M.Si Drs. Gede Raga .
Unknown Affiliation

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN BUSUNGBIU KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Luh Putu Yudha Budiarti; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3070

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di gugus III Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian adalah kelas IV di Gugus III Kecamatan Busungbiu yang berjumlah 147 orang. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh thitung sebesar 29,305 sedangkan ttabel dengan db = 33 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,0357. Hal ini berarti bahwa thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III. Dengan demikian, model pembelajaran CLIS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di gugus III Kecamatan Busungbiu,Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Hasil belajar IPA, Model Pembelajaran CLIS Problem of this research was students low natural science learning result in fourth grade. This research was purposed to know the difference of natural science learning result between the group of student who was taught by using CLIS teaching model and the group of student who was taught by conventional teaching model in the fourth grade students of elementary school in cluster three of Buleleng district, Buleleng regency in 2013/2014 school year. This research type was a quasi experiment with nonequivalent posttest only control group design. This research population was fourth grade in cluster three of Busungbiu district which consisted of 147 students. The sample of this research was choosen by random sampling technique. The data of natural science learning result were collected by using double helix test that was analyzed by descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on t-test calculation is obtained tcount equal to 29,305 while ttable with db= 33 and level of significance 5% is 2,0357. That meant tcount is bigger than ttable. The result indicated that there was difference of natural science learning result between group of student who were taught by using CLIS teaching model and group of student who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that CLIS teaching model have an effect to the natural science learning result of fourth grade students of elementary school in cluster three of Busungbiu district, Buleleng regency in 2013/2014 school year. keyword : CLIS Teaching Model, Natural Science Learning Result
Pengaruh Model Probing-Promting Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V ., Putunda Al Arif Hidayatullah; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Probing-Promting dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Pulukan yang berjumlah 20 orang dan kelas V SDN 1 Medewi yang berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Probing-Promting dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Probing Promting adalah 58,70 tergolong kriterian tinggi. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan model konvensional adalah 44,58 yang berada pada kategori sedang, dan thitung = 5,11, ttabel = 2,021 pada taraf signifikan 5%. Hal ini berarti bahwa thitung>ttabel. Jadi model Probing-Promting berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA di kelas V gugus Singasari kecamatan Pekutatan.Kata Kunci : Model Probing-Promting, Berpikir Kritis The aimed of this reserch was to know the difference between students’ critical thinking who learn using Probing-Promting model and students’ critical thinking who learn using conventional learning ain learning science of the fifth grade students in SDN Gugus Singasari Pekutatan district. This research was quasi experiment. The population of this research was grade five of SD gugus Singasari Pekutatan district consisted of 142 students, regency in the academic year 2013/2014. The sample of this research was grade five of SDN 2 Pulukan consisted of 20 students and grade five of SDN 1 Medewi consisted of 19 students. The instrument used to collecting the data were essay test. Data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research show that there is significant difference between critical thinking of students by using convensional and students critical thinking by using Probing-Promting model. Average score of the students critical thinking using Probing-Promting model is 58,70 classified as high criteria. Average score of the students critical thinking using convensional learning is 44,58 classified as intermediate criteria, and tobserved = 5,11, t table = 2,021 at the significant level 5% which means that tobserved>table. In this reseach Probing-Promting model is preponderant for the critical thinking students in learning natural science of the fifth grade students in gugus Singasari Pekutatan district.keyword : Probing-Promting model, critical thinking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS WACANA NARASI SISWA KELAS IV SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Luh Sri Suwastini; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3841

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis wacana narasi siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Tahun Pelajaran 2013/2014 Di Gugus VII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD No. 4 Selat dengan jumlah 25 siswa dan SD No. 2 Selat dengan jumlah 24 siswa. Data yang dikumpulkan adalah keterampilan menulis wacana narasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil peneitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis wacana narasi yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,5 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Artinya penggunaan model pembelajaran picture and picture berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis wacana narasi siswa kelas IV semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 Di Gugus VII Kecamatan Sukasada. Kata Kunci : Model pembelajaran picture and picture, keterampilan menulis. This study aims to describe differences of students abiity in writing narrative texk between group of students treated with picture and picture learning odelnand group of students treated with conventional learning model which is focused on elementary school students grade IV in academic year 2013/2014 gugus VII Kecamatan sukasada. This study is typically semi Experimental study with non-equivalent pot test only control group design. The population subject of this study is the whole students in grade IV SD Negeri in selat village academic year 2013/2014. The sampling subject of the study is students grade IV SD No.4 selat Consists of totally 25 students and SD No. 2 Selat consists of 24 students. The data collected is students kill in writing narative text. The data Gained is analyzed using descriptive an inferational statistics t-test. The anlysis output shows that there is a significant difference between group of students treated with Picture and picture learning model and group of students treated with conventional one, scorring on T-Count = 4,5 and T-tab= 2,021. It clearly shows that T-count is high her than T-tab. Based on study, it can be concluded that group ofstudents treated with picture and picture learning model is better then group of students treated with conventional learning model. It means that applying picture and picture learning model gives a significant influences to wards the improvement of students ability in writing narrative text for the students in grade IV semester I academic year 2013/2014 gugus VII Kecamatan Sukasadakeyword : Picture and Picture learning model, writing narrative text
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., I Komang Adi Wijana; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4406

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG I Komang Adi Wijana1, Gede Raga2, I Wayan Suwatra3 1,2,3Jurusan PGSD, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail: adi.wijana@yahoo.co.id1 , Ragapaud@gmail.com2, suwatra-pgsd@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran Kooperatif Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Tes yang digunakan yaitu tes uraian. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS sebesar 32,54. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 18,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 14,17 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : two stay two stray, hasil belajar. Abstract The purpose of this research was to know the difference between IPA learning outcomes of the students that learned using cooperative learning model TSTS and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and t-test. The results of research on IPA tests learning outcomes of students showed that the average score of learning outcomes of students who take IPA learning by using learning models TSTS at 32,54 . While the average score of IPA learning outcomes students who take learning with conventional learning of 18,94 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 14,17 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPA learning outcomes of students who take lessons with TSTS learning model with the learning outcomes of students who take social studies learning with conventional learning methods. keyword : two stay two stray, learning outcomes
PENERAPAN METODE BERMAIN BERBANTUAN MEDIA PUZZLE ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF DALAM PENGENALAN BILANGAN ., Komang Ayu Sri Lestari; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.2970

Abstract

Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini mengenai rendahnya perkembangan kognitif dalam pengenalan lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kognitif dalam pengenalan bilangan setelah diterapkan metode bermain berbantuan media puzzle angka pada anak kelompok B1 semester II di TK Kemala Bayangkari 5 Klungkung Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 orang anak TK pada kelompok B1 Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang kognitif dalam pengenalan bilangan dikumpulkan dengan metode observasi dengan instrumen berupa pedoman observasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kognitif dalam pengenalan bilangan dengan penerapan metode bermain pada siklus I sebesar 70,5%% yang berada pada kategori sedang ternyata mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 87,16% yang tergolong pada kategori tinggi. Jadi terdapat peningkatan kognitif dalam pengenalan bilangan pada anak setelah diterapkan metode bermain berbantuan media puzzle angka sebesar 16,66%.Kata Kunci : metode bermain, media puzzle angka, kognitif. The issues contained in the study on cognitive in numbers emblem introduction. The purpose of this research was to study the improvement within cognitive in the introduction of numbers after the application of the playing method using the number puzzle media to the B1 group children during the second semester or the academic year 2013/2014 in TK Kemala Bayangkari 5 Klungkung. This type of study is a classroom action-based research which was carried out in two cycles with 15 children as the subjects during the second semester or the academic 2013/2014. The data on the cognitive in the introduction of numbers were collected by observation method with observation forms as the instrument. The data in this study were analyzed using descriptive statistical analysis method and quantitative descriptive analysis method. The result of the data analysis shows that there was 70,5% improvement for the cognitive in the introduction of numbers with the application of the playing method in the first cycle, which can be categorized as average. An improvement into 87,16% was also found in the second cycle which can be categorized as high. Therefore, improvement for the cognitive in the introduction of numbers puzzle media there was 16,66%.keyword : playing method, number puzzle media, cognitive
PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI TK BUANA SUTHA NUGRAHA SELEMADEG ., Gusti Ayu Made Mertadi; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.3053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan kognitif setelah menerapkan model Make A Match berbantuan media kartu angka pada anak kelompok B TK Buana Sutha Nugraha Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan semester II tahun pelajaran 2013/2014.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Subyek penelitian adalah 22 anak TK pada kelompok B semester II tahun pelajaran 2013/2014. Data tentang perkembangan kognitif kelompok B dilanjutkan dengan menggunakan model Make A Match dengan instrument berupa lembar observasi. Data hasil penelitian menggunakan metode analisis statistik deskriftif dan metode analisis deskriftif kuantitatif.Hasil analisis data menunjukkan setelah penerapan model Make A Match berbantuan media kartu angka terjadi peningkatan perkembangan kognitif anak kelompok B pada siklus I sebesar 61,6% pada kategori rendah dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 82,95 % berada pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan perkembangan kognitif anak kelompok pada TK Buana Sutha Nugraha Selemadeg, Kabupaten Tabanan.Kata Kunci : model Make A Match, perkembangan kognitif, media kartu angka This study aims to determine the increase in cognitive development after applying Make A Match -aided models media card numbers on kindergarten children in group B Buana Sutha Selemadeg Nugraha, District Selemadeg, Tabanan second semester of academic year 2013/2014 . This research is an action research conducted in two cycles . Subjects were 22 kindergarten children in group B the second semester of academic year 2013/2014 . Data on cognitive development group B followed by using a model Make A Match with instruments such as the observation sheet . Research data using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method . The results of the data analysis showed that after the application of the Make A Match -assisted media card numbers increased cognitive development of children in group B in the first cycle was 61.6 % in the low category and the second cycle increased to 82.95 % in the high category . So an increase in cognitive development of children in the kindergarten group Buana Sutha Selemadeg Nugraha, Tabanan.keyword : Make A Match models, cognitive development, media card numbers
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK KELOMPOK A TK DARMA KUMALA PENATAHAN ., Ni Putu Sri Purwaningsih; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.3060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa lisan setelah menerapkan metode pembelajaran role playing berbantuan media boneka tangan pada anak kelompok A TK Darma Kumala Penatahan, Tabanan semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 26 anak TK Darma Kumala Penatahan pada kelompok A semester II tahun pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang peningkatan kemampuan berbahasa lisan dikumpulkan dengan metode observasi. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriftif dan metode analisis deskriftif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok A dengan media boneka tangan pada siklus I sebesar 56,93% pada kategori rendah dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 84,12% berada pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan kemampuan berbahasa lisan dengan media boneka tangan sebesar 27,19%.Kata Kunci : metode role playing, media boneka tangan, kemampuan berbahasa lisan This study aims to determine the increase in oral proficiency after applying the learning method of media -assisted role playing hand puppet A group of kindergarten children Darma Kumala Penatahan , Tabanan second semester of academic year 2013/2014 . This research is an action research conducted in two cycles . Subjects were 26 kindergarten children Darma Kumala Penatahan in group A the second semester of academic year 2013/2014 . Research data on the increase oral language skills were collected by the method of observation . The data were then analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method . The results of the data analysis showed that an increase in oral language skills of children in group A with a hand puppet media in the first cycle of 56.93 % in the low category and the second cycle increased to 84.12 % in the high category . So an increase in oral language skills with hand puppets media for 27.19 %keyword : role playing metodes, hand puppets media, oral language skills
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE BERBANTUAN MEDIA KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DI TK DARMA KUMALA PENATAHAN ., Ni Made Evi Marianti; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.3062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa pada anak kelompok A semester II tahun pelajaran 2013/2014 di TK Darma Kumala Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan setelah menerapkan model picture and picture berbantuan media kartu gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 26 anak TK pada kelompok A semester II tahun pelajaran 2013/2014. Data tentang kemampuan berbahasa anak kelompok A dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa pada anak kelompok A setelah penerapan model picture and picture berbantuan media kartu gambar pada siklus I sebesar 55,12% berada pada kategori rendah dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 80,12% berada pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan kemampuan berbahasa berbantuan media kartu gambar sebesar 25%. Kata Kunci : model picture and picture, kemampuan berbahasa, media kartu gambar. This study aims to determine the improvement in the language skills of children in group A the second semester of academic year 2013/2014 in kindergarten Darma Penatahan Kumala, Penebel District, Tabanan after applying the model picture and picture-aided drawing card media. This research is an action research conducted in two cycles. Subjects were 26 kindergarten children in group A the second semester of academic year 2013/2014. Data on language skills of children in group A were collected by the method of observation, interviews, and recording documents. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of the data showed that there was an increase in the child's language skills A group of media-assisted drawing card in the first cycle of 55.12% in the low category and the second cycle increased to 80.12% in the high category. So an increase in the ability of the media-assisted language picture cards by 25%.keyword : models of picture and picture, the ability to speak, the media card image.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) MELALUI PERMAINAN DENGKLENG UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A TK WIDYA SHANTI DENPASAR ., Eka Natalia; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.3072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kemampuan Motorik Kasar B anak kelompok B TK Widya Shanti Denpasar, Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014setelah menerapkan model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dengan permainan dengkleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 anak TK pada kelompok B Semester II Tahun Pelajaran. Data tentang kemampuan motorik kasar dikumpulkan dengan metode observasi. data hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskritiptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa terjadi peningkatan Kemampuan Motorik Kasar anak kelompok B melalui permainan dengkleng pada siklus I sebesar 63,75% pada kategori rendah dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 84,37% berada pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan Kemampuan Motorik Kasar dengan media kartu huruf sebesar 20,62%Kata Kunci : model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) , peningkatan Kemampuan Motorik Kasar, permainan dengkleng This study aims to determine the increase in Gross Motor Ability B Widya kindergarten children in group B Shanti Denpasar, Semester II Academic Year 2013/2014setelah implement learning models Direct (Direct Instruction) with dengkleng game. This research is an action research conducted in two cycles. Subjects were 20 kindergarten children in group B II Semester Academic Year. Data on gross motor skills were collected by the method of observation. research data were then analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative analysis methods deskritiptif. The results of the data analysis showed that an increase in gross motor skills through play children in group B dengkleng the first cycle of 63.75% in the low category and the second cycle increased to 84.37% in the high category. So an increase in the Gross Motor Ability letter card media at 20.62%keyword : direct instructional model, Gross Motor Ability, game dengkleng
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE BERBANTUAN MEDIA KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK TK CERDAS MANDIRI DENPASAR ., Prihastuti; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v2i1.3074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa setelah penerapan model Inside Outside Circle dengan media kartu gambar dilaksanakan pada anak kelompok B2 di TK Cerdas Mandiri Denpasar, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar pada semester II tahun ajaran 2013/2014. Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelompok B2 yang berjumlah 30 anak pada semester II tahun ajaran 2013/2014. Data tentang kemampuan berbahasa anak kelompok B2 dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan instrumen berupa lembar observasi. Data hasil penelitian dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa anak kelompok B2 dengan media kartu gambar pada siklus I sebesar 56,43% pada kategori rendah dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 82,93% berada pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan kemampuan berbahasa dengan media kartu gambar sebesar 26,5%.Kata Kunci : model Inside Outside Circle, peningkatan kemampuan berbahasa, media kartu gambar This study aims to determine, increase language abilities of the students after the application of learning models Inside Outside Circle aided media card picture group B the second semester of academic year 2013/2014 Kindergarten Cerdas Mandiri Denpasar. This research is a classroom action research was conducted in two cycles. Subjects were 30 people there Kindergarten Children Group B. Second Semester Academic Year 2013/2014. Data collected research on language development with the method of observation with instruments such as observation sheet format. The data were analyzed using descriptive statistical analysis methods and quantitative statistical analysis methods. Results of the analysis showed the average percentage of the language development of children in group B in the second semester of kindergarten Cerdas Mandiri Denpasar on the first cycle of of 56.43% in the category of very low and the average percentage of the language development of children in group B in the second semester of kindergarten Cerdas Mandiri Denpasar second cycle was 82.93% in the high category showed an increase in the average percentage of a child's cognitive development cycle I to cycle II by 26.5% and is in the active category.keyword : learning Inside Outside Circle models, picture card media, language development.