Adnyana Putra
Undiksha

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA VOLI ., Ni Kadek Ida Wahyuni; ., I Wayan Artanayasa, S.Pd, M.Pd.; ., dr. Adnyana Putra, S.Ked.
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v4i1.6929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing (passing atas dan passing bawah) bola voli melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Sawan Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan bentuk guru sebagai peneliti, yang tindakannya dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Sawan yang berjumlah 26 orang terdiri dari 14 orang putra dan 12 orang putri. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data aktivitas belajar pada siklus I secara klasikal 7,36 (aktif) dan hasil belajar pada siklus I mencapai 77,7 (baik). Pada siklus II, aktivitas belajar secara klasikal 8,413 (aktif) dan hasil belajar mencapai 83,6 (baik). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada guru penjasorkes untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran.Kata Kunci : Kooperatif, STAD, Aktivitas, Hasil Belajar, Bola Voli. This study aims to improve learning activity and the learning results of basic techniques passing (passing over and passing below) volleyball through the implementation of cooperative learning model STAD on the students of class X.7 SMA Negeri 1 Sawan Academic Year 2015/2016. This study is the classroom action research with a form teacher as researcher, whose actions are conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Subjects in this study is students of class X.7 SMA Negeri 1 Sawan amounted 26 people consists of 14 boys and 12 girls. Data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the data analysis of learning activities in the cycle I in the classical 7,36 (active) and learning results in the cycle I reached 77.7 (good). In the cycle II, the classical learning activities 8.413 (active) and learning results reached 83.6 (good). Based on the analysis of data and discussion it can be concluded that the activities and results to learn the basic techniques of passing volleyball improved through the implementation of cooperative learning model STAD on the students of class X.7 SMA Negeri 1 Sawan academic year 2015/2016. It is the recommended to physical education teachers to implement cooperative learning model STAD in the learning process.keyword : Cooperative, STAD, Activity, Learning Results, Volleyball.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN REMAJA TEMAN SEBAYA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN putra, adnyana; Kurnia Widiastuti Giri, Made; Dewi Sri Wahyuni, Ni Putu; Pasek Suadnyani, Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.281 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v5i1.9106

Abstract

Fase remaja merupakan fase yang sangat rentan dan perlu dijaga dengan baik. Pada fase ini salah satu hal yang penting adalah menjaga kesehatan reproduksi. Tingkat pernikahan usia muda di desa Sinabun cukup tinggi. Fakta lainnya adalah ditemukannya kasus Hal ini bertautan dengan berbagai macam faktor seperti pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang kurang, tingkat pendidikan yang rendah, sosial ekonomi yang rendah, dan kurangnya fasilitas yang menunjang aktivitas remaja secara positif di luar sekolah. Masalah yang diintervensi pada program ini adalah kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang dipakai adalah pelatihan serta pendampingan remaja teman sebaya yang peduli kesehatan reproduksi. Beberapa media yang diberikan antara lain booklet dan CD berisi materi kesehatan reproduksi. Karya utama program ini adalah pelatihan dan pendampingan. Kekurangan yang dihadapi dalam program ini adalah beberapa peserta kurang aktif terutama dari remaja berusia lebih muda. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan terbukti meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi serta kemampuannya dalam konseling mengenai kesehatan reproduksi bagi teman sebayanya. Kegiatan ini memberikan dampak yaitu meningkatnya wawasan dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reprdduksi sehingga mereka dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan lebih baik. Kesehatan reproduksi yang dijaga dengan baik ini secaa tidak langsung meningkatkan taraf ekonomi dan sosialnya karena dengan kesehatan reproduksi yang baik memungkinkan individu dapat lebih merencanakan masa depannya menjadi lebih baik.
PELATIHAN MENU SEHAT SEIMBANG UNTUK DIABETES DI DESA BINAAN KERAMBITAN Giri, Made Kurnia Widiastuti; Nugraha, Arya; Putra, Adnyana; Dharmapala, Ekanova; Setiawan, Komang Hendra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.803 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.38966

Abstract

Upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui tindakan promotif dan preventif membutuhkan adanya perubahan perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat desa yang bersifat mendasar dan fundamental. Program pengabdian kepada masyarakat ini berangkat dari potensi dan kebutuhan dari masyarakat Desa Kerambitan. Desa Kerambitan dipilih sebagai tempat pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dikarenakan adanya beberapa data yaitu adanya 1) tingginya kebutuhan edukasi dan pendampingan holistik bagi lansia dengan penyakit diabetes ; 2) rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menyusun menu pencegahan penyakit degenerative seperti diabetes. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dari kedua permasalahan di kelompok sasaran. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kognitif dan keterampilan melalui hasil pretest dan post test serta hasil penilaian ceklis keterampilan menyusun menu seimbang untuk pasien diabetes yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan pendampingan di dua generasi ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari kedua kelompok sasaran dan menjadi cikal bakal pengembangan desa sehat di desa Kerambitan.. Kata kunci: promotif, sehat,diabetes
PELATIHAN PEMBIMBING PROGRAM KERJA LAPANGAN BAGI STAF PUSKESMAS BULELENG II SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN FIELD LAB Putra, Adnyana; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Pasek, Made Suadnyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.53605

Abstract

Puskesmas Buleleng II telah menjadi salah satu wahana program kerja lapangan untuk field lab kedokteran pariwisata Prodi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui program pengabdian ini para staf puskesmas dapat dibekali wawasan sebagai pembimbing. Dengan demikan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap para tenaga kesehatan. Sasaran program ini adalah staf Puskesmas Buleleng II sebanyak 10 orang. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang antara lain: dokter, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan gizi. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk pretest dan posttest berbentuk tes tulis esai. Pada hasil pretest didapatkan bahwa umumnya peserta lebih terfokus pada aspek disiplin dan tanggung jawab. Pada posttest didapatkan hasil dimana fokus bertambah pada umpan balik yang konstruktif, memasukkan isu-isu terkini di bidang kesehatan, bagaimana bersosialisasi, dan koordinasi antar profesi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada tenaga kesehatan dalam hal membimbing mahasiswa dalam field lab, yaitu perubahan wawasan dari  fokus pada aspek konten dan output mahasiswa menjadi fokus pada aspek kualitas pembimbingan. Disarankan agar pelaksanaan pengabdian yang serupa perlu diberikan pada tenaga kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan yang sama dan juga berperan sebagai pembimbing pada field lab