Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Self-efficacy terhadap Resilience Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Lubis, Farhan Putra Lan; Jarodi, Odi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi narapidana tindak pidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi overcrowding dan tingginya residivisme yang menunjukkan pentingnya pembinaan psikologis berbasis keyakinan diri dan ketahanan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 171 responden yang dipilih secara simple random sampling dari 309 populasi. Instrumen penelitian berupa General Self-Efficacy Scale (GSE) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dengan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara self-efficacy dan resiliensi (Sig. = 0,001 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39,7%. Kesimpulannya, semakin tinggi self-efficacy, semakin kuat pula resiliensi narapidana dalam menghadapi tekanan hidup di lapas. Disarankan agar program pembinaan Lapas menekankan penguatan self-efficacy melalui pelatihan motivasi, pembinaan spiritual, dan konseling adaptif untuk mendukung reintegrasi sosial pasca pembebasan.
TEKNIK NETRALISASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK BINAAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I MEDAN Situmorang, Fandalen; Jarodi, Odi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7602

Abstract

Penyalahgunaan narkotika oleh anak merupakan salah satu bentuk kenakalan anak yang mengkhawatirkan dan berdampak serius terhadap masa depan generasi muda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tingginya jumlah anak binaan di LPKA Kelas I Medan yang terlibat dalam kasus narkotika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik netralisasi digunakan oleh anak binaan dalam membenarkan penyalahgunaan narkotika yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk teknik netralisasi yang digunakan oleh anak binaan sebelum dan selama menjalani pembinaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap 5 anak binaan LPKA Kelas I Medan serta masing-masing 1 orang keluarga atau wali anak binaan tersebut, dan studi dokumentasi pada berkas registrasinya. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima teknik netralisasi, terdapat empat teknik yang digunakan oleh anak binaan: Denial of Responsibility, Condemnation of the Condemners, Appeal to Higher Loyalties, dan Denial of Injury. Denial of Responsibility dan Condemnation of the Condemners merupakan teknik yang paling dominan digunakan, menunjukkan kecenderungan anak binaan untuk memindahkan tanggung jawab kepada faktor eksternal dan mengkritik otoritas. Sementara itu, Appeal to Higher Loyalties dan Denial of Injury muncul dengan intensitas sedang. Denial of the Victim tidak ditemukan dalam narasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa teknik netralisasi berfungsi sebagai mekanisme psikologis dalam merasionalisasi perilaku menyimpang.
Pengaruh Psychopathy Terhadap Criminal Thinking Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur Wafi, Milzan Yusup Al; Jarodi, Odi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychopathy terhadap criminal thinking narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur. Criminal thinking merupakan pola pikir yang membenarkan tindakan melanggar hukum, dan secara teoritis psychopathy berperan penting dalam pembentukannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada narapidana dengan 57 indikator, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linier sederhana, uji signifikansi, dan uji determinasi melalui software IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti psychopathy berpengaruh signifikan terhadap criminal thinking. Nilai R square sebesar 0,519 menunjukkan bahwa psychopathy memberikan pengaruh sebesar 51,1% terhadap criminal thinking, sedangkan 48,9% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif dan signifikan antara psychopathy dan criminal thinking. Disarankan agar petugas pemasyarakatan melakukan asesmen psikologis secara berkala dan intervensi rehabilitatif untuk menekan kecenderungan criminal thinking serta mencegah residivisme pasca pembebasan.
Pengaruh Self-efficacy terhadap Resilience Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Lubis, Farhan Putra Lan; Jarodi, Odi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi narapidana tindak pidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi overcrowding dan tingginya residivisme yang menunjukkan pentingnya pembinaan psikologis berbasis keyakinan diri dan ketahanan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 171 responden yang dipilih secara simple random sampling dari 309 populasi. Instrumen penelitian berupa General Self-Efficacy Scale (GSE) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dengan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara self-efficacy dan resiliensi (Sig. = 0,001 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39,7%. Kesimpulannya, semakin tinggi self-efficacy, semakin kuat pula resiliensi narapidana dalam menghadapi tekanan hidup di lapas. Disarankan agar program pembinaan Lapas menekankan penguatan self-efficacy melalui pelatihan motivasi, pembinaan spiritual, dan konseling adaptif untuk mendukung reintegrasi sosial pasca pembebasan.