M.Pd. Dra. Made Sulastri .
Unknown Affiliation

Published : 139 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANTALKING STICK BERBANTUAN KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA ., A.A. Gede Agung Wisnu; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6995

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA SDN 2 Banjar Bali dengan penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media kartu soal dan (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA SDN 2 Banjar Bali dengan penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media kartu soal. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian, yaitu siswa kelas IV SDN 2 Banjar Bali tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 21 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan instrumen lembar observasi untuk data keaktifan belajar dan metode tes dengan instrument tes hasil belajar untuk data hasil belajar. Analisis data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus I, tingkat persentase rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 73,1% dengan kategori “cukup aktif” dan tingkat persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 71,67% dengan kategori “sedang”, serta ketuntasan klasikal hasil belajar siswa mencapai 61,9%, Berdasarkan hasil ini, menunjukkan bahwa indikator keberhasilan yang ditetapkan belum terpenuhi. Pada siklus II, persentase rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 83,57% dengan kategori “aktif” dan persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 85% dengan kategori “tinggi”, serta ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus II ini mencapai 85,71%. Hal ini berarti, indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah terpenuhi pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan kartu soaldapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Banjar Bali.Kata Kunci : model pembelajaran talking stick, media kartu soal, keaktifan, hasil belajar. This research aimed: (1) to determine the increase learning activeness of fourth grade students in science subjects at SDN 2 Banjar Bali with the implementing of Talking Stick Learning Model aided question card media and (2) to determine the increase learning outcomes of fourth grade students in science subjects at SDN 2 Banjar Bali with the implementing of Talking Stick Learning Model aided question card media. This research is classroom action research (CAR) with research subjects, namely the fourth grade students of SDN 2 Banjar Bali academic year 2015/2016, which has 21 students. This research was conducted in two cycles, consisting of 4 meetings. Data collecting in this research was conducted using the observation method with the observation sheet instruments for learning activeness data and testing methods with test instrument of learning outcomes for learning outcomes data. Analysis of the data used, namely quantitative descriptive analysis. Based on research results, in the first cycle, the average percentage of students learning activeness was 73.1% with the category of "active enough" and the average percentage of student learning outcomes was 71.67% with the category of "moderate", and classical completeness achieving student learning outcomes was 61.9%, Based on these results, showing that indicators of success set have not been met. In the second cycle, the level of the average percentage of students' learning activeness is 83.57% with the category of "active" and the level of the average percentage of student learning outcomes is 85% to the category of "high", and classical completeness student learning outcomes in this second cycle reached 85.71%. Its means that the indicators of success set are met in the second cycle. Based on the results, it can be concluded that implementing of talking stick learning model aided question card can improve activeness and learning outcomes of fourth grade student SDN 2 Banjar Bali. keyword : talking stick learning model, question card media, activeness, outcomes learning.
Pengaruh Model Problem Bassed Learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Di Gugus Belantih, Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 ., I Wayan Eta Sukariyasa; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test onlycontrol group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus Belantih Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan jumlah siswanya 120 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda berjumlah 20 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 2,54 ; ttabel = 2,021). Siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learningberbantuan media gambar memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 13,65 berada pada kategoritinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 10,55 berada pada kategorisedang. Jadi model Problem Bassed Learning berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Problem Bassed Learning, Media Gambar, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between science students who followed the Problem Bassed Learning model aided picture media and the students who followed the conventional model learning. This research is a quasi experimental research with post test design only control group design. The populations on this research are all class of Elementary School Gugus V Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli which students amount 120 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 20 items. The data were analyses using a descriptive statistic and test. The result of this research shows that there is the difference result between science the studenst follow Problem Bassed Learning model aidpicture media and the students follow the conventional model learning(tarithmetic = 2,54 ; ttable = 2,021). Average score of the students who followProblem Bassed Learning model aidpicture media is 13,65 it is considered to be high category. Whereas the students who follow the conventional learning model is 10,55 it is considered to be intermediate category. In this research Problem Bassed Learning model aidpicture media is preponderate for the result of the science.keyword : Problem Bassed Learning, Picture Media, Learning Results.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING, GAYA KOGNITIF, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD ., I Dewa Ayu Agung Paramitha; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, dan motivasi berprestasi terhadap pemahaman konsep IPA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 3 Kelurahan Bitera Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu post-test only non equivalent control group design. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA, MFFT dan kuesioner motivasi berprestasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis kovarian dua jalur satu kovariabel. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. < α, Sig. = 0,000 dan α = 0,05); 2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif dan siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. < α, Sig. = 0,012 dan α = 0,05); 3) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran ditinjau dari gaya kognitif terhadap pemahaman konsep IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. > α, Sig. = 0,057 dan α = 0,05); dan 4) terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan pemahaman konsep IPA (Sig. < α, Sig. = 0,000 dan α = 0,01). Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, pemahaman konsep IPA, motivasi berprestasi This research was aimed to describe the effect of guided inquiry learning model, cognitive styles, and achievement motivation toward science concept understanding. The population in this research was the entire of fifth grade student in elementary school belonging to the cluster 3 of Bitera District in Gianyar Regency in the academic years 2015/2016. Samples were selected by random sampling technique. The research design using a post-test only non equivalent control group design. Data were collected with science concepts understanding test, MFFT and achievement motivation questionnaire. The obtained data were processed by two-way analysis of covariance with one covariate. The result of the research showed that: 1) there are significant differences of science concept understanding between the students that learned with guided inquiry learning model and students that learned with conventional learning after controlling the achievement motivation (Sig. < Α, Sig. = 0.000 and α = 0.05); 2) there are significant differences of science concept understanding between students who have impulsive cognitive styles and students who have reflective cognitive styles after controlling the achievement motivation (Sig. < Α, Sig. = 0.012 and α = 0.05); 3) there are no significant interaction between learning model in terms of cognitive style on science concept understanding after controlling the achievement motivation (Sig. > Α, Sig. = 0.057 and α = 0.05); and 4) there are significant correlation between achievement motivation and science concept understanding (Sig.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Candra Waisnawati; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berbicara antara siswa yang melalui pendekatan saintifik berbasis video pembelajaran dengan siswa dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN di gugus I, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2014/2015, yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah populasi 191 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dan berjumlah 46 orang siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data keterampilan berbicara siswa, yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berbicara. Tes keterampilan berbicara berbentuk uraian sebanyak 3 butir tes. Data dianalisis secara deskriptif secara manual dan di uji kebenarannya menggunakan SPSS-PC 16 for Windows. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis video pembelajaran dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran bahasa Indonesia (F = 0,905; p
PENERAPAN KONSELING RATIONAL EMOTIF DENGAN TEKNIK REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X3 SMA BHAKTIYASA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Komang Adi Suryawan; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.4155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa setelah diterapkan konseling rational emotif dengan teknik reinforcement siswa kelas X3 SMA Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek di dalam penelitian ini sebanyak 4 orang siswa yang memiliki minat belajar rendah. Data penelitian dikumpulkan dengan quisioner dan kemudian dianalisis dengan analisis statistik. Hasil penelitian siklus I menunjukan bahwa terjadi peningkatan minat belajar pada siswa dari 43.25% menjadi 61.12%. Pada siklus II terjadi peningkatan dari 61.12% menjadi 71.50% yang sudah berada di atas KKM yaitu 70.00%. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa kelas X3 di SMA Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkannya konseling rational emotif dengan teknik reinforcement.Kata Kunci : Konseling Ratinal Emotif, Minat Belajar This study aimed to know the improvement of student interest in learning after given counseling rational emotive by using reinforcement technique for students in X3 class at Baktiyasa Senior High School, academic years 2013/2014. This research was done in two cycles. Subject of the study were four students which have low motivation in learning. The data collection was done by giving questionnaire and then analyzed by statistic. In the first cycles showed the development of students interest in learning from 43.25% to 61.12%. In the second cycles showed the development of students’ interest in learning from 61.12% to 71.50% which is already more than standard score 70.00%. So from this research can conclude that after given counseling rational emotive by using reinforcement technique for students in X3 class at Baktiyasa Senior High School, academic years 2013/2014 the students interest in learning can be developed.keyword : counseling rational emotive, and the students interest in learning.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK PERKUATAN POSITIF UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP LAB UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Rina Noviandari; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.2353

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling behavioral dengan teknik perkuatan positif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa kelas VIII SMP Lab Undiksha Singaraja. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Lab Undiksha Singaraja. Untuk mengumpulkan data digunakan metode kuesioner. Metode analisis dengan univariat dan statistik parametrik yang menggunakan SPSS 16.0. Berdasarkan nilai thitung pada output SPSS 16.0 menunjukkan angka -61.237 dengan df = 3, maka untuk ttabel = 3,182 di dapat dari df dengan taraf signifikan 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan disiplin belajar pada kelompok kontrol. Efektivitas konseling behavioral dengan teknik perkuatan positif terlihat dari jumlah selisih pre-test dan post-tes kelompok eksperimen dengan persentase pencapaian disiplin belajar siswa yaitu 58% yang tergolong disiplin belajar sedang. Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan disiplin belajar. Bagi guru pembimbing (konselor) pada sekolah diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan atau pedoman maupun alternatif dalam memberikan layanan konseling bagi peserta didik sebagai salah satu usaha Dari hasil ini disarankan kepada guru BK agar menjadikan konseling behavioral dengan teknik perkuatan positif sebagai alternatif peningkatan disiplin belajar siswa yang rendah sehingga dapat menghasilkan perubahan yang lebih efektif. Kata Kunci : Konseling Behavioral, Perkuatan Positif, Disiplin Belajar This experimental study is aimed to know the effectiveness of behavioral counseling service with positive reinforcement to improve students’ discipline learning in class VIII SMP Lab UndikshaSingaraja. The subjects of study was students in class VIII SMP Lab UndikshaSingaraja. Questionnaires method was used to collect the data. Univariat analysis method and parametric statistic with SPSS 16. Based on Tscore in SPSS 16.0 output as 61.237 with df=3, So, we can conclude that the improvement of disciplinelearning in control group. The effectiveness of behavioral counseling with positive reinforcement technique shows from the improvement score form Pre-test to Post-test of experimental group with the gain percentage of students’ discipline learning as 58%, it’s categorized as mid-discipline learning. Hopefully this study can help the students in order to improve their discipline learning. For the counselor, the result of this study can be the references or alternative in giving counseling service to students. For the BK teacher/consoling servicer, they can use behavioral technique with positive reinforcement as alternative way to improve the students’ lower discipline learning and to be effective improvement. keyword : Behavioral Counseling, Positive reinforcing, Learning disciplines
PENERAPAN TEORI KONSELING KARIR TRAIT AND FACTOR UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSANSTUDI LANJUT PADA SISWA KELAS XII MIPA 5 DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Komang Ari Swastini; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.4413

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Layanan Bimbingan Konseling untuk meningkatkan kemandirian mengambil keputusan siswa yang rendah dengan penerapan teori konseling karir trait and factor. Subyek penelitian sebanyak 4 orang siswa kelas XII MIPA 5 di SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 yang memiliki kemandirian rendahdalam mengambil keputusanstudilanjut. Hasil tersebut diperoleh dari data primer yaitu kuesioner dari pra siklus sampai siklus II. Metode observasi dan wawancara digunakan sebagai metode komplementer untuk mendukung data primer. Data primer dalam bentuk kuesioner yang diperoleh dari responden dikumpulkan dan diolah dengan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian dari pra siklus diperoleh rata-rata pencapaian kemandirian dalam mengambil keputusan terhadap 4 orang siswa sebesar 54,41 % dengan kategori rendah. Pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata sebesar 18,93% dengan hasil 2 orang siswa dikategorikan sangat tinggi dan 2 orang siswa dikategorikan sedang sehingga perlu melanjutkan treatmen pada siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 15,40% dengan kategori sangat tinggi . Artinya siswa sudah bisa mengeksplorasi diridandapat mengambil keputusan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Data tersebut diperkuat dari catatan harian (log sheet) yang dibuat oleh siswa setiap siklusnya. Hasil penelitian ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan sesuai dengan potensi yang dia miliki.Kata Kunci : Teori konseling karir trait and factor, karir, kemandirian, keputusan This study is an action research Counseling Services took the decision to increase the independence of the low student to the application of trait and factor career counseling theory. The research subjects were students of class XII 4 Mathematics 5 SMA N 4 Singaraja school year 2013/2014 which have low autonomy in decision making further studies . The results obtained from the primary data from the questionnaire pre-cycle to the second cycle . Observation and interview methods are used as complementary methods to support the primary data . Primary data in the form of questionnaires obtained from the respondents were collected and processed with descriptive analysis techniques . The results obtained by the study of pre-cycle average achievement of independence in taking decisions against 4 students at 54.41 % with a low category . In the first cycle occurred an average increase of 18.93 % with the results of 2 students categorized as very high and 2 students are categorized so it is necessary to continue treatments on the second cycle . In the second cycle increased by an average increase of 15.40 % with a very high category . This means that students are able to explore themselves and can make decisions according to its potential . The data is amplified from a diary ( log sheet ) made by students each cycle . The results of this study students are expected to take a decision in accordance with the potential that he has.keyword : counseling career, trait and factor, independence , decision
PENERAPAN KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK LATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Made Andri Suantara; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v3i1.5692

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan disiplin belajar siswa setelah diberikan konseling Behavioral dengan teknik latihan asertif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan konseling (Action Reseach In Counseling) yang terdiri atas dua siklus, dan masing-masing siklus dirancang dalam 3 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu dari siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Seririt yang berjumlah 8 orang dari 32 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini yaitu metode kuesioner dan metode pendukung berupa metode observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu dengan cara membandingkan persentase skor yang dicapai sebelum dan sesudah diberikan tindakan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan disiplin belajar pada siswa. Peningkatan yang terjadi yaitu dilihat dari skor awal rata-rata 55,5%, setelah diberikan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan skor rata-rata 66,7% dan pada siklus II meningkat menjadi 82%. Dari 8 orang siswa yang mendapatkan tindakan pada siklus I, ada 5 orang siswa yang persentase skornya masih dibawah 70%. Setelah melakukan siklus II, kedelapan siswa sudah mampu meningkatkan disiplin belajarnya, yaitu dengan persentase skor ≥70%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan konseling Behavioral dengan teknik latihan asertif dapat meningkatkan disiplin belajar siswa.Kata Kunci : konseling Behavioral, latihan asertif, disiplin belajar The purpose of this study was to determine the increase in student learning discipline after being given counseling Behavioral techniques assertiveness training. This type of research is an action research counseling (Action Reseach In Counseling) consisting of two cycles, and each cycle is designed in three meetings. Subjects in this study is of class VIII A SMP Negeri 1 Seririt which amounts to 8 people out of 32 students. Data collection methods used in this peneitian the method of questionnaires and methods of support in the form of observation. Data were analyzed descriptively ie by comparing the percentage score achieved before and after the action. The results in this study showed an increase in the discipline of learning in students. A spike that can be seen from the initial score average of 55.5%, after a given action on the first cycle increased an average score of 66.7% and in the second cycle increased to 82%. Of the 8 students who get to the action on the first cycle, there are 5 people the percentage of students who score is still below 70%. After performing the second cycle, the eight students have been able to improve the discipline of learning, ie with a percentage score of ≥70%. This proves that the application of behavioral counseling with assertiveness training technique can enhance students' learning discipline.keyword : Behavioral counseling, assertiveness training, learning disciplie
PENERAPAN TEORI KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN ETIKA KOMUNIKASI SISWA KELAS X2 SMA NEGERI 1 SAWAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Ni Putu Elza Citra Wulandari; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v3i1.5636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan etika komunikasi siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Sawan melalui konseling behavioral dengan teknik modelling. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan bimbingan konseling dengan konseling behavioral dengan teknik modelling. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, objek dalam penelitian ini adalah etika komunikasi. Sunjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Sawan Tahun Pelajaran 2014/2015 berjumlah 23 orang yang mengalami masalah etika komunikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner etika komunikasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang etika komunikasi siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Sawan. Teori konseling yang digunakan adalah teori konseling behavioral dengan teknik modelling. Hasil penelitian menunjukkan penerapan teori konseling behavioral dengan teknik modelling dapat digunakan untuk meningkatkan etika komunikasi siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Sawan Tahun Pelajaran 2014/2015. Peningkatan tersebut diketahui dari rata-rata etika komunikasi pada data awal 61,25% menjadi 74,375% pada siklus I dan menjadi 76,675% pada siklus II. Dengan demikian, peneranpan teori konseling behavioral dengan teknik modelling yang dilakukan dapat digunakan untuk meningkatkan etika komunikasi siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Sawan Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : konseling behavioral, teknik modelling, etika komunikasi. This research aims to improve the ethics of communication students of class X 2 SMA Negeri 1 Sawan through modelling techniques with behavioral counseling. This research was carried out on even-numbered years semester lesson 2014/2015. This research includes the type of action research guidance counseling with counseling behavioral modelling techniques.This research was conducted in two cycles, the objects in the research is ethical communication. Sunjek in this study are students of class X 2 SMA Negeri 1 Sawan Year 2014/2015 Lessons amounted to 23 people who experience problems of ethical communication. Data collection is carried out using a questionnaire of ethical communication. The data collected in this research is data about the ethics of communication students of class X 2 SMA Negeri 1 Sawan. Counseling theory is the theory of modelling techniques with behavioral counseling. The results showed the application of the theory of behavioral counseling with techniques of modelling can be used to improve the ethics of communication students class X 2 SMA Negeri 1 Sawan Year 2014/2015 Lessons. The increase of the average initial data communication ethics 61,25 74,375% to% in cycle I and became 76,675% in cycle II. Thus, the behavioral counseling theory with peneranpan engineering modelling undertaken can be used to improve the ethics of communication students class X 2 SMA Negeri 1 Sawan Year 2014/2015 Lessons.keyword : modelling techniques, behavioral counseling, ethics of communication.
Hubungan Intensitas Interaksi Dalam Pola Asuh Orang Tua dan Konsep Diri dengan Kecenderungan Perilaku Agresif Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Helida; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Hubungan intensitas interaksi dalam pola asuh orang tua dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja, (2)Hubungan konsep diri dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja, dan (3)Hubungan secara bersama-sama antara intensitas interaksi dalam pola asuh orang tua dan konsep diri dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Sampel penelitian ini ditetapkan 201 menggunakan tabel dari Krejcie dan Morgan diperbesar dengan formula Warwiek & Lininger. Pemilihan anggota sampel menggunakan Proporsional Simple Random Sampling dan anggota sampel ditentukan dengan teknik undian. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dan selanjutnya dianalisis dengan teknik statisktik yaitu kolerasi product moment dan analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan (1)Hubungan intensitas interaksi dalam pola asuh orang tua dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja dengan (r) yaitu -0,152. (2)Hubungan konsep diri dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja dengan (r)= -0,204. (3)Terdapat Hubungan secara bersama-sama antara intensitas interaksi dalam pola asuh orang tua dan konsep diri dengan kecenderungan perilaku agresif siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja dengan (R) yaitu 0,241, sedangkan besar koefisien determinasinya (r2) =0,058.Kata Kunci : Kata-kata kunci : intensitas pola asuh orang tua, konsep diri, kecenderungan perilaku agresif This research was Ex Post Facto research and aimed to determine (1) the contribution of the intensity relationship of parents control with student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 Singaraja, (2) the contribution of self-concept and student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 Singaraja, and (3) Both contibution and relationship between the intensity relationship of parents control and self-concept with student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 Singaraja. The population of this study was a class of XI student in SMAN 4 Singaraja. This study determined 201 samples using a table of Krejcie and Morgan and enlarged by the formula of Warwiek & Lininger. To select members of the sample, the researcher used simple random sampling by lottery technique. Data was collected by using a questionnaire, and then analyzed with a statistical technique, product moment correlation and multiple regression analysis. The Results showed that (1) the contribution of the intensity relationship of parents control with student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 Singaraja, (2) the contribution of self-concept and student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 result of (r) is -0.152. (2) The contribution of self-concept and student aggressive behavioral tendencies in XI class of SMAN 4 Singaraja result of (r) = -0.204. (3) There is a contribution of the relationship between intensity relationship of parents control with student aggressive behavioral tendencies result of (r) is 0.241, while the large coefficient of determination (r2) = 0.058. keyword : Key words: intensity relationship of parents control, self-concept, the tendency of aggressive behavio
Co-Authors ., A.A. Gede Agung Wisnu ., Desak Putu Sri Lestari ., I Dewa Ayu Agung Paramitha ., I Komang Cahya Trianandika ., I Putu Putra Adnyana ., Ketut Purnamasari ., Ni Kadek Ayu Sintya Dewi ., Ni Komang Santi Nopiyanti Anak Agung Istri Virnayani ., Anak Agung Istri Virnayani Anak Agung Mas Peradnyani . Anis Cahyati ., Anis Cahyati Ari Wibowo Maha Putra . Ayu Made Indah Purnama Dewi . Ayyu Mawaddah ., Ayyu Mawaddah Binti Zughoiriyah ., Binti Zughoiriyah Desak Nyoman Rosita Dewi ., Desak Nyoman Rosita Dewi Desak Putu Parmiti Dewa Ayu Putu Rianthi Karina . Dewa Nyoman Sudana Didith Pramunditya Ambara Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed . Drs. Nyoman Wirya . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Dwi Ari Nitra Putri . Fitria Astuti . Fitria Rahmawati . Gusti Ayu Ikka Pramesti . Gusti Ayu Setyaning Ratna Dewi ., Gusti Ayu Setyaning Ratna Dewi Hanny Hafiar Helida . I Gede Ariyasa . I Gede Krisna Pratama . I Gede Margunayasa I Gusti Ayu Ngurah Indah Irmayanti . I Gusti Ngurah Japa I Kadek Nadiartana . I Kadek Suartana . I Ketut Bayu Dharma Putra ., I Ketut Bayu Dharma Putra I Ketut Gading I Komang Gede Sutawan . I Komang Sudarma I Komang Sumianto ., I Komang Sumianto I Komang Wardika . I Made Andri Suantara ., I Made Andri Suantara I Made Citra Wibawa I Made Dwi Freedo Budiartha ., I Made Dwi Freedo Budiartha I Made Wiraguna . I Putu Anom Sunantha . I Putu Eka Pratama Putra . I Wayan Eta Sukariyasa . I Wayan Wita Ignatius I Wayan Suwatra Kadek Agus Marthana Putra . Kadek Ayu Sasmita Dewi ., Kadek Ayu Sasmita Dewi Ketut Lestariani . Komang Adi Suryawan . Komang Ari Swastini . Komang Lia Agustini . Komang Nita Endrayani ., Komang Nita Endrayani Luh Ayu Tirtayani Luh Wini Ayu Wreti Kandayun ., Luh Wini Ayu Wreti Kandayun M. Rohmat Rozai ., M. Rohmat Rozai M.Erg. Dra. Ni Nengah Madri Antari . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. I Nyoman Arcana,SST. . Made Aditya Putra Jaya . Made Asri Andayani . Made Candra Dwi Putra ., Made Candra Dwi Putra Moch Arif Rahman . Mutiara Magta Ni Kadek Candra Dewi . Ni Kadek Candra Waisnawati ., Ni Kadek Candra Waisnawati Ni Kadek Dwi Mariyani . Ni Ketut Sri Wahyuni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini . Ni Komang Tirta Yoga Pramoda Wardani ., Ni Komang Tirta Yoga Pramoda Wardani Ni Komang Valentina ., Ni Komang Valentina Ni Luh Ayuningtias Damayanti . Ni Luh Desy Permini . Ni Luh Putu Anik Sugiantari ., Ni Luh Putu Anik Sugiantari Ni Luh Putu Ayu Juliarti ., Ni Luh Putu Ayu Juliarti Ni Luh Ratna Agustini . Ni Made Rosa Dwi Pramita ., Ni Made Rosa Dwi Pramita Ni Made Sri Jayantini . Ni Made Suwaryantini . Ni Nyoman Alit Pradnya Dewi . Ni Nyoman Ayu Sukreni . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Ratna . Ni Putu Bintari . Ni Putu Elza Citra Wulandari ., Ni Putu Elza Citra Wulandari Ni Putu Sri Nonik Andayani . Ni Putu Subiantari ., Ni Putu Subiantari Ni Wayan Rati Ni Wayan Wiwik Puspitayanti . Ni Wayan Yuni Sudiasih . Nikmatus Sholeha ., Nikmatus Sholeha Nina Astria ., Nina Astria Nur Shintya Isbayani ., Nur Shintya Isbayani Nyoman Dantes Pande Adi Putra . Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd . Putu Aryawan . Putu Ayu Oka Sulasmi . Putu Deni Lesmana ., Putu Deni Lesmana Putu Eka Darmayanti ., Putu Eka Darmayanti Putu Laksmi Widyaswari . Putu Lia Novi Arini ., Putu Lia Novi Arini Putu Rahayu Ujianti Rian Rosadi . Rina Noviandari . S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. S.Pd. Kadek Suranata . Sang Ayu Made Desiani ., Sang Ayu Made Desiani