Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Latihan Fisik Intradialisis Terhadap Stres Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak Lestari, Wanda Fitri; ., Herman; ., Mita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v4i1.42039

Abstract

Latar Belakang: Individu yang didiagnosa Gagal Ginjal Kronis (GGK) dan harus menjalani terapi hemodialisis menyebabkan perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan yang terjadi menimbulkan stressor bagi penderita. Meskipun literatur mendukung efek menguntungkan dari program latihan fisik, namun implementasi latihan sebagai bagian dari perawatan klinis sangat kurang. Tujuan: Menganalisis pengaruh latihan fisik intradialisis terhadap tingkat stres pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi experiment dengan pre test and post test pada 32 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran stres menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Uji menggunakan Paired T Test, uji Wilcoxon dan uji beda Mann Whitney. Hasil: Setelah di berikan intervensi latihan fisik intradialisis terdapat penurunan skor stres berdasarkan hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi p= 0,021, sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan p= 0,164 berdasarkan uji paired T test. Hasil Penelitian memperlihatkan tidak terdapat perbedaan dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol berdasarkan uji Mann Whitney p= 0,731. Kesimpulan: Ada pengaruh latihan fisik intradialisis terhadap tingkat stres pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: GGK, hemodialisa, stres, latihan fisik intradialisis, DASS.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK C.W, Siti Aminah; ., Herman; Fauzan, Suhaimi
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i2.45427

Abstract

Latar Belakang: Angka penyakit gagal ginjal kronik mengalami kenaikan setiap tahunnya. Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan dan terapi jangka panjang. Terdapat perubahan-perubahan selama sakit dan menjalani terapi yang dapat menimbulkan masalah pada psikologis pasien. Permasalahan psikologis yang muncul seperti penolakan pada penyakit dan ketidaksiapan menghadapi terapi mempengaruhi penerimaan diri terhadap kondisinya sekarang. Dukungan keluarga merupakan satu diantara faktor untuk meningkatkan penerimaan diri pada individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah purosive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 57 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner penerimaan diri, uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Hasil: Berdasarkan uji spearman menunjukkan dukungan keluarga dengan penerimaan diri P value 0.000 (0.05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,732 menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Dukungan keluarga, penerimaan diri, gagal ginjal kronik, hemodialisis
PENGARUH LATIHAN FISIK INTRADIALISIS DAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP SKOR FATIGUE PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSU YARSI PONTIANAK Wibowo, Widya Astuti; ., Herman; Yulanda, Nita Arisanti
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v4i1.42038

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal dimana tubuh gagal mempertahankan metabolisme cairan dan elektrolit. Gagal ginjal kronik mengakibatkan masalah pada kemampuan tubuh yang mengakibatkan aktivitas kerja terganggu, tubuh menjadi mudah lelah dan lemah (fatigue) oleh karena itu dibutuhkan intervensi latihan fisik intradialisis dan pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kelelahan yang dirasakan pasien yang menjalani hemodialisis. Tujuan: Menganalisis pengaruh latihan fisik intradialisis dan pemberian aromaterapi lavender terhadap skor fatigue pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan pre test and post test nonequivalent control group pada 32 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner FACIT fatigue scale (versi 4) dengan 13 pertanyaan untuk mengukur skor fatigue. Uji yang dipakai menggunakan Paired T Test dan uji Independent sample t test. Hasil: Didapatkan hasil uji Paired T test terhadap skor fatigue kelompok intervensi (p=0,000) 0,005 dengan nilai mean sebelum intervensi sebesar 25,56 dan sesudah intervensi 30,81. Pada kelompok kontrol (p value =0,001) 0,005 dengan nilai mean sebelum diberikan kontrol sebesar 25,50 dan sesudah diberikan kontrol sebesar 26,62. Kesimpulan: Ada pengaruh latihan fisik intradialisis dan pemberian aromaterapi lavender terhadap skor fatigue pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Latihan Fisik Intradialisis, Aromaterapi, Fatigue
HUBUNGAN PERAN FUNGSI PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANG SEHAT PONTIANAK Permatasari, Suriyani Nengsih; ., Mita; ., Herman
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.42014

Abstract

Latar Belakang: Dalam mengontrol perjalanan penyakit diabetes melitus ada 5 pilar penting penatalaksanaan nya yaitu edukasi, pola makan, olahraga, famakologi dan pemantauan gula darah. Dalam pengobatan penyakit diabetes melitus timbul masalah ketidakpatuhan. Dukungan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan. Petugas kesehatan merupakan orang pertama yang mengetahui tentang kondisi kesehatan pasien, sehingga memiliki peran yang besar dalam menyampaikan informasi pada pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran fungsi petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Gang Sehat Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 101 orang. Hasil: Peran fungsi petugas kesehatan baik dan kepatuhan minum obat antidiabetes kurang patuh. Analisa bivariat dengan uji chi square didapatkan nilai p=0,278 (p0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan peran fungsi petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Sehat Pontianak. Kata Kunci: DM Tipe 2, Kepatuhan Minum Obat, Peran Fungsi Petugas Kesehatan
ANALISIS HUKUM PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU PENYERTAAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Nusa Bhakti, Muh. Ikrar; ., Herman; Muhamad Sulihin, La Ode
Jurnal Yustitia Vol 17 No 2 (2023): JURNAL YUSTITIA
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62279/yustitia.v17i2.1123

Abstract

Aktivitas pemerintah yang dianggap paling rentan terhadap korupsi adalah salahsatunya pengadaan barang/jasa (PBJ). Korupsi pengadaan barang dan jasa terdeteksiterjadi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga ke tahap pengawasan. Salah satukasus tindak pidana korupsi terkait dana bantuan sosial yang dilakukan secara bersamasama yang menjadi perhatian publik adalah kasus yang terjadi di Kabupaten Bandungpada tahun 2020 yang dilakukan oleh M. Totoh Gunawan, selaku Komisaris dari PTJagat DirGantara sekaligus selaku Pemilik dari CV. Sentral Sayuran Garden City. Dalamproses pemeriksaan di pengadilan, M. Totoh Gunawan dianggap tidak melakukan tindakpidana korupsi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa dasarpertimbangan hukum majelis hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelakupenyertaan tindak pidana korupsi pada perkara nomor 57/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bdgadalah menurut majelis hakim berdasarkan fakta persidangan salah satu unsur delikdalam pasal yang didakwakan yakni Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 20 Tahun2001 tidak terbukti atau tidak terpenuhi yakni unsur pegawai negeri atau penyelenggaranegara, karena terdakwa merupakan seorang pengusaha, serta majelis hakim tidakmempertimbangkan Pasal 55 KUHP. Berdasarkan hal tersebut, menurut penulis hakimdalam memberikan pertimbangan wajib mendasarkan pada surat dakwaan Jaksa PenuntutUmum sebagaimana ketentuan Pasal 182 KUHAP. Pada perkara ini, terdakwa tidakhanya didakwa menggunakan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001melainkan di-juncto-kan dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan menggunakanPasal 55 KUHP maka akan meletakkan pertanggungjawaban pada M. Totoh Gunawanserta untuk memperluas pertanggungjawaban M. Totoh Gunawan sebagai orang yangturut serta dalam melakukan tindak pidana korupsi ini.
KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA : LITERATURE REVIEW Annisa, Elsa; ., Herman; Pramana, Yoga
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48010

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan yang dapat muncul pada lanjut usia selain dari masalah kesehatan fisik adalah masalah pada psikososial seperti kesepian, depresi, dan perasaan cemas menghadapi kematian. Untuk itu diperlukan kebutuhan spiritual yang dapat membantu lansia dalam mengurangi kecemasan, stress, dan depresi. Jika spiritualitas terpenuhi, meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pada lanjut usia. Metode: Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analysis, artikel diperoleh dari database Google Scholar, ProQuest, Sage, dan ResearchGate, menggunakan kata kunci: Spiritual, Kualitas Hidup, Lansia, Spirituality, Quality of Life dan Elderly sebanyak 5.998 artikel. Hasil: Dari hasil literature review ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa rata-rata kualitas hidup pasien meningkat dengan terpenuhinya kebutuhan spiritual pada lansia. Semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki lansia maka semakin tinggi juga kualitas hidup yang dimiliki lansia. Kesimpulan: Kualitas hidup lansia yang baik dipengaruhi oleh kebutuhan spiritual yang baik. Kata Kunci : Spiritual, Kualitas Hidup, Lansia
LATIHAN FISIK INTRADIALISIS DALAM MEMPERBAIKI KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSI YARSI PONTIANAK Luvfianti, Novara Qus’nul; ., Herman; Nurfianti, Arina
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.535 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42334

Abstract

Background: Patients with chronic kidney disease generally suffer from complications, including anemia along with bone and mineral disorders so they often experience fatigue due to low hemoglobin levels. so it takes the alternative physical intervention to improve these conditions. Objective: This research to determine the effect of intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at the Yarsi Islamic Hospital Pontianak. Method: Quantitative research uses pre and post test with control group. The sampling technique used was purposive sampling with 16 respondents in the treatment group given physical exercise intervention and nutritional diet and 16 respondents in the control group were only given a nutritional diet. The instrument used was a hemoglobin meter GcHb and a hemoglobin observation sheet. Results: The mean value in the treatment group before intervention was 8.29 and after the intervention increased to 8.21 while in the control group the mean value before the nutritional diet was 9.02 and after the nutritional diet was 8.5. Paired T test results in the physical exercise treatment group were P = 0.48 and the value in the diet control group was P = 0.13. Unpaired T value obtained P = 0.5 with a value of P value ? (0.05) there is no difference in the two groups. Conclusion: There was no effect in intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels and there was no significant difference between intra dialysis physical exercise and nutritional diet in the intervention group and control group in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at RSI Yarsi Pontianak it means hemoglobin levels couldn"™t improve by intra dialysis physical exercise. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Intra Dialysis Physical Exercise, Hemoglobin