Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Organoleptik Waffle Dengan Varian Pisang Mas (Musa Acuminata): Organoleptic Test of Waffles with Banana Mas (Musa Acuminata) Variants Kadek Meli Karsita; Risa Panti Ariani; Luh Masdarini
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.68363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) formula waffle dengan penambahan pisang mas sebagai varian rasa dalam produk inovasi waffle sehingga dapat memanfaatkan bahan pangan lokal, dan 2) kualitas waffle dengan varian pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa 3) kesukaan masyarakat terhadap waffle dengan varian pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dengan skala 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) formula standar yang digunakan dengan penambahan 30% pisang mas dari jumlah penggunaan tepung terigu dan menggunakan cairan menjadi 200 ml susu cair, 2) kualitas waffle pisang mas mendapat kategori sangat sesuai berdasarkan kriteria deskripsi waffle pisang mas yang telah diujikan pada panelis dan memperoleh hasil dari segi warna memperoleh kategori sangat suka , aroma memperoleh kategori sangat suka, tekstur memperoleh katagori sangat suka dan rasa memperoleh kategori sangat suka, 3) uji kesukaan waflle varian pisang mas, dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa mendapatkan kategori sangat suka, sehingga dapat diterima oleh masyarakat.
Substitusi Sari Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L) Merr.) Sebagai Pewarna Alami Boba : Substitution of Katuk (Sauropus Androgynus (L) Merr.) Leaf Juice as a Natural Boba Colorant Heni Widyasari, Ni Putu; Ariani, Risa Panti; Suriani, Ni Made
Jurnal Kuliner Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v3i2.68602

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: formula substitusi sari daun katuk dalam produk inovasi, kualitas produk boba daun katuk, dan kesukaan masyarakat terhadap produk boba daun katuk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimen. Panelis yang dilibatkan dalam penelitian ini yang terdiri dari 5 orang panelis terbatas dalam uji kualitas dan 40 orang panelis konsumen masyarakat dalam uji kesukaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dengan penyebaran instrumen, yaitu lembar uji kualitas dan lembar uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: formula yang digunakan yaitu 120 ml sari daun katuk (melalui proses ekstraksi 1:1 daun katuk dengan air), 270 gram tepung tapioka, dan 78 gram gula pasir; kualitas mendapatkan kategori sangat sesuai berdasarkan deskripsi boba daun katuk dari tekstur, warna, rasa, dan aroma; kesukaan rata-rata mendapatkan kategori sangat suka, terkecuali pada aroma mendapatkan kategori suka.
Uji Kualitas Bolu Kukus Tepung Ketan Hitam: Quality Test of Black Sticky Rice Flour Bolu Kukus Setiawati, Ni Kadek; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Risa Panti Ariani
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i1.75390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan formulasi bolu kukus tepung ketan hitam, 2) uji kualitas bolu kukus tepung ketan hitam dari segi rasa, tekstur, warna, pori-pori dan keseragaman bentuk. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Panelis penelitian merupakan panelis terlatih yang berjumlah 17 orang. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dengan memberikan lembar uji kualitas menggunakan teknik skoring dengan interval skor 1-5. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian meliputi: 1) formulasi bolu kukus tepung ketan hitam yaitu dengan perbandingan 50% tepung ketan hitam dengan 50% tepung terigu, 2) uji kualitas bolu kukus tepung ketan hitam dari segi rasa, tekstur, warna, pori-pori dan keseragaman bentuk berdasarkan acuan konversi skala lima tergolong ”Sangat Sesuai Kriteria” yaitu rasa yang diperoleh terasa manis khas ketan hitam, tekstur lembut, warna hitam cerah, pori-pori dengan rongga-rongga udara yang kecil merata keseluruh bagian bolu kukus dan keseragaman bentuk yaitu permukaan terbelah menjadi 3-4 bagian. Kata kunci: bolu kukus; tepung ketan hitam; uji kualitas
Pengembangan Roll Cake Dengan Motif Prada Bunga Bakung Khas Bali: Development of a Roll Cake with a Balinese Prada Bunga Bakung Motif Ni Luh Vera Dwiyani; Marsiti, Cokorda Istri Raka; Ariani, Risa Panti
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i1.75650

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tahapan pengembangan roll cake, (2) mendeskripsikan kelayakan produk roll cake dan (3) mendeskripsiskan uji diperluas produk roll cake motif prada bunga bakung khas Bali. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D dengan model pengembangan 4D: define, design, development, dan dissemination. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan subjek penelitian terdiri dari panelis ahli desain dan 50 orang panelis diperluas. Hasil data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini meliputi : (1) Tahapan define perencanaan produk meliputi analisis awal dan resep acuan roll cake batik, tahapan design motif roll cake diinovasikan dengan motif prada bunga bakung khas Bali yang bertemakan flora berupa bunga, daun dan batang, tahap development dilakukan proses pembuatan atau perealisasian motif pada roll cake pada tahap ini juga dilakukan uji validasi produk oleh ahli desain dilihat pada aspek warna dan bentuk motif prada bunga bakung dan tahap terakhir yaitu dissemination pada tahap ini dilakukan uji kesukaan. (2) Pada uji kelayakan dari segi warna dan bentuk motif mendapatkan kualifikasi ”Sangat Baik”, dari segi warna mendapatkan skor rata-rata 5 dengan katagori ”Sangat Baik” dan dari segi bentuk motif mendapatkan skor rata-rata 4,5 dengan katagori ”Sangat Baik”. (3) Pada uji diperluas dari segi warna dan bentuk motif mendapatkan kualifikasi ”Sangat Suka”, dari segi warna mendapatkan skor rata-rata 4,76 dengan katagori ”Sangat Suka” dan pada aspek bentuk motif mendapatkan skor rata-rata 4,82 dengan kategori ”Sangat Suka” dari kedua penilaian menunjukan bahwa motif prada bunga bakung khas Bali layak untuk di terapkan pada roll cake dan dapat diterima oleh masyarakat. Kata kunci: model pengembangan 4D, roll cake, prada bunga bakung
Ekstrak Daun Kelor Sebagai Pewarna ALami Pada Kue Kembang Goyang: Moringa Leaf Extract As A Natural Coloring Ingredien In Kue Kembang Goyang neto, fransiska s.b; Risa Panti Ariani; Ni Made Suriani
Jurnal Kuliner Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v4i2.83307

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menegtahui mutu organoleptik pada kue kembang goyang dengan ekstrak dari daun kelor dilihat dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Panelis penelitian merupakan panelis tidak terlatih sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi melalui uji organoleptik dengan 5 skala liketr yaitu sangat suka, suka, cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian uji kesukaan masyarakat terhadap produk kue kembang goyang dengan ekstrak daun kelor dilihat dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa, semua aspek tersebut mendapat penilaian “sangat suka” untuk kue kembang goyang ekstrak daun kelor. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, kue kembang goyang yang menggunakan ekstrak daun kelor mendapat sambutan yang positif dalam aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Kata Kunci: Kue Kembang Goyang, Ekstrak Daun Kelor, Organoleptik.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER DESA BUKTI BERBASIS POTENSI LOKAL Ariani, Risa Panti; Ekayani, I. A. P. Hemy; Suriani, Ni Made; Kusyanda, Made Riki Ponga
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 19 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.179 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v19i1.41207

Abstract

Tujuan penelitian ini, memperoleh Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Desa Bukti Berbasis Potensi Lokal. Desa Bukti, terletak di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, memiliki program Menuju Desa Wisata. Saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah potensi wisata Air Sanih dan wisata religi Goa Maria. Selain itu potensi wisata kuliner, terdiri dari kuliner tradisional Desa Bukti dan produk kuliner hasil pertanian. Desa Bukti dipilih karena merupakan salah satu kawasan strategis yang tengah dikembangkan, sehingga memerlukan banyak aspek penunjan untuk mempersiapkan wisata kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara pada pelaku wisata kuliner dan pemangku kepentingan. Data dianalisis dengan beberapa tahapan yaitu pemilihan data (reduction), penyajian data (display) dan penarikan kesimpulan (conclution) yang selanjutnya data dielaborasi dan dikaji menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata kuliner tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat potensi kuliner lokal yang dapat dikembangkan dalam menunjang  desa wisata di kawasan ini. a). Adanya potensi pengembangan kuliner tradisional khas desa Bukti untuk memperoleh kuliner yang higienis, bahan pangan berkualitas, tampilan yang menarik dan dukungan promosi. b). Potensi bahan pangan lokal hasil perkebunan singkong dan pisang. Singkong menjadi mocaf sebagai substitusi tepung terigu untuk berbagai produk kuliner. c). Potensi penunjang yang sangat mendukung adanya wisata kuliner melalui tempat wisata Air Sanih, Pokmawas dan Pokdarwis Desa Bukti. d). Adanya potensi untuk dapat menjadi desa wisata (wisata bahari dan agrowisata), karena didukung peluang pengembangan wisata kuliner (tradisional maupun inovasi)  berbasis mocaf dan pisang.
Pengembangan Media Pembelajaran Berdasarkan Hasil-Hasil Penelitian Boga Sebagai Usaha Peningkatan Mutu Pangan Ariani, Risa Panti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.927 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v3i2.4464

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran pangan berdasarkan hasil-hasil penelitian boga sebagai usaha peningkatan mutu pangan. Permasalahan penelitian pada tahun kedua ini dirumuskan: (a) Bagaimanakah penggunaan media pembelajaran pangan berbasis hasil-hasil penelitian boga (CD Interaktif Pangan) pada mata kuliah Pengawetan Makanan? (b) Apakah pemanfaatan media pembelajaran pangan (CD Interaktif Pangan) dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menemukan produk pangan baru yang kreatif dan inovatif? Responden adalah mahasiswa Program Studi Tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang mengambil mata kuliah Pengawetan Makanan Semester Ganjil tahun akademik 2012/2013 dalam 12 kali pertemuan. Penelitian ini memberikan perlakuan yang berbeda pada dua kelompok belajar yang menggunakan media belajar CD Interaktif dan tidak. Langkah kegiatan penelitian ini meliputi 8 kegiatan dengan pengambilan data menggunakan lembar observasi dan lembar kerja. Sedangkan eksperimen dilakukan untuk memperoleh produk pangan baru, kemudian uji organoleptik digunakan untuk menilai uji kualitas produk pangan. Hasil penelitian ini adalah (a) penggunaan media pembelajaran pangan berbasis hasil-hasil penelitian boga pada mata kuliah Pengawetan Makanan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan aktivitas mahasiswa. Hal ini disebabkan mahasiswa dapat memahami materi dengan melihat media pembelajaran dalam bentuk CD interaktif pangan. (b) pemanfaatan CD Interaktif Pangan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menemukan produk pangan baru yang kreatif dan inovatif. Selain itu dampak ikutan dalam penelitian ini mahasiswa memiliki pengalaman dalam berpikir rasional (mulai menyusun rancangan sampai laporan) dan melakukan pengkomunikasian melalui presentasi. Produk pangan baru yang diperoleh terdiri dari 16 resep sebagai berikut Opak Wortel, Opak Ubi Ungu, Bakso Timbul, Ice Cream Tello, Dodol Labu Kuning, dodol Wortel, Bakso Ampas Tahu, Mie Wortel, Cookies Ubi, Cake Tamarillo, Abon Timbul, Opak Ampas tahu, Chiffon Ubi Ungu, Sukade, Mi Sukun dan Yoghurt Nabati.
UJI HEDONIK SELAI KACANG GUDE (CAJANUS CAJAN): HEDONIC EVALUATION OF GUDE PEANUT (CAJANUS CAJAN) SPREAD Yumita Lestari, Ida Ayu; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Risa Panti Ariani
Jurnal Kuliner Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v5i1.92195

Abstract

Ragam kuliner terus berkembang seiring dengan keinginan untuk menciptakan inovasi produk yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis formulasi selai kacang gude, 2) mengetahui hasil uji hedonik selai kacang gude dilihat dari aspek warna, tekstur, dan rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melibatkan dua orang ahli untuk menguji formulasi selai kacang gude dan 50 orang panelis untuk pengujian hedonik. Pengujian hedonik menggunakan instrumen lembar uji hedonik dengan skala likert yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu: 1) Sangat Tidak Baik, 2) Kurang Baik, 3) Cukup Baik, 4) Baik, dan 5) Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Formulasi pembuatan selai dengan menggunakan 100% kacang gude, yaitu Kacang gude 100 gram, Gula pasir 50 gram, Minyak sayur 10 ml , Air 50 mili liter, Garam 1 gram. 2) Hasil uji hedonik selai kacang gude pada aspek warna memperoleh nilai 3,96 dengan kategori ”suka”, aspek tekstur memperoleh nilai 4,42 dengan kategori ”sangat suka”, dan aspek rasa memperoleh nilai 4,6 dengan kategori ”sangat suka”. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat kesukaan masyarakat terhadap selai kacang gude sebagai produk inovasi berada dalam kategori sangat suka.
ANALISIS POTENSI TWIN WATERFALL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM DI DESA WANAGIRI KECAMATAN SUKASADA Dewa Ayu Yasmini Apriliani; Risa Panti Ariani; Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.81104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Twin Waterfall sebagai daya tarik wisata di desa Wanagiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data primer melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pihak pengelola dan masyarakat setempat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT yaitu Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) serta ditinjau berdasarkan 4A dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twin Waterfall memiliki potensi sebagai daya tarik wisata karena terdapat ciri khas dengan air terjun pada umumnya, wisatawan bisa menikmati 3 titik air terjun yang berbeda di satu lokasi. Beberapa tantangan yang perlu diatasi seperti belum optimalnya promosi dan belum memadainya infrastruktur. Analisis SWOT menyatakan bahwa Strengths (kekuatan) yang ada di Twin Waterfall yaitu memiliki keunikan dan keindahan alam, sedangkan Weaknesses (kelemahan) yaitu belum optimalnya aksesibilitas dan Amenities. Untuk Opportunities (peluang) yaitu pihak POKDARWIS dan pengelola Twin Waterfall melakukan Kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan insfraktuktur, sedangkan Threats (ancaman) dikarenakan aksebilitas jalan yang belum memadai sehingga dapat menggangu perjalanan wisatawan yang berkunjung.
STORYNOMICS TOURISM: SEJARAH TAMAN UJUNG KARANGASEM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN KARANGASEM Desak Made Dianita Febriyani; Risa Panti Ariani; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.86938

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai storynomics tourism sejarah dan fungsi bangunan kuno yang terdapat pada objek wisata Taman Ujung Karangasem. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa storynomics tourism sejarah Taman Ujung Karangasem ini dapat diperoleh dengan menganalisis komponen pariwisata yakni something to see melalui pemandangan alam, keindahan taman dan bangunan kuno antara lain : Gapura, Balai Gili (Kambang), Balai Kapal, Balai Bundar dan Terasering yang dapat dilihat oleh wisatawan, something to learn melalui sejarah singkat dan fungsi dari bangunan kuno yang dimiliki oleh Taman Ujung Karangasem, something to do melalui aktivitas atau kegiatan wisata antara lain : pertunjukkan, pagelaran, sendratari dan piknik, something to buy melalui UMKM yang menjual cinderamata kerajinan berbahan rotan seperti tas, keben dan rumah makan yang menjual makanan khas yakni pepes telengis serta makanan dan minuman lainnya. Hasil penelitian ini mendukung pembuatan narasi sejarah dan fungsi dari bangunan pada Taman Ujung Karangasem, selanjutnya diunggah pada media blog sehingga wisatawan dapat mengetahui dan memahami mengenai sejarah dan fungsi bangunan pada Taman Ujung Karangasem melalui media blog tersebut. Kata kunci: Sejarah, Storynomics, Komponen Pariwisata, Taman Ujung Abstract This research aims to describe the storynomics tourism history and function of ancient buildings in Taman Ujung Karangasem tourist attraction. In this study, researchers used descriptive qualitative research. Data collection methods using observation, interviews, documentation. The research instruments used consisted of observation sheets, interview guidelines and documentation. The results of the study explain that the storynomics tourism history of Taman Ujung Karangasem can be obtained by analyzing the tourism component, namely something to see through natural scenery, the beauty of the park and ancient buildings, among others: Gapura, Balai Gili (Kambang), Balai Kapal, Balai Bundar and Terraces that can be seen by tourists, something to learn through a brief history and function of the ancient buildings owned by Taman Ujung Karangasem, something to do through activities or tourism activities including: shows, performances, ballets and picnics, something to buy through UMKM that sell rattan handicraft souvenirs such as bags, keben and restaurants that sell specialty foods namely pepes telengis and other foods and drinks. The results of this study support the creation of a narrative of the history and function of the building at Taman Ujung Karangasem, then uploaded on blog media so that tourists can find out and understand about the history and function of the building at Taman Ujung Karangasem through the blog media. Keywords: History, Storynomics, Tourism Components, Taman Ujung
Co-Authors ., Dewa Gede Maha Wijaya Putra ., Gede Witarsa ., Ketut Mei Subaktiada ., KETUT SUYASA ., Komang Budiarsih ., Made Surya Sasmika ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Wayan Erniasih ., Nurlaili Solihatun Nisa ., Wawik Santiawani Alpia, Bq Nuri Armabela, Oryza Atmaja, N. Bawa Basablolon, Euginia Kewa Cokorda Istri Raka Marsiti Damiati Damiati - Desak Made Dianita Febriyani Dewa Ayu Yasmini Apriliani Dewa Putu Darmawan Dra Damiati DWI PUTRA DARMAWAN Ekayani, I. A. P. Hemy Gede Witarsa . Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Agus Pradana Putrawan I Gusti Ayu Ketut Asti Wedayanti I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Cipta Widiadana Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Indra Sopiani . Inten Ihromi May INTEN IHROMI MAY . Kadek Dewi Kariani . Kadek Dewi Kariani ., Kadek Dewi Kariani Kadek Meli Karsita KADEK SUASTIKA . Ketut Mei Subaktiada . KETUT SUYASA . Komang Budiarsih . komang cahya galih pertiwi Komang Evi Candrawati . Komang Mega Putri Komang Suartini . Liantini, Kadek Wina Luh Era Desiyana . Luh Masdarini Made Riki Ponga Kusyanda Made Surya Sasmika . Martha Lisa Br Tarigan May, Inten Ihromi Muh Hairul Rohit Rahman Muhlis Muliana Muliana N. Bawa Atmaja neto, fransiska s.b Ni Kadek Desy Parwati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Vera Dwiyani Ni Made Mahartini Ni Made Suriani Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nurhidayah Nurlaili Solihatun Nisa . Nyoman Putriani . Pinem, Menang Suranta Putri, Ketut Windi Tarisa Putri, Komang Mega Putu Melyawati Putu Rahayu Puspayanti . R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Saputra, Made Wira Lega Setiawati, Ni Kadek Wawik Santiawani . Yumita Lestari, Ida Ayu