Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sistem Upah Penjemur Kopra Dalam Tinjauan Hukum Islam (Studi Kasus Dusun Passairang Desa Parappe) Erna, Erna; Irwan T, Muh; Kaco, Suardi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4223

Abstract

AbstrakSkripsi ini membahas tentang “Sistem Upah Penjemur Kopra Dalam Tijauan Hukum Ekonomi Islam (Studi Kasus Dusun Passairang Desa Parappe Kecamatan Campalagian)” adapun penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana sistem upah penjemur kopra di Dusun Passairang Desa Parappe Kecamatan Campalagian, 2) Untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum ekonomi Islam terhadap sistem upah penjemur kopra di Dusun Passairang Desa Parappe. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif untuk mengetahui sistem upah penjemur kopra di Dusun Passairang Desa Parappe dan untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi islam terhadap sistem upah penjemur kopra di Dusun Passairang Desa Parappe. Hasil penelitian menujukan bahwa dalam sistem pembayaran upah penjemur kopra yang dilakukan di Dusun Passairang Desa Parappe Kecamatan Campalagian terdapat tiga macam yaitu: sistem upah bulanan, sistem upah harian dan sistem upah berupa tempurung kelapa. Dan untuk sistem pengupahan sudah dikatan sah dan sesuai dengan hukum ekonomi Islam, karena pekerja dan pemilik usaha sama-sama sepakat, tidak terzalimin antara kedua belah pihak dan sama-sama ridho. Dan juga dalam kegitan usaha kopra tidak ada yang merasa dirugikan di dalamya.Kata kunci:. Upah (Ujrah), Kopra, Hukum Ekonomi Islam
TUNJAUAN YURIDIS PUTUSAN NIET ONTVANKELIJKE VERKLAAD DALAM PERKARA EKONOMI SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA POLEWALI MANDAR (STUDI KASUS PERKARA NO 316/PDT.G/2018/PA.PWL) Nurhasni, Nurhasni; Kaco, Suardi; Nuzur, Muh.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.894

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk: 1). Mengetahui hukum yang menjadi dasar penyebab keluarnya putusan Niet Ontvankelijke Verklaad pada perkara ekonomi syariah No 316/Perdt.G/2018/PgA.Pwl, dan 2). Mengetahui akibat hukum dari putusan Niet Ontvankelijke Verklaad tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari tujuan skripsi secara tertulis isinya berupa kutipan tentang bukti presentasi yang akan disediakan. Simpulannya dari Hasil Penelitian bahwa hukum yang dijadikan dasar penetapan oleh Majelis Hakim pada putusan Niet Ontvankelijke Verklaad dalam perkara Nomor 316/Prdt.G/2018/PA.Pwl adalah berdasar pada Putusan MA No. 556 K/Sip/1973 tgl 10 november 1971 dan Pasal 8 Nomor 3 Rv(Reglement of de Rechtsvordering. Akibat hukumnya putusan Niet Ontvankelijke Verklaad tersebut yaitu tidak dapat lagi dilanjutkan persidangan dan Majelis Hakim memberhentikan pemeriksaan terhadap materi yang ada dalam gugatannya, dan posisi atau kedudukan pihak yang berhukum dianggap masih sama sewaktu belum terjadinya gugatan tersebut. Implikasi dari Penelitian ini adalah: 1). MA atau Mahkamah Agung dapat lebih menguatkan lagi hukumhukum dalam menetapkan putusan N.O sebagaimana putusan tersebut dapat dijadikan sumber hukum yurisprudensi MA, 2). LBH atau Lembaga bantuan hukum yang diwakili oleh advokat dalam melakukan pemberian bantuan hukum diharapkan agar lebih teliti dalam melakukan tindakan agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sebagai penggugat yang diwakilinya. 3). Peneliti yang akan datang bisa mengadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai Putusan Niet Ontvankelijke Verklaad/ N.O guna dapat menambah wawasan mengenai hukum terutama dalam hukum acara perdata. 4). Seluruh jajaran akademik hukum, supaya memberi pengetahuan tentang bagaimana beracara dalam hukum perdata sebagaimana peraturan hukum acara.
Persepsi masyarakat terhadap zakat pertanian ( studi kasus kasus pada petani di Desa campurjo) Mustikawati, Farhana; Irwan, Muhammad; Kaco, Suardi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.4007

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Persepsi masyarakat terhadap zakat pertanian (studi kasus pada petani petani padi di desa campurjo) maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini. Pertama bagaimana persepsi masyarakat zakat pertanian di desa campurjo dan bagaiamana penerapan zakat pertanian di desa campurjo. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan field research yaitu penelitian yang sumber data serta pokok pengamatannya digali melalui sumber data yang berada dilapangan. Selain itu, alat yang dipakai dalam pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara dengan pedoman interview sehingga penulis lebih mudah dalam mengumpulkan serta menyusun skripsi ini.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap zakat pertanian yaitu hanya sebatas sedekah. Yang dimana masyarakat menganggap bahwa apapun yang di keluarkan setelah panen maka itu sudah termasuk zakat dari hasil panen masyrakat. Selain masyarkat menganggap bahwa sedekah adalah zakat pertanian masyarakat juga menganggap zakat fitrah yang di keluarkan pada saat bulan suci ramadhan sudah termasuk zakat pertanian.penerapan zakat pertanian di desa campurjo belum dilaksanakan karena kurangnya pengetahuan masyrakat terhadap zakat pertanian. Masih banyak masyarakat yang tidak paham dengan zakat pertanian.
Praktik Pemberian Upah Kerja dalam Industri Tali Rafia: Tinjauan Hukum Islam terhadap Ketidakpastian Pembayaran Ujrah Alfiani, Nurul; Kaco, Suardi; Malik, Abdul
Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, August 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/milkiyah.v3i2.1030

Abstract

The uncertainty of the wage payment (ujrah) of nylon plastic rope between entrepreneurs and labour prompted this research. The purpose of this study is to determine the practice of giving wages given by , nylon plastic rope entrepreneurs to workers and understand the review of Islamic law regarding the practice of giving work wages between nylon plastic rope entrepreneurs and workers. This research is descriptive qualitative. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the practice of giving work wages is permissible (mubah). The practice of ujrah applied by the Rajawali Rafia Rope entrepreneurs to workers who roll nylon plastic rope is that initially there is an agreement that if the worker has reached the predetermined roll target of approximately 1000 rolls, then the work wage will be given. But in practice, the wage paid depends on how fast the nylon plastic rope is sold. If the sales of nylon plastic rope in the Tali Rafia Rajawali business are sold quickly, the work wages will be given quickly. Although there is no clarity on the time of payment of wages, they still work as labourers.
Encountering Islam and Local Culture in Massorong Tradition in the Mandar Bay Sumarni; Suardi Kaco; Sumarni, Sumarni; kaco, Suardi
JURNAL JAWI Vol 7 No 1 (2024): Islam and Maritime Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202372189300

Abstract

This research delves into the encounter between Islam and local culture within the community of Teluk Mandar. Utilizing phenomenological, historical, and cultural anthropology approaches, the findings unveil that initially, the encounter was peaceful, yet encountered resistance from certain residents post their Islamic studies at the local boarding school, citing the tradition as contradictory to Islamic teachings. Nevertheless, the tradition perseveres as a means to uphold environmental equilibrium and foster a tranquil and prosperous life. Traditional figures retain their pivotal roles, with Islamic elements seamlessly integrated into the ritual. In summary, the encounter between Islam and local culture within the Massorong tradition reflects mutual influence, accommodation, and potential conflict, necessitating profound comprehension and dialogue to sustain community harmony.