Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam Hanum, Nisrina; Winandar, Aris; Harun, Muhazar; Rafsanjani, TM; Lembong, Abdullah; Yunita, Yunita; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9668

Abstract

Prevalensi stunting pada balita di Indonesia merupakan yang tertinggi di negara ASEAN. Di Aceh, prevalensi stunting tertinggi di Kota Subulussalam tercatat di Kecamatan Rundeng sebanyak 276 kasus yang tersebar di tiga desa yaitu 50% di Desa Lae Mate, 25,7% di Desa Lae Pamualan dan 24,3% di Desa Kampong Badar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam. Jenis penelitian ialah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian merupakan seluruh balita stunting sebanyak 276 balita dan sampel sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan balita berdasarkan umur, melakukan pemeriksaan buku KIA, dan membagikan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu chi square test dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 61,6% balita mengalami stunting. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam adalah kelengkapan ANC (p=0,000), kepatuhan Konsumsi Fe selama hamil (0,007), dan pemberian ASI eksklusif (p=0,030). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam yaitu ANC tidak lengkap (AOR = 26,48; 95%CI = 4,51 – 155,51; p-value = 0,000). Disarankan kepada ibu balita agar meningkatkan kunjungan ANC minimal 6 kali agar dapat memantau kesehatan dirinya dan janinnya serta memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan. Disamping itu, pihak puskesmas Rundeng diharapkan agar dapat melakukan penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting agar dapat menurunkan angka stunting pada balita di wilayah kerjanya
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam Hanum, Nisrina; Winandar, Aris; Harun, Muhazar; Rafsanjani, TM; Lembong, Abdullah; Yunita, Yunita; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9668

Abstract

Prevalensi stunting pada balita di Indonesia merupakan yang tertinggi di negara ASEAN. Di Aceh, prevalensi stunting tertinggi di Kota Subulussalam tercatat di Kecamatan Rundeng sebanyak 276 kasus yang tersebar di tiga desa yaitu 50% di Desa Lae Mate, 25,7% di Desa Lae Pamualan dan 24,3% di Desa Kampong Badar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam. Jenis penelitian ialah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian merupakan seluruh balita stunting sebanyak 276 balita dan sampel sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan balita berdasarkan umur, melakukan pemeriksaan buku KIA, dan membagikan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu chi square test dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 61,6% balita mengalami stunting. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam adalah kelengkapan ANC (p=0,000), kepatuhan Konsumsi Fe selama hamil (0,007), dan pemberian ASI eksklusif (p=0,030). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam yaitu ANC tidak lengkap (AOR = 26,48; 95%CI = 4,51 – 155,51; p-value = 0,000). Disarankan kepada ibu balita agar meningkatkan kunjungan ANC minimal 6 kali agar dapat memantau kesehatan dirinya dan janinnya serta memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan. Disamping itu, pihak puskesmas Rundeng diharapkan agar dapat melakukan penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting agar dapat menurunkan angka stunting pada balita di wilayah kerjanya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4326

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah kelompok penyakit yang ditularkan terutama melalui kontak seksual, baik itu melalui hubungan vaginal, anal, maupun oral. Angka kejadian PMS di dunia terdiri dari klamidia (129 juta), gonore (82 juta), sifilis (7,1 juta), dan trikomoniasis (156 juta). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang PMS di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 350 orang. Pengambilan sampel secara sistematika random sampling sebanyak 93 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2024. Hasil penelitian dari uji statistik menunjukkan bahwa faktor peran orang tua (P value=0.000,, OR=13.846), peran guru (P value=0.002, OR=9.365), peran petugas kesehatan (P value=0.000, OR=2.527). Kesimpulan ada pengaruh faktor peran orang tua, peran guru dan peran petugas kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh.Kata Kunci    : Pengetahuan PMS, peran orang tua, peran guru, peran petugas kesehatanSexually transmitted diseases (STDs) are a group of diseases transmitted primarily through sexual contact, be it vaginal, anal, or oral intercourse. The incidence of STDs in the world consists of chlamydia (129 million), gonorrhea (82 million), syphilis (7.1 million), and trichomoniasis (156 million). The purpose of this study was to analyze the effect of the role of parents, the role of teachers, and the role of health workers on adolescents' knowledge of STDs at SMA Negeri 4 Banda Aceh City. This study used quantitative methods and analytic research types with a cross sectional approach . The study population was 350 people. Sampling by systematic random sampling as many as 93 respondents. This research instrument uses a questionnaire. Data collection for this study was carried out from July 31 to August 1, 2024. The results of the statistical test showed that the role of parents (P value=0.000, OR=13.846), the role of teachers (P value=0.002, OR=9.365), the role of health workers (P value=0.000, OR=2.527). Conclusion There is an influence of parental role factors, the role of teachers and the role of health workers on adolescents' knowledge of sexually transmitted diseases at SMA Negeri 4 Banda Aceh City.Keywords : STD knowledge, role of parents, role of teachers, role of health workers
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERAN KADER DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEIKUTSERTAAN LANSIA DALAM PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI POSYANDU LANSIA GAMPONG MULIA Novita, Ira; Hr, Muhazar; Rosita, Sri; Martunis, Martunis; Sakdah, Nurul; Yunita, Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4291

Abstract

Latar Belakang Masalah: Prolanis bertujuan mendorong pasien penyakit kronis untuk hidup lebih berkualitas dan optimal dan biaya pelayanan efektif efisien sehingga mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Berdasarkan rasio kunjungan Prolanis di Puskesmas Kuta alam sebesar 44,2% belum mencapai  ketetapan Kemenkes yaitu > 50%. Gampong Mulia merupakan salah satu gampong dengan jumlah lansia terbanyak hipertensi dan diabetes dan dengan kehadiran lansia mengikuti Prolanis paling rendah dibandingkan dengan 5 gampong lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran kader dan dukungan keluarga dalam Prolanis di Posyandu Lansia Gampong Mulia. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional studi. Penelitian dilakukan di Posyandu Lansia Gampong Mulia tanggal 08-18 Juli 2024 dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 57 orang penderita diabetes mellitus dan hipertensi yang terdaftar di di Posyandu Lansia Gampong Mulia. Analisa data univariat dan bivariate dengan uji chi-square .Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa pengetahuan 0,04 < dari nilai α = 0,05, peran kader P. Value sebesar 0,03 < dari nilai α = 0,05, P. Value sebesar 0,02 < dari nilai α = 0,05 mempunyai hubungan signifikan terhadap keikutsertaan lansia dalam pelasanaan Prolanis. Ada hubungan pengetahuan, peran kader dan dukungan keluarga terhadap prolanis. Diharapkan pihak Puskesmas Kuta Alam melakukan koordinasi dan pengawasan kepada pemegang program prolanis dan kader Poyandu Lansia Gampong Mulia. Diharapkan pemegang program prolanis dan kader rutin melakukan sosialisasi prolanis dengan pendekatan kepada keluarga penderita dan kunjungan ke rumah lansia atau home visit. Keluarga lansia diharapkan lebih mendukung lansia dan mengingatkan jadwal prolanis.Kata Kunci: Prolanis ; Pengetahuan; Peran Kader, Dukungan KeluargaBackground of the Problem: Prolanis aims to encourage chronic disease patients to live a better quality and optimal life and cost-effective services so as to prevent disease complications. Based on the ratio of Prolanis visits to the Kuta Alam Community Health Center of 44.2%, it has not reached the Ministry of Health's determination of > 50%. Gampong Mulia is one of the gampongs with the highest number of elderly people with hypertension and diabetes and the lowest number of elderly people taking Prolanis compared to 5 other gampongs. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge, the role of cadres and family support in Prolanis at the Gampong Mulia Elderly Posyandu. This research is analytical with a cross sectional study design. The research was conducted at the Gampong Mulia Elderly Posyandu on 08-18 July 2024 using a purposive sampling technique. The research sample was 57 people with diabetes mellitus and hypertension who were registered at the Gampong Mulia Elderly Posyandu. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test. The research results show that knowledge is 0.04 < of the value α = 0.05, the role of cadres P. Value is 0.03 < of the value α = 0.05, P. Value is 0.02 < of the value α = 0.05 has a significant relationship with elderly participation in Prolanis treatment.There is a relationship between knowledge, the role of cadres and family support for prolanis. It is hoped that the Kuta Alam Community Health Center will coordinate and supervise the prolanis program holders and Gampong Mulia Elderly Poyandu cadres. It is hoped that prolanis program holders and cadres will routinely carry out prolanis socialization by approaching families of sufferers and visiting elderly homes or home visits. It is hoped that elderly families will be more supportive of the elderly and remind them of prolanis schedules.Keywords : Prolanis ; Knowledge; Role of Cadres, Family Support
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG ACEH Ismail, Ismail; Yani, Evi Dewi; Hanum, Nisrina; Harun, Muhazar; Rafsanjani, TM.; Jannah, Miftahul; Sakdah, Nurul; Bustami, Bustami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4887

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Kota Sabang tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,45%. Berdasarkan data Dinkes Kota Sabang prevalensi hipertensi pada pra lansia tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu mencapai 22,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskemas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ialah seluruh pra lansia sebanyak 2.065 dan sampel sebanyak 95 orang pra lansia dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penelitian dilakukan pada 1 April-10 Mei 2024 di Wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Data dikumpulkan dengan cara pembagian kuesioner dan setelah data dikumpulkan dianalisis melalui dua cara yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji chi square serta besarnya risiko dengan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian menunjukkan obesitas (p=0.003; OR=3.895; 95% CI=1.639-9.256), aktivitas fisik (p=0.023; OR=2.917; 95% CI=1.239-6.864)) dan kualitas tidur (p=0.032; OR=2.732; 95% CI=1.173-6.364). Sehingga disimpulkan ada hubungan antara obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi. Dan Faktor obesitas, aktivitas fisik serta kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Saran untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu rutin melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan, melakukan pola hidup yang sehat seperti lebih aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, menjaga pola tidur dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV DAN AIDS DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul; Miranda, Miranda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4865

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, terutama di kalangan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor peran orang tua, guru dan petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa/i kelas X di SMA Negeri 12 Banda Aceh, sampel diambil sebanyak 63 responden yang diambil secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilakukan tanggal 30-31 Januari 2025. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel peran orang tua (p value=0.049, OR=3.250), peran guru (p value=0,015, OR=5.145), peran petugas kesehatan (p value=0.021, OR=4.400). Kesimpulan ada pengaruh antara peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS. Temuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar dan tepat kepada remaja mengenai HIV dan AIDS. Upaya edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dari ketiga pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja dalam mencegah penyebaran HIV.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH Mawardy, Mawardy; Safitri, Faradilla; Sakdah, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5408

Abstract

Cakupan imunisasi global turun dari 86% pada 2019, 84% pada 2020, menjadi 81% pada 2021, sekitar 94,9%, pada tahun 2022 sebesar 94,6% anak-anak Indonesia telah diimunisasi, untuk Provinsi Aceh sendiri hanya tahun 2019 sebesar 49%, 40% tahun 2020 dan sebesar 38% anak yang diimunisasi pada tahun 2021 dan tahun 2022 sebesar 38%. cakupan Imunisasi di Kota Banda Aceh Tahun 2017-2021 mengalami fluktuasi dan terjadi penurunan sangat signifikan pada tahun 2022 yaitu 44 % jauh dibawah target Renstra Nasional dan cakupan imunisasi di Puskesmas Lampaseh Pada Tahun 2020 sebesar 20%, 2021 sebesar 19% dan 2022 adalah 18% sangat rendah sekali. Tujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 78 orang ibu yang memiliki bayi dan sampel diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Penelitian telah dilaksanakan tanggal 7 Agustus – 16 Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariat. Hasil Penelitian analisis univariat diperoleh dari 44 (56.4%) cakupan imunisasi dasar tidak lengkap, 41 (52.6%) ib u berpengetahuan tinggi, 40 (51.3%) ibu bersikap positif terhadap imunisasi dan 46 (59.0%) tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Hasil analisis bivariat diperoleh variabel pengetahuan (p-value = 0.000), sikap (p-value = 0.000), dan dukungan keluarga (p-value = 0.000). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Bagi petugas kesehatan dapat memberikan dan memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASANGAN USIA SUBUR YANG TIDAK MENGIKUTI PROGRAM KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Yusrika, Yusrika; Sakdah, Nurul; Raisah, Raisah
Jurnal Sains Riset Vol 10, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v10i2.1595

Abstract

The population growth rate continues to soar, the government's efforts to reduce the rate of growth are through the family planning program. Family planning is an attempt to measure the number of children and the desired birth spacing of children, but the unmed net rate in couples of childbearing age is also high, reaching 11% with 4% for thinning and 7% for restriction. This figure has increased compared to the previous survey, which was 8.6%.4 The high number of unmet need for family planning has an effect on the density of birth spacing and the number of children born so that there is a high risk of maternal and infant mortality. The purpose of this study was to describe the characteristics of couples of childbearing age who did not participate in the family planning program in the Work Area of the Blang Bintang Health Center, Aceh Besar District in 2021. This study was descriptive in nature, the research was carried out in the Blang Bintang Public Health Center Work Area, Aceh Besar District, on the 4th to the 9th. January 2021 2020. The population in this study were all couples of childbearing age (especially wives) who did not take part in the familyplanning program, with a sample of 90 people using purposive sampling technique. The results showed that most of the respondents' knowledge about family planning programs were in the sufficient category as many as 56 people (62.2%), most of the respondents' education were in the intermediate category as many as 44 people (48.9%), most of the respondents' income were in the middle category. low as many as 48 people (53.3%). It is hoped that at the Blang Bintang Health Center, Aceh Besar District, it is hoped that this research will be taken into consideration in making policies to improve midwifery care services for mothers, especially family planning so that optimal health status is achieved to improve family welfare.Keywords: Knowledge, Education, Income
The relationship between knowledge and attitude of mothers towards infant massage aged 0-12 months in the working area of the Kuta Baro health center in Aceh Fauziah, Fauziah; Jubir, Jubir; Sakdah, Nurul; Andriani, Irma; Nisa, Raiyatul
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to improve the health and stimulation of the baby's growth and development that can be done independently by the mother is to provide touch stimulation through baby massage. Factors that influence the management of infant massage by mothers include internal and external factors. There are several factors related to infant massage including the knowledge factor where the mother's extensive knowledge will also affect the mother's desire to do baby massage, besides that there are also work factors, attitudes and perceptions that can influence the mother to do baby massage. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers towards infant massage aged 0-12 months in the working area of the Kuta Baro Health Center. This type of research is quantitative with cross sectional design. Data collection used a questionnaire which was conducted from 08 March to 04 April 2023. The population in this study was mothers who had babies aged 0-12 months in the working area of the Kuta Baro Health Center totaling 427, using a proportional random sampling technique of 81 people. Data analysis used chi square with the results of the study showing that there was a relationship between knowledge (p=0.012) and attitude (p=0.046) with baby massage it is expected that families can stimulate (stimulate) baby breasts which are very useful in stimulating muscles in babies so that children can grow and growing well.
SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH Putra, Yadi; Fauziah, Fauziah; Yusrika, Yusrika; Sakdah, Nurul; Bilo, Beny
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1300

Abstract

Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.