Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARN-ING TERHADAP HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS XI TATA BOGA DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Wayan Erniasih; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Singaraja pada siswa kelas XI Tata Boga. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Non equivalent Control Group Design). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 4 kelas Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes untuk mengetahui hasil belajar psikomotor siswa dan metode tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan analisis dengan statistic deskriptif diperoleh nilai rata-rata psikomotor siswa kelas eksperimen 86,75, kelas kontrol 85,8 dan nilai rata-rata kognitif kelas eksperimen sebesar, 82,92 kontrol sebesar 75,51. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t di-peroleh thitung sebesar 3,34 sedangkan ttabel 2,00 dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Hal ini berarti, thitung>ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Hasil Belajar, Project Based Learning, Tata Hidang This study aimed at describing the effect of project-based learning model on learning gastronomy. This study conducted at SMK Negeri 2 Singaraja in culinary students grade XI. The type of this study was quasi-experimental with the design of Non-equivalent Control Group Design. The population of this study were all culinary students grade XI in SMK Negeri 2 Singaraja in the 2018/2019 academic year with total 4 classes. The determination of the sample in this study was done by random sampling technique to de-termine the experimental class and control class. The data were gathered by using non-test methods to discover students' psychomotor learning outcomes and using test methods to discover students' cogni-tive learning outcomes. Based on the analysis by using descriptive statistics was obtained the average value of students' psychomotor in the experimental class was 86.75, control class was 85.8 and the ex-perimental average cognitive value was 82.92 controls in the amount of 75.51. Based on the results of the calculation of t-test was obtained tcount of 3.34 while ttable of 2.00 with a significance level of 5% is 2.00. It means that tcount> ttable, so that H0 was rejected and Ha was accepted. It showed that there was an effect of project based learning model on the learning gastronomy of culinary students grade XI in SMK Negeri 2 Singaraja.keyword : Learning Outcomes, Project Based Learning, Gastronomy
UJI KUALITAS KERIPIK PISANG MAS BERKULIT ., Komang Budiarsih; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21640

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas keripik pisang mas berkulit diniai dari aspek warna, rasa, dan tekstur. Objek dalam penelitian ini adalah kualitas keripik pisang mas berkulit dinilai dari aspek warna, rasa, dan tekstur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa kualitas keripik dinilai dari aspek warna berada pada kategori baik dengan warna yang sesuai dengan yang diharapkan yaitu kuning keemasan dengan nilai rata-rata 3,0. Dari segi rasa berada pada kategori baik dengan hasil sesuai yaitu manis, dan tidak sepat dengan nilai rata-rata 2,9. Dari segi tekstur berada pada kategori baik dengan hasil renyah. Dengan nilai rata-rata 3,0 Kata Kunci : Buah Pisang Mas, Keripik, Rasa, Warna, Tekstur The aim of this research is to describe the quality of skinned golden banana chip assessed in tersm of color, taste and texture. The object of this resech is the quality of gold skinned banana chips, which are assessed in termsof color , taste, and curated .this type of research. The method used in this study is the method of observation and interviews. The data analysis technique used is quantitative descriptive. Based on the analysis of the data, it was found that the quality of chips in the initial aspect of color was in a good category with colors that were expected as golden yellow with an average value of 3.0.in terms of taste are in the good category with results that are sweet and not appropriate with an average value of 2.9. in terms of texture, it is in the good category with crisp results with an average value of 3.0keyword : Goldfish, Chips, Flavor, Color, Texture
PEMANFAATAN TEPUNG CASAVA MENJADI JAJANAN BASAH KUE BAPEL (WAFFLE) ., Komang Suartini; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel dari tepung casava (2) kualitas jajanan basah kue bapel dari tepung casava dilihat aspek aroma, rasa, warna dan tekstur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true-ekperimen research) Bentuk desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental. Sedangkan jenis rancangan eksperimen yang digunakan yaitu One-shot Case Study, yaitu dengan pemberian perlakuan atau treatment terhadap jajanan basah kue bapel dari tepung casava kemudian diobservasi hasilnya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik mutu hedonik yang diujikan kepada 25 orang panelis pencicip terlatih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskritif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel yaitu: 450 gr tepung casava, 6 kuning telur, 2 putih telur, 300 gr gula pasir, 500 cc susu tawar cair, 1 sendok makan margarin cair, 11gr ragi instan (2) kualitas jajanan basah kue bapel dilihat dari aspek aroma termasuk pada katagori baik memiliki aroma khas tepung casava, dari aspek rasa termasuk pada katagori baik memiliki rasa manis, dari aspek warna termasuk pada katagori baik memiliki warna kuning kecoklatan, dari aspek tekstur termasuk pada katagori baik memiliki tekstur lembut dan berpori rata. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung casava bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pada tepung terigu dalam pembuatan kue bapel.Kata Kunci : Kualitas, Kue bapel, Tepung casava. This research inent to know (1) the standart recipe formulation waffle wet made from casava floour (2) quality of waffle wet cake made from casava flour seen in tester, colour, taste an texture. Study design thet use in this research is true exsperiment research the design of experiment use is pre experimental. Although the types of experimental design use is one shot case study, that is give treatment to wet cake waffle from casava flour and than tehe result will be observation. Methods use to obtain the data is observation method by using organoleptic hedonic quality tested to 25 panelists taster, rated of tester, flavor, colour an texture aspeets. Then the data analyzed by descriptive quantitative method. Research result show (1) that the formulation recipe of waffle which using where: 450 gr of casava flour that has been slifted, 2 yellow eggs, 2 white eggs, 300 gr white sugar, 600 cc of condenstate milk, 1 tea spoon of liquid margarine, and 11 gr yeast instant. In context in the good category has flaver casava flavor typical, in the taste in good category has a sweet taste, in aspect colour in the good category has a brownish yellow colour, and the texture in the good category has soft texture and porously flat. Based on this research it can be conchided that casava flour can be used as a substitute for wheat flour into make waffle cake.keyword : Quality, cake waffle, casava flour.
PEMANFAATAN TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA BALBISIANA) MENJADI CHOCO COOKIES Saputra, Made Wira Lega; Ariani, Risa Panti; Damiati, Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i3.22158

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari rasa, aroma dan tekstur. Objek penelitian ini adalah proses pembuatan dan kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari aspek rasa, aroma, dan tekstur. Panelis yang dipilih adalah panelis terlatih terdiri dari guru dan dosen tata boga berjumlah 19 orang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan metode observasi. Data kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok sebagai berikut tepung bonggol pisang kepok 150g, margarin 180g, choco chip 150g, gula halus 150g, cokelat bubuk 25g, kuning telur 20g dan vanilli 4g (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,94 artinya memiliki rasa manis dan gurih. Aspek aroma berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,89 artinya memiliki aroma khas bonggol pisang kepok. Aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,78 artinya memiliki tekstur yaitu rapuh. Kata Kunci : choco cookies, kualitas, tepung bonggol pisang kepok, formula. Abstract This experimental research is aimed to know (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies (2) the quality of kepok banana hump flour seen from flavor, aroma and texture. The object of this study is process and quality of kepok banana hump flour choco cookies from the aspect of flavor, aroma and texture. The selected panelists were 19 trained panelists. The method used in this is the method of laboratory and method of observation. The data kepok banana hump flour was collected through organoleptic test of hedonic quality with scale 3 levels and then the data of this study was found some result will be analyzed by using qualitative and quantitative descriptive analysis method. Based on the results of data analysis, it was found (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies is a kepok banana hump flour 150g, margarine 180g, choco chip 150g, refined sugar 150g, cocoa powder 25g, egg yolk 20g, and vanillie 4g (2) the quality of kepok banana hump flour choco cookies seen from flavor aspect is good category with the average 2,94 has a desired flavor there are sweat and savory, from the aspect aroma is in the good category with the average 2,89 has a distinctive aroma of kepok banana hump flour, from the aspect of the texture is good category with the average 2,78 has a distinctive texture is fragile. Keywords: choco cookies, quality, kepok banana hump flour, formula
Reinventarisasi Kuliner Etnis Tionghoa Dan Etnis Arab Di Kota Singaraja ., Nurlaili Solihatun Nisa; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi kuliner etnis Tionghoa dan etnis Arabdi Kota Singaraja meliputi jenis hidangan, bahan dan teknik pengolahannya. Penelitian ini dilakukan di Kota Singaraja, dengan sumber informan yaitu dari, ibu-ibu rumah tangga, penjual makanan, dan ibu-ibu PKK yang mengolahkulineretnis Tionghoadanetnis Arab.Teknik pengkumpulan data dengan metode observasi danwawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitulembar observasi danpedoman wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriftip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kuliner etnis Tionghoa di Kota Singaraja yaitu cai cuk (bubur ayam), chao fan (nasi goreng), ta mie, kolobak, bihun goreng, mie goreng, cap cay, fu yung hai, mie kuah, bakwan campur, siomay ikan, kwetiau, siobak, pao, cakwe, me pa, kue ku, wajik, kue mangkok, dan lumpia. Bahan-bahan yang digunakan meliputiberas, daging babi, kol, wortel, sawi putih, sayur hijau, pree bumbunya, bawang merah, bawang putih, saos tiram, merica, minyak wijen, kecap manis dan kecap asin bahan untuk jajanan tepung terigu, ketan, tepung beras, telur, gula pasir, baking powder, garam, touge, bihun dll.Teknik pengolahan yang digunakan antara laian, clear simmering (direbus), chaow fraying (digoreng), jin (ditumis), ji’ah (ditumis dengan minyak banyak), braising (direbus), dan jing (dikukus). (2) kuliner etnis Arab di Kota Singaraja yaitu nasi kebuli, nasi mandhi, kebab ayam, shwarma, salata, salata tamran, kari, sambosa, roti maryam dan jus kurmis (kurma kismis).Bahan-bahan yang digunakan meliputi, beras, daging ayam, daging kambing buncis, bawang bombay, selada, mentimun, tomat, seledri, kentang bumbu cengkeh, kapulaga, oregano, kayu manis dll, bahan untuk jajan, air, tepung terigu, telur, minyak goreng, kulit sambosa, mayones, saos tomat. Teknik pengolahan yang digunakan antara lain,ealaa albukhar (dikukus), maghli (direbus), makhbuz (dipanggang), almaqaliyah (digoreng), maqli (ditumis), dan makhluth (diblender).Kata Kunci : Kota Singaraja, Kuliner etnis Arab, Kulineretnis Tionghoa, Reinventarisasi This study aims to inventory the cuirin of Chinese and Arabian in Singaraja includes the type of food, ingredients and processing techniques. This research was in Singaraja, the source are the informant from, housewife, food seller, and PKK mothers who made the cusine Chines and Arabian . Technique of collecting data by observation and interview method, while research instrument used by observation and interview guidelines. Data analysis using descriptive technique. The results of this study show (1) Chinese culinary in Singaraja are cai cuk (chicken porridge), chao fan (fried rice), ta noodle, kolobak, fried vermiceli, fried noodle, cay cap, fu yung hai , noodle soup, bakwan mix, siomay fish, kwetiau, tart, pao, cakwe, me pa, my cake, diamond cupcakes, and lumpia. Basic used various of caliber, pork, cabage, carrot, chicory, green vegetables, onion, garlic, oyster sauce, pepper, sesame oil, salty soy sauce and soy sauce ingredients for snacks of wheat flour, sticky rice, rice flour, eggs, sugar sand, baking powder, salt, touge, vermicelli etc. Used between laian, clear simmering (boiled), chaow fraying (fried), jin (sauteed), ji'ah (sauteed with lots of oil), braising (boiled), and jing (steamed). (2) Arabian culinary in singaraja are kebuli rice, mandhi rice, chicken kebab, shwarma, salata, salata tamran, curry, sambosa, maryam bread and juice curdat (currant dates). Materials used, rice, chicken meat, goat meat, onion, lettuce, cucumber, tomato, celery, potato seasoning cloves, cardamom, oregano, cinnamon etc. Iingredients for snack, water, wheat flour, egg, cooking oil, sambosa skin, mayonnaise, tomato sauce. Processing techniques used include, ealaa albukhar (steamed), maghli (boiled), makhbuz (baked), almaqaliyah (fried), maqli (sauteed), and makhluth (blended).keyword : Singaraja citi, cuisine of Arabia, cuisine of Chinese, inventort
STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU MENJADI DODOL BERAROMA VANILI DAN DAUN PANDAN ., Putu Rahayu Puspayanti; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4851

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kualitas dodol mengkudu original, beraroma vanili dan beraroma daun pandan dari aspek rasa, aroma, dan tekstur (2) untuk mengetahui selera masyarakat terhadap dodol mengkudu original, beraroma vanili dan beraroma daun pandan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Dodol mengkudu original, beraroma vanili dan beraroma daun pandan diuji kualitas oleh 4 orang panelis terlatih dan uji selera oleh 30 panelis konsumen dari aspek rasa, aroma dan tekstur. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji kualitas dan lembar uji selera. Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. (1) Kualitas dodol mengkudu original termasuk pada kategori rasa, aroma dan tekstur baik. Kualitas dodol mengkudu beraroma vanili termasuk pada kategori rasa baik, aroma cukup dan tekstur baik. Kualitas dodol mengkudu beraroma daun pandan termasuk pada kategori rasa baik, aroma cukup dan tekstur baik. (2) Selera masyarakat terhadap dodol mengkudu original termasuk pada kategori rasa suka, aroma biasa dan tekstur sangat suka. Selera masyarakat terhadap dodol mengkudu beraroma vanili termasuk pada kategori rasa suka, aroma suka dan tekstur sangat suka. Selera masyarakat terhadap dodol mengkudu beraroma daun pandan termasuk pada kategori rasa, aroma dan tekstur sangat suka. Kata Kunci : mengkudu, dodol, kualitas, selera The purposes of this research are: (1) To know the quality of original Noni Dodol, and with the scent of vanila and pandan’s leaves, from the aspect of taste, scent, and texture (2) to know the public taste of original Noni dodol, and with the scent of vanila and pandan’s leaves. This research is experimental research by using observation method on data collection techniques. The quality of original Noni Dodol, with vanila scent and pandan’s leaves scent are tested by 4 persons of trained panelists and the public taste was tested by 30 persons of consumer panelists, based on taste, scent, and texture. Data collection instruments are quality test sheets and taste/flavor test sheets. Then analyzed using quantitative descriptive analysis. (1) The quality of original Noni dodol is classified into good category based on taste, scent and texture. Dodol with vanila scent has good category of taste, enough of scent, and goon in texture. Dodol with pandan’s leaves scent has good taste, enough of scent, and good in texture. (2) Public scent of this product are, original dodol was tasted good, good in scent, and very good in texture. Dodol with vanila scent was tasted good, regular scent, and very good in texture. Dodol with pandan’s leaves scent was tasted very good in flavor, scent, and texture. keyword : noni fruit, dodol, quality, taste
Profil Rumah Adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ., Gede Witarsa; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8964

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendekripsikan (1) komponen rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (2) bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (3) tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dan (4) makna rumah adat Bali Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan metode obsevasi dan wawancara. Sumber informan dari penelitian ini adalah Kelian Adat Desa Julah, Kepala Desa dan staf adat Desa Julah. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Komponen pada rumah adat Bali Mula yaitu Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) Bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki bagian kaki atau dasar bangunan berupa bebaturan, bagian badan atau tengah berupa saka, tembok dan bagian utama/kepala berupa atap bangunan (3) Tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah menggunakan konsep nyegara gunung dan tidak menggunakan konsep asta kosala kosali seperti rumah adat Bali secara umum (4) Makna rumah adat Bali Mula adalah rumah hanya menjadi tempat untuk beristirahat di malam hari, sehingga penghuni rumah merasa tidak nyaman berada di dalam rumah pada siang hari, sehingga penghuni rumah tidak bermalas-malasan didalam rumah dan lebih memilih untuk pergi berkebun karena Desa Julah merupakan daerah agraris, dan dapur pada rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki makna sebagai rumah pertama bagi pasangan suami istri yang baru menikah.Kata Kunci : Bali Mula, profil rumah adat, rumah adat Julah Research descriptive aims decrypt (1) components traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district , (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district, (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district and (4) meaning traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district. Data collection method used in research is the method obsevasi and methods interview. Source informants from the study is the kelian adat Julah village, the the village chief and staff customary Julah village. Data analyzed by using a technique descriptive qualitative. The result of this research are (1) components of traditional house Bali Mula is Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village different from the form of traditional house Bali in general (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village using the concept Nyegara Gunung nor using the concept Asta Kosala Kosali as traditional house Bali in general (4) meaning of traditional house Bali Mula of Julah village of is a become places just for rest at night , so that the inhabitants of the house feel uncomfortable be in the house during the day , that the occupants the house do not idleness in the house and prefer to go gardening because Julah Village is the agrarian region, and the kitchen in traditional house Bali Mula of Julah village having a meaning as the first house for a couple husband and wife newly married.keyword : Bali Mula, profile traditional house, Julah traditional house
IDENTIFIKASI BUMBU KHAS TRADISIONAL BALI PADA DESA BALI AGA DI KABUPATEN BULELENG Putri, Komang Mega; Masdarini, Luh; Ariani, Risa Panti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i1.32577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan bumbu tradisional Bali pada Desa Bali Aga di Kabupaten Buleleng bumbu-bumbu yang digunakan pada makanan khas dan makanan sehari-hari. Jenis penelitian ini yaitu deskriftif dan berlokasi pada Desa Bali Aga Di Kabupaten Buleleng. Teknik Pemilihin informan yaitu  (1) Pusposive Sampling dan (2) Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara, sedangkan instrument penelitian yang digunakan yaitu  (1)  lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriftif kualitatuf. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa bumbu tradisional pada Desa Bali Aga di Kabupaten Buleleng yaitu dari Base gede/wayah, base selem, base bawang jahe, base colok, base manis, sambal mba, sambal nyuh ,basan ketekan (wewalungan), basan ketekan (isin bet/alas), base pengenep, base uyah sere tabia, base sune cekuh ,  base pelalah, base kables, base plecing, base serosop, base kela,  dan base nyangluh. Kata-kata kunci: identififkasi, Bumbu Tradisional, Bali Aga The purpose of this research was to describe the traditional Balinese seasoning in Bali Aga village in Buleleng regency. The seasoning used in Bali Aga village used in special foods and regular foods. The type of this research is descriptive and was carried out in Bali Aga village in Buleleng regency. The techniques used in selecting the informants are (1) Puspusive samples and (2) Random samples. The data collection techniques are used (1) observation and (2) interviews. The research instruments used are (1) observation sheets and (2) interview guides. In analyzing the data, this research was using qualitative descriptive techniques. The results showed that the traditional seasoning that used in Bali Aga village in Buleleng regency were Base gede/wayah, base selem, base bawang jahe, base colok, base manis, sambal mba, sambal nyuh, pasan ketekan (wewalungan), base tetekan (isinbet/alas), base pengenep, base uyah sereh tabia, base sune cekuh, base pelalah, base kables, base plecing, base serosop, base kela dan base nyengluh.Keywords: Identification, Traditional seasoning, Bali AgaDaftar pustaka Margono, S. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. Jakarta : PT Rineka Cipta.Morrissan.2014 Metode Penelitian Survey. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group,Nazir. 1988. (online).( http:l/merlitafutrianaO.blogspot.com/p/wawancara.html, diakses 14 Agustus 2019)Remen, I Ketut. 1987. 0/ah-0/ahan Paebatan Bali. Dcnpasar: Banjar Sila Danna Nyuhgading MengwitaniSukerti, Ni Wayan, dkk. 2016. Reinventarisasi Makanan Tradisional Buleleng Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 5(1):Trianto. (2011). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Prestasi PutakaryaVelyniawati, Putu, dkk. 2015: Tingkat Peneriman Wisatawan Asing Terhadap Makanan Tradisional Bali. Jurnal Ilmu Gizi. 6(1): 58-65
PEMANFAATAN TEPUNG CASAVA MENJADI JAJANAN BASAH KUE BAPEL (WAFFLE) Komang Suartini .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel dari tepung casava (2) kualitas jajanan basah kue bapel dari tepung casava dilihat aspek aroma, rasa, warna dan tekstur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true-ekperimen research) Bentuk desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental. Sedangkan jenis rancangan eksperimen yang digunakan yaitu One-shot Case Study, yaitu dengan pemberian perlakuan atau treatment terhadap jajanan basah kue bapel dari tepung casava kemudian diobservasi hasilnya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik mutu hedonik yang diujikan kepada 25 orang panelis pencicip terlatih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskritif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel yaitu: 450 gr tepung casava, 6 kuning telur, 2 putih telur, 300 gr gula pasir, 500 cc susu tawar cair, 1 sendok makan margarin cair, 11gr ragi instan (2) kualitas jajanan basah kue bapel dilihat dari aspek aroma termasuk pada katagori baik memiliki aroma khas tepung casava, dari aspek rasa termasuk pada katagori baik memiliki rasa manis, dari aspek warna termasuk pada katagori baik memiliki warna kuning kecoklatan, dari aspek tekstur termasuk pada katagori baik memiliki tekstur lembut dan berpori rata. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung casava bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pada tepung terigu dalam pembuatan kue bapel.Kata Kunci : Kualitas, Kue bapel, Tepung casava. This research inent to know (1) the standart recipe formulation waffle wet made from casava floour (2) quality of waffle wet cake made from casava flour seen in tester, colour, taste an texture. Study design thet use in this research is true exsperiment research the design of experiment use is pre experimental. Although the types of experimental design use is one shot case study, that is give treatment to wet cake waffle from casava flour and than tehe result will be observation. Methods use to obtain the data is observation method by using organoleptic hedonic quality tested to 25 panelists taster, rated of tester, flavor, colour an texture aspeets. Then the data analyzed by descriptive quantitative method. Research result show (1) that the formulation recipe of waffle which using where: 450 gr of casava flour that has been slifted, 2 yellow eggs, 2 white eggs, 300 gr white sugar, 600 cc of condenstate milk, 1 tea spoon of liquid margarine, and 11 gr yeast instant. In context in the good category has flaver casava flavor typical, in the taste in good category has a sweet taste, in aspect colour in the good category has a brownish yellow colour, and the texture in the good category has soft texture and porously flat. Based on this research it can be conchided that casava flour can be used as a substitute for wheat flour into make waffle cake.keyword : Quality, cake waffle, casava flour.
SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SINGKONG MENJADI PANCAKE Komang Evi Candrawati .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4456

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui kualitas pancake tepung singkong yang menggunakan 100 % substitusi tepung singkong dari aspek rasa, aroma, tekstur, dan konsistensi (2) Untuk mengetahui kualitas pancake tepung singkong yang menggunakan substitusi 80 % tepung singkong dari aspek rasa, aroma, tekstur, dan konsistensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi melalui uji kualitas oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar penilaian uji kualitas, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas pancake dengan substitusi 100 % tepung singkong memiliki kategori baik, dan (2) Kualitas pancake dengan substitusi 80 % tepung singkong memiliki kategori baik. Hasil uji kualitas menunjukkan kedua jenis pancake berkualitas baik, dimana sesuai dengan kriteria yaitu memiliki rasa yang gurih, beraroma singkong, bertekstur lembut dan berpori-pori rata, serta berkonsistensi kenyal. Hasil substitusi tepung terigu dengan tepung singkong pada pembuatan pancake berdasarkan hasil uji kualitas dapat dideskripsikan yaitu dilihat dari segi aroma, dimana substitusi 100 % tepung singkong menghasilkan aroma yang lebih kuat, yaitu beraroma singkong. Temuan lain pada penelitian ini yaitu pancake dengan substitusi 100 % tepung singkong memiliki tinggi volume lebih tipis dan proses pematanganya lebih lama dibandingkan dengan pancake dengan substitusi 80 % tepung singkong. Kata Kunci : Tepung Singkong, Pancake, Uji kualitas. This study aims to: (1) To determine the quality of cassava flour pancakes which uses 100% substitution of cassava flour aspects of taste, texture and consistency (2) To determine the quality of cassava flour pancakes using 80% cassava flour substitution of the aspects of flavor, aroma , texture and consistency. This study was an experimental study with data collection through observation through quality test by 25 trained panelists. Data collection instruments used were the assessment sheet quality test, then analyzed using quantitative descriptive analysis Results showed (1) the quality of the pancakes with 100% substitution of cassava flour has a good category, and (2) Quality of pancakes with a 80% substitution of cassava flour has a good category. The test results demonstrate the quality of both types of pancakes good quality, which according to the criteria that have a savory flavor, flavored cassava, soft textured and porous flat and chewy consistency. The result of the substitution of wheat flour with cassava flour in pancake-making based on quality test results that can be described in terms of taste, where 100% cassava flour substitution resulted in a stronger taste, which is flavored cassava. Other findings in this study are pancakes with 100% substitution of cassava flour has a high volume slightly thinner and longer process than the pancakes with 80% substitution of cassava flour. keyword : Cassava Flour, Pancake, quality test.
Co-Authors ., Dewa Gede Maha Wijaya Putra ., Gede Witarsa ., Ketut Mei Subaktiada ., KETUT SUYASA ., Komang Budiarsih ., Made Surya Sasmika ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Wayan Erniasih ., Nurlaili Solihatun Nisa ., Wawik Santiawani Alpia, Bq Nuri Armabela, Oryza Atmaja, N. Bawa Cokorda Istri Raka Marsiti Damiati Damiati - Desak Made Dianita Febriyani Dewa Ayu Yasmini Apriliani Dewa Putu Darmawan Dra Damiati DWI PUTRA DARMAWAN Ekayani, I. A. P. Hemy Gede Witarsa . Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Agus Pradana Putrawan I Gusti Ayu Ketut Asti Wedayanti I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Cipta Widiadana Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Indra Sopiani . Inten Ihromi May INTEN IHROMI MAY . Kadek Dewi Kariani . Kadek Dewi Kariani ., Kadek Dewi Kariani Kadek Meli Karsita KADEK SUASTIKA . Ketut Mei Subaktiada . KETUT SUYASA . Komang Budiarsih . komang cahya galih pertiwi Komang Evi Candrawati . Komang Mega Putri Komang Suartini . Liantini, Kadek Wina Luh Era Desiyana . Luh Masdarini Made Riki Ponga Kusyanda Made Surya Sasmika . Martha Lisa Br Tarigan May, Inten Ihromi Muh Hairul Rohit Rahman Muhlis Muliana Muliana N. Bawa Atmaja neto, fransiska s.b Ni Kadek Desy Parwati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Vera Dwiyani Ni Made Mahartini Ni Made Suriani Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nurhidayah Nurlaili Solihatun Nisa . Nyoman Putriani . Pinem, Menang Suranta Putri, Komang Mega Putu Melyawati Putu Rahayu Puspayanti . R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Saputra, Made Wira Lega Setiawati, Ni Kadek Wawik Santiawani . Yumita Lestari, Ida Ayu