Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DALAM KITAB TAFSIR AYAT-AYAT AHKAM ASH-SABUNI DI DESA LABUAJA KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE Muhsinah, Muhsinah; Nazaruddin, Nazaruddin; Ni'mah, Siar; Hawirah, Hawirah; Mubhar, Imam Zarkasyi
INKAMKU : Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2023): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v1i2.1704

Abstract

Kegiatan pengembangan keagamaan masyarakat untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat melalui kajian kitab Tafsir Ayat Ahkam as-Shabuni. Ayat Al-Qur'an mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT, juga mengatur hubungan manusia antar manusia lainnya. Ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an dan tafsirnya secara umum dan secara keseluruhan kurang mendapat perhatian yang cukup di Desa Labuaja. Pelaksanaan program kerja ini diawali dengan melakukan observasi lapangan serta usulan perangkat desa sehingga dari hasil observasi tersebut terancanglah sebuah program kerja yang bertemakan pengembangan pemahaman masyarakat dalam kitab tafsir ayat-ayat ahkam ash-sabuni di desa labuaja kecamatan kahu kabupaten Bone. Metode yang di terapakan berupa metode ceramah. Hasil program kerja tersebut menunjukkan pentingnya program pengabdian masyarakat dengan melihat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
THE URBAN MUSLIM THOUGHT IN THE AGE OF INFORMATION: MUHAMMADIYAH DIGITAL QUR’ANIC INTERPRETATION Ni'mah, Siar; Hamzah, Amir; Hawirah, Hawirah; Umar, Umar; Amin, Saifuddin
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 27 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v27i2.5296

Abstract

Advancements in information technology are profoundly impacting various aspects of human life, particularly within urban Muslim communities. Responding to the technological shifts, communities like Muhammadiyah engage in digital interpretation. Therefore, this study aimed to analyze Muhammadiyah interpretation, specifically focusing on Tafsir at-Tanwir through the Tarjih Channel Majelis Tarjih and Tajdid PP. Muhammadiyah. Two main aspects were also addressed, namely the methodology and the characteristics of digital interpretation by Muhammadiyah as presented in Tarjih YouTube Channel. A descriptive analytical Qualitative approach was adopted, and the collected data were then analyzed through data condensation, reduction, presentation, and conclusion. The results showed (1) the emergence of a new form of interaction with the Qur’an in the digital era, (2) the utilization of tahlily and maudhu’i methods in presenting Tafsir at-Tanwir, and (3) the active role of Tafsir at-Tanwir in shaping contemporary interpretations, specifically in the dissemination of interpretations digitally. In addition, the results showed that Muslims now have greater proximity and accessibility to Qur’anic interpretation compared to previous eras. This indicated that urban Muslims, specifically Muhammadiyah, contributed significantly to da'wah through digital media interpretation of Qur'anic verses on the Tarjih Channel.
PRINSIP KESEIMBANGAN ANTARA AL-‘USR (KESULITAN) DAN AL-YUSR (KEMUDAHAN) DALAM AL-QUR’AN; PEDOMAN BAGI MUSLIM DALAM MENYIKAPI KEHIDUPAN MODEREN Mubhar, Muhammad Zulkarnain; Hawirah, Hawirah; Mubhar , Imam Zarkasyi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4255

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan Muslim modern yang semakin kompleks akibat tekanan teknologi, dinamika sosial, dan perubahan budaya yang cepat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya fondasi nilai yang mampu menjaga keseimbangan mental, spiritual, dan sosial. Al-Qur’an menawarkan prinsip fundamental mengenai keseimbangan antara kesulitan (al-‘usr) dan kemudahan (al-yusr), sebagaimana ditegaskan dalam QS al-Insyirāḥ [94]: 5–6 serta ayat-ayat lain yang menekankan bahwa syariat diturunkan untuk menghadirkan kemudahan, bukan memberatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep keseimbangan tersebut melalui pendekatan tafsir klasik, modern, dan kontemporer, sekaligus menjelaskan relevansinya bagi Muslim modern dalam merespons dinamika kehidupan masa kini. Rumusan masalah meliputi: (1) bagaimana konsep al-‘usr–al-yusr dipahami dalam khazanah tafsir; (2) bagaimana prinsip tersebut membentuk sikap mental, spiritual, dan sosial Muslim modern; dan (3) bagaimana penerapannya dapat menjadi pedoman praktis dalam menghadapi perubahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga operasional. Ia membimbing Muslim untuk bersikap adaptif, resilien, dan berorientasi pada kemaslahatan di tengah tantangan modernitas, serta mampu mengubah kesulitan menjadi peluang pertumbuhan spiritual maupun sosial.