Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kesalahpahaman Komunikasi Suku Dayak dan Suku Banjar Rico Rico; Muzahid Akbar Hayat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.5257

Abstract

AbstrakDinamika komunikasi antarbudaya secara umum berada dalam masyarakat yang semakin global. Hilangnya batas wilayah dan budaya serta sekat antarasatu orang dengan orang lain. Namun pada kenyataannya keragaman budaya dapat menimbulkan permasalahan yang dapat mengakibatkan masalah sosial. Hal yang dicapai dalam riset ini adalah menemukan gambaran kisah penyesuaian individu dari interaksinya suku Banjar dan defisiensi suku Dayak saat bersosialisasi dengan komunikasi mereka dengan masyarakat suku lain di Desa Sungai Teras, dimana merupakan daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Spesifikasinya adalah menggali sebuah cara yang adaptif dari minimnya orang Dayak dan kesalahpahaman komunikasi antar kedua tersebut yaitu suku Banjar dan suku Dayak. Interaksi kehidupan sosial, hingga proses negosiasi tidak memahami komunikasi tatap muka, situasi percakapan, tahapan adaptif komunikasi bermasalah, komunikasi, dan rintangan yang terjadi adalah sering gagal memahami dan hingga pada akhirnya dapat menerima pola komunikasinya. Sebuah metode komunikasi antara dua suku. Metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif merupakan metode yang dipakai dalam riset ini yang menggunakan cara memahami pengalaman adaptif untuk mengetahui proses komunikasi antara Dayak dan Banjar. Dalam penelitian ini dipilih 10 orang dengan sampling untuk tujuan berdasarkan kriteria sebagai berikut Penduduk Desa Sungai Teras Kabupaten Kuala Kapuas yang berdomisili sudah melebihi dari 2 tahun keatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika banyak masyarakat Dayak menghadapi kekurangan masyarakat Banjar, terjadi kesalahpahaman komunikasi dengan "masalah budaya".AbstractDynamics communication of intercultural in general in an increasingly global society. Loss of territorial and cultural boundaries, as well as barriers between one and the other. But in reality, cultural diversity can cause problems that can lead to social problems. The achieved in this research is to describe of the story individual adjustment from the interaction Banjar tribe and the deficiency of the Dayak tribe when socializing with their communication with other tribal communities in Sungai Teras Village, which is the border area of Central Kalimantan and South Kalimantan. The specification is to explore an adaptive way from the lack of Dayak people and the misunderstanding of communication between the two, namely the Banjar and Dayak tribes. The negotiation process is face-to-face communication, the adaptation phase of communication with problematic conversational situations, interactions in social life until you do not understand the communication, and often fail and accept patterns as well. A method of communication between two tribes. In the course of communication between the Dayak and Banjar, the researchers use a qualitative method that uses a descriptive phenomenological approach to understanding adaptation experiences. For this study, 10 subjects were selected by sampling based on the following criteria. Sei Teras Kapuas KualaVillage people living for more than 2 years. These findings show that when many Dayak communities face the Banjar tribe, there is a misunderstanding of communication as a 'cultural problem'.
Hong Kong Public Social Communication Strategies in a Demonstration Against the Proposed Extradition Law Rico Rico; Siti Fatimah; Muzahid Akbar Hayat
Journal of Social Science Vol. 2 No. 3 (2021): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v2i3.93

Abstract

Hong Kong, one of the global financial centers, was plunged into chaos for almost two months straight from June to July 2019. For eight weeks, demonstrations by the Hong Kong people have been going on and on until they become violent. The demonstration was intended to deny the proposed extradition law, which would allow Hong Kong prisoners, including foreigners, to be extradited to China. The extradition bill is also called to threaten the freedom of local people, to threaten democracy and law in the Hong Kong region. The different political systems between China and Hong Kong make the relationship both vulnerable. As a special region in China, Hong Kong needs to get the attention of the Chinese government by conceding its rights and upholding its systems so that demonstrations need not be too worried. Hong Kong people are making a variety of attempts at demonstration and even some social communication strategies are used to reject the traditional bill. The method used in this study is qualitative deskriftive with case studies of direct observation of sites and several demonstration articles in Hong Kong. As a result of this study, several unique strategies of Hong Kong's demonstrations have been carried out to maintain a message being delivered by another group that the Hong Kong government has even brought attention to the world.
Hong Kong Public Social Communication Strategies in a Demonstration Against the Proposed Extradition Law Rico Rico; Siti Fatimah; Muzahid Akbar Hayat
Journal of Social Science Vol. 2 No. 3 (2021): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.583 KB) | DOI: 10.46799/jss.v2i3.93

Abstract

Hong Kong, one of the global financial centers, was plunged into chaos for almost two months straight from June to July 2019. For eight weeks, demonstrations by the Hong Kong people have been going on and on until they become violent. The demonstration was intended to deny the proposed extradition law, which would allow Hong Kong prisoners, including foreigners, to be extradited to China. The extradition bill is also called to threaten the freedom of local people, to threaten democracy and law in the Hong Kong region. The different political systems between China and Hong Kong make the relationship both vulnerable. As a special region in China, Hong Kong needs to get the attention of the Chinese government by conceding its rights and upholding its systems so that demonstrations need not be too worried. Hong Kong people are making a variety of attempts at demonstration and even some social communication strategies are used to reject the traditional bill. The method used in this study is qualitative deskriftive with case studies of direct observation of sites and several demonstration articles in Hong Kong. As a result of this study, several unique strategies of Hong Kong's demonstrations have been carried out to maintain a message being delivered by another group that the Hong Kong government has even brought attention to the world.
Komunikasi Pendidikan dan Vokasi dalam Meningkatkan Kualitas Pengetahuan Enterpreunersihip Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Rico Rico; Rika Apriany Sukmana; M Irpan; Muzahid Akbar Hayat
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.225 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2088

Abstract

Pendidikan vokasi di Indonesia merupakan pendidikan mempersiapkan peserta didik dalam penguatan skill dan keterampilan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya, mewujudkan cikal bakal tenaga kerja siap pakai dilapangan dunia usaha dan dunia industri, Pendidikan vokasi yang dikembangkan disekolah menengah kejuruan bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri dalam praktik kerja lapangan, sebagai cikal bakal persiapan peserta didik di kemudian hari untuk membuka lapangan pekerjaan sebagai enterpreunersip. Komunikasi Pendidikan dan enterpreuhership saling terintegrasi dalam penguatan skill dan keterampilan peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan konstribusi pada sekolah menengah kejuruan dan menjadi kerangka berpikir bagi guru produktif dalam menyiapkan enterprenersip baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan sifat data kualitatif yang mencari teori, bukan menguji teori atau bisa juga disebut sebagai hypothesis generating komunikasi pendidikan dan Interpreurship bukan hypothesis. Hasil penelitian menunjukan Pengetahuan peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan mengenai kewirausahaan setelah mengikuti pelatihan menjadi meningkat, dari yang tidak tahu sama sekali mengenai wirausaha menjadi tahu apa yang dimaksud dengan kewirausahaan.
Huma Betang's philosophical values in the character of Dayak cultural communication Rico Rico; Muzahid Akbar Hayat; Khuzaini Khuzaini; Sanusi Sanusi; Didi Susanto
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 3 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221510

Abstract

Huma Betang is a hereditary heritage, containing philosophical values in the form of brotherly ties, kinship ties and an attitude of tolerance, which is still practiced by the Dayak Tribe. The philosophy of huma betang has seven elements of culture, namely: religious system, social system, knowledge system, language, art, livelihood system, and technology system. This study aims to analyze and find out in depth the preservation, character of cultural communication and the application of cultural values of the huma betang philosophy in the midst of globalization in the Dayak tribe in Mandomai. The researcher used a qualitative method with a descriptive phenomenological study approach. Data obtained from the Dayak tribe in Mandomai by interview technique. From the results of the research obtained, the Dayak tribe in Mandomai is very concerned about preserving the character of cultural communication and the application of cultural values . The philosophy of Huma Betang in the midst of globalization is one of them by making Huma Betang as a model in making homes as a form of planting the meaning contained in the philosophy. The conclusion of this research for the Dayak community is the huma betang philosophy means the same as a view of life that contains religious meaning, believing that we are all God's people, tolerant of the lives of others, learning and teaching knowledge. Whatever the situation, whatever the form of the era as long as the Dayak tribe exists, as long as the huma betang and its philosophy must exist in the life of the Dayak tribe.
KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL: ANALISIS KRITIS BERDASARKAN PEMIKIRAN FRIEDRICH POLLOCK Rico Rico; Didi Susanto; Siti Fatimah
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v6i1.14293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran komunikasi sebagai alat kontrol sosial melalui analisis kritis berdasarkan pemikiran Friedrich Pollock. Metode penelitian melibatkan tinjauan literatur yang menyelidiki konsep-konsep kunci Pollock tentang kontrol sosial dan hubungannya dengan proses komunikasi. Melalui analisis mendalam terhadap karya-karya Pollock, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen kritis dalam komunikasi yang berkontribusi pada pembentukan dan pemeliharaan struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, sebagaimana dikonsepsikan oleh Pollock, bukan hanya sebagai medium transmisi informasi, tetapi juga sebagai alat yang memainkan peran sentral dalam pengaturan norma-norma sosial. Dalam konteks ini, pembentukan opini publik, pembangunan narasi kolektif, dan pengendalian informasi menjadi mekanisme utama dalam menjaga stabilitas sosial. Kesimpulannya, komunikasi efektif menjadi kunci untuk memahami dan mengendalikan dinamika sosial, dengan pengaruh langsung terhadap konstruksi identitas kolektif dan pemeliharaan keseimbangan kekuasaan.
The Existence of Community Culture in the Framework of Mappanretasi Local Wisdom in Tanah Bumbu Regency Didi Susanto; Rico Rico; Muzahid Akbar Hayat
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 8, No 1.1 (2024)
Publisher : STMIK Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29099/ijair.v8i1.1.1334

Abstract

The Mappanretasi tradition is a form of local wisdom of the Bugis people in Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, which has spiritual, social, and economic meanings. This research aims to inventory the cultural elements of Mappanretasi, analyze its impact on the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, and identify challenges in preserving this tradition. This study uses a qualitative approach with phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, involving indigenous leaders, local communities, and local governments. The results of the study show that Mappanretasi reflects the relationship between humans and nature through symbols such as ritual boats and offerings of marine products, which symbolize gratitude and community solidarity. This tradition also has a significant economic impact, especially for MSMEs in the culinary, handicrafts, and service sectors, with a surge in demand for local products during its implementation. However, the preservation of this tradition faces challenges such as declining interest among younger generations, lack of formal documentation, and modernization pressures that have the potential to diminish the spiritual essence of the tradition. This research suggests formal documentation of traditions through digitalization, integration of cultural values into formal education, and collaboration between governments, communities, and the private sector to address these challenges. With a strategic and holistic approach, the Mappanretasi tradition can continue to be an integral part of local cultural identity while supporting sustainable economic development
TRANSFORMASI MANAJEMEN SDM USAHA MIKRO MELALUI HRIS Siti Fatimah; Ratna Susanti; Syahrial Shaddiq; Khuzaini Khuzaini; Rico Rico
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48511

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha mikro di Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas dalam memanfaatkan Human Resource Information System sebagai alat untuk mentransformasi pengelolaan sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif selama tiga hari, yang mencakup penyampaian materi, praktik langsung, diskusi kelompok, dan konsultasi teknis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, serta wawancara dengan peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengevaluasi perubahan pemahaman, keterampilan, serta persepsi peserta terhadap penggunaan Human Resource Information System. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan mengelola data sumber daya manusia secara digital. Peserta juga melaporkan efisiensi waktu kerja yang lebih baik, peningkatan akurasi dokumentasi, serta perbaikan hubungan kerja melalui transparansi pengelolaan. Temuan lain mengindikasikan bahwa dukungan pemilik usaha, pendekatan pelatihan partisipatif, dan jejaring sosial antar peserta menjadi faktor keberhasilan penting. Meskipun masih ada hambatan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi digital usaha mikro serta memperkuat daya saing mereka di era modern.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGUATAN MENTAL REMAJA MELALUI SOSIOEDUKASI WAJA SAMPAI KAPUTING DI DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK BARITO KUALA Didi Susanto; Rico Rico; Nurmiati Nurmiati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48831

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, dengan tujuan meningkatkan ketahanan mental remaja melalui pendekatan sosioedukatif berbasis kearifan lokal Waja Sampai Kaputing. Latar belakang kegiatan ini adalah meningkatnya tantangan psikososial yang dihadapi remaja, seperti stres, kecemasan, dan tekanan sosial yang belum direspons secara memadai oleh individu maupun lingkungan keluarga. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan melibatkan remaja dan orang tua dalam sesi edukasi, diskusi kelompok terfokus, dan pendampingan berbasis nilai budaya lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta observasi untuk menilai keterlibatan dan dinamika interaksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi kesehatan mental remaja dan penguatan komunikasi antara orang tua dan anak. Pendekatan Waja Sampai Kaputing, yang menekankan nilai ketangguhan, komitmen, dan kebersamaan, terbukti relevan dalam membentuk ketahanan mental yang kontekstual. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada penguatan pendidikan karakter dan pembangunan kesehatan mental berbasis komunitas, serta direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian budaya setempat.
PENYULUHAN ORANG TUA DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI PENDAMPINGAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA DI DESA SEMANGAT DALAM Husnul Madihah; Didi Susanto; Rico Rico
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49094

Abstract

Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian akademik dan perkembangan psikososial siswa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua masih memposisikan sekolah sebagai satu-satunya institusi pendidikan formal, sehingga partisipasi aktif dalam mendampingi anak belajar di rumah cenderung rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas orang tua dalam mendampingi proses belajar anak melalui penyuluhan yang dilaksanakan secara partisipatif di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, edukasi kelompok kecil, diskusi reflektif, dan simulasi praktik pendampingan belajar yang melibatkan orang tua siswa SD setempat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua terhadap strategi pendampingan belajar, peningkatan keterlibatan dalam komunikasi dengan anak, serta perubahan sikap terhadap pentingnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah. Partisipasi aktif masyarakat dan pendekatan komunikatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan komitmen jangka panjang terhadap pendidikan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk penguatan ekosistem pendidikan berbasis keluarga dan komunitas di wilayah lain.