Sanjaya, Yudhy
Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kepemimpinan Gereja dan Politik : Menggerakkan Suara-suara Kristen untuk Transformasi Politik Kontemporer Sanjaya, Yudhy; Huatama, Victor Angsono; Tafonao, Talizaro
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3 No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v3i2.60

Abstract

Abstract: The integration of Christian values with technological advances in Christian leadership practice is a relevant challenge in today's digital era. This research aims to explore this combination and identify practical strategies and implications in the context of Christian leadership theory and practice. The research method used is literature analysis and qualitative data collection through literature study. The research results show that, although there is conflict between Christian values and technological advances, there are also opportunities to utilize technology as a tool for strengthening community and spiritual growth. The implications of this research are the need for further research on practical strategies for overcoming these conflicts, longitudinal studies to understand the development of Christian leadership practices in adopting new technology, as well as research on how transformative Christian leadership can influence spiritual and community growth in the long term. Thus, this research makes a significant contribution to the development of Christian leadership theory and practice in the digital era. Abstrak: Keterlibatan agama dalam politik telah menjadi topik yang semakin relevan di tengah dinamika politik kontemporer. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk memahami peran keterlibatan Kristen dalam transformasi politik saat ini. Latar belakangnya terkait dengan pergeseran pandangan terhadap agama dalam politik dan kompleksitas isu-isu politik global yang terus berkembang. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana keterlibatan Kristen memengaruhi pembentukan kebijakan publik, serta tanggapan mereka terhadap tantangan-tantangan politik kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pola perilaku politik Kristen, dampaknya dalam dinamika politik sosial, dan implikasinya terhadap stabilitas demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas keterlibatan umat Kristen dalam politik serta menawarkan wawasan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk memperkuat kontribusi positifnya dalam membangun masyarakat yang inklusif dan demokratis.
Kapasitas liminal: Kompetensi kepemimpinan Kristen dalam menavigasi ambiguitas dan transisi eklesiologis Sanjaya, Yudhy
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/7tnccz42

Abstract

Contemporary churches exist in a transitional phase marked by paradigmatic shifts, digital disruption, and institutional trust crises. This condition demands a reconstruction of Christian leadership models capable of functioning in transformative ways amid ambiguity. This article constructs the concept of "liminal capacity" as a leadership competency framework that integrates Victor Turner's insights from ritual anthropology with biblical theology on wilderness experiences and eschatological existence. Through a qualitative approach employing a constructive-integrative literature review, this research identifies four dimensions of liminal capacity: the theological foundation of liminality, kenotic-apophatic spirituality, pastoral phronesis, and communal habitus formation. Findings demonstrate that liminal leadership is not merely an adaptive strategy but an authentic expression of Christian spirituality rooted in biblical traditions of God's people being formed through threshold experiences.   Abstrak Gereja kontemporer berada dalam fase transisional yang ditandai oleh pergeseran paradigmatik, disrupsi digital, dan krisis kepercayaan institusional. Kondisi ini menuntut rekonstruksi model kepemimpinan Kristen yang mampu berfungsi secara transformatif dalam situasi ambiguitas. Artikel ini mengonstruksi konsep "kapasitas liminal" sebagai ke-rangka kompetensi kepemimpinan yang mengintegrasikan wawasan antropologi ritual Victor Turner dengan teologi biblis tentang pengalaman padang gurun dan eksistensi eskatologis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka konstruktif-integratif, penelitian ini mengidentifikasi empat dimensi kapasitas liminal: fondasi teologis liminalitas, spiritualitas kenotik-apofatik, phronesis pastoral, dan formasi habitus komunal. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan liminal bukan sekadar strategi adaptif, melainkan ekspresi autentik dari spiritualitas Kristen yang berakar pada tradisi biblis tentang pembentukan umat Allah melalui pengalaman ambang.
Spiritualitas Anak Usia Dini dalam Perspektif Yesus: Analisis Eksegetis Markus 10:13–16 Sanjaya, Yudhy; Ditakristi, Agiana Her Visnhu; Silaen, Upa
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/prg7sr63

Abstract

Perkembangan pedagogi Pendidikan Agama Kristen (PAK) anak usia dini kerap berfokus pada transmisi kognitif doktrin, sementara dimensi spiritualitas anak sebagai subjek teologis belum digarap secara mendalam melalui kajian eksegetis Injil. Markus 10:13–16 menghadirkan Yesus yang tidak hanya menerima anak-anak, tetapi juga menempatkan mereka sebagai paradigma bagi partisipasi dalam Kerajaan Allah. Artikel ini merumuskan pertanyaan penelitian: bagaimana Injil Markus mengonstruksi spiritualitas anak usia dini, dan bagaimana relevansinya bagi pedagogi PAK kontemporer? Penelitian bertujuan mengembangkan fondasi biblika bagi pendidikan iman anak melalui analisis teks Markus 10:13–16. Kebaruan (novelty) studi ini terletak pada integrasi analisis naratif-eksegetis dengan refleksi pedagogis PAK anak usia dini dalam konteks gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif dan leksikal serta studi pustaka terhadap literatur biblika dan teologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas anak dalam perspektif Yesus berciri reseptivitas terhadap anugerah, relasional-inkarnasional, dan berfungsi paradigmatik bagi kehidupan murid, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip pedagogis inklusif, afektif, dan berorientasi komunitas lintas generasi dalam PAK anak usia dini.
Kepemimpinan Transformasional di Era Postmodern: Strategi Meningkatkan Keterlibatan Spiritualitas Pemuda Gereja Karismatik Yudhy Sanjaya; Victor Angsono Huatama; Ronald Sianipar
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol. 8 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/fsx9bh97

Abstract

This study examines the influence of Transformational Leadership on the spiritual engagement of young people in charismatic churches. The background of this study is based on the need for charismatic churches to increase the engagement of young people which has tended to decline in recent years. Transformational Leadership, which emphasizes inspiration, emotional attachment, and individual development, is believed to be able to create strong bonds that support sustainable spiritual engagement. The formulation of the research problem focuses on how Transformational Leadership can influence the engagement of young people, the strategies adopted by charismatic churches to achieve this engagement, and the challenges that arise in its implementation. This study uses a descriptive qualitative method with a literature study approach that includes journals and academic books in the last five years. A literature review was conducted to understand the relevant trends, strategies, and dynamics related to transformational leadership styles in the church. The results of the study indicate that Transformational Leadership is able to increase the engagement of young people through an inspirational approach and supporting programs such as mentoring and social service activities. The main challenges faced are adaptation to technology and the values of the younger generation. In conclusion, Transformational Leadership plays a significant role in building spiritual attachment in charismatic churches and needs to be adapted innovatively to remain relevant to the younger generation. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh Kepemimpinan transformasional terhadap keterlibatan spiritual generasi muda di gereja-gereja karismatik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan gereja karismatik untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kepemimpinan transformational, yang menekankan inspirasi, keterikatan emosional, dan pengembangan individu, diyakini mampu menciptakan ikatan kuat yang mendukung keterlibatan spiritual berkelanjutan. Rumusan masalah penelitian ini berfokus pada bagaimana Kepemimpinan transformasionaldapat memengaruhi keterlibatan generasi muda, strategi yang diadopsi gereja karismatik untuk mencapai keterlibatan ini, dan tantangan yang muncul dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur yang mencakup jurnal dan buku akademik lima tahun terakhir. Tinjauan literatur dilakukan untuk memahami tren, strategi, dan dinamika yang relevan terkait gaya kepemimpinan transformasional di gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda melalui pendekatan inspiratif dan program-program pendukung seperti mentoring dan kegiatan pelayanan sosial. Tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi terhadap teknologi dan nilai-nilai generasi muda. Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional berperan signifikan dalam membangun keterikatan spiritual di gereja karismatik dan perlu diadaptasi secara inovatif agar tetap relevan bagi generasi muda.