Claim Missing Document
Check
Articles

BEBERAPA FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA SISWA PRIA KELAS I DAN II SMK MUHAMMADIYAH 2 SEMARANG 2OO3 Zuliyyati -; Margo Utomo; Sayono -
JURNAL LITBANG Vol 1, No 1 (2004): Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian
Publisher : JURNAL LITBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.539 KB)

Abstract

Smoking is a habit that is detrimental to human health. In one piece of cigarette there are more than four thousand toxic chemical such as nicotine,CO, Arsenic, and tar. The prevalence of smokers in Indonesia has reached 70% of population, and 20% of them between I 5 ' 18 years of age (school age).This research is intended to find out the factors related with smoking on the students of SMI( Muhammadiyah 2 Semarang. The result of the research shows the 90%t of students are smokers. The factor of age, has significant correlation wilh the smoking habit while thefactors offamily, peer, teacher, and idolfigures do not hatte s igrificant correlation.Key words: smoking, students, age.
PENGARUH AROMA UMPAN DAN WARNA KERTAS PERANGKAP TERHADAP JUMLAH LALAT YANG TERPERANGKAP Sayono ,-; Sifak Mardhotillah; Martini ,-
JURNAL LITBANG Vol 2, No 2 (2005): Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian
Publisher : JURNAL LITBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.431 KB)

Abstract

Flies constitute mechanical vector of several kinds of diseases. They have fast capability to reproduce. The flies is closely related with the human activities so that they can easily transmit the disease. The activities of flies are influenced mainly by important factors i.e., food, breeding places, light, temperature, humidity, color and texture of places surface. The research is intended to analyze the influence of bait smell and color of paper trap to the number of trapped flies. The experimental research with the design of 4 x 4 factorial implements four kinds of bait smell (frambozen, durian, mango, pineapple) and four color of paper trap (white, yellow, green, and blue). The results show that the average number of trapped Jlies in the white paper trap is 6.33 flies, yellow 5.33 flies, green and blue 2,67 flies, while based on the bait smell it is found that the durian traps 6.33 flies, mango 6.00 flies, frambozen and pineapple 4.33 flies. The statistical results show significant difference between the average number of trapped flies based on color (p=0.000). However the interaction between color and smell does not influence the number of trappedflies (p=0.217) Keyword: bait smell, paper trap color, and trap color.
HUBUNGAN KONSUMSI KALSIUM DALAM MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN KEPARAHAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS IV DAN V SDN MLATI KIDUL 1 DAN 2 KUDUS Wulandari Meikawati; Sayono -; Ulfa Nurullita
JURNAL LITBANG Vol 2, No 2 (2005): Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian
Publisher : JURNAL LITBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.45 KB)

Abstract

Oral health hygiene constitutes one of public health problems that require comprehensive management due to its wide dimension. The lack of Calcium will hinder the process of teeth calcification and slow down the dental maturity. Low dental quality will lead the dental carries. Calcium is highest number of mineral in the human body. It will be obtained only from food, and the lack of it in the body will cause dental carries. This research is  an explanatory research with survey method and cross sectional approach. The total number of respondents is one hundred (100) students of grade 4 and 5 in the elementary school. The variables of the research include calcium intake during 3 x 24 hours, the frequency of eating high calcium food, frequency of eating carriogenic food, frequency, of tooth brushing, and the severity of the dental carries. The result of the research shows all ,students .suffer the deficiency of calcium (97% severaly lack of calcium, 1% moderately lack of calciurn, and 2 % lack of the calcium). Most of the students  (40%)  suffer dental carries of tight level. The result of rank Spearman test shows there is not correlation between calcium intake and food and beverage and the severity of dental carries (p=0,185). There is no correlation between frequency of eating high calcium food and the severity of dental carries (p=0,527). There is no correlation between frequency of tooth brushing and the severity of dental carries (p=0,495). Keyword : calcium intake, frequency of tooth brushing, severity of the dental carries
HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI PERAWAT DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA S1 ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Alimuddin -; M. Fatkhul Mubin; Sayono -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.847 KB)

Abstract

Prestasi akademik adalah hasil belajar terakhir yang dicapai oleh siswa dalam jangka waktu tertentu, yang mana di sekolah prestasi akademik siswa biasanya dinyatakan dalam bentuk angka atau simbol tertentu, salah satu faktor penentu prestasi adalah motivasi. Jika motivasitinggi, maka usaha untuk mencapai hasil kerja akan tinggi, sehingga prestasi kerja akan tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi akademik mahasiswa S1 keperawatan universitas muhammadiyah semarang. Penelitian ini adalah merupakan penelitian dengan metode deskriptif analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional, menganalisis hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi akademik mahasiswa Program Stud iS1 Keperawatan Universitas Muhammadiah Semarang Berdasarkan hasil pengujian menggunakan analisis korelasi rank spearman didapatkan ada hubungan yang bermakna antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi akademik mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadyah semarang. Dengan koefisien korelasi (r), sebesar0, 470 pada signifikansi 0.000 dimana angka signifikansi tersebut kurang dari 5% (Sig.p0.003<0.05) ataur hitung > rtabel. Berdasarkan hal diatas diharapkan kepada mahasiswa untuk mempertahankan motivasi menjadi perawat yang sudah tinggi sebagai pendorong untuk meningkatkan prestasi belajar, Bagi institusi pendidikan supaya memotivasi dan memperkenalkan peran perawat dalam bidang kesehatan dan prospek kerja yang cukup menjanjikan untuk kedepan.Kata kunci: motivasi, prestasi, perawat
PERANCANGAN SISTEM PELAPORAN UNTUK PEMANTAUAN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL WABAH BERBASIS JARINGAN DENGAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Ratih Sari Wardani; Sayono -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.365 KB)

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun DKK sudah mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) akan tetapi belum dikembangkan sistem komunikasi data lokal atau Local Area Network (LAN) sehingga data/informasi dari Puskesmas tidak bisa on-line dengan sistem yang ada di DKK Semarang. b). Keterlambatan data yang bersumber dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Rumah Sakit, Poliklinik, Praktek Dokter swasta dan lain-lain disebabkan karena data.informasi belum on-line dengan sistem di DKK. c).Kesulitan dalam proses penggabungan data yang berasal dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah disebabkan perbedaan di dalam format maupun penyimpanan data serta tidak semua pelayanan kesehatan sudah terkomputerisasi sehingga pembuatan laporan menjadi tidak lengkap dan membutuhkan waktu lama. Sehingga diperlukansistem pelaporan berbasis jaringan dengan SMS yang dapat menyajikan informasi dengan cepat, tepat dan akuratagar dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.Tujuan Merancang model sistem pelaporan untuk pemantauan kasus penyakit menular potensial wabah berbasis jaringan dengan SMS.Metode Penelitian Jenis Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan System Development Life Cycle/SDLC yang terdiri studi pendahuluan, analisi masalah, analisis kebutuhan, analisis keputusan dan, desai. Obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi di subdin P2P. Subyek Penelitian staf subdin P2P, Rumah-Sakit dan Puskesmas di lingkungan Dinas KesehatanKota Semarang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data melalui observasi,wawancara/focus Grup Diskusi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content anakisisHasil penelitian adalah spesifikasi sistem yang akan dikembangkan, yang dimodelkan dalam diagram konteks dan data flow diagram sehingga dapat diperoleh basis data, rancangan input, output dan interface.Kesimpulan 1). Kendala sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah tidak tepat waktu, tidak lengkap dan tidak akurat, 2).Kebutuhan informasi untuk sistem pelaporan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi minimal yang ditetapkan, 3).Memperoleh basis data yang terdiri dari 10 tabel yaitu tabel kecamatan, tabel kelurahan, tabel puskesmas, tabel rumah Sakit, tabel penyakit, tabel sensus, tabel kasus, tabel kejadian, tabel pejabat dan tabel SMS dan 4).Memperoleh rancangan sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah terdiri dari rancangan antarmuka, rancanganinput dan rancangan outputKata Kunci : Sistem pelaporan, Penyakit Menular, SMS
SITUASI TERKINI VEKTOR DENGUE [Aedes aegypti Lin] DI JAWA TENGAH, INDONESIA Sayono -; Ulfa Nurullita
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.277 KB)

Abstract

Dengue viruses infection spread widely around the world causing 3,97 milliard people at risk, including Indonesian. Anti-dengue virus medicine and vaccine have not been available so that the prevention efforts were focused on controlling of Aedes population. This research was focused on recent situation of Aedes aegypti mosquitoes: population density, productive habitat and insecticide susceptibility. Dengue vector survey involved 20 houses around the Dengue patient’s house in six districts in Central Java Province, and the domestic water containers as object. The measured variables are type, material, color, place, and water pH of containers, and mosquito larvae existence. Larvae were reared to become mosquito stadia, and subjected to species identification morphologically and WHO-standard susceptibility test with Permethrin-0,75%, Deltamethrin-0,05% and Malathion-5% insecticide compounds. Result shows that the Aedes aegypti population indices (House index, Container index and Breteau index) ranged 27.3-55.2, 19.1-53.8, and 44.8-72.7 percents. Mosquito larvae were found in seven types of container, respectively. Wall color and water pH of containers were significantly correlated to Aedes aegypti larvae existence (p<0.05). Mortality rate of mosquitoes in bioassay test were 17%, 67% and 100% based on permethrin-0.75%, Deltamethrin-0.05% and Malathion-5% compounds.Keywords: Aedes aegypti, Dengue endemic area, Central Java
DAMPAK PENGGUNAAN PERANGKAP DARI KALENG BEKAS TERHADAP PENURUNAN POPULASI NYAMUK Aedes sp Sayono -; R Amalia; IM Jamil
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Aplikasi lethal ovitrap yang dibuat dari kaleng bekas dan ditutup kasa nyamuk pada permukaan air dapat menurunkan indeks ovitrap hingga 20.5%, namun belum diketahui efektivitasnya terhadap penurunan indeks Aedes.  Tujuan: Menilai potensi penggunaan LO berbahan kaleng bekas terhadap penurunan indeks Aedes (House Index, Container Index, dan Breteu Index) di lapangan. Metode: Penelitian eksperimen kuasi ini menerapkan disain pretest-posttest control group tanpa randomisasi. Unit penelitian adalah 40 rumah dan bangunan di dua RT pada satu RW di daerah endemis DBD. Indeks Aedes diukur tiap minggu selama tiga minggu sebelum intervensi dan empat minggu selama intervensi. Rerata indeks dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi dan antara unit perlakuan dan kontrol. Hasil :  HI di unit intervensi turun signifikan sebesar 26.67 % (p=0,036), CI sebesar 28.67% (p=0,007), dan BI sebesar 46.67% (p=0,012). Kesimpulan: Penggunaan LO kaleng bekas berdampak menurunkan indeks-indeks Aedes secara signifikan. Kata kunci : indeks Aedes, lethal ovitrap, kaleng bekas, DBD
DISTRIBUSI RESISTENSI NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP INSEKTISIDA SIPERMETRIN DI SEMARANG - Sayono; Din Syafruddin; Didik Sumanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.427 KB)

Abstract

Pengendalian nyamuk Aedes aegypti merupakan tindakan terpenting dalampenanggulanan penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena obat dan vaksin antivirus masihdalam penelitian. Penggunaan insektisida menjadi pilihan utama masyarakat dalam pengendalianAedes > 40 tahun, dan terbukti menimbulkan resistensi di berbagai negara.Tujuan penelitian adalah mengetahui distribusi resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadapinsektisida sipermetrin, yang telah dipakai di Indonesia lebih dari 10 tahun.Nyamuk Aedes aegypti diperoleh dari survey larva di rumah penderita DBD dan 9 rumah disekitarnya. Uji resistensi dengan kit standar WHO. Data dianalisis secara diskriptif untukmenentukan status resistensi dan indeks densitas populasi Aedes. Wawancara digunakan untukmengetahui riwayat penggunaan insektisida.Diproleh hasil HI berkisar 41,7 – 76,9%, rerata 58,44%. CI berkisar 21,9 – 78,3%, rerata50,54%. BI berkisar 43,75 – 138,46%, rerata 80,56%. Kematian nyamuk berkisar 0,8 – 13,5%, rerata5,88%, dengan status resisten.Densitas populasi Aedes aegypti di Semarang melebihi batas aman penularan DBD yangditetapkan WHO (≤5%). Resistensi nyamuk Aedes aegypti tersebar luas di Semarang.
HUBUNGAN KONSUMSI KALSIUM DALAM MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN KEPARAHAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS IV DAN V SDN MLATI KIDUL 1 DAN 2 KUDUS Wulandari Meikawati; Sayono -; Ulfa Nurullita
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6129.676 KB)

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan  masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif  dikarenakan latar belakangnya yang berdimensi luas. Kekurangan kalsium  akan menghanbat proses kalsifikasi gigi dan memperlambat kematangan  gigi. Kualitas gigi mempengaruhi keluatan gigi sehingga dapat memudahkan terjadinya karies gigi bila kualitas jelek. Kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Unsur kalsium hanya dapat diperoleh dari makanan  dan kekurangan unsur kalsium dalam cadangan  tubuh dapat menimbulkan  karies gigi/kerusakan  gigi.Jenis panelitian adalah explanatory research dengan metode survei dan  pendekatan cross sectional. Jumlah responden seluruhnya adalah  100  siswa yang terdiri dari kelas IV dan V. Variabel yang diteliti meliputi Konsumsi kalsium selama 3 x 24 jam, frekuensi makan makanan kalsium  tinggi, frekuensi makan maknanan kariogenik frekuensi menggosok gigi dan keparahan karies  gigi.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecukupan kalsium sangat kurang  dimana seluruh siswa tergolong  defisil (97 % tingkat  berat, 1% sedang  dan 2% ringan), sebagian  besar  (40%) tingkat  keparahan karies gigi  siswa tergolong rendah, Hasil uji  Rank Spearman menunjukkan tidak  ada hubungan antara konsumsi kalsium dalam makanan dan minuman  dengan tingkat keparahan karies gigi (p=0,185>0,05), tidak ada  hubungon antara frekuensi makan makanan berkalsium tinggi dengan tingkat keparahan karies gigi (p=0,527>0,05), tidak ada hubunganantara frekuensi  makan makanan kariogenik dengan tingkat keparahan karies  gigi (p:0,932>0,05)  dan tidak ada hubungan antara frekuensi menggosok gigi dengan tingkat keparahan karies gigi (p:49  5> 0,05)
PENGARUH KONSENTRASI FLAVONOID DALAM EKSTRAK AKAR TUBA (Derris eliptica) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Sayono -; Nurullita U; Suryani M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.734 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kejadian terus meningkat dari tahun ke tahun dan makin luas wilayah yang terjangkit. Berbagai upaya pemberantasan yang telah dilakukan yaitu dengan pengendalian vektor baik secara kimiamaupun hayati. Salah satunya dengan memanfaatkan ekstrak akar tuba sebagai pengendalian hayati.Tujuan : Mengetahui pengaruh konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain penelitin After Only With Control Design. Subjek adalah semua larva Aedes aegypti instar III. Variabel bebas adalah konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba, variabel terikat adalah kematian larvaAedes aegypti. Analisis data dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney.Hasil : Konsentrasi 2% sudah dapat membunuh larva sebesar 100% setelah pemaparan selama 24 jam. Berdasarkan uji Kruskal Wallis dapat diketahui bahwa p value = 0,006 (p < 0,05) artinya ada perbedaan yang nyata antara kematian larva untuk tiap – tiap konsentrasi ekstrak akar tuba. Hasil Mann Whitney diperoleh kesimpulan bahwa pasangan konsentrasi 0,5% - 2% dan 0,5% - 4% mempunyai nilai p value = 0,007 (p < 0,05) artinya pasangan konsentrasi tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata – rata kematian larva Aedes aegypti.Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Kata Kunci : Flavonoid, ekstrak akar tuba, larva Aedes aegypti