Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kinerja Simpang Bersinyal dan Tak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Bersinyal Gendengan dan Simpang Tak Bersinyal Jalan Dokter Moewardi - Jalan Kalitan, Surakarta) Agus Sumarsono; Fajar Sidiek Prahartanto; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36739

Abstract

Simpang Kalitan dan simpang Gendengan merupakan dua simpang yang sangat berdekatan dengan jarak antar simpang 86,05 serta memiliki arus yang padat terutama pada jam sibuk. Memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dilakukan analisis untuk mengetahui nilai kinerja masing-masing simpang kondisi eksisting. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data volume lalu lintas, geometri simpang, waktu siklus dan kondisi lingkungan. Sedangkan data sekunder yaitu data jumlah penduduk Kota Surakarta tahun 2014. Data-data yang didapat digunakan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 . Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Simpang Tiga Kalitan dapat diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi = 2735 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0,69 < 0,85, Tundaan Simpang (D) = 10,9 detik/smp. Arus lalu lintas pada jam sibuk sore = 3577 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0.94 > 0,85, Tundaan Simpang (D) = 16,5 detik/smp. Sedangkan hasil analisis terhadap Simpang Gendengan diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi pendekat utara = 516 smp/jam, pendekat selatan = 318 smp/jam, dan pendekat barat = 1026 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,58 , pendekat selatan = 0,57 , dan pendekat barat = 1,27 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 109 m , pendekat selatan = 115 m ,dan pendekat barat = 1080 m. Arus lalu lintas simpang pada jam sibuk sore pendekat utara = 486 smp/jam, pendekat selatan = 544 smp/jam, dan pendekat barat = 1012 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,52 , pendekat selatan = 0,97 , dan pendekat barat = 1,19 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 100 m , pendekat selatan = 273 m , dan pendekat barat = 886 m
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT DI LABORATORIUM DENGAN HASIL LAPANGAN SERTA ANALISIS SKID RESISTANCE. Yusuf Suryoaji; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.97 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36592

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan sampel Thin Surfacing yang dibuat di laboratorium dengan sampel hasil coring dari lapangan menggunakan pengujian Marshall, Indirect Tensile Strength test, dan seberapa besar pengaruh jumlah pemadatan terhadap skid resistance. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret Surakarta dan di desa Madegondo, kecamatan Grogol, kabupaten Sukoharjo. Untuk sampel hasil coring, diambil dari jalan yang di buat buat di desa Madegondo dengan dimensi 3m x 1m dan setiap 1 meter dilakukan variasi pemadatan. Adapun variasi pemadatan yang dilakukan yaitu 10 gilasan, 15 gilasan, dan 20 gilasan. Sebelum dilakukan proses coring dilakukan pengujian skid resistance dengan alat rolling straightedge. Setelah itu dilakukan, maka dilakukan coring pada setiap variasi pemadatan guna mengambil sampel untuk pengujian Marshall dan Indirect Tensile Strength. Hasil analisis benda uji menunjukkan bahwa besar nilai stabilitas, flow dan nilai ITS sampel hasil coring jauh dari sampel yang dibuat di laboratorium meskipun telah dilakukan beberapa variasi pemadatan. Sedangkan besarnya nilai skid resistance dari beberapa variasi gilasan sebanyak 10 lintasan, 15 lintasan dan 20 lintasan berturut-turut menurun. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai koefisien PrI semakin baik tingkat kerataan aspal. Sebaliknya, semakin besar nilai koefisien PrI mengindikasikan tekstur permukaan jalan yang kasar dan meningkatkan kekesatan permukaan jalan.
APLIKASI WEB PERHITUNGAN TARIF TAKSI BERDASARKAN BOK METODE DIREKTORAT JENDRAL PERHUBUNGAN DARAT 2002 (STUDI KASUS : BOYOLALI TAKSI) Bayu Budi Satriya; Agus Sumarsono; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36726

Abstract

Transportasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia untuk menunjang semua kegiatan, , Boyolali Taksi yang melayani untuk sebagian kawasan di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya, dimana nilai tarif taksi sangat di pengaruhi oleh beberapa nilai BOK yang selalu berubah - ubah menyesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia, maka dibutuhkan sebuah alat hitung tarif yang mudah dan cepat dalam pengoprasiannya untuk penyesuaian dengan nilai BOK yang ada , Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan alat hitung berupa Apliksi berbasis Web Perhitungan tarif berdasarkan BOK menggunakan metode Direktorat Jendral Perhubungan Darat 2002. Data pada penelitian ini adalah data sekunder berupa komponen BOK pada tahun 2013 - 2016, didapat dengan cara mewawancarai langsung pihak Boyolali Taksi dan mencari beberapa nilai data dari pedagang onderdil sesuai rujukan dari pihak Boyolali Taksi. Hasil perhitungan diketahui bahwa besaran tarif Boyolali Taksi dengan kedua cara yang tersedia di dalam aplikasi memiliki perbedaan, Pada tahun 2016 pada saat harga BBM Rp 6.550,- untuk cara pertama, perhitungan memasukan semua komponen BOK di dapat nilai tarif dasar Rp 4.186,- ,tarif awal Rp 5.232,- dan tarf waktu Rp 25.113,- perjam, Sedangkan untuk cara perhitungan yang kedua perhitungan yang dibantu beberapa nilai regresi linier yang memiliki pengaruh positif dengan nilai harga BBM di dapat hasil nilai tarif dasar Rp 4.153,- ,tarif awal Rp 5.191,- dan tarif waktu Rp 24.918,- .
POTENSI PENERAPAN SISTEM RFID MOBIL DI KAWASAN UNS Ressyana Nur; Dewi Handayani; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36575

Abstract

Jurnal ini merupakan publikasi dari penelitian yang telah di lakukan yang berhubungan dengan sistem parkir di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sistem parkir yang digunakan adalah RFID (Radio Frequency Indentification). Dengan jumlah  iventarisasi parkir terhadap jumlah kebutuhan parkir. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah iventarisasi parkir yang tersedia sejumlah 1398 dengan kebutuhan parkir terbesar adalah 860 dan rekomendasi untuk penerapan sisitem RFID mobil di kawasan UNS.