yang lebih tahan terhadap air laut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan menggunakan agregat andesit dan agregat basalt untuk pengujian kereaktifan agregat terhadap reaksi alkali silika dan pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton yang dilakukan setelah 3 variasi perendaman yakni 1) perendaman dengan air tawar 28 hari, 2) rendam air tawar 28 hari + rendam air laut selama 13 hari, 3) rendam air tawar 28 hari + rendam air laut selama 26 hari. Hasil analisis menunjukan kuat tekan dan kuat lentur beton dengan agregat basalt lebih tinggi dibandingkan agregat andesit. Dengan selisih kuat tekan 0.86% dan kuat lentur 5.9% untuk kondisi pertama, pada kondisi kedua dan ketiga selisih kuat tekan 4%; 2.96% dan kuat lentur 7.5%; 7.5%. Dari pengujian kereaktifan agregat, agregat basalt bukan agregat reaktif sedangkan agregat andesit merupakan agregat yang berpotensi reaktif terhadap reaksi alkali silika. Agregat basalt lebih tahan terhadap serangan reaksi alkali silika karena air laut dibandingkan agregat andesit.
ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNES TO PAY DI LUWES LOJIWETAN SURAKARTA Sabila Rahmatika; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44021

Abstract

Luwes Lojiwetan, merupakan salah satu daerah bisnis yang mengundang tarikan pergerakan yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas parkir yang memadai dengan tarif parkir yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan persepsi pengguna parkir serta nilai ATP dan WTP pengguna parkir di Luwes Lojiwetan. Penelitian ini dilakukan di basement parkir Luwes Lojiwetan Surakarta dengan waktu penelitian pada satu hari kerja dan satu hari akhir pekan. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik dan persepsi pengguna parkir di Luwes Lojiwetan pada hari kerja maupun akhir pekan. Nilai ATP untuk kendaraan roda dua jam pertama adalah sebesar Rp 5.370 dan untuk jam selanjutnya sebesar Rp 3.321. Nilai ATP kendaraan roda empat untuk jam pertama sebesar Rp 10.090 dan untuk jam berikutnya sebesar Rp 6.771. Sedangkan untuk nilai WTP kendaraan roda dua untuk jam pertama adalah Rp 1.449 dan jam berikutnya adalah Rp 680. Nilai WTP kendaraan roda empat untuk jam pertama adalah Rp 2.838 dan untuk jam berikutnya adalah Rp 1.148. Nilai ATP > WTP sehingga pada kondisi ini pengguna parkir disebut sebagai choice riders, karena kemauan membayar pengguna parkir lebih tinggi dari pada kemampuan membayar pengguna parkir.
HUBUNGAN ANTARA TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN DENGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK PADA PENDEKAT SIMPANG DI SURAKARTA Yudha Dwi Yogama; Agus Sumarsono; Dewi Hadiani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.516 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37133

Abstract

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbarui sehingga ketersediaan BBM akan semakin berkurang seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber daya ini terutama di bidang transportasi. BBM harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar dalam penggunaannya tidak terbuang percuma. Penggunaan BBM yang terbuang percuma dapat dilihat saat kendaraan bermotor mengantri dalam suatu pendekat simpang. Kendaraan tersebut mengalami tundaan yang cukup lama untuk melewati simpang dan juga terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan konsumsi BBM dengan kinerja simpang berupa tundaan dan panjang antrian di Surakarta. Analisis tundaan dan panjang antrian didasarkan pada hasil survei pada pendekat simpang di Surakarta. Analisis konsumsi BBM menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Analisis hubungan konsumsi BBM dengan tundaan dan panjang antrian menggunakan program SPSS 16. Berdasarkan analisis dan pembahasan, kesimpulan yang didapat adalah nilai rata-rata tundaan, panjang antrian dan konsumsi bahan bakar minyak pada pendekat simpang di Surakarta (menurut lokasi penelitian) secara berturut-turut adalah 19,50 detik/smp; 43,17 meter dan 0,091 liter/smp. Nilai konsumsi BBM dalam liter/smp (Y) sebagai variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu tundaan dalam detik/smp (X1) dan panjang antrian dalam meter (X2). Bila nilai tundaan dan panjang antrian semakin tinggi maka nilai konsumsi bahan bakar minyak juga akan semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat dalam model persamaan yang didapat yaitu Y = -0,089 + 0,005X1 + 0,002X2.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISA HEADWAY Retno Dwi Nurjanah; Agus Sumarsono; Amirotul M H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.517 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37299

Abstract

Simpang bersinyal di Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Ir. H. Juanda adalah salah satu simpang yang memiliki durasi nyala lampu merah yang besar dan nyala hijaunya kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai EMP menggunakan analisa headway dan menghitung nilai gelombang kejut yang terjadi di simpang bersinyal Jl Urip Sumoharjo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Ir. H. Juanda. Penelitian ini dilakukan hari Kamis, 20 November 2014, pagi jam 06.00-08.00 WIB, siang jam 12.00-14.00 WIB, dan sore jam 16.00-18.00 WIB. Setelah dianalisis didapat nilai EMP MC = 0,48 dan HV = 1,45. Kemudian nilai emp hasil analisa headway tersebut digunakan untuk mengkonversi jumlah kendaraan menjadi satuan mobil penumpang (smp). Hasil perhitungan gelombang kejut diperoleh ?ab = -0,660 km/jam, ?cb = -3,356 km/jam, ?ac = 2,694 km/jam untuk Jl. Urip Sumoharjo Utara, ?ab = -0,664 km/jam, ?cb = -3,442 km/jam, ?ac = 2,776 km/jam untuk Jl. Urip Sumoharjo Selatan, ?ab = -0,571 km/jam, ?cb = -3,078 km/jam, ?ac = 2,429 km/jam ntuk Jl. Sutan Syahrir, ?ab = -0,465 km/jam, ?cb = -2,98 km/jam, ?ac = 2,459 km/jam untuk Jl. Ir. H. Djuanda. Sedangkan untuk waktu penormalan tertinggi pada Jl. Urip Sumoharjo Utara sebesar 197 detik, Jl. Urip Sumoharjo Selatan 157 detik, Jl. Sutan Syahrir 127 detik, Jl. Ir. H. Djuanda 140 detik. Dengan demikianakan menyebabkan antrian yang panjang serta ada beberapa kendaraan yang akan mengalami fase nyala lampu merah hingga dua kali.