Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Extrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Kue Putu Ayu: Utilization of Moringa (Moringa Oleifera) Leaf Extract as a Natural Coloring in Making Putu Ayu Cake Muhlis; Risa Panti Ariani; Luh Masdarini
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.66374

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk melakukan uji mutu organoleptik terhadap kue putu ayu dengan menggunakan pewarna alami daun kelor, Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi melalui uji organoleptik dengan 4 tingkatan yaitu amat suka, suka, kurang suka, dan tidak suka. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini, menggunakan kelompok panelis tidak terlatih sebanyak 50 orang dengan menguji sifat organoleptik terhadap kesukaan Kue Putu Ayu dengan penggunaan ekstrak daun kelor, hasil penelitian kue putu ayu dari segi Tekstur produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 76,%. Uji kesukaan dari segi rasa dapat dikategorikan “Suka” dengan persentase 72,%. Warna produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 68,%. Aroma produk dapat pada kategori “Suka” dengan skor persentase 65,%. Kata kunci: Pemanfaatan, Putu Ayu, Daun Kelor, Organoleptic
Uji Organoleptik Waffle Dengan Varian Pisang Mas (Musa Acuminata): Organoleptic Test of Waffles with Banana Mas (Musa Acuminata) Variants Kadek Meli Karsita; Risa Panti Ariani; Luh Masdarini
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.68363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) formula waffle dengan penambahan pisang mas sebagai varian rasa dalam produk inovasi waffle sehingga dapat memanfaatkan bahan pangan lokal, dan 2) kualitas waffle dengan varian pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa 3) kesukaan masyarakat terhadap waffle dengan varian pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dengan skala 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) formula standar yang digunakan dengan penambahan 30% pisang mas dari jumlah penggunaan tepung terigu dan menggunakan cairan menjadi 200 ml susu cair, 2) kualitas waffle pisang mas mendapat kategori sangat sesuai berdasarkan kriteria deskripsi waffle pisang mas yang telah diujikan pada panelis dan memperoleh hasil dari segi warna memperoleh kategori sangat suka , aroma memperoleh kategori sangat suka, tekstur memperoleh katagori sangat suka dan rasa memperoleh kategori sangat suka, 3) uji kesukaan waflle varian pisang mas, dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa mendapatkan kategori sangat suka, sehingga dapat diterima oleh masyarakat.
Substitusi Sari Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L) Merr.) Sebagai Pewarna Alami Boba : Substitution of Katuk (Sauropus Androgynus (L) Merr.) Leaf Juice as a Natural Boba Colorant Heni Widyasari, Ni Putu; Ariani, Risa Panti; Suriani, Ni Made
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.68602

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: formula substitusi sari daun katuk dalam produk inovasi, kualitas produk boba daun katuk, dan kesukaan masyarakat terhadap produk boba daun katuk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimen. Panelis yang dilibatkan dalam penelitian ini yang terdiri dari 5 orang panelis terbatas dalam uji kualitas dan 40 orang panelis konsumen masyarakat dalam uji kesukaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dengan penyebaran instrumen, yaitu lembar uji kualitas dan lembar uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: formula yang digunakan yaitu 120 ml sari daun katuk (melalui proses ekstraksi 1:1 daun katuk dengan air), 270 gram tepung tapioka, dan 78 gram gula pasir; kualitas mendapatkan kategori sangat sesuai berdasarkan deskripsi boba daun katuk dari tekstur, warna, rasa, dan aroma; kesukaan rata-rata mendapatkan kategori sangat suka, terkecuali pada aroma mendapatkan kategori suka.
Uji Kualitas Bolu Kukus Tepung Ketan Hitam: Quality Test of Black Sticky Rice Flour Bolu Kukus Setiawati, Ni Kadek; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Risa Panti Ariani
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i1.75390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan formulasi bolu kukus tepung ketan hitam, 2) uji kualitas bolu kukus tepung ketan hitam dari segi rasa, tekstur, warna, pori-pori dan keseragaman bentuk. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Panelis penelitian merupakan panelis terlatih yang berjumlah 17 orang. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dengan memberikan lembar uji kualitas menggunakan teknik skoring dengan interval skor 1-5. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian meliputi: 1) formulasi bolu kukus tepung ketan hitam yaitu dengan perbandingan 50% tepung ketan hitam dengan 50% tepung terigu, 2) uji kualitas bolu kukus tepung ketan hitam dari segi rasa, tekstur, warna, pori-pori dan keseragaman bentuk berdasarkan acuan konversi skala lima tergolong ”Sangat Sesuai Kriteria” yaitu rasa yang diperoleh terasa manis khas ketan hitam, tekstur lembut, warna hitam cerah, pori-pori dengan rongga-rongga udara yang kecil merata keseluruh bagian bolu kukus dan keseragaman bentuk yaitu permukaan terbelah menjadi 3-4 bagian. Kata kunci: bolu kukus; tepung ketan hitam; uji kualitas
Pengembangan Roll Cake Dengan Motif Prada Bunga Bakung Khas Bali: Development of a Roll Cake with a Balinese Prada Bunga Bakung Motif Ni Luh Vera Dwiyani; Marsiti, Cokorda Istri Raka; Ariani, Risa Panti
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i1.75650

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tahapan pengembangan roll cake, (2) mendeskripsikan kelayakan produk roll cake dan (3) mendeskripsiskan uji diperluas produk roll cake motif prada bunga bakung khas Bali. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D dengan model pengembangan 4D: define, design, development, dan dissemination. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan subjek penelitian terdiri dari panelis ahli desain dan 50 orang panelis diperluas. Hasil data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini meliputi : (1) Tahapan define perencanaan produk meliputi analisis awal dan resep acuan roll cake batik, tahapan design motif roll cake diinovasikan dengan motif prada bunga bakung khas Bali yang bertemakan flora berupa bunga, daun dan batang, tahap development dilakukan proses pembuatan atau perealisasian motif pada roll cake pada tahap ini juga dilakukan uji validasi produk oleh ahli desain dilihat pada aspek warna dan bentuk motif prada bunga bakung dan tahap terakhir yaitu dissemination pada tahap ini dilakukan uji kesukaan. (2) Pada uji kelayakan dari segi warna dan bentuk motif mendapatkan kualifikasi ”Sangat Baik”, dari segi warna mendapatkan skor rata-rata 5 dengan katagori ”Sangat Baik” dan dari segi bentuk motif mendapatkan skor rata-rata 4,5 dengan katagori ”Sangat Baik”. (3) Pada uji diperluas dari segi warna dan bentuk motif mendapatkan kualifikasi ”Sangat Suka”, dari segi warna mendapatkan skor rata-rata 4,76 dengan katagori ”Sangat Suka” dan pada aspek bentuk motif mendapatkan skor rata-rata 4,82 dengan kategori ”Sangat Suka” dari kedua penilaian menunjukan bahwa motif prada bunga bakung khas Bali layak untuk di terapkan pada roll cake dan dapat diterima oleh masyarakat. Kata kunci: model pengembangan 4D, roll cake, prada bunga bakung
Ekstrak Daun Kelor Sebagai Pewarna ALami Pada Kue Kembang Goyang: Moringa Leaf Extract As A Natural Coloring Ingredien In Kue Kembang Goyang neto, fransiska s.b; Risa Panti Ariani; Ni Made Suriani
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i2.83307

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menegtahui mutu organoleptik pada kue kembang goyang dengan ekstrak dari daun kelor dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Panelis penelitian merupakan panelis tidak terlatih sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi melalui uji organoleptik dengan 5 skala liketr yaitu sangat suka, suka, cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian uji kesukaan masyarakat terhadap produk kue kembang goyang dengan ekstrak daun kelor dilihat dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa, semua aspek tersebut mendapat penilaian “sangat suka” untuk kue kembang goyang ekstrak daun kelor. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, kue kembang goyang yang menggunakan ekstrak daun kelor mendapat sambutan yang positif dalam aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Kata Kunci: Kue Kembang Goyang, Ekstrak Daun Kelor, Organoleptik.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER DESA BUKTI BERBASIS POTENSI LOKAL Ariani, Risa Panti; Ekayani, I. A. P. Hemy; Suriani, Ni Made; Kusyanda, Made Riki Ponga
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 19 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.179 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v19i1.41207

Abstract

Tujuan penelitian ini, memperoleh Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Desa Bukti Berbasis Potensi Lokal. Desa Bukti, terletak di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, memiliki program Menuju Desa Wisata. Saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah potensi wisata Air Sanih dan wisata religi Goa Maria. Selain itu potensi wisata kuliner, terdiri dari kuliner tradisional Desa Bukti dan produk kuliner hasil pertanian. Desa Bukti dipilih karena merupakan salah satu kawasan strategis yang tengah dikembangkan, sehingga memerlukan banyak aspek penunjan untuk mempersiapkan wisata kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara pada pelaku wisata kuliner dan pemangku kepentingan. Data dianalisis dengan beberapa tahapan yaitu pemilihan data (reduction), penyajian data (display) dan penarikan kesimpulan (conclution) yang selanjutnya data dielaborasi dan dikaji menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata kuliner tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat potensi kuliner lokal yang dapat dikembangkan dalam menunjang  desa wisata di kawasan ini. a). Adanya potensi pengembangan kuliner tradisional khas desa Bukti untuk memperoleh kuliner yang higienis, bahan pangan berkualitas, tampilan yang menarik dan dukungan promosi. b). Potensi bahan pangan lokal hasil perkebunan singkong dan pisang. Singkong menjadi mocaf sebagai substitusi tepung terigu untuk berbagai produk kuliner. c). Potensi penunjang yang sangat mendukung adanya wisata kuliner melalui tempat wisata Air Sanih, Pokmawas dan Pokdarwis Desa Bukti. d). Adanya potensi untuk dapat menjadi desa wisata (wisata bahari dan agrowisata), karena didukung peluang pengembangan wisata kuliner (tradisional maupun inovasi)  berbasis mocaf dan pisang.
Pengembangan Media Pembelajaran Berdasarkan Hasil-Hasil Penelitian Boga Sebagai Usaha Peningkatan Mutu Pangan Ariani, Risa Panti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.927 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v3i2.4464

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran pangan berdasarkan hasil-hasil penelitian boga sebagai usaha peningkatan mutu pangan. Permasalahan penelitian pada tahun kedua ini dirumuskan: (a) Bagaimanakah penggunaan media pembelajaran pangan berbasis hasil-hasil penelitian boga (CD Interaktif Pangan) pada mata kuliah Pengawetan Makanan? (b) Apakah pemanfaatan media pembelajaran pangan (CD Interaktif Pangan) dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menemukan produk pangan baru yang kreatif dan inovatif? Responden adalah mahasiswa Program Studi Tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang mengambil mata kuliah Pengawetan Makanan Semester Ganjil tahun akademik 2012/2013 dalam 12 kali pertemuan. Penelitian ini memberikan perlakuan yang berbeda pada dua kelompok belajar yang menggunakan media belajar CD Interaktif dan tidak. Langkah kegiatan penelitian ini meliputi 8 kegiatan dengan pengambilan data menggunakan lembar observasi dan lembar kerja. Sedangkan eksperimen dilakukan untuk memperoleh produk pangan baru, kemudian uji organoleptik digunakan untuk menilai uji kualitas produk pangan. Hasil penelitian ini adalah (a) penggunaan media pembelajaran pangan berbasis hasil-hasil penelitian boga pada mata kuliah Pengawetan Makanan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan aktivitas mahasiswa. Hal ini disebabkan mahasiswa dapat memahami materi dengan melihat media pembelajaran dalam bentuk CD interaktif pangan. (b) pemanfaatan CD Interaktif Pangan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menemukan produk pangan baru yang kreatif dan inovatif. Selain itu dampak ikutan dalam penelitian ini mahasiswa memiliki pengalaman dalam berpikir rasional (mulai menyusun rancangan sampai laporan) dan melakukan pengkomunikasian melalui presentasi. Produk pangan baru yang diperoleh terdiri dari 16 resep sebagai berikut Opak Wortel, Opak Ubi Ungu, Bakso Timbul, Ice Cream Tello, Dodol Labu Kuning, dodol Wortel, Bakso Ampas Tahu, Mie Wortel, Cookies Ubi, Cake Tamarillo, Abon Timbul, Opak Ampas tahu, Chiffon Ubi Ungu, Sukade, Mi Sukun dan Yoghurt Nabati.
UJI HEDONIK SELAI KACANG GUDE (CAJANUS CAJAN): HEDONIC EVALUATION OF GUDE PEANUT (CAJANUS CAJAN) SPREAD Yumita Lestari, Ida Ayu; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Risa Panti Ariani
Jurnal Kuliner Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v5i1.92195

Abstract

Ragam kuliner terus berkembang seiring dengan keinginan untuk menciptakan inovasi produk yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis formulasi selai kacang gude, 2) mengetahui hasil uji hedonik selai kacang gude dilihat dari aspek warna, tekstur, dan rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melibatkan dua orang ahli untuk menguji formulasi selai kacang gude dan 50 orang panelis untuk pengujian hedonik. Pengujian hedonik menggunakan instrumen lembar uji hedonik dengan skala likert yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu: 1) Sangat Tidak Baik, 2) Kurang Baik, 3) Cukup Baik, 4) Baik, dan 5) Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Formulasi pembuatan selai dengan menggunakan 100% kacang gude, yaitu Kacang gude 100 gram, Gula pasir 50 gram, Minyak sayur 10 ml , Air 50 mili liter, Garam 1 gram. 2) Hasil uji hedonik selai kacang gude pada aspek warna memperoleh nilai 3,96 dengan kategori ”suka”, aspek tekstur memperoleh nilai 4,42 dengan kategori ”sangat suka”, dan aspek rasa memperoleh nilai 4,6 dengan kategori ”sangat suka”. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat kesukaan masyarakat terhadap selai kacang gude sebagai produk inovasi berada dalam kategori sangat suka.
TRANSFORMASI KOMUNITAS DAN INOVASI PANGAN LOKAL MELALUI DIVERSIFIKASI KELOR SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN UNTUK MENGATASI KRISIS STUNTING Kadek Agustina Puspa Ningrum; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Agus Ari Pratama; Risa Panti Ariani; Cokorda Istri Raka Marsiti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28324

Abstract

Abstrak: Kabupaten Jembrana merupakan Kabupaten tertinggi dengan prevalensi Balita Stunting dengan jumlah 14,3%. Desa Penyaringan teretak di Kabupaten Jembrana memiliki potensi lokal berupa kelor. Tingginya tingkat presentase stunting dan kurangnya pengetahuan dan teknologi tentang pemanfaatan bahan lokal bergizi, bahan lokal belum diversifikasi secara baik, sehingga profuktifitasnya rendah. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan softskill dan hardskills transformasi komunitas dengan memberikan inovasi pangan lokal melalui diversifikasi kelor sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis stunting. Metode yang digunakan adalah melaksanakan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Mitra KWT Bali Padma Jagadhita sebanyak 20 orang dan kader posyandu sebanyak 20 orang sebagai peserta kegiatan PKM ini.Evaluasi dilakukan dengan lembar observasi kegiatan dengan indikator yaitu pengetahuan dan keterampilan mitra dalam produksi LOF Mie dan Pie SULOF.Lembar observasi pemantauan digunakan untuk mengukur kenaikan berat badan balita dengan gejala stunting di Desa Penyaringan.Hasil yang telah dicapai yaitu terdapat peningkatan keterampilan KWT dalam diversifikasi produk olahan kelor sebanyak 85% dan peningkatan berat badan balita dengan gejala stunting sebanyak 90%, serta peningkatan pemasaran sebanyak 25%.Abstract: Jembrana Regency is the highest district with a prevalence of stunting toddlers with a total of 14.3%. The Filtering Village located in Jembrana Regency has local potential in the form of moringa. The high percentage of stunting and lack of knowledge and technology about the use of nutritious local ingredients, local ingredients have not diversified properly, so the profucibility is low. The purpose of this community service is to transform the community by providing local food innovation through moringa diversification as a sustainable solution to overcome the stunting crisis. The method used is to carry out counseling, training and mentoring. There are 2 partners in this activity, including KWT. Bali Padma Jagadhita consists of 20 members and posyandu cadres consist of 20 cadres. The evaluation was carried out with an observation sheet to measure KWT skills. Bali Padma Jagadhita in the production of LOF Mie and Pie SULOF. Observation sheets were also used to measure weight gain of toddlers with stunting symptoms in Screening Village. The results that have been achieved are an increase in KWT skills of diversification product basic with morina leaf by 85% and an increase in the weight of toddlers with stunting symptoms by 90%, as well as an increase in marketing by 25%.
Co-Authors ., Dewa Gede Maha Wijaya Putra ., Gede Witarsa ., Ketut Mei Subaktiada ., KETUT SUYASA ., Komang Budiarsih ., Made Surya Sasmika ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Wayan Erniasih ., Nurlaili Solihatun Nisa ., Wawik Santiawani Agus Ari Pratama Alpia, Bq Nuri Atmaja, N. Bawa Basablolon, Euginia Kewa Cokorda Istri Raka Marsiti Damiati Damiati - Desak Made Dianita Febriyani Dewa Ayu Yasmini Apriliani Dewa Putu Darmawan Dewi Putu Yuyun Niartha Dra Damiati DWI PUTRA DARMAWAN Ekayani, I. A. P. Hemy Febriyanti, Putu Kharisma Gede Witarsa . Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Agus Pradana Putrawan I Gusti Ayu Ketut Asti Wedayanti I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Cipta Widiadana Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Indra Sopiani . Inten Ihromi May INTEN IHROMI MAY . Kadek Agustina Puspa Ningrum Kadek Dewi Kariani . Kadek Dewi Kariani ., Kadek Dewi Kariani Kadek Meli Karsita KADEK SUASTIKA . Ketut Mei Subaktiada . KETUT SUYASA . Komang Budiarsih . komang cahya galih pertiwi Komang Evi Candrawati . Komang Mega Putri Komang Suartini . Kusyanda Made Riki Ponga Liantini, Kadek Wina Luh Era Desiyana . Luh Masdarini Made Riki Ponga Kusyanda Made Surya Sasmika . Martha Lisa Br Tarigan May, Inten Ihromi Muh Hairul Rohit Rahman Muhlis Muliana Muliana N. Bawa Atmaja neto, fransiska s.b Ni Kadek Desy Parwati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Vera Dwiyani Ni Made Mahartini Ni Made Suriani Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nurhidayah Nurlaili Solihatun Nisa . Nyoman Putriani . Oryza Armabela Pinem, Menang Suranta Putri, Ketut Windi Tarisa Putri, Komang Mega Putu Dian Prima Kusuma Dewi Putu Melyawati Putu Rahayu Puspayanti . R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Saputra, Made Wira Lega Setiawati, Ni Kadek Wawik Santiawani . Yumita Lestari, Ida Ayu