Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Agroindustri Gula Semut Aren Kecamatan Suli Barat Hasbia; Erni Firdamayanti
Wanatani Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor internal dan faktor eksternal untuk mendapatkan strategi pengembangan agroindustri gula semut aren di Dusun Mamara Desa Salubua Kecamatan Suli Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Mamara Desa Salubua Kecamatan Suli Barat Kabupaten Luwu. Adapun jenis penelitian ini dengan metode kuantitatif deskriftif. Analisis dengan menggunakan analisis SWOT. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, wawancara, dan penelitian lapangan. Pengambilan sampel dilakukan secara purpposive sampling atau dengan cara sengaja mentukan responden dan jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 8 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari analisis lingkungan dan identifikasi faktor internal dan eksternal agroindustri, serta kuadran yang menunjukkan posisi 0,5:0,33 yang mendukung strategi agresif IE, menungjukkan bahwa agroindustri memiliki pertumbuhan melaluai intergrasi horizontal atau stabilitas, yang menjelaskan bahwa usaha memeliki tujuan relative lebih definisif, dari keseluruhan dapat digabungkan dalam matriks SWOT, dimana diperoleh alternatif strategi pengembangan pasar, menjaga kualitas produk, memberikan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang agroindustri semut aren
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
PKM Inovasi Sistem Rotasi Tanam Menuju IP400 Sistem Padi-Jagung-Melon-Semangka “PAJAMEKA” Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Firdamayanti, Erni
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2023): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i1.1154

Abstract

Abstract. Community service activities (PKM) with the theme Planting Rotation System Innovation Towards IP400 Rice-Corn-Melon-Watermelon System "PAJAMEKA" in collaboration with the Mujur farmer group, Salujambu Village, Lamasi District, Luwu Regency. The Mujur farmer group has 30 group members with a technically irrigated rice field area of ​​24 ha. PKM activities aim to increase the capacity and welfare of farmers in utilizing rice fields after harvest through a crop rotation system based on corn, melon and watermelon commodities. The activity method is to develop a three-commodity formulation starting with location transects, FGDs, training, counseling, field schools and plot demonstrations. The highest problem for partner farmers is business capital at 30%. The communication, managerial, capital and capability aspects have the lowest value, namely 3.33%, the highest level of participation of partner farmers is in the FGD component at 93.33%. The lowest component was found in demo plot activities at 66.67%. The involvement of partner farmers in FGD activities has a level of correlation with the interest in the problems and solutions that will be offered by the PKM team. The highest farmer capacity indicator is in the active participation aspect at 70%, while the lowest farmer capacity indicator is in the motivation component at 50%. The ability of farmers to express opinions and receive training and counseling materials will have an impact on increasing farmers' capacity and welfare. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Inovasi Sistem Rotasi Tanam Menuju IP400 Sistem Padi-Jagung-Melon-Semangka “PAJAMEKA” bekerja sama dengan kelompok tani Mujur Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Kelompok tani Mujur memiliki anggota kelompok sebanyak 30 orang dengan luas lahan sawah beirigasi teknis sebesar 24 ha. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani dalam memanfaatkan lahan sawah setelah panen melalui sistem rotasi tanam berbasis komoditi jagung, melon dan semangka. Metode kegiatan dengan mengembangkan formulasi tiga komoditi yang diawali dengan transek lokasi, FGD, pelatihan, penguluhan, sekola lapang dan demo plot. Permasalahan petani mitra tertinggi terdapat pada modal usaha sebesar 30%. Aspek komunikasi, manajerial, modal dan kapabilitas memiliki nilai terendah yaitu 3,33%, tingkat partisipasi kehadiran petani mitra tertinggi terdapat pada komponen FGD sebesar 93,33%. Komponen terendah terdapat pada kegiatan demo plot sebesar 66,67%. Keterlibatan petani mitra dalam kegiatan FGD memiliki tingkat korelasi dengan kepentingan akan permasalahan dan solusi yang akan ditawarkan oleh tim PKM. Indikator kapasitas petani tertinggi terdapat pada aspek partisipasi aktif sebesar 70% sedangkan indikator kapasitas petani terendah terdapat pada komponen motivasi sebesar 50%. Kemampuan petani menyampaikan pendapat dan menerima materi pelatihan dan penyuluhan akan berdampak pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani.
Pelatihan Pembuatan Kompos Metode Keranjang Takakura Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas Daming, Ahmad Syukur; Firdamayanti, Erni; Muklim, Marlia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/dvvzfn55

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa SMA mengenai pembuatan kompos menggunakan metode keranjang Takakura. Pelatihan ini dilaksanakan di UPT SMAN 1 Luwu Utara dan melibatkan 40 siswa dari jurusan MIPA. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan yang meliputi tahapan awal, persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Selama pelatihan, siswa diajarkan langkah-langkah praktis dalam mengolah sampah organik menjadi kompos, serta pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan kompos dengan baik. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Pelatihan ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, serta membuka peluang untuk penerapan program serupa di sekolah-sekolah lain guna menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Identifikasi Faktor-Faktor Proses Pengolahan Kapurung yang Memengaruhi Minat Konsumen dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) di Kota Palopo Erni Firdamayanti; Gita Srihidayati; Fibri Indira Lisanty
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.736

Abstract

Salah satu makanan tradisional di Tana luwu (Luwu Raya) yang sudah melegenda adalah Kapurung. Tingginya minat konsumsi kapurung di tana luwu khususnya Kota Palopo menjadi peluang bagi UMKM untuk bisa berkembang. Namun eksistensi produk lokal seperti kapurung ini dikhawatirkan akan meredup jika tidak dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor proses pengolahan makanan tradisioanl kapurung yang memengaruhi minat konsumen dengan menggunakan metode QFD di Kota Palopo. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan mix metode, yaitu (1) metode kuantitaif meliputi Voice of Custumer (VOC) tentang atribut makanan tradisional kapurung, Quality Function Deployment (QFD) dan (2) Metode kualitatif diperoleh dari hasil wawancara pihak UMKM (Warung Makanan Tradisional Kapurung). Sampel pada penelitian ini adalah konsumen produk kapurung yang berada di kota palopo sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan penentuan atribut Voice of Custumer (VOC) terdiri dari 3 golongan antara lain sensory produk, komposisi bahan, kemasan dan penyajian. Hubungan atribut mutu produk kapurung dengan tahapan pengolahan diperoleh teknis penyajian kapurung berhubungan kuat terhadap atribut kualitas produk konsisten. Hubungan antara tahapan pengolahan menunjukkan bahwa pembuatan kaldu kapurung memiliki hubungan sangat kuat dengan pengolahan sagu, pengolahan sayur hingga pencampuran bola-bola sagu dengan kaldu. Prioritas tahapan pengolahan yang utama adalah pengemasan produk dengan nilai prioritas 17,8.
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
Karakteristik Kimia Biochar Limbah Sagu dan Potensinya sebagai Amelioran Tanah Ultisol Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Erni Firdamayanti
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v5i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi biochar limbah sagu sebagai bahan amelioran yang dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah Ultisol secara berkelanjutan. Sampel kulit batang sagu di peroleh dari kebun sagu Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Pengujian bahan biochar kulit batang sagu menggunakan metode spektrum intensitas sinar XRF (Fluoresensi Sinar-X) yang dilaksanakan pada laborarorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang. Data hasil pengukuran berupa spektrum intensitas sinar XRF Metode Fundamental Parameters (FP) : Program FP digunakan untuk menghitung intensitas garis sinar-X yang dipilih setelah pemrosesan data, yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur kimia dalam biochar. Biocharkulit batang sagu lebih potensial untuk ameliorasi tanah asam, sedangkan biochar ampas sagu lebih cocok untuk mendukung perbaikan struktur tanah dan ketersediaan kalium bagi tanaman.
Inovasi Rumah Burung Hantu Plus (Rubuha +) untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Padi Andi Safitri Sacita; Suhaeni Suhaeni; Erni Firdamayanti; Yusri Yusri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.494

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Serangan hama dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi hingga ancaman gagal panen. Inovasi rumah burung hantu plus (Rubuha+) diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini yaitu kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1. Selain kelompok tani, juga terlibat aparat desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bertugas di wilayah Ponrang Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi, sosialisasi, penerapan inovasi Rubuha+, dan evaluasi program. Kegiatan observasi dilakukan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan petani yaitu tingginya serangan hama utamanya tikus sawah, wereng dan penggerek batang. Permasalahan ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi dan BIMTEK pembuatan inovasi Rubuha+ sebagai salah satu solusi untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Rubuha + yang telah dibuat kemudian dipasang pada lahan sawah yang dijadikan demoplot. Tahapan akhir yaitu evaluasi dan keberlanjutan program untuk mengukur efektivitas teknologi yang diterapkan. Selama pelaksanaan kegiatan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Begitu pula Kepala Desa Pattedong Selatan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar ke petani khususnya dalam membantu menekan serangan hama. Diharapkan program ini dapat berperan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pangan: Inovasi Pengabdian Masyarakat di Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Lingkungan Sri Hastuty; Syamsuddin Syamsuddin; Erni Firdamayanti; Marlia Muklim
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.677

Abstract

Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra perkebunan kakao di Sulawesi Selatan yang menghasilkan potensi limbah kulit kakao sangat besar. Sekitar 70–80% bagian buah kakao berupa kulit terbuang dan sering dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, kulit kakao mengandung serat pangan, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang dapat diolah menjadi bahan baku pangan bernilai tambah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada siswa dan guru UPT SMA Negeri 4 Kabupaten Luwu dalam memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan pangan inovatif guna meningkatkan nilai ekonomi dan kesadaran lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026 melalui pendekatan penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pengolahan kulit kakao menjadi produk pangan sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi gizi dan nilai ekonomis kulit kakao, peningkatan keterampilan praktis dalam tahap pengolahan (pembersihan, pengeringan, penghalusan, hingga pembentukan produk), serta tumbuhnya kesadaran lingkungan dan minat kewirausahaan berbasis potensi lokal. Respons positif dari pihak sekolah dan antusiasme siswa menandakan keberhasilan program ini sebagai model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan durasi praktik, penyediaan peralatan yang memadai, serta integrasi ke dalam program ekstrakurikuler atau pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
Physicochemical and Agronomic Effects of Sago Waste-Derived Biochar and Compost on Seedling Survival Across Sago Accessions Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah; Erni Firdamayanti; Sri Hastuty Saruman; Ulfah Zakiyah Hamdani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i2.2805

Abstract

Sago (Metroxylon sagu Rottb.) is an important tropical starch-producing palm with substantial potential to support food security and climate-resilient agriculture in Indonesia. However, sago-processing activities generate large quantities of lignocellulosic residues that are commonly discarded without proper utilization, thereby contributing to environmental pollution and biomass waste accumulation. This study evaluated the physicochemical characteristics of sago waste-derived biochar and compost and assessed their effectiveness as planting media amendments for improving sago seedling establishment during acclimatization. Biochar was produced through slow pyrolysis of sago bark residues at 300–500°C, whereas compost was prepared from sago pulp through controlled microbial fermentation. Chemical composition was analyzed using X-ray fluorescence (XRF), while microstructural characteristics and elemental composition were evaluated using scanning electron microscopy coupled with energy-dispersive X-ray spectroscopy (SEM–EDX). XRF analysis revealed that sago pulp compost contained high silica concentrations (40.50%), whereas sago pith was enriched with potassium (25.63%) and calcium (27.07%). SEM observations revealed highly porous biochar structures with dominant carbon content ranging from 89.35% to 94.42%, indicating favorable properties for water retention and nutrient adsorption. Agronomic evaluation showed that the application of 300 g biochar + 300 g pith + 300 g compost significantly increased seedling survival to 96.43% at 12 weeks after application compared with the untreated control (P ≤ 0.05). To the best of our knowledge, this is the first study to integrate the physicochemical characterization of sago-processing residues (biochar and compost) with an accession-based agronomic evaluation of seedling survival, thereby linking waste valorization to nursery performance in M. sagu. The findings demonstrate that sago-processing residues can be converted into effective organic amendments and provide a mechanistic, evidence-based basis for circular biomass utilization in tropical nursery systems.