Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Hubungan Intensitas Shalat Tahajud Dengan Tingkat Kecemasan Pada Tenaga Kesehatan Selama Pandemi COVID-19 Alfiana, Yusin Aulia; Yazid, Noor; Faizin, Chamim
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18535

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 sedang mewabah di seluruh dunia. Kecemasan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari di saat pandemi COVID-19. Kondisi lingkungan kerja para tenaga kesehatan yang penuh tekanan menyebabkan tingkat kecemasan yang dialami mengalami peningkatan. Adaptasi terhadap ancaman dan tekanan sangat diperlukan. Shalat tahajud dinilai sebagai salah satu terapi spiritual penting untuk menghadirkan ketenangan dan ketenteraman jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara intensitas shalat tahajud dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Demak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran intensitas shalat tahajud menggunakan kuesioner dan tingkat kecemasan menggunakan skala Zung Self-rating Anxiety Scale. Analisis bivariat menggunakan korelasi rank spearman. Hasil analisis berdasarkan intensitas shalat tahajud dan tingkat kecemasan diketahui nilai p = 0,000 (p0,05) dan r = -0.512. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas shalat tahajud dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan yang berkerja di Puskesmas selama pandemi COVID-19. Dapat disimpulkan apabila intensitas shalat tahajud tinggi, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh tenaga kesehatan.
Analisis Faktor Risiko terhadap Gejala Silikosis pada Pekerja Pengasap Ikan di Desa Karimunjawa Noor, Ratna Amalia; Setiawan, M. Riza; Faizin, Chamim
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.26837

Abstract

Abstrak: Menurut skema Surveillance of Work-related and Occupational Respiratory Disease (SWORD), insiden silikosis memiliki rata-rata tahunan sekitar 30 kasus, dan memiliki angka kematian di Indonesia mencapai 69,2 kasus. Silikosis disebabkan oleh debu silika yang umum terjadi pada pekerjaan yang berhubungan dengan debu seperti pertambangan, konstruksi, dan lainnya. Pekerja pengasapan ikan berisiko terkena silikosis karena paparan debu silika dari abu sabut kelapa yang terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi paparan, masa kerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap adanya gejala silikosis pada pekerja pengasapan ikan di Desa Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional menggunakan kuesioner Gejala Silikosis dari penelitian Jayanti tahun 2017, dengan jumlah sampel 23 responden. Data dikumpulkan pada bulan Februari 2023, dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki gejala silikosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama paparan memiliki korelasi yang signifikan dengan gejala silikosis (p = 0,017), masa kerja tidak memiliki korelasi dengan gejala silikosis (p = 0,176), dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan dengan gejala silikosis (p = 0,366). Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa makin lama terpapar debu, makin besar risiko timbulnya gejala silikosis.