Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL TRIGONOMETRI: SEBUAH PENGEMBANGAN UNTUK PENCAPAIAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SEKOLAH KEJURUAN Ramlah, Ramlah; Hidayati, Nita; Hanifah, Hanifah; Abadi, Agung Prasetyo; Nur, Iyan Rosita Dewi; Julistiwa, Vanessa Rahmawati; Roesdiana, Lessa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i3.10965

Abstract

Pembelajaran trigonometri di SMK masih terkendala rendahnya kemampuan pemahaman konsep, minat belajar, dan keterbatasan media digital interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital “jam sinchan” untuk memfasilitasi pencapaian kemampuan pemahaman konsep trigonometri siswa SMK program keahlian Teknik Mesin di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE, melibatkan 20 siswa kelas XI. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli media dan materi, angket respon siswa, observasi keterlaksanaan, serta tes uraian pemahaman konsep. Hasil validasi menunjukkan media dinyatakan sangat layak dengan skor 96% dari ahli media dan 92% dari ahli materi. Respon siswa juga sangat positif dengan persentase minat belajar 88,33%, kemudahan pemahaman 90%, dan kemudahan penggunaan 76,67%, sehingga total respon mencapai 84,38%. Dengan demikian, media “jam sinchan” terbukti valid, praktis, dan efktif untuk memfasilitasi pencapaian kemampuan pemahaman konsep trigonometri sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan.Trigonometry learning in vocational high schools (SMK) still encounters challenges such as limited conceptual understanding, low learning interest, and the lack of interactive digital media. This study aims to develop a digital learning medium called “Jam Sinchan” to facilitate students’ attainment of conceptual understanding in trigonometry within the Mechanical Engineering program at a vocational high school in Karawang Regency. The research employed a research and development method using the ADDIE model with a sample of 20 eleventh-grade students. The instruments included validation sheets from media and material experts, student response questionnaires, observation sheets, and a conceptual understanding test. The validation results indicated that the media was categorized as highly feasible, with scores of 96% from media experts and 92% from material experts. Student responses were also highly positive, with percentages of 88.33% for learning interest, 90% for ease of understanding, and 76.67% for ease of use, yielding an overall feasibility score of 84.38%. Thus, “Jam Sinchan” is valid, practical, and effective in supporting students’ conceptual understanding of trigonometry while creating a more engaging learning experience.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Umayah Hopatun Fatonah, Siti; Nur, Iyan Rosita Dewi
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1641

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengdeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMP Ketika menyelesaikan soal pada materi bangun ruang sisi datar. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2022/2023 dan pengambilan sempelnya dilakukan dengan cara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman sebagai metode analisis data, yang memiliki tiga jalur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi matematis berupa soal materi bangun ruang sisi datar dalam bentuk soaal uraian. Hasil penelitian di peroleh bahwa kemampuan literasi siswa diperoleh tidak terdapat siswa yang memiliki kemampuan literasi matematis tinggi, sebanyak 34 siswa dengan presentase 97% dengan kemampuan literasi matematis sedang, dan 1 siswa dengan presentase 3% berada pada kategori kemampuan matematis siswa rendah belum memenuhi keseluruna indikator literasi matematis.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Aritmetika Sosial Fiqia Millatina Faiz; Nur, Iyan Rosita Dewi
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1649

Abstract

Kecakapan dalam mengatasi suatu persoalan merupakan konsep yang perlu dikuasai oleh siswa, dan setiap persoalan yang ditemui memiliki derajat kesulitan yang beragam, oleh sebab itu tanpa adanya kemahiran dalam hal tersebut akan menyulitkan siswa dalam mencapai suatu keberhasilan dalam belajar. Adapun tujuan dalam riset ini yakni untuk menginterpretasikan kecakapan siswa dalam mengatasi persoalan matematika pada mata pelajaran aritmetika sosial. Metode penelitian yang diaplikasikan dalam riset ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam proses penghimpunan data untuk memenuhi kebutuhan riset menggunakan tes sebanyak dua butir soal. Selanjutnya, subjek pada riset ini adalah murid kelas VIII dengan jumlah 40 orang. Kemudian, hasil riset membuktikan bahwa siswa yang diklasifikasikan pada kategori sangat baik yaitu siswa yang bisa mengatasi suatu persoalan sesuai dengan seluruh tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 17,5% dari 40 siswa. Siswa yang dikategorikan cukup yaitu siswa yang hanya bisa mengerjakan soal dengan dua atau tiga tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 67,5% dari 40 siswa. Siswa yang digolongkan pada kategori kurang baik yaitu siswa yang hanya bisa mengerjakan soal dengan satu tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 15% dari 40 siswa.
Development of Interactive Learning Media Using Canva for Teaching Sequences and Series in Senior High School Nur, Iyan Rosita Dewi; Mohamed, Mawarni; Kossahdasabitah , Annisaa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran interaktif berbasis Canva untuk topik Barisan dan Deret dalam matematika SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Definisikan, Rancang, Kembangkan, Sebarkan), yang terbatas pada tahap Kembangkan. Subjek penelitian terdiri dari pakar media, pakar materi, dan siswa kelas sepuluh sebanyak 3 siswa untuk validasi dan 12 siswa untuk kepraktisan. Data dikumpulkan melalui kuesioner validasi dan kepraktisan serta dianalisis secara kuantitatif menggunakan skala Likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa media tersebut memperoleh nilai rata-rata 3,67 dari pakar media, 3,50 dari pakar materi, dan 3,67 dari siswa, semuanya dikategorikan sangat layak. Tes kepraktisan juga menunjukkan kategori sangat praktis, dengan nilai 3,42 (pakar media), 3,92 (pakar materi), dan 3,70 (siswa). Aspek yang paling menonjol adalah struktur dan daya tarik, yang menunjukkan bahwa media tersebut tidak hanya menarik secara visual tetapi juga praktis dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. This study aims to develop and describe the feasibility and practicality of an interactive learning media based on Canva for the topic of Sequences and Series in senior high school mathematics. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), limited to the Develop stage. The subjects consisted of a media expert, material experts, and tenth-grade students as many as 3 students for validation and 12 students for practicality. Data were collected through validation and practicality questionnaires and analyzed quantitatively using a Likert scale. The validation results showed that the media obtained an average score of 3.67 from the media expert, 3.50 from the material experts, and 3.67 from the students, all categorized as very feasible. The practicality test also indicated a very practical category, with scores of 3.42 (media expert), 3.92 (material experts), and 3.70 (students). The most prominent aspects were structure and attractiveness, indicating that the media is not only visually engaging but also practically in enhancing conceptual understanding and students’ learning motivation.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL LINGKARAN KELAS XI SMKN 6 KOTA BEKASI Sulastri, R Euis; Nur, Iyan Rosita Dewi
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.10341

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan siswa untuk menemukan solusi atas permasalahan di lingkungan sekitar mereka. Keterampilan ini dapat dilatih dan ditingkatkan melalui berbagai aktivitas yang bersifat kreatif, salah satunya dengan memberikan soal-soal berbentuk lingkaran. Setiap siswa memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam menyelesaikan soal tersebut, sehingga kemungkinan terdapat variasi dalam kemampuan berpikir kreatif antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran pada kelas XI SMK Negeri di Kota Bekasi tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain ANOVA satu arah. Sampel terdiri dari 105 siswa yang terbagi dalam tiga kelas, masing-masing berjumlah 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif terhadap penyelesaian soal lingkaran pada kelas XI. Berdasarkan uji ANOVA, diperoleh nilai p 0,05, tepatnya p 0,001, yang menandakan adanya perbedaan signifikan di antara ketiga kelas tersebut, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima.
Strategi Pemecahan Masalah Geometri Siswa SMP Berdasarkan Gender dan Fase Polya Suryaningsih, Eka Irmas; Zulkarnaen, Rapiq; Sari, Rika Mulyati Mustika; Nur, Iyan Rosita Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4281

Abstract

Studi ini difokuskan untuk mengkaji adanya perbedaan kapabilitas murid laki-laki dan perempuan dalam menuntaskan permasalahan matematika pada topik geometri bangun datar dengan mengacu pada langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif berbasis potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian berjumlah 158 murid kelas VIII SMP, yang terdiri dari 79 murid laki-laki serta 79 murid perempuan. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa tes esai pemecahan masalah matematika yang dirancang sesuai dengan empat fasean Polya, meliputi fase memahami permasalahan, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan strategi yang telah dirancang, serta melakukan peninjauan ulang terhadap hasil yang diperoleh. Selanjutnya, data diolah melalui analisis statistik deskriptif, pengujian normalitas memakai Shapiro–Wilk, serta uji beda Mann–Whitney U. Temuan penelitian mengindikasikan jika ada perbedaan yang bermakna dalam kapabilitas dalam pemecahan masalah matematika antara murid laki-laki dan perempuan pada tingkat signifikansi 0,05 dengan kategori effect size sedang. Perbedaan tersebut paling menonjol pada fase memahami persoalan dan mengevaluasi kembali hasil, sementara pada fase pelaksanaan rencana, kedua kelompok memperlihatkan tingkat kapabilitas dalam yang cenderung setara. Murid perempuan cenderung lebih konsisten dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal dan melakukan verifikasi terhadap jawaban yang diperoleh. Temuan ini memperlihatkan jika variasi kapabilitas dalam pemecahan masalah matematis tidak hanya berkaitan dengan penguasaan prosedur, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi kognitif dan metakognitif. Sebabnya, kegiatan edukasi matematika perlu dirancang dengan menekankan aktivitas reflektif dan penguatan strategi penyelesaian masalah secara sistematis.
Systematic Literature Review: Penggunaan GeoGebra Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Dalam Pembelajaran Matematika Sahira, Adinda; Nur, Iyan Rosita Dewi; Sari, Rika Mulyati Mustika
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2025): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v8i1.906

Abstract

Learning mathematics today has many variations in learning, one of which is by using GeoGebra Software in learning mathematics. Mathematics in school learning requires the ability to reason, analyze calculations, and imagine in accordance with the ability to think creatively. The purpose of this research is to conduct a literature review related to Creative Thinking Ability in Junior High School Mathematics Learning. The method used in this research is SLR (Systematic Literature Review) on “Use of GeoGebra” and “Creative Thinking Ability” published in the last ten years from sinta and scopus indexed journals in Google Scholar. This study was guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) which resulted in 14 (fourteen) research articles to be systematically reviewed in 2014-2024 which were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that the use of GeoGebra on Creative Thinking Ability in Mathematics Learning was proven to significantly improve the ability of students with the application of learning models or not than conventional learning models.