Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PEMAHAMAN WARGA DESA SALBE UNTUK MENJAGA KUALITAS AIR UMBUL SIMARUMBALANG MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN KPPM INTEGRATIF Lidia Sriayu S; Ravic Purba; Wilman Situmorang; Ewin Handoco S
Journal of Research and Publication Innovation Vol 3 No 3 (2025): JULY
Publisher : Journal of Research and Publication Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbul Simarumbalang is one of the water sources that is a mainstay for the residents of Salbe Village. However, despite its great potential, the community's understanding regarding water quality and how to maintain its cleanliness is still limited. The purpose of this activity is to increase the knowledge and awareness of the people of Salbe Village regarding the importance of maintaining the water quality of Umbul Simarumbalang through educational and integrative outreach/socialization activities. The results obtained for three parameters were an average pH of 7.55, for DO with an average value of 9.9, and for an average temperature of 24.6°C. From the results of water quality measurements in Umbul Simarumbalang, it can be concluded that the quality of the water in Umbul Simarumbalang is very good if consumed directly when the weather is not rainy or has not just rained.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PRODUKSI IKAN LELE MENGGUNAKAN MAGGOT DAN MANAJEMEN BUDIDAYA PADA KELOMPOK PERIKANAN DI DESA SUKARAJA Ewin Handoco; Gunaria Siagian; Ria Retno
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 4 (2025): Nusantara Hasana Journal, September 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i4.1702

Abstract

The people living in the Sukaraja Village area are farmers, fish farmers and traders. The partner problem is that the fish farming community in Sukaraja Village still relies on factory-made feed, causing the price of the feed product to be very high, reaching 70% of the total production cost. The community partnership empowerment program supports the community to improve production and business management that has been carried out, so that the group community can increase income and capacity and be sustainable for their business, through education, training and mentoring as well as program evaluation. The community partnership empowerment activity for productive economic partners, namely the fish farming group, namely Setia Farm, is carried out in 5 stages in implementing the offered solutions concerning problems in the fields of production and management. This community partnership empowerment activity uses a method of implementation stages, namely socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The target output of the solutions offered in the community partnership empowerment program is an increase in partner knowledge and skills, an increase in the level of partner empowerment quantitatively, namely an increase in income of 30% and production by 30%, the national journal sinta 5, modules, posters, videos, electronic mass media and copyright. The results obtained after the activity were an average of 100% increase in knowledge and 91% in partner management skills, existing posters, published electronic mass media.
Sosialisasi Pentingnya Fasilitas Sarana Air Bersih Di Desa Mbinanga Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi Handoco, Ewin; Barat, Welmar Olfan Basten; Naibaho, Winfrontstein; Sinaga, Mardame Pangihutan; Samuel, Reaful
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.52

Abstract

Sosialisasi Pentingnya Air Bersih, dimana air bersih merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang menunjang kehidupan suatu komunitas. penyediaan air bersih berkaitan erat dengan status kebersihan dan kesehatan setiap individu dalam masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini ditujukan pada masyarakat Desa Mbinanga untuk memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan air yang bersih dalam kehidupan sehari-hari. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat setempat tentang pentingnya penggunaan air bersih dalam kegaitan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi.Masyarakat Desa Mbinanga sangat membutuhkan sentuhan nyata untuk dapat menerima manfaat secara langsung dari adanya sarana air bersih di lokasi mereka bertempat tinggal. Selama ini masyarakat harus berjalan jauh dari atas bukit ke lembah atau desa tetangga mereka yang berjarak sekitar 1-1,5 Kilometer dari desa mereka. Sehingga hal ini sangat memberatkan dan tidak efektif serta efisien baik dalam waktu, tenaga dan biaya. Sosialisasi Sehingga dengan adanya sosialisasi ini diharapkan ada tindakan secara langsung kepada masyarakat. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya air bersih. Masyarakat mampu menyediakan air bersihnya dengan bergotong royong dan bekerjasama dengan pihak luar sebagai penyokong dana untuk keperluan material pembangunan. Perlunya kerjasama lintas sektoral baik masyarakat, swasta, keagamaan dengan pemerintah agar terjadi sinergi yang positif secara terintegrasi sehingga manfaatnya lebih luas ke seluruh desa. Mengingat air bersih merupakan hak dan kebutuhan seluruh warga desa.
Pendugaan Stok Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Provinsi Sumatera Utara David Diafragma Pasaribu; Ria Retno; Anne Rumondang; Ewin Handoco
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14193

Abstract

Produksi hasil tangkapan Ikan Kembung yang di daratkan di PPN Sibolga Sumatera Utara rata-rata mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis hasil tangkapan Ikan Kembung untuk mengontrol tingkat eksploitasi dan menciptakan kegiatan operasi penangkapan yang efektif agar pemanfaatan sumberdaya Ikan Kembung dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Metode Pengambilan Data menggunakan metode survey untuk mendapatkan gambaran yang dapat mewakili potensi dan tingkat pemanfaatan Ikan Kembung di PPN Sibolgan Sumatera Utara Analisis data yang digunakan meliputi produksi penangkapan Ikan Kembung, tangkap per satuan upaya, potensi lestari dan effort optimum, total allowble cath (TAC), tingkat pemanfaatan dan pengupayaan. Hasil tangkapan tertinggi terjadi pada tahun 2018 (213,94) ton. Hasil tangkapan ikan kembung terendah terjadi pada tahun 2021 (94,64} ton. Nilai CPUE tertinggi terjadi pada tahun 2020 (0,62) ton/trip. Nilai CPUE terendah terjadi pada tahun 2017 (0,43) ton/trip. Potensi lestari (MSY) sumberdaya Ikan kembung di perairan Sibolga dalam kurun waktu 6 tahun terakhir sebesar 337,59 dengan effort optimum sebesar 1410 trip. tingkat pemanfaatan rata-rata Ikan Kembung pada tahun 2017-2022 sebesar 43% berada pada kategori padat menengah (Moderatedly exploited) dan tingkat pengupayaan 20%. tingkat pemanfaatan Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) telah mencapai kategori rentang berkembang.
Pelatihan Penggunaan Mesin Pengering Cengkeh dengan Menggunakan Gas Lpg di Kecamatan Ronggurnihuta Winfrontstein Naibaho; Togar Naibaho; Ewin Handoco Saragih; Welmar Olfan Basten Barat; Ronald Naibaho
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0jsq176

Abstract

Cengkeh merupakan komoditas perkebunan penting di Kecamatan Ronggurnihuta, namun proses pengeringan tradisional yang mengandalkan sinar matahari sering terkendala cuaca, menyebabkan penurunan kualitas dan harga jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cengkeh petani melalui pelatihan dan implementasi penggunaan mesin pengering cengkeh bertenaga gas LPG. Mesin ini menawarkan solusi efisien dan konsisten, tidak terpengaruh kondisi cuaca, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung optimal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi teknologi pengeringan modern, demonstrasi operasional mesin pengering, serta pendampingan langsung kepada kelompok petani terpilih. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengoperasikan alat, serta kesadaran akan pentingnya pengeringan cengkeh yang terkontrol. Diharapkan pelatihan ini dapat memberdayakan petani lokal, mengurangi ketergantungan pada cuaca, dan pada akhirnya meningkatkan nilai ekonomi cengkeh di wilayah Ronggurnihuta. Implementasi teknologi sederhana ini berpotensi menjadi model bagi pengembangan komoditas pertanian lain di daerah pedesaan, mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Plankton Community Structure as a Bioindicator of Lake Toba Water Conditions in Balige District Toba Regency Ewin Handoco; Welmar Olfan Basten Barat
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 3 (2026): July (In Progress)
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i3.1416

Abstract

Plankton sampling was conducted at three observation stations in the study area, with samples collected from surface waters using standard plankton sampling techniques. Phytoplankton and zooplankton were identified microscopically, and community structure was evaluated using abundance, diversity (Shannon-Wiener), evenness, and dominance indices. A total of six phytoplankton classes and four zooplankton classes were identified. The phytoplankton community was represented mainly by members of Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, Coscinodiscophyceae, and Zygnematophyceae, while the zooplankton community was dominated by taxa belonging to Crustacea, Rotatoria, Hexanauplia, and Tubulinea. Phytoplankton species richness was higher than zooplankton richness, indicating a relatively stable aquatic ecosystem with a well-developed primary producer community. Phytoplankton abundance ranged from 709,652 to 2,414,621 cells m⁻³ across stations, whereas zooplankton abundance ranged from 51,119 to 300,700 individuals m⁻³. The Shannon-Wiener diversity index (H′) showed moderate diversity (1 ≤ H′ ≤ 3), suggesting sufficient productivity, fairly balanced ecosystem conditions, and moderate ecological pressure. Evenness values indicated a relatively uniform distribution of plankton among sampling stations, while dominance index values showed that no single taxon dominated the community. The plankton community structure suggests that the study area remains in a relatively stable ecological condition and supports balanced aquatic ecosystem functioning.
Inferentialism-Based Mathematics Learning Model To Improve Students' Mathematical Reasoning Abilities Rick Hunter Simanungkalit; Renita Br Perangin Angin; Dian Mayasari; Junarti Junarti; Hasriani Ishak; Ewin Handoco Saragih
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal pendidikan, sains sosial, dan agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v6i2.2603

Abstract

The purpose of this study is to develop a valid, practical, and effective inferentialism-based learning model so that it is suitable for improving the mathematical reasoning abilities of junior high school students. The inferentialism-based learning model has a syntax consisting of 6 (six) phases, namely: 1) Apperception, 2) Responsive to Reasoning, 3) Space of Reasoning, 4) Scorekeeping, 5) Deduce, and 6) Closing. This development research uses a development model design adapted from Borg & Gall which consists of 3 (three) stages, namely: 1) Preliminary stage, 2) Design stage, and 3) Testing stage. The results of the study show: 1) The inferentialism-based learning model is valid, reviewed from a) content validity meets the needs and current knowledge, b) the developed learning tools are categorized as valid and can be used; 2) The inferentialism-based learning model is practical, reviewed from the implementation of the model in limited trials and extensive trials and 3) The inferentialism-based learning model is effective, reviewed from: a) its influence on students' mathematical reasoning abilities, and b) students' responses to the learning tools and learning processes that have been carried out are categorized as good.
Sosialisasi Pemantauan Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflock di Desa Dolok Jior, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba Welli Johan Simarmata; Kresya Kirana Boangmanalu; Enjel Natalia Zega; Ewin Handoco Saragih
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1637

Abstract

Kegiatan budidaya ikan lele sistem bioflok merupakan salah satu upaya dalam mendukung program ketahanan pangan di Desa Dolok Jior, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba. Namun, keberhasilan sistem ini sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang belum dipantau secara optimal oleh pengelola. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola kolam dalam pemantauan kualitas air melalui kegiatan sosialisasi dan praktik lapanganMetode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi, praktik pengukuran, serta diskusi evaluatif. Parameter yang diamati meliputi pH, suhu, oksigen terlarut (DO), dan kecerahan air pada enam kolam aktif budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai pH berkisar 6,6–7,9, DO 4,0–9,2 mg/L, suhu 20–22°C, serta kecerahan rata-rata 20 cm. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas air masih berada dalam batas toleransi budidaya ikan lele, meskipun suhu air relatif lebih rendah dari kisaran optimal. Secara visual, air kolam berwarna hijau pekat dengan adanya buih di permukaan, yang menunjukkan aktivitas bioflok yang cukup aktif.Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pengelola dalam melakukan pemantauan kualitas air secara sederhana. Melalui praktik langsung, pengelola mampu menggunakan alat ukur dan memahami pentingnya menjaga kestabilan kualitas air dalam sistem bioflok. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya ikan lele serta program ketahanan pangan di tingkat
Pengembangan Formulasi Pakan Udang Berbasis Protein Sel Tunggal: Kajian Literatur Ria Retno; Irwan Effendi; Ewin Handoco
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i2.16547

Abstract

Protein sel tunggal (Single Cell Protein/SCP) merupakan alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung ikan dalam pakan udang vaname. Makalah ini mengkaji pengembangan formulasi pakan berbasis SCP yang berasal dari khamir laut, bakteri, dan mikroorganisme lainnya. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah terkini mengenai nutrisi udang, SCP, kesehatan usus, sistem imun, dan keberlanjutan akuakultur. Hasil kajian menunjukkan bahwa SCP memiliki kandungan protein tinggi, profil asam amino yang baik, serta mengandung senyawa bioaktif seperti β-glukan yang berperan sebagai imunostimulan. Penggunaan SCP mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki kesehatan saluran pencernaan, serta mendukung pertumbuhan udang. Namun, formulasi harus memperhatikan keseimbangan asam amino esensial, palatabilitas, dan tingkat substitusi optimal. SCP berpotensi menjadi komponen utama pakan udang masa depan yang berkelanjutan dan ekonomis.
Karakteristik Morfometrik Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Cumi-Cumi (Loligo chinensis) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Cristhyn Agustina Damanik; Ria Retno Dewi Sartika Manik; Ewin Handoco Saragih
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1685

Abstract

Cumi-cumi (Loligo chinensis) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan. Tingginya intensitas eksploitasi menuntut adanya informasi biologis dasar guna mendukung pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakteristik morfometrik, pola hubungan panjang-berat, dan faktor kondisi dari cumi-cumi (L. chinensis). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode random sampling terhadap 200 ekor cumi-cumi di PPS Belawan selama 4 minggu (Maret - April 2026). Analisis data mencakup pengukuran 10 karakter morfometrik, hubungan panjang berat, serta perhitungan nilai faktor kondisi. Hasil penelitian menunjukkan variasi panjang mantel berkisar 50-114 mm (rata-rata 84,78 mm), yang mengindikasikan dominasi ukuran kecil hingga dewasa muda, serta bagian tentakel yang mendominasi rasio badan terpanjang dengan rentang mencapai 43-177 mm. Pertumbuhan L. chinensis bersifat alometrik negatif dengan persamaan W =  (nilai b < 3), menunjukkan pertambahan panjang lebih dominan daripada pertambahan berat tubuh. Nilai rata-rata faktor kondisi berada pada angka 1,011, yang berarti cumi-cumi dalam kondisi baik.