Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

WORKSHOP PENGOLAHAN LIMBAH TULANG IKAN LAOSAN MENJADI CAMILAN STIK DI KOTA PASURUAN Senja Ikerismawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25974

Abstract

Abstrak: Kelurahan Panggungrejo di Kota Pasuruan dikenal dengan produk kerupuk ikan yang berbasis ikan laosan, namun limbah tulang ikan sering kali dibuang begitu saja, menyebabkan pencemaran lingkungan. Workshop ini bertujuan untuk mengajarkan ibu-ibu PKK di Panggungrejo mengolah limbah tulang ikan laosan menjadi stik camilan yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan berupa workshop yang diikuti oleh 28 ibu-ibu PKK ini terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi kebutuhan, uji coba resep, penyusunan materi, dan koordinasi logistik. Pelaksanaan mencakup sosialisasi konsep zero waste, demonstrasi pembuatan stik tulang ikan, dan praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan dengan mengamati hasil produk akhir stik tulang ikan laosan yang dibuat oleh mitra, dengan indikator utama berupa tekstur dan rasa stik. Selain itu, dilakukan evaluasi perubahan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan sebesar 45% dalam mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai tambah. Workshop ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dari kategori cukup menjadi baik dan memberikan solusi terhadap masalah limbah tulang ikan di Panggungrejo.Abstract: Panggungrejo in Pasuruan City is known for its fish cracker products based on laosan fish, but fish bone waste is often discarded, leading to environmental pollution. This workshop aims to teach the PKK mothers in Panggungrejo how to process laosan fish bone waste into economically valuable snack sticks. The workshop, attended by 28 PKK mothers, is organized into three phases: preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase includes identifying needs, testing recipes, preparing materials, and coordinating logistics. The implementation phase involves introducing the zero waste concept, demonstrating fish bone stick production, and hands-on practice by the participants. Evaluation is conducted by observing the final product of fish bone sticks made by the participants, focusing on the texture and taste of the sticks. Additionally, evaluation of the participants' knowledge and skills is carried out through pretests and posttests. The evaluation results show a 55% increase in knowledge and a 45% increase in skills in processing fish waste into value-added products. This workshop successfully improved the knowledge and skills of the PKK mothers from the adequate to the good category and provided a solution to the fish bone waste problem in Panggungrejo.
ANALISIS MUTU KIMIA PRODUK KUPANG KRISPI DI UD. BUNDA FOODS Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/txqt7358

Abstract

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.
Diversifikasi produk olahan ikan lele (Clarias sp.) berbasis zero waste di UMKM Suole (Sukorejo olahan lele) Andriani, Nani; Sholiha, Illiyatus; Ikerismawati, Senja
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/c0qvc251

Abstract

African catfish (Clarias sp.) is an aquaculture commodity with considerable potential to support food security and community economic development. However, its utilization is still predominantly limited to fresh fish products with relatively low added value. This study aimed to describe the diversification of processed African catfish products based on the zero waste concept at UMKM SUOLE (Sukorejo Olahan Lele) and to identify the potential for increasing added value through the utilization of all parts of the fish. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach, using observation, interviews, and direct involvement in the production process. The results showed that UMKM SUOLE has developed various processed African catfish products, including shredded catfish, catfish bone sticks, catfish skin crackers, catfish nuggets, and catfish dim sum. This product diversification enables the optimal utilization of catfish meat, bones, and skin, thereby supporting the implementation of the zero waste concept. Processing African catfish into value-added products not only extends shelf life and increases product market value but also has the potential to enhance UMKM income and reduce fisheries processing waste. Therefore, zero waste-based diversification of processed African catfish products can serve as a sustainable and competitive development strategy for fisheries-based UMKMs.