Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN TEPUNG SINGKONG SEBAGAI SUBSTITUSI TERIGU UNTUK VARIASI CAKE Risa Panti Ariani; I.A.P Hemy Ekayani; Luh Masdarini
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v5i1.8283

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh variasi cake dari tepung singkong dengan mensubstitusi terigu. Karena terigu merupakan produk impor olahan dari gandum, sebagai usaha mendukung peningkatan ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental semu di laboratorium karena keterbatasan untuk mengontrol semua variabel yang relevan. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk memperoleh data uji kualitas dari panelis terlatih, sedangkan data uji selera diperoleh dari masyarakat umum untuk mengetahui keberterimaan variasi cake singkong. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperoleh kualitas cake singkong pada kriteria yang sempurna pada, (a) pound cake dengan substitusi 80% bahan utama, (b) roll cake dengan substitusi 100% bahan utama, tetapi kualitas tekstur terendah, (c) chiffon cake dengan substitusi 100% bahan utama, serta pengembangan (volume) maksimal, (d) bolu kukus dengan substitusi 80% bahan utama, tetapi kualitas aroma terendah, (e) sponge cake dengan substitusi 80% bahan utama, tetapi semua kriteria terendah, (f) brownies dengan substitusi 100% bahan utama, serta semua kriteria tertinggi, (g) fruit cake menggunakan buah-buahan lokal dengan substitusi 100% bahan utama, serta semua kriteria tertinggi, dan (g) rainbow cake dengan substitusi 100% bahan utama, tetapi kualitas tekstur terendah. Secara umum keberterimaan masyarakat sangat menyukai variasi cake singkong, tetapi sponge cake dan rainbow cake memperoleh keberterimaan terendah. Dengan demikian 8 jenis cake dapat menggunakan tepung singkong sebagai substitusi terigu untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan. Kata kunci: tepung singkong, variasi cake, substitusi terigu Abstract The purpose of this study to obtain a cake variation of substituting wheat with cassava flour. Because wheat is imported products processed from wheat, in an effort to support increased food security. This study uses a quasi-experimental research in the laboratory because of the limitations to control all the relevant variables. Data collection instrument uses observation sheets to obtain quality test data from trained research, while the taste test data obtained from the general public to determine the acceptability of variation cassava cake. The data analysis was conducted by qualitative descriptive study. Research results obtained quality cake cassava on the criteria perfectly on, (a) pound cake with a substitution of 80% of the main ingredient, (b) roll cake with substitution of 100% main ingredient, but the quality of the texture of the lowest, (c) chiffon cake with substitution of 100% the main ingredient, and development (volume) maximum, (d) steamed sponge with the substitution of 80% of the main ingredient, but the quality of the aroma room, (e) sponge cake with a substitution of 80% of the main ingredient, but all the criteria lows, (f) brownies with substitution 100% main ingredient, as well as all the supreme criterion, (g) fruit cake using local fruits by substitution of 100% main ingredient, as well as all the supreme criterion, and (g) rainbow cake by substituting 100% main ingredient, but the texture quality lowest. In general acceptability of the community is like the variety of cassava cake, but the cake and rainbow sponge cake obtain the lowest acceptance. Thus the 8 types of cake can be used as a substitution of cassava flour wheat to support increased food security. Keywords: cassava flour, cake variation, substitution wheat
Potensi Bendungan Pandan Duri Sebagai Destinasi Wisata Di Desa Pandan Duri Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Muliana Muliana; Luh Masdarini; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i2.40777

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi Bendungan Pandan Duri sebagai destinasi wisata di Desa Pandan Duri Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Metode analisis data penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bendungan Pandan Duri memiliki berbagai potensi yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata antara lain potensi wisata alam seperti Pandan Duri Ijo, Keliling Pandan Duri, Bemade`an, Bertanam dan Petik Hasil pertanian, Sunset Solah Pandu, Green Pandu`s Gate dan potensi buatan seperti Pandu Kuliner, Pandan Duri Besepede, Galeri Pandu, Pasar Murah Sabtu Ance Minggu, Pandan Duri Mancing, Silaq Ngupi, dan Rebana Pandu. Hal ini merupakan keunggulan dan peluang Bendungan Pandan Duri untuk dijadikan sebagai destinasi wisata didukung dengan tersedianya berbagai fasilitas umum yang menunjang kegiatan wisata. Kekuatan (Strenght) Bendungan Panda Duri dapat menjadi media belajar, rekreasi, olahraga, promosi  didukung oleh lingkungan bendungan yang strategis sehingga berpotensi untuk terciptanya berbagai kegiatan wisata, kelemahan (weaknesses) yang dapat diidentifikasi adalah belum adanya perizinan untuk mengelola potensi lebih lanjut, aksesibilitas sarana dan prasarana, fasilitas masih kurang memadai, aspek kebersihan dan keamanan kurang, keterampilan SDM masih kurang untuk mendukung Bendungan Pandan Duri  menjadi destinasi wisata. Peluang (Opportunities) Bendungan Pandan Duri adalah sebagai salah satu destinasi baru yang berbasis alam, terbukanya lapangan pekerjaan, ancaman (Threat) seperti merusak fasilitas area bendungan, membuang sampah dan menebang pohon sembarangan di area sekitar Bendungan Pandan Duri.
Penerapan Model Role Playing Berbantuan Audio Visual Untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Front Office Di SMK Negeri 1 Kubu Putu Melyawati; Ni Made Suriani; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran role playing dengan media audio visual untuk mata pelajaran front office dengan materi menangani reservasi individu di kelas XI PH SMK Negeri 1 Kubu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas 2 siklus yang langkahnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI PH 1 SMK Negeri 1 Kubu yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deksriptif dengan melakukan analisis data hasil penelitian yang diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran role playing berbantuan audio visual dapat meningkatkan keterampilan siswa terkait mata pelajaran front office untuk siswa kelas XI PH SMK Negeri 1 Kubu. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil persentase ketuntasan keterampilan siswa pada pretest yakni hanya sebesar 14,3%, kemudian mengalami peningkatan sebesar 28,6% sehingga pada siklus I hasil persentase ketuntasan siswa menjadi 42,9%. Selanjutnya, pada siklus II hasil persentase ketuntasan siswa meningkat sebesar 45,7% sehingga pada siklus ini hasil meningkat menjadi 88,6%.
Analisis Potensi Daya Tarik Air Terjun Tembok Barak Untuk Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Desa Sambangan I Gusti Ayu Ketut Asti Wedayanti; Risa Panti Ariani; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 14 No. 2 (2023): VOCATIONAL EDUCATION ON TOURISM, FASHION AND BEAUTY
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v14i2.61165

Abstract

This study aims to describe the potential attractiveness of Tembok Barak Waterfall which can be developed as a tourist destination in Sambangan Village. The type of research used is descriptive qualitative. The research subjects were determined using a purposive sampling technique, namely key informants: Chairperson of the Tunjung Mekar POKDARWIS, Head of the Tembok Barak Waterfall Group and supporting informants: Community Leaders, Tour Guides (Guide), and Tourism Sector Staff of the Buleleng Regency Tourism Office. The method used in this study is the method of observation, interviews, documentation. The results showed that the potential attractiveness of the Barak Wall Waterfall included: attractions (tourist attractions) in the form of natural conditions that are owned and there are springs that are used by the surrounding community for painting activities. Accessibility (accessibility) in the form of adequate road access for tourist activities which also serve as trekking routes and views of rice fields on the entry route. In the amenities component, there is a resting place in the form of a saka pat (a simple open building with four pillars) and there are food and beverage services in the form of a simple local shop. Ancillary (additional services) at Tembok Barak Waterfall, namely the establishment of a Tourism Management Body called the Tunjung Mekar Tourism Awareness Group (POKDARWIS) and have received training from academia and the Tourism Office related to managers. Based on the results of the research above, it can be concluded that Tembok Barak Waterfall has the potential to be developed into a natural tourist destination in Sambangan Village.
PEMANFAATAN SISA SORTIR KACANG METE (Anacardium occidentale L) MENJADI SELAI KACANG METE Ni Made Mahartini; Risa Panti Ariani; Dra Damiati
Jurnal Kuliner Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v1i2.32916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas selai kacang mete dengan selai kacang tanah dilihat dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma. Penelitian ini dalam pengujiannya menggunakan panelis terlatih sebanyak 25 orang panelis terdiri dari 20 orang guru Tata Boga, 4 orang dosen Tata Boga dan 1 orang laboran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi uji kualitas dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji kualitas. Data dianalisis dengan menggunakan teknik organoleptik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uji kualitas selai kacang mete meliputi (1) dari aspek rasa memiliki rasa manis, gurih dan memiliki rasa khas kacang mete (2) dari aspek warna memiliki warna coklat muda (3) aspek tekstur, selai kacang mete memiliki tekstur halus dan mampu menempel pada roti tawar (4) aspek aroma, selai kacang mete memiliki aroma khas kacang mete. Kata kunci : kacang mete, rasa, warna ,tekstur, aroma.
Substitusi Penggunaan Tepung Mocaf (Modified Cassva Flour) Pada Butter Cookies Kelapa Substitution of the Use of Mocaf Flour (Modified Cassva Flour) in Coconut Butter Cookies Muh Hairul Rohit Rahman; Risa Panti Ariani; Luh Masdarini
Jurnal Kuliner Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v1i2.36763

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan (1) untuk mengetahui kualitas butter cookies kelapa tepung mocaf (modified cassava flour) dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar uji organoleptik dengan 3 taraf (baik, cukup, dan buruk) yang diujikan kepada 20 panelis terlatih. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas butter cookies kelapa tepung mocaf dengan menggunakan bahan 100% tepung mocaf dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur dikategorikan sebagai kategori baik. Dari aspek rasa, butter cookies kelapa tepung mocaf mendapatkan skor rata-rata 3,00 dan sesuai tolak ukur yang telah ditentukan yakni memiliki rasa yang manis dan gurih. Dari aspek warna butter cookies kelapa tepung mocaf mendapatkan skor rata-rata 2,90 sudah sesuai tolak ukur yakni warna kuning cerah. Dari aspek tekstur butter cookies kelapa tepung mocaf mendapatkan skor rata-rata 2,85 dan sudah sesuai tolak ukur yang telah ditentukan yakni memiliki tekstur yang rapuh. Kata Kunci : Butter Cookies, Kualitas, Tepung Mocaf, Rasa, Warna, TeksturThis experimental study aims (1) to determine the quality of coconut butter cookies with mocaf flour (modified cassava flour) in terms of taste, color and texture. The data collection method used in this research is observation. The instrument in this study used an organoleptic test sheet with 3 levels (good, adequate, and bad) which were tested on 20 trained panelists. Furthermore, the data were analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study indicate that the quality of coconut butter cookies with mocaf flour using 100% mocaf flour seen from the aspect of taste, color and texture is categorized as good category. From the aspect of taste, coconut butter cookies with mocaf flour get an average score of 3.00 and according to predetermined benchmarks, they have a sweet and savory taste. From the aspect of color, coconut butter cookies, mocaf flour, got an average score of 2.90, which was in accordance with the benchmark, namely the bright yellow color. From the aspect of the texture of coconut butter cookies, mocaf flour gets an average score of 2.85 and is in accordance with predetermined benchmarks, which has a crumbly texture.Keywords : Butter Cookies, Quality, Mocaf Flour, Taste, Color, Texture
Optimalisasi Penggunaan Jagung Ungu Dan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Dalam Pembuatan Tortilla Chips Ni Kadek Desy Parwati; Luh Masdarini; Risa Panti Ariani
Jurnal Kuliner Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v1i2.37260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan jagung ungu dan tepung mocaf dalam pembuatan produk tortilla chips dan kualitas tortilla chips jagung ungu tepung mocaf melalui uji organoleptik dilihat dari aspek warna, tekstur dan rasa. Panelis pada penelitian ini adalah panelis terlatih yang berjumlah 15 orang yang terdiri dari dosen tata boga program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Undiksha, Guru tata boga dari SMK Negeri 1 Sukasada dan SMK Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi melalui uji organoleptik pada panelis dengan 3 tingkatan yaitu 3 = baik, 2 = cukup dan 1 = kurang baik. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini meliputi, (1) Formula yang tepat pada pembuatan tortilla chips jagung ungu tepung mocaf adalah 100% menggunakan jagung kuning diganti dengan jagung ungu dan 100 % menggunakan tepung terigu diganti dengan tepung mocaf.  (2) Pada uji kualitas, dari segi warna, tekstur dan rasa tortilla chips dengan penggunaan jagung ungu tepung mocaf dikategorikan pada kategori “Baik”sesuai dengan tolok ukur yang diharapkan dalam penelitian ini. Dari segi warna, tortilla chips dengan penggunaan jagung ungu tepung mocaf memilik warna ungu kecoklatan sesuai dengan tolok ukur dan mendapatkan skor rata-rata 3,00. Dari segi tekstur, tortilla chips dengan penggunaan jagung ungu tepung mocaf memiliki tekstur renyah sesuai dengan tolok ukur dan mendapatkan skor rata-rata 3,00. Dari segi rasa, tortilla chips dengan penggunaan jagung ungu tepung mocaf  memiliki rasa yang gurih sesuai dengan tolok ukur dan mendapatkan skor rata-rata 3,00.Kata Kunci : jagung ungu, mocaf, optimalisasi, tortilla chips.This study has a purpose to determine the optimalization of the used of purple corn and mocaf flour in producing tortilla chips products and the quality of purple corn tortilla chips with mocaf flour through organoleptic tests in terms of 3 aspects, those are color, texture and taste. The panelists in this study were trained panelists which is 15 people consisting of a culinary leacture from the Family Welfare Education study program of Undiksha, a culinary teacher from SMK Negeri 1 Sukasada and SMK Negeri 2 Singaraja. The data collection method that used in this study was observation through organoleptic tests on panelists with using 3 levels, namely 3 = good, 2 = sufficient and 1= deficient. The data were analyzed by quantitative descriptive technique. The results of this study include, (1) The right formula for making purple corn tortilla chips with mocaf flour is the formula that used 100% of yellow corn was changed into purple corn and the used of 100% of wheat flour was changed into mocaf flour. (2) In the quality test, in terms of color, texture and taste, the tortilla chips which uses purple corn with mocaf flour were categorized in the "Good" category in accordance with the benchmarks expected in this study. In terms of color, the tortilla chips that uses the purple corn with mocaf flour have a brownish purple color in line  to the benchmark and get a average score of 3.00. In terms of texture, the tortilla chips that uses the purple corn with mocaf flour were crunchy and it is match to the benchmark and get a average score of 3.00. In terms of taste, the tortilla chips that uses the purple corn with mocaf flour have a savory taste and it is match to the benchmark and get a average  score of 3.00.Keywords: purple corn, mocaf flour, optimalization , tortilla chips
POTENSI BENDUNGAN PENGGA SEBAGAI DESTINASI WISATA DI DESA PELAMBIK KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Alpia, Bq Nuri; Masdarini, Luh; Ariani, Risa Panti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 15 No. 1 (2024): Creative Economy Study Trough: Tourism and Fashion Design
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v15i1.66130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh Bendungan Pengga sebagai destinasi wisata di Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan indikator 4A sebagai acuan destinasi wisata yaitu Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancilliary. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bendungan Pengga sebagai destinasi wisata memenuhi indikator acuan sebagai destinasi wisata. Bendungan Pengga di Desa Pelambik memiliki berbagai potensi yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata antara lain seperti Sunrise Pengga, Panorama Flamboyan Pengga, Ziarah Makam Keleang, Hoki Gerai, Pengga Memancing, Pengga Camping, Pengga Besempede, Pengga Bridge, dan Keliling Pengga. Kekuatan (Strenght) potensi bendungan ini dapat menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan media belajar didukung oleh lingkungan bendungan yang letaknya strategis sehingga dapat berpotensi terciptanya berbagai kegiatan wisata. Kelemahan (Weaknesses) yang dapat di identifikasi adalah pemerintah yang tidak aktif dalam mendukung bendungan sebagai tempat wisata, fasilitas kurang memadai, aspek kebersihan kurang dan keamanan kurang. Peluang (Opportunites) yang ada di bendungan adalah sebagai salah satu destinasi wisata baru yang berbasis alam, dan terbentuknya lapangan pekerjaan. Ancaman (Threat) seperti dapat merusak fasilitas area bendungan, membuang sampah sembarangan, dan rentan terjadinya bencana alam.
Idenfitikasi Potensi Pantai Wane Sebagai Daya Tarik Wisata Bahari di Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB Nurhidayah; Ariani, Risa Panti; Luh Masdarini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 15 No. 1 (2024): Creative Economy Study Trough: Tourism and Fashion Design
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v15i1.66349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Potensi Pantai Wane sebagai daya tarik Wisata Bahari di Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima berdasarkan komponen kepariwisataan 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Anciliary). Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan secara desktiptif, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, objek wisata Pantai Wane ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata bahari. Attraction yang dimiliki berupa (1) wisata alam dengan keindahan yang menarik terdapat bebatuan karang di sekitar pantai, ombak yang besar cocok digunakan untuk kegiatan , (2) wisata budaya yaitu makanan khas daerah seperti doco mange, uta londe puru, uta mbeca maci, (3) wisata buatan yaitu berupa fertival yang diselenggarakan oleh pokdarwis La Bibano dengan bekerja sama dengan pemuda desa. Accessibility, dilihat dari akses jalannya sudah cukup baik meski masih ada beberapa yang rusak dan berlubang, kemudian jalannya masih sempit. Jaringan internet dan seluler sudah tersedia namun belum stabil dikarenakan belum ada tower provaider disekitar Desa Tolotangga. Amenity, penginapan seperti hotel dan villa belum tersedia namun sudah ada homestay sementara yang bisa digunakan wisatawan jika ingin bermalam. Belum terdapat fasilitas umum seperti toilet umum, tempat sampah, tempat duduk, dan lainnya. Anciliary, sudah ada kelompok dasar wisata atau pokdarwis yang bertugas untuk mengelola dan mengembangkan objek wisata Pantai Wane. Kemudian ada sanggar seni yang membantu pokdarwis dalam mengembangkan objek wisata Pantai Wane. Kata Kunci : Potensi wisata bahari, attraction, accessibility, amenity, anciliary.
Pemanfaatan Extrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Kue Putu Ayu: Utilization of Moringa (Moringa Oleifera) Leaf Extract as a Natural Coloring in Making Putu Ayu Cake Muhlis; Risa Panti Ariani; Luh Masdarini
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.66374

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk melakukan uji mutu organoleptik terhadap kue putu ayu dengan menggunakan pewarna alami daun kelor, Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi melalui uji organoleptik dengan 4 tingkatan yaitu amat suka, suka, kurang suka, dan tidak suka. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini, menggunakan kelompok panelis tidak terlatih sebanyak 50 orang dengan menguji sifat organoleptik terhadap kesukaan Kue Putu Ayu dengan penggunaan ekstrak daun kelor, hasil penelitian kue putu ayu dari segi Tekstur produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 76,%. Uji kesukaan dari segi rasa dapat dikategorikan “Suka” dengan persentase 72,%. Warna produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 68,%. Aroma produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 65,%. Kata kunci: Pemanfaatan, Putu Ayu, Daun Kelor, Organoleptic
Co-Authors ., Dewa Gede Maha Wijaya Putra ., Gede Witarsa ., Ketut Mei Subaktiada ., KETUT SUYASA ., Komang Budiarsih ., Made Surya Sasmika ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Wayan Erniasih ., Nurlaili Solihatun Nisa ., Wawik Santiawani Alpia, Bq Nuri Armabela, Oryza Atmaja, N. Bawa Basablolon, Euginia Kewa Cokorda Istri Raka Marsiti Damiati Damiati - Desak Made Dianita Febriyani Dewa Ayu Yasmini Apriliani Dewa Putu Darmawan Dra Damiati DWI PUTRA DARMAWAN Ekayani, I. A. P. Hemy Gede Witarsa . Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Agus Pradana Putrawan I Gusti Ayu Ketut Asti Wedayanti I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Cipta Widiadana Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Indra Sopiani . Inten Ihromi May INTEN IHROMI MAY . Kadek Dewi Kariani . Kadek Dewi Kariani ., Kadek Dewi Kariani Kadek Meli Karsita KADEK SUASTIKA . Ketut Mei Subaktiada . KETUT SUYASA . Komang Budiarsih . komang cahya galih pertiwi Komang Evi Candrawati . Komang Mega Putri Komang Suartini . Liantini, Kadek Wina Luh Era Desiyana . Luh Masdarini Made Riki Ponga Kusyanda Made Surya Sasmika . Martha Lisa Br Tarigan May, Inten Ihromi Muh Hairul Rohit Rahman Muhlis Muliana Muliana N. Bawa Atmaja neto, fransiska s.b Ni Kadek Desy Parwati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Vera Dwiyani Ni Made Mahartini Ni Made Suriani Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nurhidayah Nurlaili Solihatun Nisa . Nyoman Putriani . Pinem, Menang Suranta Putri, Ketut Windi Tarisa Putri, Komang Mega Putu Melyawati Putu Rahayu Puspayanti . R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Saputra, Made Wira Lega Setiawati, Ni Kadek Wawik Santiawani . Yumita Lestari, Ida Ayu