Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN WAWASAN DAN MINAT ANAK-ANAK REMAJA PESISIR DALAM ASPEK BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng terhadap bidang kelautan dan perikanan sangatlah rendah  (Jelantik, 2001). Karena itu, haruslah ada upaya untuk menghentikannya. Terkait dengan upaya  ini, ada dua pertanyaan yang menarik untuk dikemukakan yaitu;  1) apakah pendidikan dan pelatihan dibidang budidaya perikanan laut dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng pada bidang budidaya perikanan laut ?;  2)  bagaimanakah wujud model yang dapat diterapkan untuk memberdayakan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukanlah penelitian pra eksperimental dengan menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai subjek penelitian yang diberikan perlakuan berupa pendidikan dan pelatihan tentang aspek budidaya perikanan laut. Semua data yang diperoleh  dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan mencari rata-rata peningkatan nilai tes antara sebelum dan setelah perlakuan diklat. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa;  1) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir dibidang budidaya perikanan laut;  2)  model pemberdayaan yang dapat diterapkan untuk anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng adalah model pemberdayaan yang menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai sasaran, Pemda Kabupaten Buleleng sebagai penyandang  dana,  pihak universitas (Undiksha) sebagai penyedia fasilitator dan penyedia tenaga ahli, dan masyarakat pesisir sebagai pendukung kegiatan.
Studi Tentang Peranan Pelatihan dan Pembuatan Demplot dalam Menentukan Keberhasilan Budidaya Abalon (Haliothis squamata) di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Abalon (Haliothis squamata) merupakan salah satu komoditas perikanan yang perlu dikembangkan lebih lanjut mengingat permintaan pasar semakin meningkat dan harganya cukup tinggi. Untuk mengembangkan komoditas perikanan ini, perlu adanya tenaga-tenaga terampil yang dapat menjamin keberhasilan proses budidayanya. Terkait dengan itu, maka cukup menarik untuk dikaji apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) benar-benar dapat menghasilkan tenaga-tenaga terampil sehingga dapat menentukan keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu ? Untuk menjawab pertanyaan itu, dilakukanlah penelitian eksperimental lapangan dengan pola quasi eksperimen. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot budidaya abalone benar-benar efektif menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang budidaya abalone (Haliothis squamata). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah terbentuknya tenaga-tenaga terampil dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) sehingga dapat menjamin keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu sendiri. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek adalah para teknisi budidaya perikanan dari CV. Dewata Laut yang ada di Desa Penyabangan, dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang teknisi. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah ; 1) memberikan pelatihan budidaya abalone kepada 13 orang teknisi sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 120 menit untuk setiap pertemuan ; 2) menyediakan demplot budidaya abalone dan memberikan kesempatan kepada para teknisi yang sudah dilatih untuk melakukan praktik membudidayakan abalone selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan melakukan test, sedangkan bentuk data yang dikumpulkan berupa ; a) data peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya abalone ; b) data pertumbuhan dan hasil panen abalone selama 3 bulan pemeliharaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ; 1) adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para teknisi dalam hal teknik budidaya abalon, rata-rata sebanyak 72,5 % ; 2) tingkat keberhasilan budidaya abalone oleh para teknisi cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 gram dan sintasan mencapai 30 % selama 3 bulan pemeliharaan.
Studi Tentang Keanekaragaman dan Kemelimpahan Endopsammon pada Berbagai Ragam Corak Habitat dalam Kawasan Taman Nasional Bali Barat Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti halnya endopsammon di kawasan lainnya, maka endopsammon yang hidup dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat diduga sangat dipengaruhi oleh corak habitat yang beragam di dalam lingkungan laut kawasan Taman Nasional Bali Barat. Terkait dengan itu, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah keragaman corak habitat di dalam Taman Nasional Bali Barat mempengaruhi keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon yang hidup disana. Dalam penelitian ini sampel endopsammon diambil pada 25 stasiun yang mana masing-masing stasiun mewakili satu corak habitat. Untuk mendapatkan data jenis endopsammon yang ada di dalam substrat pasir dan lumpur, dilakukan langkah-langkah ; a) pengambilan sampel substrat dengan menggunakan core ; b) ekstraksi endopsammon dengan menggunakan teknik pembasuhan ; c) pengawetan dengan formalin 4 % dan pewarnaan spesimen dengan rose bengal, dan : d) pengamatan mikroskopik dan identifikasi jenis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan uji statistik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ; a) keanekaragaman endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 22 (nilai H’ = 3,6844, jumlah spesies = 54) ; b) keanekaragaman endopsammon terendah ditemukan di stasiun 8 (nilai H’ = 2,4772, jumlah spesies = 16) ; c) kemelimpahan endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 2 (jumlah individu = 220) ; d) kemelimpahan endopsammon terendah ditemukan di stasiun 20 ( jumlah individu = 29) ; e) corak habitat memiliki pengaruh signifikan terhadap keanekaragaman endopsammon (p = 0,000, F = 77,17) ; f) corak habitat memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kemelimpahan endopsammon (p = 0,000, F = 237,14).Kata Kunci = Endopsammon, Keanekaragaman, Kemelimpahan, Corak Habitat.
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT SECARA TERPADU DAN PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerbagai aktivitas di wilayah pesisir dan laut Buleleng dapat menimbulkan disharmonisasi sebagai akibat adanya silang kepentingan dan fanatisme sektoral. Untuk mengatasinya, telah dilakukan penelitian tentang model pengelolaan sektor pesisir dan laut yang menjamin adanya sinergi diantara berbagai sektor yang terkait dengan pesisir dan laut di Buleleng. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir dan laut wilayah Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah ; 1) Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumberdaya laut yang beragam yang terdiri atas ikan konsumsi, ikan hias, kepiting, udang, siput, kerang, rumput laut, lumba-lumba, terumbu karang dan mangrove ; 2) unggulan Buleleng di sektor perikanan dan kelautan adalah ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan kembung, ikan kerapu, ikan bandeng, ikan kakap, ikan hias, terumbu karang, mangrove, dan lumba-lumba ; 3) model pengelolaan pesisir dan laut yang bersifat terpadu diwujudkan dalam bentuk rencana strategis , yang kemudian dijabarkan dalam bentuk rencana zonasi, rencana pengelolaan dan rencana aksi.
Studi Tentang Jenis-Jenis Ikan Pelagis Yang Hidup di Perairan Neritik dalam Wilayah Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua ikan pelagis merupakan ikan bernilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia, dan merupakan komoditas handalan para nelayan di seluruh dunia, termasuk di Buleleng. Ragam ikan pelagis di perairan neritik wilayah Kecamatan Buleleng sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sehingga perlu diteliti agar komposisi jenis dan kemelimpahannya dapat diketahui secara pasti. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, penangkapan, wawancara dan pencatatan langsung di lima lokasi dalam wilayah perairan neritik Kecamatan Buleleng yaitu perairan pantai Banyuning, Kampung Baru, Kayu Buntil, Pemaron dan Anturan. Hasil dari penelitian ini adalah ; 1) terdapat 39 jenis ikan pelagis, yang mana sepuluh diantaranya yang cukup menonjol adalah tongkol (Euthynus sp), kembung (Rastrelinger sp), layang (Decapterus russelli), selar (Selaroides leptolepis), lemuru (Sardinella longisep), tembang (Sardinella fimbriata), cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna sirip kuning ( Thunus albacores), tuna albakor (Thunus alalunga), dan tuna bata besar (Thunus obesus) ; 2) dari 39 jenis ikan pelagis yang ada, terdapat dua jenis yang berstatus langka yaitu ikan matahari (Mola mola) dan ikan napoleon (Cheilinus 1ndulates)Kata-kata kunci : Keanekaragaman, Ikan Pelagis, Buleleng.ABSTRACTAll of pelagic fishes are an important economic fishes in human lifes, and as a main commodities for fisherman in the world, including fisherman in Buleleng. The diversity of pelagic fishes in neritic waters in Buleleng district until this time are not know certainly, thus very important to research in order to their composition and abundance can identify certainly. This research used direct observation, capturing, interview and recording methods in five places involve in neritic waters of Buleleng district ie Banyuning beach, Kampung Baru beach, Kayubuntil beach, Pemaron beach, and Anturan beach. The results of this research are ; 1) there are 39 species pelagic fishes, which ten species of that which dominated are little tuna (Euthynus sp), Indian mackerel (Rastreligger sp), Indian scad (Decapterus russelli), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), Indian oil sardine (Sardinella longisep), fringescale sardine (Sardinella fimbriata), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), yellowfin tuna ( Thunnus albacores), albacore tuna (Thunnus alalunga), dan big eyes tuna (Thunnus obesus) ; 2) two species of 39 pelagic fishes species which are in rare condition are sunfish (Mola mola) and giant maori wrasse (Cheilinus undulates).Key words : diversity, pelagic fishes, Buleleng
STUDI TENTANG PERANAN PELATIHAN DAN PEMBUATAN DEMPLOT DALAM MENENTUKAN KEBERHASILAN BUDIDAYA ABALON (HALIOTHIS SQUAMATA) DI DESA PENYABANGAN, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abalon (Haliothis squamata) merupakan salah satu komoditas perikanan yang perlu dikembangkan lebih lanjut mengingat permintaan pasar semakin meningkat dan harganya cukup tinggi. Untuk mengembangkan komoditas perikanan ini, perlu adanya tenaga-tenaga terampil yang dapat menjamin keberhasilan proses budidayanya. Terkait dengan itu, maka cukup menarik untuk dikaji apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) benar-benar dapat menghasilkan tenaga-tenaga terampil sehingga dapat menentukan keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, dilakukanlah penelitian eksperimental lapangan dengan pola quasi eksperimen. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot budidaya abalone benar­benar efektif menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang budidaya abalone (Haliothis squamata). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah terbentuknya tenaga-tenaga terampil dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) sehingga dapat menjamin keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu sendiri. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek adalah para teknisi budidaya perikanan dari CV. Dewata Laut yang ada di Desa Penyabangan, dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang teknisi.Prosedur penelitian yang dilakukan adalah ; 1) memberikan pelatihan budidaya abalone kepada 13 orang teknisi sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 120 menit untuk setiap pertemuan ; 2) menyediakan demplot budidaya abalone dan memberikan kesempatan kepada para teknisi yang sudah dilatih untuk melakukan praktik membudidayakan abalone selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan melakukan test, sedangkan bentuk data yang dikumpulkan berupa ; a) data peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya abalone ; b) data pertumbuhan dan hasil panen abalone selama 3 bulan pemeliharaan.Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ; 1) adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para teknisi dalam hal teknik budidaya abalon, rata-rata sebanyak 72,5 % ; 2) tingkat keberhasilan budidaya abalone oleh para teknisi cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 gram dan sintasan mencapai 30 % selama 3 bulan pemeliharaan.Kata-kata kunci: Pelatihan, Demplot, Budidaya, AbalonAbstract: Abalon (Haliothis squamata) is one fisheries commodity which very important to develop because market demand and prize for this commodity is very high. To develop this fisheries commodity, is needed high skill man power which can assure succesfullness of their culture. Related to it, thus very interesting to study about efectivity of workshop and demplot building to produced high skill man power, and then can determine succesfullness of their culture. To know this efectivity, have been done field experimental research with quasi experimental pattern. The purpose of this research is to know efectivity of workshop and demplot building in produce a high skill man power. While, the significancies of this research is resulted a high skill man power which can assure succesfullness of abalone culture process. In this research, which take role as subject is fisheries culture technicians of CV. Dewata Laut at Penyabangan Village, with sample number is 13 person.The procedure of this research is that ; 1) giving workshop about abalone culture technique to 13 fisheries culture technicians ; 2) preparing the abalone culture demplot as direct practice facilities for 13 technicians along three months. The data collecting have been done by observation, interview and testing method, while the data kinds which collected are ; a) improvement of technicians skill in abalone culture technique ; b) growth rate and harvest number of abalone along three months culture process. The data analyzed by quantitative and qualitative descriptive approach. The results of this research are ; 1) there are improvement of technicians knowledge and skill in abalone culture technique with valueaverage 72,5 % ; 2) succesfullness level of abalone culture by technicians is moderate high with average growth rate since 2.5 gram and survival rate around 30 % along three months culture.Keywords: Workshop, Demplot, Culture, Abalone
Studi Tentang Peranan Pelatihan dan Pembuatan Demplot dalam Menentukan Keberhasilan Budidaya Abalon (Haliothis squamata) di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Abalon (Haliothis squamata) merupakan salah satu komoditas perikanan yang perlu dikembangkan lebih lanjut mengingat permintaan pasar semakin meningkat dan harganya cukup tinggi. Untuk mengembangkan komoditas perikanan ini, perlu adanya tenaga-tenaga terampil yang dapat menjamin keberhasilan proses budidayanya. Terkait dengan itu, maka cukup menarik untuk dikaji apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) benar-benar dapat menghasilkan tenaga-tenaga terampil sehingga dapat menentukan keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu ? Untuk menjawab pertanyaan itu, dilakukanlah penelitian eksperimental lapangan dengan pola quasi eksperimen. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot budidaya abalone benar-benar efektif menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang budidaya abalone (Haliothis squamata). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah terbentuknya tenaga-tenaga terampil dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) sehingga dapat menjamin keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu sendiri. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek adalah para teknisi budidaya perikanan dari CV. Dewata Laut yang ada di Desa Penyabangan, dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang teknisi. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah ; 1) memberikan pelatihan budidaya abalone kepada 13 orang teknisi sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 120 menit untuk setiap pertemuan ; 2) menyediakan demplot budidaya abalone dan memberikan kesempatan kepada para teknisi yang sudah dilatih untuk melakukan praktik membudidayakan abalone selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan melakukan test, sedangkan bentuk data yang dikumpulkan berupa ; a) data peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya abalone ; b) data pertumbuhan dan hasil panen abalone selama 3 bulan pemeliharaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ; 1) adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para teknisi dalam hal teknik budidaya abalon, rata-rata sebanyak 72,5 % ; 2) tingkat keberhasilan budidaya abalone oleh para teknisi cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 gram dan sintasan mencapai 30 % selama 3 bulan pemeliharaan.
PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN WAWASAN DAN MINAT ANAK-ANAK REMAJA PESISIR DALAM ASPEK BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng terhadap bidang kelautan dan perikanan sangatlah rendah  (Jelantik, 2001). Karena itu, haruslah ada upaya untuk menghentikannya. Terkait dengan upaya  ini, ada dua pertanyaan yang menarik untuk dikemukakan yaitu;  1) apakah pendidikan dan pelatihan dibidang budidaya perikanan laut dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng pada bidang budidaya perikanan laut ?;  2)  bagaimanakah wujud model yang dapat diterapkan untuk memberdayakan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukanlah penelitian pra eksperimental dengan menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai subjek penelitian yang diberikan perlakuan berupa pendidikan dan pelatihan tentang aspek budidaya perikanan laut. Semua data yang diperoleh  dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan mencari rata-rata peningkatan nilai tes antara sebelum dan setelah perlakuan diklat. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa;  1) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir dibidang budidaya perikanan laut;  2)  model pemberdayaan yang dapat diterapkan untuk anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng adalah model pemberdayaan yang menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai sasaran, Pemda Kabupaten Buleleng sebagai penyandang  dana,  pihak universitas (Undiksha) sebagai penyedia fasilitator dan penyedia tenaga ahli, dan masyarakat pesisir sebagai pendukung kegiatan.
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT SECARA TERPADU DAN PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerbagai aktivitas di wilayah pesisir dan laut Buleleng dapat menimbulkan disharmonisasi sebagai akibat adanya silang kepentingan dan fanatisme sektoral. Untuk mengatasinya, telah dilakukan penelitian tentang model pengelolaan sektor pesisir dan laut yang menjamin adanya sinergi diantara berbagai sektor yang terkait dengan pesisir dan laut di Buleleng. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir dan laut wilayah Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah ; 1) Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumberdaya laut yang beragam yang terdiri atas ikan konsumsi, ikan hias, kepiting, udang, siput, kerang, rumput laut, lumba-lumba, terumbu karang dan mangrove ; 2) unggulan Buleleng di sektor perikanan dan kelautan adalah ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan kembung, ikan kerapu, ikan bandeng, ikan kakap, ikan hias, terumbu karang, mangrove, dan lumba-lumba ; 3) model pengelolaan pesisir dan laut yang bersifat terpadu diwujudkan dalam bentuk rencana strategis , yang kemudian dijabarkan dalam bentuk rencana zonasi, rencana pengelolaan dan rencana aksi.
Studi Tentang Jenis-Jenis Ikan Pelagis Yang Hidup di Perairan Neritik dalam Wilayah Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua ikan pelagis merupakan ikan bernilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia, dan merupakan komoditas handalan para nelayan di seluruh dunia, termasuk di Buleleng. Ragam ikan pelagis di perairan neritik wilayah Kecamatan Buleleng sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sehingga perlu diteliti agar komposisi jenis dan kemelimpahannya dapat diketahui secara pasti. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, penangkapan, wawancara dan pencatatan langsung di lima lokasi dalam wilayah perairan neritik Kecamatan Buleleng yaitu perairan pantai Banyuning, Kampung Baru, Kayu Buntil, Pemaron dan Anturan. Hasil dari penelitian ini adalah ; 1) terdapat 39 jenis ikan pelagis, yang mana sepuluh diantaranya yang cukup menonjol adalah tongkol (Euthynus sp), kembung (Rastrelinger sp), layang (Decapterus russelli), selar (Selaroides leptolepis), lemuru (Sardinella longisep), tembang (Sardinella fimbriata), cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna sirip kuning ( Thunus albacores), tuna albakor (Thunus alalunga), dan tuna bata besar (Thunus obesus) ; 2) dari 39 jenis ikan pelagis yang ada, terdapat dua jenis yang berstatus langka yaitu ikan matahari (Mola mola) dan ikan napoleon (Cheilinus 1ndulates)Kata-kata kunci : Keanekaragaman, Ikan Pelagis, Buleleng.ABSTRACTAll of pelagic fishes are an important economic fishes in human lifes, and as a main commodities for fisherman in the world, including fisherman in Buleleng. The diversity of pelagic fishes in neritic waters in Buleleng district until this time are not know certainly, thus very important to research in order to their composition and abundance can identify certainly. This research used direct observation, capturing, interview and recording methods in five places involve in neritic waters of Buleleng district ie Banyuning beach, Kampung Baru beach, Kayubuntil beach, Pemaron beach, and Anturan beach. The results of this research are ; 1) there are 39 species pelagic fishes, which ten species of that which dominated are little tuna (Euthynus sp), Indian mackerel (Rastreligger sp), Indian scad (Decapterus russelli), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), Indian oil sardine (Sardinella longisep), fringescale sardine (Sardinella fimbriata), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), yellowfin tuna ( Thunnus albacores), albacore tuna (Thunnus alalunga), dan big eyes tuna (Thunnus obesus) ; 2) two species of 39 pelagic fishes species which are in rare condition are sunfish (Mola mola) and giant maori wrasse (Cheilinus undulates).Key words : diversity, pelagic fishes, Buleleng
Co-Authors ., A.A.Istri Paramita ., Devita Kurnia Sari ., Gede Sedana Putra ., Gusti Ngurah Yoga Pradipta ., I Gusti Lanang Agus Awitama ., I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala ., Kadek Pande Evi Enitasari ., Komang Dewi Lyastiti ., Made Ari Sanjaya ., Ni Kadek Mita Purnama Yanti ., Ni Putu Lilik Widiari ., Ni Putu Sintya Dhamayanti ., Ni Putu Yunik Pradnya Swari ., Ni Wayan Agus Sinarsih ., Ni Wayan Surya Ningsih ., Putri Erma Rosita ., Serlis Nofiana Sari A.A.Istri Paramita . Adi Prana, I Gusti Lanang Agung Dedi Soedharma Devita Kurnia Sari . Dewita Sari, Ida Ayu Sawitri Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.I Ketut Artawan,M.Si . EKA DORA RIANI . Gede Ari Yudasmara Gede Iwan Setiabudi Gede Sedana Putra . Gusti Ngurah Yoga Pradipta . Hantari, Ida Ayu Putu Surya I Dewa Gede Tresna Yudiana I Dewa Gede Tresna Yudiana I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI LANANG AGUNG ADI PRANA . I Gusti Lanang Agung Adi Prana ., I Gusti Lanang Agung Adi Prana I Gusti Lanang Agus Awitama . I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I NYOMAN SUTAMA . I Nyoman Wijana I WAYAN ADNYANA . I Wayan Angga Bradnyana . I Wayan Jaya Antara . I Wayan Julianto . I Wayan Julianto ., I Wayan Julianto I Wayan Redhana I Wayan Sadia I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala . Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Putu Arnyana Jasmine Masyitha Amelia Kadek Lila Antara Kadek Meitasari . Kadek Meitasari ., Kadek Meitasari Kadek Pande Evi Enitasari . Komang Dewi Lyastiti . KOMANG SUSILAWATI . Komang Wina Ratnasari . Komang Wina Ratnasari ., Komang Wina Ratnasari Luh Deva Oktari Luh Mayda Ruspita Sari Made Ari Sanjaya . Mennofatria Boer Ni Kadek Mita Purnama Yanti . NI KETUT HENDRAWATI SANTOSA . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Yuni Merawati . Ni Luh Yuni Merawati ., Ni Luh Yuni Merawati Ni Made Adi Kencana Wati Tira . Ni Nyoman Dian Martini NI NYOMAN KARTINI . NI NYOMAN SUARDANI . Ni Putu Indah Swardiani Ni Putu Lilik Widiari . Ni Putu Sintya Dhamayanti . Ni Putu Yunik Pradnya Swari . Ni Wayan Agus Sinarsih . Ni Wayan Mery Wintari . Ni Wayan Surya Ningsih . Nur Abyan, Muhammad Faraz Pranata, Andi Welly Wiliandhana PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . Putri Erma Rosita . Putu Ayu Wulandari . Putu Ayu Wulandari ., Putu Ayu Wulandari Putu Bintang Orissa . Putu Budi Adnyana Riani, Eka Dora Safitri, Mely Sanusi Mulyadiharja Serlis Nofiana Sari . Swardiani, Ni Putu Indah Yusli Wardiatno