Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Unknown Affiliation

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEWARNA ALAMI KAIN TENUN DESA SERAYA TIMUR, KARANGASEM ., I Kadek Susila Priangga; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.111 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8592

Abstract

Desa Seraya Timur terletak di ujung timur pulau Bali, berlokasi di ujung timur Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sampai sekarang penggunaan bahan alami sebagai pewarna benang kain tenun dan pembudidayaan tanaman penghasil warna membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) alat dan bahan yang digunakan untuk pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem, (2) Proses pewarnaan kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Objek penelitian adalah pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian dan (4) kepustakaan, untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan warna alami menggunakan alat sederhana yang masih tradisional dan bahan utama penghasil warna alami berasal dari tumbuhan tarum, pinang, mengkudu, delima, sidawayah dan secang dan juga menggunakan bahan lain seperti karat (2) Proses pembuatan pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem menggunakan dua cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi.Kata Kunci : kain tenun, pewarna alami. East Seraya Village located at the eastern most of Bali island, at the eastern most of Karangasem District, Karangasem Regency. Until now, the using of natural materials for coloring the woven cloth and the cultivating of natural color materials plants makes researcher intersted for studying if futher. This research is a qualitative descriptive which aims for (1) the tools and materials used to coloring the woven cloth East Seraya Village, Karangasem Regency, (2) The process of coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency.Object of this research is the natural material color of woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency. The technique used in this research is (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation and (4) literature, to obtain the necessary datas. The results of this research is (1) the tools and materials used in process of making a natural color materials are still simple and traditional. And the main natural color are produced from tarum plant (indigofera tinctoria), palm, noni, pomegrade, sidawayah (woodfordia floribunda salibs), secang (caelapinia sappan), and also use other natural color such as iron stain. (2) the process of natural color making for coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency, used two technique such as , extraction process and fermentation process.keyword : woven cloth, natural color.
OKOKAN (SEBUAH TINJAUAN SENI RUPA) ., Ni Putu Wikantariasih; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.768 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.14976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) unsur-unsur visual Okokan di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan (2) dan unsur-unsur estetik Okokan yang terdapat di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pengrajin Okokan dan pengurus kesenian Okokan Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2)wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) display atau penyajian data, (3) dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Unsur-unsur visual Okokan di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan,Tabanan dapat dilihat melalui perbedaan bahan, warna, bentuk dan hiasan atau motif Okokan. Perbedaan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan yang terletak pada bahan, warna, bentuk Okokan bagian atas yaitu bagian Kuping yang tidak metias dengan motif karang boma. Sedangkan Okokan yang digunakan hanya sebagai hiburan atau hiasan di bagian atasnya yaitu pada bagian kuping yang metias dan menggunakan berbagai variasi bentuk di bagian atas (kuping) Okokan serta menggunakan variasi warna dengan motif pewayangan, karang boma, barong, celuluk dan lain sebagainya sesuai dengan pesanan pelanggan. (2) Unsur utama dalam pembuatan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan terletak pada unsur suara atau bunyi dari Okokan tersebut. Motif atau hiasan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan tidak mengutamakan nilai estetik, namun mengutamakan makna dari motif yang digunakan sehingga Okokan tersebut terlihat seperti hidup (Metaksu) dan disakralkan. Sedangkan Okokan yang diperagakan sebagai hiburan atau hiasan rumah tidak mengutamakan suara atau bunyi dari Okokan tersebut. Namun mengutamakan unsur estetik dari Okokan ini, yaitu dari segi pemilihan warna, bentuk Okokan yang simetris dan motif Okokan mengikuti bentuk Okokan tersebut. Simetris mengisyaratkan bahwa belahan kiri dan kanan dari setiap objek seni dibuat harus sama. Sama dalam hal ukuran, arah yang mengikuti prinsip pencerminan (reflektif) dan sama dalam hal bentuk.Kata Kunci : Okokan, Tinjauan, Visual, dan Estetik This study aims to find out (1) visual elements of Okokan in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan (2) and aesthetic Okokan elements in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan. The approach used is qualitative descriptive approach. The target of this research is artisans Okokan and art administrators Okokan Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this research using technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) bibliography. The data collected is then analyzed by (1) data reduction, (2) display or presentation of data, (3) and drawing conclusions or verifying data. The results showed that (1) visual elements of Okokan in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan can be seen through material, color, shape and decoration or Okokan motif. Differences Okokan that is exhibited for religious ceremony that lies in the material, color, shape Okokan the upper part of the Ear that is not a metias with karang boma motif. While Okokan is used only as an entertainment or decoration on the top is on the ears of the metias and using a variety of forms on the top (ear) Okokan and use color variations with pewayangan motifs, karang boma, barong, celuluk and so forth according to the order customer. (2) The main ingredient in the making of Okokan which is exhibited for religious ceremonies lies in the sound element or sound of the Okokan. Okokan motifs or decorations that are exhibited for religious ceremonies do not give priority to aesthetic values, but prioritize the meaning of the motives used so that the Okokan looks like life (Metaksu) and is sacred. While Okokan is exhibited as entertainment or home decoration does not give priority to the sound or sound of the Okokan. But prioritize the aesthetic element of this Okokan, namely in terms of color selection, form Okokan symmetrical and Okokan motifs follow the form Okokan it. Symmetrical hints that the left and right hemispheres of each art object are created must be the same. Same in size, the direction that follows the principle of reflection and the same in terms of form.keyword : Okokan, Review, Visual, and aesthetic
GAMBAR PADA BECAK ONTEL DI DESA KETOWAN, KECAMATAN ARJASA, KABUPATEN SITUBONDO. ., Puji Purnomo Suwandi; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.151 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4219

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang di gunakan dalam proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (2) Untuk mendeskripsikan proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (3) Untuk mendeskripsikan bentuk dan motif gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini ialah tempat dimana para becaan berkumpul. Dalam pengumpulan data, penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yakni, (1) Teknik observasi, (2) Teknik wawancara, (3) Teknik pendokumentasian, dan (4) Teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Keberadaan gambar pada Becak Ontel di Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, yang menggunakan alat-alat sederhadana dalam proses pembuatannya (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses penggambaran pada Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, meliputi dua macam alat pokok dan menggambar. Alat-alat tersebut ialah gergaji, gerinda, papan triplek dan alat untuk menggambarnya ialah pensil penggaris, kuas, dan gelas aqua bekas, (3) Jenis dan bentuk yang dihasilkan oleh pak Karso dalam menggambar Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo yaitu : gambar geometri, persegi, garis lengkung dan lurus, seni letter, tradisi, pemandangan, dan bentuk ukiran. Kata Kunci : Becak Ontel, alat dan bahan, jenis dan bentuk gambar. ABSTRACT This research aims to, (1) To describe the tools and materials that used in the process of drawing on pedicab ontel in Ketowan Village Arjasa District Situbondo Regency, (2) To describe the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District Situbondo Regency, (3) To describe the shapes and motifs of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency. This research is a descriptive research that use qualitative approach, the subject of this research is the place where the becak ontel gathered. In collecting data, this research is conducted by several techniques, namely: (1) Observation Technique, (2) Interview Technique, (3) Documentation Technique, and (4) Literature Technique. The result of this research indicates (1) The existance of the pictures on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are used simple tools in the making process (2) Tools and materials that are used in the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency includes two kinds of main tools and drawing. The tools are saw, grinder, plywood board and the tools to draw are pencil, ruler, brush, and aqua glass, (3) The type and shape are produced by Pak Karso in drawing becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are geometry, square, curved and straight line, letter art, traditions, sight, and carving shapes. keyword : becak ontel, tools and material, type and motif of picture.
KERAJINAN PANLIMA DI BANJAR MANUK KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI ., Pande Made Ari Sugitha; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.961 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4303

Abstract

????Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan,(1) Keberadaan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, (2) Alat dan bahan yg digunakan dalam pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (3) Proses pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (4) Nilai estetis yg terdapat dalam kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan (5) Keberagaman bentuk (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan instrument yang digunakan adalah (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Analisis Domain dan Analisis Taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan Panlima adalah alat musik baru yang terbuat dari drum bekas yang merupakan ciri khas dari Banjar Manuk, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Alat dan bahan yang di gunakan dalam pembuatan Panlima adalah drum, meteran, penggaris, palu, mesin pemotong dan mesin pengaplas, pemotong besi, pelebur warna atau penta remover. Proses pembuatan Panlima dimulai dari tahap penggunaan bahan dan alat, pemotongan, pengolahan bahan, perakitan dan pemberian lapisan cat sampai membentuk ??panlima??. Nilai estetik yang terdapat pada Panlima adalah bentuk yang di tampilkan merupakan perubahan dan perpaduan antara seni musik tradisional dan modern. Sampai saat ini para pengrajin terus memproduksi alat musik Panlima dengan alasan sebagai tempat menyalurkan aspirasi bakat yang dimiliki oleh pengrajin panlima serta menambah ekonomi masyarakat khusunya para pengrajin.Kata Kunci : Drum bekas, Alat musik baru, Proses, Alat dan Bahan. ????This study aimed to describe (1) the existence of handicrafts (Panlima) in Manuk Village,Susut District, Bangli Regency, (2) The tools and materials used in the manufacture of handicrafts (Panlima) inManuk Village, Susut District, Bangli Regency (3) The process of making handicrafts (Panlima) in Manuk Village, Susut District, Bangli Regency (4) The aesthetic value of handicrafts (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency and (5) The plurality of (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency. This is a descriptive study with a qualitative approach model. The techniques used in collecting the data were: (1) observation, (2) Interview, (3) Documentation. The data collected were analyzed by using Domain Analysis and Taxonomy Analysis. ????The results of this study show that the Panlima handicraft is a new musical instrument made ??from drums that are the characteristic of BanjarManuk, Susut District, Bangli Regency. The tools and materials used in the manufacture of Panlima is drum, hammer, grendaand pengaplas machine, bolt cutters, color remover or pentaremover. The process of making Panlimais started from the stage of using the materials and tools, cutting, material processing, assembly and giving the paint layer to form a ?panlima?. Aesthetic value which is contained in Panlimais the shape which is showed is a change and mix between traditional music and modern art. Until now the craftsmen keep onproducing musical instruments Panlimain the reason of the place to channel the aspirations of talent possessed by craftsmen panlima and increase the local economy especially the craftsmen.keyword : second-hand drum, new musical instruments, Processes, Tools and Materials.
SENI PATUNG BATU ANDESIT KARYA I WAYAN KAMAR DI DESA KUWUM, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN ., I Made Santika Putra; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.396 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (2) proses pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (3) tema patung batu andesit karya I Wayan Kamar. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung batu andesit, I Wayan Kamar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah batu andesit, semen, semen hitam, super black stone coat, dan air. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah betel (belah), pahat penguku, p ahat pengrancap, kapak, meteran, penggaris siku, gerinda, ember, cetok, dan kuas (2) Proses pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yaitu mulai dari pemilihan bahan batu andesit, pemotongan batu andesit, membuat adonan perekat, penumpukan dan pengeleman batu andesit, proses pembentukan global (nyalonan), proses penghalusan bentuk global, dan finishing yaitu pelapisan penghitam batu alam. (3) Karya seni patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar sangat erat kaitannya dengan tema renungan, sehingga hadir karya patung batu andesit yang sangat variatif. Patung ini dibuat sesuai dengan pakem-pakem atau aturan tertentu yang digali dari nilai-nilai religius. Berikut ini adalah uraian patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar (a) Tema patung Dewa : patung Dewa Siwa, patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan patung Dewa Ganesha. (b) Tema patung tokoh pewayangan: patung Hanoman dan patung Anggada (Ngada), patung Nandiswara dan patung Maha Kala. (c) Tema patung hewan mitologis Hindu: patung singa.Kata Kunci : Patung Batu Andesit I Wayan Kamar The Aims of this study are to determine: (1) The tools and materials used in making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (2) The process of making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (3) The theme of andesite stone sculpture of I Wayan Kamar. The subject in this study is andesite stone carver, I Wayan Kamar. Data collection methods used in this research was the method of observation, interview, documentation and library method. The data was analyzed by using descriptive qualitative approach. The result showed that: (1) tools used in the manufacture of andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are betel, penguku chisel, pengrancap chisel, axes, gauge, ruler elbow, grindstone, bucket, trowel and brush. The materials used in andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are andesite, cement, black cement, super black stone coat, and water. (2) The process of making andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are starting from material selection, cutting andesite, making the dough adhesive, stacking and gluing andesite, the process of establishing a global form, coating and finishing the natural stone. (3) andesite stone sculpture by I Wayan Kamar has a close relation to the theme of reflections, so there are many varieties of andesite stone sculpture. This statue was made according to standard grip of certain rules from religious values. Here are the andesite stone sculptures produced by I Wayan Kamar (a) The theme of God statue: lord Shiva statue, the statue of lord Brahma, lord Vishnu statue, and the statue of lord Ganesha. (b) The theme of puppet character statue: Hanuman statues and sculpture Anggada (Ngada), statues and sculpture of Nandiswara and Maha Kala. (c) Hindus mithological animal statue: Singa statue.keyword : Andesite stone sculpture of I Wayan Kamar
NILAI ESTETIS BATIK SITUBONDO HASIL TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI Wijayanti, Voni; -, Hardiman; Sura Ardana, I Gusti Ngurah
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 10, No 19 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.847 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v10i19.8856

Abstract

This study was aimed at describing the aesthetic value of Batik Situbondo that was transformed from Voni Wijayanti’s painting. This research was action research. Subjects were craftsmen “Saung Batik Puspa Bahari” in the village of Asembagus, Kec. Asembagus, Situbondo; some of them are professional and academician of art. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, discussions (FGD), documentation, and literature. The results of this research showed the aesthetic value in Batik Situbondo painting transformed from Voni Wijayanti consisting of design principles and the principles of design.Keywords: transformation, Voni Wijayanti painting, batik Situbondo, aesthetic value
T-SHIRT LUKIS KARYA ADITYA SAFARI DI SINGARAJA ., I Gede Wahyu Awan Sunarwan; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di perusahaan Lokalkarya milik Aditya Safari yang terletak di jalan pantai Asri Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Provinsi Bali. Pemilihan Aditya Safari sebagai subjek penelitian karena Aditya Safari adalah pelopor bisnis t-shirt lukis di Singaraja. Selain itu keberadaan t-shirt lukis Aditya Safari mampu memberikan warna baru fashion di kota Singaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja adalah papan penyangga baju, kuas, palet, hairdryer, mesin press, t-shirt berbahan katun, cat tekstil, binder, dan pigmen warna, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja dimulai dari memasukkan baju kepapan penyangga, mencampurkan cat dengan pigmen beserta binder yang berfungsi sebagai pelarut, melukis sesuai tema yang diinginkan, mengeringkan cat dengan hairdryer, mengepres baju yang sudah dilukis dengan mesin press, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja yaitu tema sosial dan budaya remaja. Kata Kunci : t-shirt lukis, Aditya Safari This study aims to find out: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, (2) the process of making t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, and (3) theme t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari. This research is descriptive research with qualitative approach. This study took place in the local company owned by Aditya Safari located on Pantai Asri Street, Banyuasri district, Buleleng, Bali Province. Aditya Safari choosen as research subjects because Aditya Safari is a pioneer in t-shirt painting in Singaraja. Besides the presence of the t-shirt painting Aditya Safari is able to provide a new color of fashion in the city of Singaraja. The results showed that: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari is a buffer board clothes, brushes, palette, hairdryer, press machines, t-shirts made of cotton, textile paint, binders, and a color pigment, (2) the process of making t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari starts from entering the buffer board clothes, mixing paint with pigments and their binders that serve as solvents, paint suit with thr desired design, paint drying with a hairdryer, pressing clothes has been painted with a press machine, and (3) theme t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari namely social and cultural themes adolescents. keyword : t-shirt painting, Aditya Safari
PROSES KREATIF GUSTI AJI ROBED ., Gede Nuarsana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: Biografi Gusti Aji Robed, Tema karya Gusti Aji Robed, Nilai estetis karya Gusti Aji Robed, Proses Gusti Aji Robed dalam berkarya, Perkembangan karya-karya Gusti Aji Robed. Penelitian ini bersifat Deskritif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Penelitian ini membahas proses kreatif Gusti Aji Robed. Hasil penelitian ini antara lain: Gusti Aji Robed adalah pelukis tradisi dari Desa Panji yang mulai melukis sejak tahun 1989, Tema-tema karya Gusti Aji Robed antara lain tema Bhima Swarga, sejarah Panji Sakti, Tantri, dan tema bebas lainya, Unsur estetis karya Gusti Aji Robed meliputi unsur warna, komposisi bentuk, proporsi yang masih menunjukan pengaruh rupa klasik dalam penampilan karyanya, Secara proses berkarya memang Gusti Aji Robed medapat pengaruh dari kakeknya Gusti Ketut Natih, Perkembangan Gusti Aji Robed dimulai dari tema Bhima Swarga sejak 1989 hingga 1995. Dari 1995 hingga 2000, tema karya beliau beralih ke sejarah Buleleng, khususnya Ki Barak Panji Sakti. Pada tahun 2000 hingga 2008, karya beliau bertema bebas, contohnya adalah lukisan berjudul lupa ingat, menghibur dikala duka, dan lainya. Dari tahun 2008 sampai sekarang beliau mengerjakan lukisan yang bertema Tantri seperti Raja pisuna, dan mengerjakan tema lainya yang masih belum sempurna. Sampai sekarang beliau masih menekuni gaya klasik dan ini bisa dikatakan kecendrungan Robed dalam berkarya.Kata Kunci : Kata kunci : Biografi, Tema, Nilai Estetis, Proses berkarya, dan Perkembangan This stud aimed to obtain information about: Biography Gusti Aji Robed, The theme of Gusti Aji Robed, The aesthetic value Gusti Aji Robed work, Process Gusti Aji Robed in the work, Development work Gusti Aji - Robed work. This research is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews, and review of the literature.This study discusses the creative process Gusti Aji Robed. The results of this study are: Gusti Aji Robed is a tradition of the village banner painter who started painting since 1989, The themes of the work Gusti Aji Robed Bhima Swarga among other themes, the history of Panji Sakti, Tantri, and free theme others, elements of aesthetic works Gusti Aji Robed include elements of color, composition form, which still shows the proportion of such classic influences in his appearance, in the process of work is Gusti Aji Robed get influence of his grandfather Gusti Ketut Natih, developments Gusti Aji Robed starting Bhima Swarga theme from 1989 to 1995. From 1995 to 2000, the theme of the work he switched to history Buleleng, especially Ki Barak Panji Sakti. In 2000 to 2008, he works free theme, for example, is a painting titled forget to remember, entertaining when his grief, and others. From 2008 to present he is working on a painting such as Raja Tantri themed pisuna, and working on other themes that are still not perfect. Until now he still pursue the classic style and this trend can be said Robed in the work.keyword : Keywords: Biography, Themes, Aesthetic Value, work processes, and development
KERAJINAN TENUN SONGKET BIMA DI LINGKUNGAN NGGARO KUMBE KELURAHAN RABADOMPU TIMUR KECAMATAN RABA KOTA BIMA PROVINSI NTB ., Sabarudin Indra Wijaya; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.159 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keberadan dan perkembangan Kerajinan Tenun Songket Bima (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kain Tenun Songket (3) Proses pembuatan kain Tenun Songket. (4) Ragam motif Tenun Songket. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data skunder. Penentuan informan dengan tehnik snowball sampling dan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dan instrumen (1) observasi, (2) wawancara, (3) kepustakaan (4) dokumentasi. Data dianalisis dengan cara (1) Analisis domain (2) Analisis taksonomik. Hasil penelitian Mendeskripkan (1) keberadaan dan perkembangan tenun songket Bima yaitu pada masa kesultanan abab ke-16-19 M. Alat dan proses pembuatan tidak mengalami perubahan. Terdapat delapan motif yang dipengaruhi oleh ajaran islam yang tidak membolehkan membuat motif hewan, dan terdapat enam motif yang berkembang setalah masa kesultanan. (2) Alat yang pergunakan dalam Muna Tembe su’i yaitu Tampe, Tandi, Koro Besi, Koro Kuku, Cau, Sisi, Dapo, Lira, Sadanta Lita, Lihu, Janta, Langgiri, Taripo Wila, Taliri, Pusu, Saraja pusu, Ngane. Bahan baku benang kafa Nggoli, benang melamin dan mesrai (3) Selanjutnya Proses, Moro kafa, Ngane, Luru kafa, Nggulu kafa, Muna (4) Ragam motif kain songket yang terdapat di lingkungan Nggaro Kumbe yang berkembang selama masa kesultana Bima abad 16-19 M sebagai berikut : Bali Mpida, Bali Lomba, Bunga Satako, Bunga Samobo, Kakando, Ngusu Tolu, Ngusu Upa, Ngusu Waru, ada terdapat beberapa motif hewan yang berkembang setelah masa kesultanan, sebagai berikut : Motif Naga, ‘Buah ‘Delima, Kapi Keu, ‘Bunga ros, Garuda, Kapempe Kata Kunci : tenun, tembe su’i, motif, Nggaro Kumbe, Bima This study aims to determine (1) the existence and development of the Bima Weaving Crafts (2) Tools and materials used in the manufacture of fabrics Weaving Songket (3) The process of weaving songket cloth. (4) Variety Weaving Songket motifs. This is a descriptive study with a qualitative approach model. Types and sources of data are primary data and secondary data. Determination of informants with snowball sampling technique and purposive sampling. Data collection techniques and instruments (1) observation, (2) interviews, (3) literature, and (4) documentation. Data were analyzed by (1) domain analysis and (2) taxonomic analysis. The results of the study describe (1) the existence and development of songket Bima is during the sultanate era 16 until 19 M. Tool and manufacturing process has not changed. There are eight motifs were influenced by the teachings of Islam which does not allow making animal motifs, and there are six motifs that developed after the time of the empire. (2) The instrument use in Muna Tembe su'i ie Tampe, Tandi, Iron Koro, Koro Nails, Cau, side, Dapo, Lira, Sadanta Lita, Lihu, Janta, Langgiri, Taripo Wila, Taliri, Pusu, Saraja Pusu, Ngane. Kafa Nggoli yarn materials, threads and mesrai melamine. (3) The process of weaving songket cloth is Moro Kafa, Ngane, Luru Kafa, Nggulu Kafa, and Muna (4) Variety songket motifs contained within Nggaro Kumbe growing during centuries Bima sultanate era 16 until 19 M is Mpida Bali, Bali race, Bunga Satako , Bunga Samobo, Kakando, Ngusu Tolu, Ngusu Upa, and Ngusu Waru, while motif that developed after the time of the empire is Dragon motif, Fruit Pomegranate, Keu Kapi, Flower ros, Garuda, and Kapempe. keyword : weaving, Tembe su'i, motifs, Nggaro Kumbe, Bima
SENI PATUNG PADAS COR DI UD. EKA JAYA UKIR, DESA KUKUH, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN ., I Made Diana Putra; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Dra. Luh Suartini
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.82 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan seni patung Padas Cor, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung Padas Cor, proses pembuatan patung Padas Cor, dan jenis-jenis patung Padas Cor yang dihasilkan di UD. Eka Jaya Ukir, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Subjek penelitian adalah Bapak Made Oka Wijaya pemilik UD. Eka Jaya Ukir. Data penelitian tentang Patung Padas Cor dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar instrumen observasi, instrumen wawancara dan instrumen dokumentasi.Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan patung dengan teknik cor mempunyai daya produksi yang sangat cepat, teknik cor ini juga memanfaatkan limbah Batu Padas yang sudah tidak terpakai sehingga menghemat biaya produksi. Selama proses pencetakan patung padas cor dapat dikerjakan oleh orang yang memang bukan pematung. Tema yang diangkat dalam pembuatan Patung Padas Cor di UD. Eka Jaya Ukir tidak hanya tema-tema pewayangan seperti Ramayana, Mahabharata, mitologi Hindu dan tantri, akan tetapi juga kehidupan sehari-hari, sehingga hadir karya patung padas yang sangat variatif. Patung padas cor yang dihasilkan oleh UD. Eka Jaya Ukir, Desa Kukuh, Marga, Tabanan adalah Patung Hanoman, Dwarapala, Ganesha, Singa, Tualen, dan Nyuwun Jun. Kata Kunci : seni patung, patung padas cor, ud. eka jaya ukir This research is aim to know the existence of Padas Cor sculpture, tools and material which are used in producing Padas Cor statue, process of producing Padas Cor statue, and types of Padas Cor statue which were produced in UD. Eka Jaya Ukir, Kukuh Village, Marga Subdistrict, Tabanan Regency.The subject of the study was Made Oka Wijaya as the owner of UD. Eka Jaya Ukir. The data about Padas Cor statue was collected by conducting observation, interview, and documentation method. The collected data was analyzed by using qualitative descriptive method by applying domain and taxonomy analysis.The results of the study showed that the production of the statue by applying casting technique has rapid production power, casting technique also makes use of Padas statue waste which cannot be used, so this can decrease production cost. The process of casting Padas Cor statue can be done by non-sculptor. The themes of Padas Cor statue production in UD. Eka Jaya Ukir are not only about leather puppet performances, e.g. Ramayana, Mahabharata, Hindu mythology and tantri, but also daily life, so various Padas statues can be produced. Padas Cor statues which are produced by UD. Eka Jaya Ukir, Kukuh Village, Marga Subdistrict, Tabanan Regency are Hanoman, Dwarapala, Ganesha, Singa, Tualen, and Nyuwun Jun statue. keyword : sculpture, padas cor statue, ud. eka jaya ukir
Co-Authors -, Hardiman ., Apriliya Saputra ., AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI ., Dewa Made Johana ., I Kadek Joni Dwi Pranata ., I Kadek Susila Priangga ., I Komang Heri Diantara ., I Made Santika Putra ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., KADEK ANGGA HERIAWAN ., Komang Juliawan ., Kusyoman Widiat Permana ., MARGIA SASPINA ., Ni Putu Wikantariasih ., Putra Wali Aco Agus Sudarmawan Apriliya Saputra . AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI . Dewa Made Johana . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Hardiman, M.Si. . Drs.Mursal . Gede Agus Wahyu Setia Yasa . Gede Eka Harsana Koriawan Gede Maha Semaya Bakti . Gede Nuarsana . Hardiman - I Dewa Gede Aristawan Gotama . I Dewa Gede Aristawan Gotama ., I Dewa Gede Aristawan Gotama I Gede Wahyu Awan Sunarwan . I Gede Wahyu Awan Sunarwan ., I Gede Wahyu Awan Sunarwan I Gusti Made Budiarta I Kadek Joni Dwi Pranata . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Sudita I Komang Heri Diantara . I Made Diana Dwi Putra . I Made Diana Putra . I Made Santika Putra . I Nyoman Rediasa I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sila I Putu Suhartawan . I Wayan Sudiarta KADEK ANGGA HERIAWAN . Ketut Nala Hari Wardana Komang Juliawan . Kusyoman Widiat Permana . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si M.Si. ., Drs.Hardiman, M.Si. MARGIA SASPINA . Muhammad Farhan Nugraha Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Wikantariasih . Ni Wayan Erica Dewi Niky Rohmatulloh . Pande Made Ari Sugitha . Puji Purnomo Suwandi . Putra Wali Aco . Sabarudin Indra Wijaya . Saputra, I Kadek Yudi Setiawan, Kadek Rizky Suandi, Udis UNDIKSHA . Voni Wijayanti Voni Wijayanti . Voni Wijayanti ., Voni Wijayanti Wijayanti, Voni Yulia Nurul Fatih