Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI DRTA TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA ., I Wayan Eddy Trisna; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan menyimak Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi DRTA dan kelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus Letkol Wisnu Denpasar Tahun Ajaran 2013/2014. yang terdiri dari 9 kelas dengan 334 orang siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan tehnik random sampling dan ditetapkan 80 siswa sebagai sampel penelitian. Data tentang hasil menyimak Bahasa Indonesia dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda biasa sebanyak 35 butir soal. Data yang terkumpul dianalisis mengunakan analisis statistik deskriptif (uji-t). Berdasarkan taraf signifikan 5% dan db =78 (thitung= 3.135 > ttabel = 2,00), menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menyimak Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi DRTA dan kelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Ini berarti, strategi DRTA berpengaruh terhadap keterampilam menyimak Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Denpasar Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Strategi DRTA, keterampilan menyimak Bahasa Indonesia. The aim of this research is to determine the significant diffrence between group of students in Indonesian learning. The first group of students is observed using DRTA Strategy, while the other group is tought regularly using convetional methode. This type of research is based on “Nonequivalent Control Group Design”. The population in this research involving all students in 5th grade of Gugus Letkol Wisnu Denpasar, year 2013/2014. There were 9 classes with 334 students. The sample in the reseach was Random Sampling and only 80 students were selected in the study. The data of the result in Understanding Indonesian Language is collected by giving 35 questions. The questions were multiple choice. After that, the Data is analysed using Statistic Descriptive Data Analitic (Uji-T). Based on 5% significcant standard and dan db =78 (thitung= 3.135 > ttabel = 2,00) the study shows there was a significant difference in understanding Indonesian Languange between the first group of students using DRTA strategy and the other conventional group of student. It means teaching strategy using DRTA has a great benefit to studentof 5th grade of Gugus Letkol Wisnu Denpasar in learning Indonesian Language, for academic year of 2013/2014. keyword : DRTA strategy, skill in observing Indonesia
PEMBELAJARAN PAKEM BERBANTUAN PERMAINAN PESAN BERANTAI BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ., Pande Putu Ary Widyaningsih; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran PAKEM berbantuan permainan pesan berantai dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Mas kecamatan Ubud Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Kontrol Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Mas Kecamatan Ubud Gianyar. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis adalah hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang dikumpulkan melalui tes akhir (post test). Bentuk tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda yang terdiri dari 30 butir soal. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan uji beda mean (uji t). Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 6,323 untuk taraf signifikansi 5% dengan db = (n1+n2)- 2 = 68 diperoleh ttabel = 2,000 sedangkan rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V yang mengikuti pembelajaran PAKEM berbantuan permainan pesan berantai lebih besar dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (81,91>75,84). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran PAKEM berbantuan permainan pesan berantai dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 6,323 > ttabel=2,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAKEM berbantuan permainan pesan berantai berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa Indonesia Siswa kelas V SD Gugus Mas Kecamatan Ubud Gianyar. Kata Kunci : PAKEM, dan hasil belajar bahasa Indonesia. The goal of the research is to know the significant result of learning Indonesia language between student which attended grid assisted by using chain message play with student which anttended conventional learning at the elementary school student grade V cluster of Mas, Ubud, Gianyar. The research constitude quasi experimental research by design used is Nonequivalent Kontrol Group Desain. Population in this research are student grade V at the elementary school cluster of Mas, Ubud, Gianyar. The sample is taken by random sampling technique. The datas which is analized is the results of learning Indonesian language of students are gathered trough (post test). The form of the test is multiple choice which consist of 30 question item. Then the datas is analized by using mean difference test (t-test). From the calculation t-test obtainable tcount = 6,323 for significant extent 5% with db = (n1+n2)- 2 = 68 obtainable ttable = 2,000 whereas on the average of learning results to the students of the elementary school grade V who attended conventional learning (81,91 > 75,84). The research results of learning Indonesian language between students who attended grip learning assisted chain message play with students who attended conventional learning (tcount = 6,323 > ttable = 2,000). Thus it can be concluded that grip learning assisted chain message play has significant effect againts learning result of Indonesian language at the elementary school students grade V cluster of Mas, Ubud, Gianyar. keyword : PAKEM, and results of learning Indonesian language.
MODEL ACCELERATED LEARNING BERBASIS EKSPERIMEN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V TAMPAKSIRING ., Dewa Ayu Sri Handayani; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model Accelerated Learning berbasis eksperimen dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus V Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring, sebanyak 192 siswa. Sampel diambil dengan teknil random sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 64 siswa yang terdiri dari seluruh siswa kelas VA SDN 1 Pejeng sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 3 Pejeng sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dalam bentuk objektif tipe pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran model Accelerated Learning berbasis eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t juga memperoleh hasil thitung = 7,923 dan t tabel = 2,00, karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Accelerated Learning berbasis eksperimen dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Accelerated Learning berbasis eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus V Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model Accelerated Learning berbasis eksperimen, hasil belajar IPA This study aims to determine the differences in sciences learning outcomes of students who take lesson with models of Accelerated Learning based experiment that follow the conventional learning in the fifth grade elementary school students group V Tampaksiring of academic years 2013/2014. This research was a quasi experimental study with a research design that nonequivalent control group design. The population in this study wee all students of fifth gradein elementary school students group V Tampaksiring, as many as 192 students. Samples were taken with a random sampling technique, in order to obtains as many as 64 students throughtout the VA grade students at SDN 1 Pejeng as the experimental group and fifth grade students at SDN 3 Pejeng as the control group. The data collected by the test method. The test use is the science achievement test in the form of multiple choice objective type. Data were analyzed using t-test analysis. The results showed that, the average value learning outcomes students who take models of Accelerated Learning based experiments is higher than the average value students learning outcomes that follow the conventional learning. Hypothesis testing using t test also obtain the results of tcount = 7.923 and ttable = 2.00, because of tcount > ttable then Ho is rejected and Ha accepted. This proves that there are significant differences science learning outcomes of students who take models of Accelerated Learning based experiments between students who take conventional learning. It can be concluded that the application of the models of Accelerated Learning based experiments affect learning outcomes fifth grade students of elementary school science cluster V Tampaksiring of academic year 2013/2014.keyword : models of Accelerated Learning based experiment, science learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS PENILAIAN KINERJA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD ., Ni Nyoman Sukreni; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara antara kelompok yang mengikuti pembelajaran Role Playing berbasis penilaian kinerja dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara yang terdiri dari 6 SD Negeri dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 442 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD Negeri 17 Dauh Puri sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 orang siswa dan siswa kelas VC SD Negeri 22 Dauh Puri sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 37 orang siswa. Data keterampilan berbicara siswa diperoleh dengan instrument tes keterampilan berbicara yang dilengkapi rubrik penilaian, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa rata-rata nilai keterampilan berbicara kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol (77,61>68,32). Hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 3,43  ttabel = 2,00 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 71, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada siswa yang mengikuti pembelajaran Role Playing berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Role Playing berbasis penilaian kinerja terhadap keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara.Kata Kunci : Model pembelajaran role playing, penilaian kinerja, pembelajaran konvensional, keterampilan berbicara. This study aimed to determine significant differences of speaking skills between students who followed the Role Playing learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning on Indonesian lesson at fifth grade public elementary school students at Gugus Kapten Japa, North Denpasar. This research was quasi experimental study with Nonequivalent Control Group Design. The populations of this research were all fifth grade public elementary school students at Gugus Kapten Japa, North Denpasar consist of 6 public elementary schools with 442 students. The samples of this study were VB grade elementary school students of SD Negeri 17 Dauh Puri as experiment group with 36 students and VC grade elementary school students of SD Negeri 22 Dauh as control group with 37 students. The speaking skills data obtained by the speaking skills test instrument equipped assessment rubric, then the collected data was analyzed by descriptive statistical and inferential statistical (t-test). Based on the data analysis, the average value of the experimental group speaking skills higher than the control group (77,61>68,32). t-test analysis result obtained tcount = 3,43  ttable = 2,00 at 5% significance level and df = 71, so H0 is rejected and Ha is accepted, that means there was significant differences of speaking skills between students who followed the Role Playing learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning. So, it can be concluded that there was significant determine of the Role Playing learning model based performance assessment with speaking skills of Indonesian lessons at fifth grade public elementary school students at Gugus Kapten Japa, North Denpasar.keyword : Role playing learning model, performance assessment, conventional learning, speaking skills.
PENGARUH MODEL INQUIRY BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS V BANJARANGKAN ., Putu Yunia Widayani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus V Banjarangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Banjarangkan yang berjumlah 136 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Aan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan siswa kelas V SD Negeri 2 Timuhun sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,67, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan db n1 + n2 - 2 = 32 + 30 – 2 = 60 didapat ttab = 2,00. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat juga dari nilai rata-rata kelompok eksperimen x = 78,75> x = 74 pada kelompok kontrol. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di SD Gugus V Banjarangkan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Inquiry berbantuan Peta Konsep, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar IPS. This study aims to determine significant differences between the outcomes of social studies of students who learned by the inquiry learning model assisted concept mapping and students who learned by conventional learning in class V elementary school in Cluster V Banjarangkan.This research is a kind of quasi-experimental research with a Non Equivalent Control Group Design . The population according to all fifth grade students in Cluster V Banjarangkan amounting to 136 students . Determination of the samples was done by random sampling technique is a randomized drawing class with the result that the fifth grade students of SD Negeri 2 Aan as a experiment group totaling 32 students and fifth grade students of SD Negeri 2 Timuhun as a control group totaling 30 students . Data collection method used is the method of testing . The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics ( t-test ).Based on the analysis of data , obtained thit = 2.67 , whereas the significance level of 5 % and db = 32 + 30-2 = 60 obtained ttab = 2.00 . So it can be interpreted that there are significant differences between the learning outcomes of social studies students who learned by the inquiry learning model asissted concept mapping and students who learned by conventional learning . It can be seen also from the average value of the experimental group x = 78.75 >x = 74 in the control group. Therefore it can be concluded that the implementation of inquiry learning model assisted concept mapping affect the of students social studies fifth grade elementary school in cluster V Banjarangkan.keyword : Inquiry Learning Model assisted Concept Mapping , Conventional Learning , the result of social studies .
MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING BERBASIS PENILAIAN KINERJA BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA SD KELAS V ., I Wayan Wirasa; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesiaantara kelompok yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara yang terdiri dari 7 SD Negeri dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 333 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD Negeri 1 Peguyangan yang berjumlah 40 orang siswa dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan yang berjumlah 36 orang siswa. Data keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia siswa diperoleh dengan instrument tes keterampilan berbicara yang dilengkapi rubrik penilaian, kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,82  ttabel =2,000pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil dari post-test diketahui bahwa rata-rata nilai keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 77,33 dan kelompok kontrol adalah 56,76. Hal ini berarti rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Gugus letkol Wisnu Denpasar Utara.Kata Kunci : Model pembelajaran mastery learning, penilaian kinerja, Pembelajaran konvensional, keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia This study aims to determine the differences of Indonesian comprehension reading skills between student swho followed mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District, 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with Non-Equivalent Control Group Design.The population of this research were all students at fifth grade at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District in 2013/2014 academic year consist of 7 elementary schools with 333 students. The samples of this research were VB grade students of SD Negeri 1 Peguyangan with 40 students and the fifth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan with 36 students. The comprehension reading skills data obtained by the reading skills test instrument equipped assessment rubric, then the data was analyzed by t-test. Based on the data analysis, obtained tcount = 10.82  ttable = 2.00 at 5% significance level and df = 74, so H0 is rejected and Ha accepted. The results of the post-test known that the average value of the Indonesian comprehension reading skills at experimental group speaking skills was 77.33 and the Indonesian comprehension reading skills at control group was 56.76. This means that the average value of the experimental group higher than the average value of the control group. It can be concluded that there are significant differences of Indonesian comprehension reading skills between students who followed the mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus Letkol Wisnu, North Denpasar.keyword : Mastery learning model, performance assessment, conventional learning, Indonesian comprehension reading skills
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Bahan Ajar Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas V Gugus Budi Utomo Denpasar Timur ., Ni Wayan Nunik Lestari; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3129

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) berbantuan bahan ajar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus Budi Utomo Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Jumlah populasi di SD Gugus Budi Utomo Denpasar Timur adalah 307 siswa, sedangkan jumlah sampel adalah 67 siswa yang dipilih secara random kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Didapat rata-rata hasil belajar IPS yaitu M1= 81,32 (kelas eksperimen) dan M2= 76,31 (kelas kontrol). Selanjutnya data yang didapatkan dianalisis dengan teknik analisis uji-t. Dari hasil analisis uji-t diperoleh thit = 2,159 sedangkan ttab= 2,000 Berarti hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) berbantuan bahan ajar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu dilihat dari rata-ratanya bahwa nilai hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) berbantuan bahan ajar lebih baik dari pada hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) berbantuan bahan ajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Budi Utomo Denpasar Timur.Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, bahan ajar, hasil belajar IPS The purpose of this study was to determine the significant differences between the results of social studies students who take the STAD cooperative learning model ( Student Teams Achievement Division ) assisted teaching materials with students who take conventional learning in class V Force Budi Utomo East Denpasar . This research was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with Nonequivalent Control Group Design. Total population in the SD cluster Budi Utomo East Denpasar is 307 students , while the sample size is 67 students randomly selected class . Data was collected through testing and observation method . The average results obtained social studies , namely M1 = 81.32 ( experimental class ) and M2 = 76.31 ( control class ) . Furthermore, the data obtained were analyzed by t-test analysis techniques . From the results of t-test analysis was obtained thit = 2.159 = 2.000 Mean while ttab results revealed that there were differences in learning outcomes between students who take the IPS model of cooperative learning STAD ( Student Teams Achievement Division ) assisted teaching materials to students who take conventional learning . In addition to the views of the average value of the results of social studies that students who take cooperative learning model STAD ( Student Teams Achievement Division ) assisted instructional materials better than the IPS learning outcomes of students who take conventional learning . This means there is the influence of the application of cooperative learning model STAD ( Student Teams Achievement Division ) assisted instructional materials on learning outcomes IPS elementary school fifth grade students Force Budi Utomo East Denpasar.keyword : STAD cooperative learning model, learning materials, social sciences learning achievement
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERNUANSA KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Anak Agung Gede Teja Semara Putra; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Pahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara undian dan dari hasil pengundian diapatkan SDN 3 Pejeng Kawan sebagai kelompok eksperimen dan SDN 2 Pejeng sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analaisis uji-t didapat thitung = 3.58 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% = 1.67. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (3.58>1.67) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (79.08>71.41). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring.Kata Kunci : pembelajaran inkuiri, kearifan lokal, hasil belajar This study aims to determine the differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with the research design used Non-Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. Samples were taken by random sampling technique. The experiment group and control group selection was chosen by drawing and the result was SDN 3 Pejeng as experiment group and SDN 2 Pejeng as control group. The collected data was the learning result of social studies which was collected by test method with regular multiple choice. Data which had been collected was analyzed by descriptive statistical analysis and interferential statistical used t-test. Based on the t-test results obtained tcount = 3.58 and ttable at the 5% significance level = 1.67. Based on the testing criteria that tcount > ttable (3.58 > 1.67) then H0 is rejected and Ha accepted. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning. The average value of social studies outcomes of experiment group students was higher than the control group students (79.08 > 71.41). It can be concluded that the guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius was significant determinated to social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring.keyword : inquiry learning, local genius, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK, PAIR, SHARE) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD ., Ni Made Dewi Sekarini; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model TPS (Think, Pair, Share) berbantuan Media Audio Visual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Konvensional di SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Penatih.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Penatih tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 456 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VB SD Negeri 1 Penatih sebanyak 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 2 Penatih yang berjumlah 39 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model TPS (Think, Pair, Share) berbantuan Media Audio Visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil uji- t diperoleh thitung = 8,60 dan ttabel = 2,000. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (8,60 > 2,000) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model TPS (Think, Pair, Share) berbantuan Media Audio Visual lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (75,42>56,41). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) berbantuan Media Audio Visual terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Penatih tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : TPS, hasil belajar, media audiovisual This study aims to determineing significantcy differences of social science learning outcomes between students that learned by implementing TPS (Think, Pair, Share) with media audiovisual with students who learned with the conventional learning in fifth grade goverment elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Penatih of 2013/2014 academic year. This research was a quasi experimental study with research design that is used is Non Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade in goverment elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Penatih of 2013/2014 academic year totaling 456 students. The samples in this study were fifth grade students of goverment elementary school 1st Penatih totaling 32 students as experimental groups and five grade students of goverment elementary school 2nd Penatih the control group numbered 39 people. Social science learned outcomes data collected by test instrument. The results showed that there were significant differences of Social science learning outcomes between students that learned through implementing TPS (Think, Pair, Share) media audiovisual with students who learned with conventional learning. Based on the t-test results obbained tvalue = 8,60 and ttable = 2,000. Based on the testing criteria that tvalue> ttable (8,60>2,000), then Ho was rejected and Ha accepted. The average of social students outcomes between students who learned with TPS (Think, Pair, Share) media audiovisual higher than students who learned with conventional learning (75,42>56,41). It can be concluded that the TPS media audiovisual influence against the outcomes of social science studies fifth grade students in goverment elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Penatih of 2013/2014 academic year. keyword : TPS, audiovisual media,outcomes learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN KURSI PANAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS Ir. SOEKARNO ., Ahmad Fatoni; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3191

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Creative Problem Solving (CPS) berbantuan kursi panas dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 453 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu kelas VA SD N 7 Pedungan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 43 orang dan kelas VB SD N 5 Pedungan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 42 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analaisis uji-t didapat thitung = 4,29 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 83, ini berarti thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model kooperatif tipe CPS berbantuan kursi panas dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (79,71>73,81). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CPS berbantuan kursi panas berpengaruh terhadap hasil belajar IPS kelas V SD Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe CPS, kursi panas, hasil belajar. This study aims to determine the differences of social science learning outcomes between students who learn by guided cooperative learning model Creative Problem Solving (CPS) assisted hot seat games with students who learn by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar in 2013/2014 academic year totaling 453 students. This research was a quasi-experimental study with the research design used Non-Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar in 2013/2014 academic year. Samples were taken by random sampling technique. The experiment group and control group selection was chosen by drawing and the result was class VA SD N 7 Pedungan as experiment group which total of 43 person and class VB SD N 5 Pedungan as control group which total of 42 person. The collected data was the learning result of social studies which was collected by test method with regular multiple choice. Data which had been collected was analyzed by descriptive statistical analysis and interferential statistical used t-test. Based on the t-test results obtained tcount = 4,29 and ttable = 2,000 at the 5% significance level and dk = 83, this valuable tcount > ttable (4,29 > 2,000) then H0 is rejected and Ha accepted. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learn by guided cooperative learning model CPS assisted hot seat games with students who learn by the conventional learning. The average value of social studies outcomes of experiment group students was higher than the control group students (79,71 > 73,81). It can be concluded that the guided cooperative learning model CPS assisted hot seat games was significant determinated to social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar.keyword : cooperative learning model CPS, hot seat games, learning outcomes.
Co-Authors ., Ade Desy Rahmawati ., Anak Agung Reni Paramitha ., Ayu Galuh Pujawati ., DESY SINTIA DEWI. NI PUTU ., Dewa Gede Widiatmika ., Dewi Gita Govindha ., Gusti Ayu Lestari ., Gusti Ayu Mirah Wulandari ., I Gusti Ngurah Putu Wahyu Agusta ., I Kadek Bayu Pertama ., I Kadek Ratna Sumarajaya ., I Putu Adi Kasuma ., I Putu Astianawan ., I Putu Hari Candra Rastadi ., Ida Ayu Putu Candrika Riantari ., Kadek Agus Suryanatha ., Kadek Diah Pramana Dewi Suanda ., Kadek Krisna Prameswari ., Komang Dewi Sukaryasih ., Ni Kadek Evie Febrianti ., Ni Kadek Winda Apriliani ., Ni Komang Ari Citra Dewi ., Ni Luh Ayu Santiasih ., Ni Luh Ketut Ayu Yeni Pratiwi ., Ni Luh Mita Anjani ., Ni Luh Nopita Windiani ., Ni Luh Putu Dani Susanti ., Ni Luh Putu Indah Pratiwi ., Ni Luh Putu Prastya Sari ., Ni Made Ayu Agustina Mas Sriati ., Ni Made Fajar Dewi ., Ni Made Indah Kemala Yanti ., Ni Made Juwita Dewi ., Ni Putu Inggrid Dewi Galung ., Ni Putu Oki Lestari Ningsih ., Ni Putu Ririn Sintya Dewi ., Ni Putu Suarningsih Eka Putri ., Ni Putu Yeni Indrayanti ., Ni Wayan Eka Widya Lestari ., Ni Wayan Juniari ., Ni Wayan Tiyas Cahyani ., Putu Fera Anggreni ., Sanny Pratama Abadi , Ida Bagus Gede Surya Adnyana, I Gede Agus Adi Agnevaswari, Luh Gede Pasek Agustiari, Ni Putu Suci Ahmad Fatoni . Alifia Nuril Khoridah Anak Agung Ayu Ari Arumini Anak Agung Ayu Nevi Yuli Yunita . Anak Agung Ayu Shinta Dewi . Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Teja Semara Putra . Anak Agung Istri Sasmita Putri Antara, I Dewa Gede Jaya Ari Cahyani, Ni Wyn Serra Yuni Ari Utami, Ni Putu Mega Arisantiani, Ni Ketut Arisantiani, Ni Ketut Ariyani, Ni Komang Ayu Asih, Ni Putu Asri Giri Chandra Dewi, Ni Putu Yunita Christina, Ni Made Ayu DB. Kt. Ngr. Semara Putra Devi Karuna sari Dewa Ayu Puspa Dewi . Dewa Ayu Sri Handayani . Dewi, Kadek Budi Apsari Dewi, Ni Luh Pradita Dewi, Ni Putu Ari Sukma Dewi, Ni Putu Yasmita Dewi, Ni Putu Yasmita Dewi, Putu Ayu Candra Dewi, Sarah Lutfiah Diah Ratna Sari, Kadek Ayu Dr. I Gede Meter,M.Pd . Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke . Dwi Handayani, Ni Made Dwi Handayani, Ni Made Dyah Ayu Widyastuti . Fatma Dewi, Ni Putu Venny G.A.P. Suprianti Gae, Nathalia Angelina Gede Billy Bagiarta Sutrisna Gusti Ngurah Tresna Widiantara . Gusti Nyoman Yudhistira Raditya Putra I A Md Widyari I Dewa Ayu Tria Waisakanitri I Dewa Ayu Yustiawati . I G A A Sri Asri I Gede Widyantara . I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Ngurah Agung Indra Widhinata I Gusti Putu Agung Artika Sedana I Kadek Tony Suantara I Ketut Adnyana Putra I Ketut Ardana I Komang Ngurah Wiyasa I Komang Wahyu Kariesma . I Made Bastian Adi Parnata ., I Made Bastian Adi Parnata I Made Sukanada . I Made Wahyu Ariyana I Nengah Suadnyana I Nyoman Jana Santhika . I Nyoman Krisna Mahendra Hardiputra . I Nyoman Laba Jayanta I Putu Yogi Pratama Putra I Wayan Adi Sutarman ., I Wayan Adi Sutarman I Wayan Eddy Trisna . I Wayan Suadnyana Putra I Wayan Sujana I Wayan Sujana I Wayan Wiarta I Wayan Widiarta . I Wayan Wirasa . I.G.A. Agung Sri Asri Ida Ayu Adisti Ligianing Putri . Ida Ayu Agung Dian Agathi ., Ida Ayu Agung Dian Agathi Ida Ayu Sugiantiningsih . Ida Bagus Gede Surya Abadi Ida Bagus Surya Manuaba Kadek Ayu Diah Ratna Sari Kartini, Komang Ayu Widyanthi Komang Try Martiana Devi . Krismasari Dewi, Ni Nyoman Kristiantari, Maria Goreti Lestari, Ni Kadek Dwi Luh Ayu Tirtayani Luh Farmita . M.For. DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd. . M.Pd Drs. Made Putra . M.Pd. Dra. Siti Zulaikha . M.Si Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd . Made Sances Prasiwi ., Made Sances Prasiwi Maharani, Ni Putu Liana Mahardinata, Libertus Tri Maria Goreti Rini Kristiantari Maria Goreti Rini Kristiantari Ngurah Wiyasa, Komang Ni Gusti Ayu Made Linda Puspitawati Ni Kadek Ayu Nanda Wulandari Ni Kadek Dewi Andayani . Ni Kadek Ery Nuraini . Ni Kadek Mei Hendrawati . Ni Kadek Purnanti . Ni Kadek Tarisma Dwi Antari Ni Komang Eny Kencana Wati . Ni Komang Metri Jayanti . Ni Luh Cindy Rela Cindy Ni Luh Pradita Dewi Ni Luh Pradnyanita Putri Ni Luh Trada Pratiwi Ni Made Ayu Christina Ni Made Dewi Sekarini . Ni Made Dwi Pradnyawati ., Ni Made Dwi Pradnyawati Ni Made Prema Wahini Ni Made Suastiti . Ni Made Yuni Wiratni ., Ni Made Yuni Wiratni Ni Nyoman Sukreni . Ni Putu Asri Giri Asih Ni Putu Ayu Widyaningsih Ni Putu Diah Utari Dewi . Ni Putu Dita Sri Cahyani Ni Putu Loka Eka Putri . Ni Putu Purnama Yatri Wulandari . Ni Putu Suastini ., Ni Putu Suastini Ni Putu Yunita Chandra Dewi Ni W. Rawa Rismawati Ni Wayan Novi Arsani ., Ni Wayan Novi Arsani Ni Wayan Nunik Lestari . Ni Wayan Sukertini ., Ni Wayan Sukertini Ni Wayan Suniasih Ni Wyn Serra Yuni Ari Cahyani Nyoman Diah Mustikawati ., Nyoman Diah Mustikawati Pande Putu Ary Widyaningsih . Pande Wishnu Ardana . Pramita Sari, Ni Made Anom Pramitha Dewi, Ni Luh Putu Sintya Pranithi, Ni Nengah Suyani Pratama, I Putu Aris Pratiwi, Ni Kadek Ayu Pande Pratiwi, Ni Luh Trada Putra, D.B.Kt.Ngr Semara Putra, Made Putra, Made Putrai, Agus Diky Wira Diana Putri, Arlinda Gautama Putri, I Gusti Ayu Putu Lisa Putri, Ni Luh Kade Riska Pratami Putu Aditya Antara Putu Ida Pratiwi . Putu Mita kesuma Dewi Putu Utari Sukmadewi Putu Yunia Widayani . Putu Yuny Wulandari . Rahayu Ningsih, Putu Devi Rapitasari, Ni Putu Ratih Novi Regina Putu Irmayanti Rismawati, Ni W. Rawa Sagung Dewi Gandhari Kusuma Ningrat . sari, Devi Karuna Sari, Sinta Merta Semarayanti, Ni Putu Anika Septarianti, Anak Agung Dwi Purba Setya Dewi, I Gusti Ayu Bintang Sinta Merta Sari Sintyawati, Ni Luh Putri Sri Asri, I G A A Sri Asri, I G A Agung Suantara, I Kadek Tony Sugitra, Komang Sukmadewi, Putu Utari Sutrisna, Gede Billy Bagiarta Trianti Lestari, Ni Ketut Trianti Lestari, Ni Ketut Trisna Dewi, Ni Kadek Utami Asih, Ni Luh Yulia Utami, I GA Lokita Purnamika Wahyu Ariyana, I Made Widyaningsih, Ni Putu Ayu Widyari, I A Md Wiyasa, I Komang Ngurah Wulandari, Ni Kadek Ayu Nanda