Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN TAMAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI PULAU TERNATE Nurlaila Syaifuddin; Firlawanti Lestari Baguna; Aqshan Shadikin Nurdin; Much Hidayah; Fadila Tamnge
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.1975

Abstract

Vegetasi penyusun taman dan hutan kota merupakan bagian yang berperan dalam fungsi ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi ruang terbuka hijau dan vegetasi penyusunnya di Pulau Ternate, Mengevaluasi kesesuaian jenis vegetasi berdasarkan persyaratan sivikultur, manajemen dan estetika serta Menyusun akternatif pemilihan jenis vegetasi yang memiliki kesesuaian tempat tumbuh pada ruang terbuka hijau. Metode penelitian menggunakan metode survei, survei dilakukan dengan cara sensus pohon. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan skoring untuk menilai kecocokan jenis vegetasi berdasarkan persyaratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe ruang terbuka hijau di Kawasan Perkotaan Pulau Ternate secara fisik tergolong RTH alami dan RTH non alami, memiliki fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi dan estetika serta ekonomi. Secara struktur termasuk RTH yang mengikuti pola ekologis dengan bentuk mengelompok dan berdasarkan kepemilikan termasuk dalam RTH publi. Jenis vegetasi penyusun RTH di Kawasan perkotaan Pulau Ternate terdiri atas 18 jenis pohon diantaranya 16 jenis pohon sesuai dan 2 jenis pohon cukup sesuai dengan persyaratan dan kriteria silvikultur, manajemen dan estetika. Vegetasi penyusun RTH yang sesuai dengan tempat tumbuh dan efektif dalam mengendalikan pencemaran udara yaitu Tanjung, Angsana dan Mahoni.
Effects of Initial Water Temperature and Soaking Duration on the Germination of Canarium (Canarium indicum) Seeds Aqshan Shadikin Nurdin; Ramli Hadun; Bagus Dimas Setiawan; Laswi Irmayanti; Reyna Ashari
Jurnal Sylva Lestari Vol. 10 No. 2 (2022): May
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v10i2.571

Abstract

Canarium (Canarium indicum) seeds have mechanical dormancy, i.e., seeds have a hard outer seed coat, which causes inhibition of germination. Mechanical dormancy can be broken by mechanical and chemical scarification. One way of chemical scarification is water soaking. This study aimed to analyze the initial effect of temperature of the soaking water and duration of soaking on the germination of canarium seeds. The research design used was a two-factor experiment in a completely randomized design. The first factor is the different initial water temperature and the second factor is soaking duration. The initial water temperature consists of 60°C, 70°C, 80°C, 90°C, and 100°C, while the soaking duration consists of 0 h, 24 h, 48 h, and 72 h. The results showed that the initial water temperature had a very significant effect on germination percentage, peak value, mean daily germination, and germination value. The soaking duration did not significantly affect germination percentage, mean daily germination, and germination value, but it significantly affected the peak value. The interaction of initial water temperature and soaking duration significantly affected the germination percentage, mean daily germination, peak value, and germination value. The initial water temperature and soaking duration affected the germination of canarium seeds. Keywords: Canarium indicum, dormancy, germination, initial temperature, soaking duration
POTENSI EKOWISATA AIR TERJUN BIBINOI DESA BIBINOI KECAMATAN BACAN TIMUR TENGAH KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Rafly Kurahman; Aqshan Shadikin Nurdin; Nurhikmah Nurhimah; Asiah Salatalohy
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 7 No 1 (2023): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v7i1.9010

Abstract

Ecotourism is a concept that combines the interests of the tourism industry with environmentalists. In South Halmahera district, there are many natural tourist attractions that are still minimally known to the public, one of which is the Bibinoi Waterfall Ecotourism in Bibinoi Village, Bacan District, Middle East, South Halmahera Regency. The purpose of this study is to find out how the potential for ecotourism is and to assess the ecotourism potential of the Bibinoi waterfall in Bibinoi Village, Bacan District, Middle East, South Halmahera Regency. The research method used in this study is the method of observation, interviews, and documentation. The results showed that the tourism object potential of Bibinoi Waterfall based on the object variables of attraction, facilities, accessibility, security had medium potential, while the infrastructure variable of the Bibinoi Waterfall tourism object had low potential. Based on the result of the bibinoi watterfall evalution summary, it is placed in the medium category with a score of 48.
Strategi Pemasaran Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Minyak Cengkeh Di Kelurahan Afe Taduma Kecamatan Pulau Ternate Rivai Umaternate; Aqshan Shadikin Nurdin; Firlawanti Lestari Baguna
Jurnal Forest Island Vol 1 No 1 (2023): JFI Volume 1 Nomor 1(2023)
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/foris.v1i1.44

Abstract

Minyak atsiri mulai dikembangkan pada tahun 1960 yang digunakan sebagai bahan baku obat, pewangi sabun dan deterjen. Minyak atsiri merupakan minyak mudah menguap yang dihasilkan akar, daun, buah, batang dan bungadari berbagai macam tumbuh tumbuhan. Penghasil minyak atsiriI ndonesi merupakan salah satu telah diekspor keluar Negeri seperti minyak nilam, minyak daun cengkeh, minyak sereh, minyak kayu putih, minyak kenanga, minyak terpentin, minyak cendana dan minyak akar wangi. Tujuan penilitian ini mengidentifikasi permasalahan permasalah minyak cengkeh afe taduma. Mengidentifikasi faktor-Faktor yang terjadi pada usaha minyak cengkeh afe Taduma Analisis data menggunakan analisis fish bone atau diagram sebab akibat, analisis fishbone digunakan untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada pemasaran dan mempunyai akibat pada masalah yang di pelajari selain itu dapat melihat faktor‑faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai akibat pada faktor utama tersebut yang dapat dilihat dari pasar yang terbentuk tulangikan pada diagram fishbone. dapat diambil kesimpulan pemasaran HHBK minyak atsiri permasalahan sebab akibat adapun disini Faktor yang paling dominan yang menyebabkan kegagalan dalam usaha minyak cengkeh adalah kelembagaan Artinya manejemen dalam kelembagaan masih lemah sehingga tidak terorganisir dengan baik