Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Voltage Profile Improvement through Load Shedding Action Using Linear Programming-based Optimal Power Flow Lukmanul Hakim; Annisa Zauhar Nafisah; Heri Gusmedi; Khairudin Khairudin
INSIST Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.641 KB) | DOI: 10.23960/ins.v3i1.115

Abstract

This paper proposes a load shedding scheme to improve voltage profile of a power system. A linear programming approach to optimal power flow is utilized to obtain optimum amount of load to shed in order to bring power system to an acceptable operating region. In this work, ±5% voltage variation is considered to be acceptable and hence, an immediate control action should be taken if power system is operated beyond this limit. The proposed method was tested on the IEEE 57-bus test system. Results showed that the proposed approach was able to provide a minimum amount of load shedding action to improve voltage profile of the studied power system.
PEMODELAN DINAMIK DAN SIMULASI KARAKTERISTIK RESPON MICRO STEAM TURBINE DENGAN SIMULINK Rahmat Bayu Setiawan; Khairudin; Lukmanul Hakim; Noer Soedjarwanto
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.236 KB) | DOI: 10.36706/jres.v2i1.20

Abstract

Sumber energi listrik di Indonesia menggunakan beberapa sumber pembangkit energi listrik yaitu bahan bakar fosil dan energi terbarukan. Dalam prosesnya, energi listrik dihasilkan melalui penggerak mula yang dikopelkan dengan generator untuk menghasilkan energi listrik. Micro steam turbine termasuk penggerak mula yang merupakan mesin tenaga atau mesin konversi energi dimana hasil konversi energinya dimanfaatkan mesin lain untuk menghasilkan daya. Micro steam turbine dikembangkan untuk proses pembangkitan daya karena faktor efisiensi dan tingkat harga yang rendah. Simulasi dilakukan dengan menggunakan pemodelan Simulink MATLAB R2018b. Simulasi dilakukan dengan membuat blok simulink microsteam turbine, blok transmisi dan blok infinite bus, lalu membuat skenario pada beban yang berbeda-beda, baik beban resistif, beban kompleks dan saat terkena gangguan. Dari beberapa simulasi yang dilakukan, baik saat percobaan jumlah beban yang berubah-ubah ataupun sistem kehilangan pembangkit, parameter sistem pembangkitan seperti frekuensi, daya aktif, daya reaktif, tegangan dan kuat arus sistem menggunakan inlet steam pressure 125 to 15 psig dengan kapasitas mesin 275 kW. Karakteristik frekuensi beban resistif menunjukkan frekuensi yang terukur bernilai 50,16 Hz pada waktu 5,027 detik dari frekuensi sebelumnya yang bernilai 50 Hz, lalu berosilasi selama 2,441 detik dan kemudian stabil pada waktu 7,468 detik dengan frekuensi kembali bernilai 50 Hz. Karakteristik daya aktif beban resistif menunjukkan penurunan nilai daya aktif dari sebelumnya 4,988 kW menjadi 0,2132 kW pada waktu 5,028 detik, lalu berosilasi selama 0,262 detik dan pada waktu 5,29 detik daya aktif berada dalam keadaan stabil kembali pada nilai 0,1378 kW. Karakteristik daya reaktif menunjukkan nilai 18,35 Var pada waktu 5,016 detik dan mengalami penurunan dengan nilai -404,9 Var dari yang sebelumnya bernilai 1,297 kVar, lalu berosilasi selama 0,357 detik dan kembali stabil pada nilai yakni -235,4 Var pada waktu 5,373 detik. Karakteristik tegangan pada waktu 5,005 detik, mengalami kenaikan tegangan sebesar 1,711 pu dan kemudian berosilasi selama 0,273 detik dan kembali berada pada kondisi stabil pada nilai tegangan sebesar 0,9998 pu pada waktu 5,278 detik. Karakteristik arus menunjukkan nilai arus sebesar 350,8 A pada waktu 5,009 detik, lalu berosilasi selama 0,399 detik dan berada dalam keadaan stabil pada waktu 5,408 detik dengan nilai 198,5 A.
Estimasi Rasio Redaman dan Moda Osilasi Menggunakan Metode Hilbert-Huang Transform(HHT) pada Two Area Four Machine (TAFM) System Puji Ayuning Lestari; Khairudin; Herri Gusmedi; Lukmanul Hakim
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.92 KB) | DOI: 10.36706/jres.v2i1.21

Abstract

Osilasi sistem tenaga merupakan fenomena stabilitas dinamis pada sistem tenaga. Osilasi pada sistem tenaga ini dikarenakan adanya variasi sudut rotor pada generator yang disebabkan oleh perubahan variasi pembebanan dan pembangkit. Osilasi sistem tenaga apabila dibiarkan terus-menerus dengan rasio redaman yang buruk maka kestabilan dinamis sistem akan terganggu. Diperlukan adanya mitigasi dini supaya sistem tetap berada dalam kondisi stabil. Pendekatan Hilbert-Huang Transform digunakan untuk menganalisa stabilitas dinamis pada suatu sinyal yang mengandung moda osilasi dan rasio redaman pada sinyal stasioner maupun non-stasioner. Two Area Four Machine System merupakan suatu sistem dengan dua area dengan masing-masing memiliki dua generator yang dihubungkan melalui weak tie line. Simulasi dengan metode Hilbert-Huang Transform dilakukan pada model Two Area Four Machine System dengan memberikan gangguan berupa short circuit pada weak tie line untuk mendapatkan rasio redaman dan moda osilasi yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil estimasi menggunakan metode eigenvalue (sebagai referensi) dan metode Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform untuk memvalidasi metode yang digunakan. Setelah dilakukan simulasi,maka didapatkan kesimpulan bahwa metode Hilbert-Huang Transform dapat digunakan untuk mengestimasi rasio redaman dan moda osilasi, dan setelah dilakukan perbandingan antara hasil estimasi dengan metode eigenvalue, Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform, dan Hilbert-Huang Transform dapat dikatakan bahwa metode Hilbert-Huang Transform lebih praktis karena tidak memerlukan setting bandwidth seperti pada metode Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform. Di sisi lain, metode Hilbert-Huang Transform memiliki kelemahan yaitu adanya residu yang mempengaruhi hasil estimasi dengan karakteristik sinyal tertentu.
Analisis Kontigensi Saluran Transmisi Dengan Menggunakan Indeks Performa Tegangan (PIV) Dan Indeks Performa Daya Aktif (PIMW) Herri Gusmedi; Lukmanul Hakim Jenni Legita
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.388 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i1.79

Abstract

Analisis kontingensi diperlukan untuk memastikan operasi yang aman dari sistem tenaga listrik saat terjadinya gangguan seperti hilangnya komponen sistem tenaga listrik. Penelitian ini mengusulkan indeks performa untuk analisis kontingensi sistem tenaga listrik. Metode aliran daya Newton-Raphson digunakan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan kondisi sistem daya atau keadaan pada operasi normal dan setelah terjadi kontingensi. Dua indeks performa, yaitu indeks performa tegangan dan indeks performa daya aktif dihitung berdasarkan kondisi ini. Metode yang diusulkan diterapkan untuk mengevaluasi kinerja Sistem Tenaga Listrik 150 kV UPT Tanjung Karang di bawah dua kondisi pembebanan, yaitu beban puncak dan beban off-peak untuk berbagai kombinasi kontingensi ke sistem tenaga listrik. Setelah menghitung indeks, indeks gabungan dari indeks yang dihitung sebelumnya ditetapkan dan kontingensi diberi peringkat berdasarkan indeks kombinasi ini. Oleh karena itu, tingkat keparahan dari kontingensi ditunjukkan oleh tingginya angka indeks ini. Metode ini berhasil mengidentifikasi kontingensi mana dengan tingkat keparahan yang tinggi ke sistem tenaga listrik.
Multiple Storage Device Pada Rangkaian Penyeimbang Baterai Untuk Aplikasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Off Grid Syariful Azis; Lukmanul Hakim; Afri Yudamson
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.58 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.78

Abstract

Lithium-ion telah banyak digunakan dalam berbagai berbagai bidang, seperti Mobil Listrik dan Penyimpanan Energi. Pada Energi Terbarukan memerlukan Penyimpanan Energi sebagai cadangan energi ketika pembangkit menghasilkan daya yang kecil atau bahkan tidak menghasilkan daya listrik sama sekali. Baterai disusun secara seri dan paralel untuk mendapatkan kapasitas yang diinginkan. Keseimbangan sel-sel yang disusun seri diperlukan untuk menghindari pengisian yang berlebih atau pengosongan yang berlebih serta meningkatkan jumlah energi yang dapat digunakan. Penyeimbang aktif mengirimkan muatan dari baterai yang memiliki energi terbesar ke baterai yang energinya lebih rendah. Penelitian ini menggunakan MATLAB Simulink untuk mensimulasikan rangkaian penyeimbang dengan baterai CGR18650AF sebagai model baterai. Pada penyeimbang aktif berbasis kapasitor tersusun delta memiliki kinerja rangkaian penyeimbang aktif yang paling cepat sedangkan peyeimbang berbasis kapasitor tersusun paralel adalah rangkaian yang paling lambat. Rangkaian penyeimbang dapat bekerja ketika pengisian maupun ketika pengosongan. Ketika arus pengosongan dan pengisian semakin besar maka waktu penyeimbangan sel baterai akan semakin cepat.
Sistem Penyeimbang Baterai Dengan Single Storage Device Untuk Aplikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) OFF GRID Ahmad Adrian Saputra; Lukmanul Hakim; Afri Yudamson; Herri Gusmedi
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.103

Abstract

Penggunaan energi baru terbarukan semakin banyak digunakan sebagai pengganti dari energi fosil yang sudah menipis ketersediaannya di alam. Pembangkit Listrik Tenaga Surya menjadi salah satu alternatif dari energi baru terbarukan yang dimanfaatkan karena ketersediaan energi matahari tidak pernah habis. Baterai sebagai perangkat penyimpanan energi pada PLTS. Ketidakseimbangan sel baterai dapat memengaruhi proses charging dan discharging pada baterai. Penelitian ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pada sel baterai sehingga memaksimalkan energi yang disimpan dari panel surya dan dikonsumsi sebagai sumber energi. Penelitian ini membuat simulasi rangkaian penyeimbang baterai pada Matlab Simulink. Jenis baterai Li-ion CGR18650 AF sebagai penyimpanan energi pada PLTS karena karakteristik baterai Li-ion yang memiliki kepadatan daya yang tinggi. Penyeimbangan baterai dengan menggunakan metode active cell balancing dengansingle storage device ini memiliki kelebihan yaitu waktu dan efisiensi dalam penyeimbangan baterai. Hasil dari penelitian ini adalah rangkaian penyeimbang baterai dengan single storage device dapat menyeimbangkan empat sel baterai padasaat kondisi charging dan discharging. Arus charging dan discharging dibedakan dari 0.05 A, 0.1 A, 0.15 A. dan 0.2 A dengan hasil penyeimbangan selisih nilai tegangan pada masing-masing sel baterai sebesar 0.01 V. Waktu penyeimbangan baterai berbanding terbalik dengan nilai arus. Apabila nilai arus pengisian semakin besar maka akan semakin cepat waktu penyeimbangan sel baterai.
Optimization of Microgrid Battery Capacity using PSO with Considering Islanding Operation Ayu Sintianingrum; Khairudin Khairudin; Lukmanul Hakim
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.904 KB) | DOI: 10.23960/jesr.v2i1.34

Abstract

Electrical is used for various activities in all sectors. Rapid increase of electricity demand recently, makes it necessary to have an even more efficient method for generating electricity. Renewable energy and the microgrid provides an integrated and alternative solution for electricity generation. In microgrid systems, energy storage devices are one of important aspects. Batteries are one kind of the energy storage technologies widely used in power system and hence, their suitable capacity must be determined in order to develop an effective system installation. In this research, sizing optimization of battery capacity is modeled as a minimization of microgrid battery capacity using the Particle Swarm Optimization/PSO algorithm with considering islanding operation of the system for effective battery installation. Results show that optimal battery capacity can be obtained and the developed computational model gives satisfactory results for the system under study.   Keywords: Battery, microgrid, energy storage system, PSO algorithm
Penerapan Listrik Tenaga Surya Untuk Penerangan Pada Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Lampung Lukmanul Hakim; Khairudin Khairudin; Herri Gusmedi; Diah Permata; Septuri Septuri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v4i2.115

Abstract

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Lampung didirikan tahun 2018 merupakan afiliasi Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Yogyakarta. Lokasinya di Desa Banding Agung, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran cukup jauh dari jalan utama sehingga penarikan saluran listrik tegangan rendah berjarak 2 km dari gardu distribusi PT. PLN (Persero) terdekat. Para santri yang berjumlah 22 orang sering mengalami kendala saat belajar dan mengulang hafalan Al Quran pada malam hari jika terjadi gangguan listrik PLN yang frekuensi pemadamannya agak sering pada musim hujan. Untuk itulah tim pengabdi menginstalasi sistem penerangan listrik tenaga surya pada posisi-posisi penting dalam menunjang aktivitas santri di malam hari. Pada kegiatan ini, 4 titik lampu DC 12 watt dengan panel surya berukuran 100 watt-peak dipasang lengkap dengan pengontrol cas dan baterai 12 volt. Hasil pemasangan panel surya dan lampu mendapat respon memuaskan dari pengelola pesantren dan para santri dimana cahaya lampu ini cukup untuk mendukung aktivitas santri pada saat malam.
Pemodelan Saluran Udara untuk Menghitung Impedansi Urutan dengan Metode Carson pada Penyulang Katu Gardu Induk Menggala PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rifqi Annora Mulya; Lukmanul Hakim; Dikpride Despa
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 10 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v10n2.213

Abstract

Intisari---Impedansi urutan saluran merupakan data masukan penting dalam analisa aliran daya tiga fasa. Berbagai metode telah dikembangkan untuk memodelkan saluran udara tegangan menengah dan menentukan impedansi urutannya. Dalam penelitian ini, Metode Modified Carson digunakan untuk menghitung impedansi urutan pada Penyulang Katu GI Menggala PT. PLN (PERSERO) Distribusi Lampung. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan data impedansi urutan sesuai SPLN yang dimasukkan di dalam perangkat lunak ETAP. Untuk mengetahui urutan impedansi pada suatu saluran atau penyulang, diperlukan data data diantaranya adalah : resistivitas tanah, resistansi penghantar, GMR, frekuensi, dan jarak antar konduktor. Saluran udara tegangan menengah 20 kV PLN di Penyulang Katu menggunakan konduktor AAAC dengan variasi luas penampang 35 mm2, 70 mm2, dan 150 mm2. Berdasarkan perhitungan dengan Metode Modified Carson diperoleh impedansi urutan nolnya adalah 1,0697+j1,6178 Ω/Km (35 mm2), 0,6088+j1,644 Ω/Km (70 mm2), 0,3642+j1,6178 Ω/Km (150 mm2). Untuk impedansi urutan positifnya adalah 0,9217+j0,3305 Ω/Km (35 mm2), 0,4608+j0,3572 Ω/Km (70 mm2), 0,2162+j0,3789 Ω/Km (150 mm2). Jika dibandingkan dengan data SPLN di perangkat lunak ETAP, maka terdapat selisih pada luas penampang 35 mm2 berturut turut; R urutan nol 3,328% dan X urutan nol 0,15%. Pada hasil selisih impedansi urutan positif pada ETAP dengan Python: R urutan positif 3,63% dan X urutan positif 0,19%. Pada luas penampang 70 mm2, selisih impedansi R urutan nol sebesar 2,582% dan X urutan nol sebesar 2,52%, pada impedansi R urutan positif 2,28% dan pada X urutan positif 2,504%. Pada luas penampang 150 mm2, selisih impedansi R urutan nol 0,93% dan  X urutan nol 2,94%, pada impedansi R urutan positif 0,62% dan  X urutan positif 2,905%. Dari prosentase selisih nilai urutan yang diperoleh antara 0.19% sampai dengan 3,63% (kecil dari 5%), dapat disimpulkan bahwa  metode Carson dapat digunakan untuk menghitung impedansi urutan pada Penyulang Katu, Gardu Induk Manggala, PT. PLN (PERSERO) Distribusi Lampung.Kata kunci---sistem distribusi, kabel, impedansi urutan, metode Carson, Penyulang Katu Abstract---Sequnce impedance is an important input data in three-phase power flow analysis. Various methods have been developed to model the overhead medium voltage and determine the sequence impedance. In this undergraduate thesis, Carson Modified Method used to calculate the sequence impedance on feeder Katu GI Menggala PT. PLN (Persero) Distribution Lampung. The calculation result is then compared with the corresponding sequence impedance data SPLN entered in the software ETAP. Soil resistivity, the resistance conductor, GMR, frequency, and spacing between conductors are required in calculating the sequence impedance for the overhead medium voltage line. The studied overhead medium voltage 20 kV line uses AAAC conductors with a variation of cross-sectional area 35 mm2, 70 mm2 and 150 mm2. The obtained zero sequence impedances are 1.0697 + j1,6178 Ω / Km (35 mm2), 0.6088 + j1,644 Ω / Km (70 mm2), 0.3642 + j1,6178 Ω / km (150 mm2) from the Modified Carson Method. The positive sequence impedances are 0.9217 + j0,3305 Ω / Km (35 mm2), 0.4608 + j0,3572 Ω / Km (70 mm2), 0.2162 + j0,3789 Ω / Km (150 mm2). Comparison with those impedances of SPLN as entered in ETAP, the following differences are observed. For 35 mm2 conductor, about 3.328% of differences for zero sequence resistance and about 0.15% difference for zero sequence reactance are observed. About similar differences are also observed for the positive sequence impedances. For 70 mm2 conductor, zero sequence resistance yields about 2.582% difference and 2.52% for the reactance. Interestingly, the positive sequence resistance shows 2,28% difference and 2.504% difference for positive sequence reactance. For the 150 mm2 conductor, the differences between the zero sequence impedance are 0.93% and 2.94%, and the positive sequence impedance shows differences of 0.62% and 2.905%. These percentage differences are observed to within the range of 12.19% to 3.63%. It can be concluded that Carson method can be used to calculate the impedance of the order of the feeder Katu, GI Mangala, PT. PLN (Persero) Distribution Lampung.Keywords---distribution system, cable, sequence impedance, Carson method, feeders Katu
Studi Pemasangan Step Voltage Regulator dengan Model Injeksi Daya pada Jaringan Menengah 20 KV Penyulang Katu Gardu Induk Menggala Binsar Daniel Sandi; Lukmanul Hakim; Herri Gusmedi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 10 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v10n2.218

Abstract

Intisari---Penyulang Katu GI Menggala PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung memiliki panjang saluran sekitar 158 km dengan maksimum beban yang terukur dari GI Menggala sekitar 4,6 MW dan terdiri dari 119 Bus. Kondisi ini mengakibatkan penyulang ini mengalami profil tegangan yang melanggar ketentuan +/- 5% sebagaimana yang dinyatakan dalam Aturan Penyambungan atau Grid Code. Untuk memperbaiki kondisi ini, salah satunya adalah dengan pemasangan step voltage regulator. Dalam penelitian ini, SVR dimodelkan sebagai injeksi daya yang kemudian dikombinasikan dengan persamaan aliran daya. SVR yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah dari Type B dimana pemasangan SVR Type B dipasang di dekat sumber. Metode analisa aliran daya yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Newton-Raphson. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tegangan akibat kontrol yang dilakukan oleh SVR. Sebelum pemasangan SVR, tegangan pada Bus 5 Penyulang Katu adalah 16,9828 kV. Setelah pemasangan SVR, terdapat peningkatan sebesar 1,3837 kV sehingga menjadi 18,3665 kV. Namun demikian, pemasangan SVR saja belum dapat memperbaiki profil tegangan secara keseluruhan akibat terlalu jauhnya drop tegangan di Penyulang Katu ini. Sehingga posisi tap maksimum SVR tidak mampu mengkompensasi tegangan yang jauh di bawah 0.95 p.u. yang terjadi di Penyulang Katu. Hasil perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan sendiri dan dibandingkan dengan perangkat lunak komersil yaitu ETAP. Selisih hasil perhitungan berada dalam kisaran 0.0108%.Kata kunci---aliran daya, step voltage regulator, tegangan jatuh , tap SVR . Abstract---Katu feeder of GI Menggala PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung is about 158 km length with a maximum measured load from GI Menggala of about 4.6 MW and consists of 119 Buses. These conditions make the feeder suffers voltage profile that violates the limit of +/- 5% as stated in the Connection Code or the Grid Code. In order to correct this condition, installation of a step voltage regulator (SVR) is required. In this thesis, the SVR is modeled as a power injection and combined into the power flow equations. SVR of this research is of Type B where installation this type of SVR is near the source. Power flow analysis method used in this research is the Newton-Raphson method. The results showed an increase in voltage due to the control exercised by the SVR. Before mounting SVR, the voltage on Bus 5 of feeder Katu is 16.9828 kV. After SVR installation, the voltage becomes 18.3665 kV. However, the installation of SVR alone can not fix the overall voltage profile due to the large voltage drop along this feeder although the SVR was set to maximum tap position. The result of the calculation is done by using a self-developed software and compared to a commercial software i.e. ETAP. The difference in calculation results are within the range of 0.0108%.Keywords---power flow, step voltage regulators, voltage drop, tap SVR.