Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pamagra Bali Learning Media with a Gamification Approach to Increase Interest in Learning Balinese I Wayan Sindu Yamuna; I Nyoman Laba Jayanta; Made Vina Arie Paramita
International Journal of Language and Literature Vol. 9 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v9i2.112428

Abstract

The low interest of students in learning Balinese script material is a challenge in efforts to preserve the regional language and culture in elementary schools. This study aims to analyse the PAMAGRA BALI learning media using a gamification approach to increase elementary school students' interest in learning Balinese. This research is a research and development (R&D) study with a one-group pretest-posttest design, following the ADDIE model. The research subjects included two material experts, two media experts, one teacher-practitioner, and 19 fourth-grade students as trial subjects. The data collection method used questionnaires, interviews, and learning interest questionnaires, with instruments in the form of expert validation sheets, teacher and student response sheets, and learning interest rating scales. Data analysis was carried out using descriptive statistics to assess validity and practicality, and inferential statistics through prerequisite and hypothesis tests to assess the effectiveness of the media. The results showed that the PAMAGRA BALI media met the criteria for being very valid and very practical and were effective in increasing students' learning interest. Thus, the development of concrete media based on gamification can be an innovative solution in overcoming the low interest in learning Balinese while supporting more active and meaningful learning. The implications of this research indicate that integrating manipulative media and gamification can serve as a contextual learning strategy to strengthen local cultural literacy in elementary schools.
Melibatkan Orangtua Dalam Setiap Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini, Apa Saja Strateginya? Rendy Setyowahyudi; Ni Putu Vivin Indrawati; Made Vina Arie Paramita
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2458

Abstract

Kesuksesan pendidikan anak usia dini membutuhkan kiprah aktif berasal seluruh pihak. salah satu pihak yang krusial untuk terlibat ialah orangtua anak. Orangtua memegang peranan krusial pada keterlibatannya untuk mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perlibatan orangtua pada pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan pada Taman Kanak-kanak Negeri Kampung Baru Singaraja. Studi Kasus adalah jenis penelitian yang digunakan. Subjek penelitian yang dipilih ialah lima orang pengajar serta 1 kepala sekolah yang sudah menerapkan strategi untuk melibatkan orangtua di pendidikan anak usia dini pada lembaganya. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Uji keabsahan data memakai triangulasi teknik. sementara itu analisis data dilaksanakan memakai model Miles & Huberman yang terdiri mempunyai 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan  penarikan kesimpulan. hasil yang didapatkan ialah strategi perlibatan orangtua pada pendidikan anak usia dini dibagi menjadi tiga yaitu perlibatan saat disekolah, perlibatan saat dirumah serta perlibatan pada pengambilan keputusan. bisa disimpulkan bawah sekolah sudah melibatkan orangtua pada setiap aktivitas pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan baik disekolah, dirumah juga pada pengambilan keputusan terkait acara sekolah di anak.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar Putu Adi Suartama; I Made Citra Wibawa; Made Vina Arie Paramita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1079

Abstract

Kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang interaktif, namun rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar masih menjadi problematika akibat dominasi media konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis problem-based learning pada materi pengaruh gaya terhadap benda yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri 2 Bila. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media dievaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 3,86 dan validitas ahli media memperoleh mean 3,73 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan pada seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) yang menandakan adanya peningkatan signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa setelah penggunaan multimedia. Berdasarkan temuan tersebut, multimedia interaktif dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengaruh gaya terhadap benda di sekolah dasar.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning Pada Topik Fotosintesis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Putu Yuliasih; I Gede Margunayasa; Made Vina Arie Paramita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1081

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang interaktif, namun rendahnya kemampuan berpikir kritis IPAS pada materi fotosintesis di sekolah dasar masih menjadi problematika akibat dominasi media konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media e-modul interaktif berbasis problem based learning pada materi fotosintesis yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri 2 Sidetapa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Kelayakan media di evaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 3,9 dan validitas ahli media memperoleh mean 3,85 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan pada seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) yang menandakan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis setelah penggunaan media e-modul interaktif. Berdasarkan temuan tersebut, media e-modul interaktif dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi fotosintesis di sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Alat Peraga Papan Jurang terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas II SDN Gugus III Tembuku I Dewa Ayu Lisna Natalia; Made Vina Arie Paramita; Ni Wayan Eka Widiastini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1104

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh kurangnya variasi dalam penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan alat peraga Papan Jurang terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II sekolah dasar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas II SDN Gugus Tembuku dengan total 196 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan didapatkan 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode dan instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan alat peraga Papan Jurang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang signifikan model Discovery Learning berbantuan alat peraga Papan Jurang terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Gugus III Tembuku.
Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD I Kadek Wahyu Suryatama; Ni Wayan Rati; Made Vina Arie Paramita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1162

Abstract

Hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih tergolong rendah hal tersebut diakibatkan oleh pembelajaran yang hanya berfokus pada guru atau disebut dengan pembelajaran satu arah (direct intruction), selain itu kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif juga menyebabkan minat peserta diidk dalam pembelajaran menurun hal tersebut mengakibatkan pemahaman peserta didik akan materi cukup terbatas sehingga hasil belajar peserta didik menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio visual terhadap  hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-eksperimen dan desain post-test only control group. Subjek penelitian ini adalah kelas IV A sebagai kelompok eksperimen atau kelompok yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran PBL berbantuan media audio visual, dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberi perlakuan dengan model pembelajaran PBL berbantuan media audio visual. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar IPAS berbentuk  pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelompok eksperimen sebesar 83,62 sementara rata-rata hasil belajar pada kelompok kontrol sebesar 71,82. Hasil analisis statistik menunjukkan hasil bahwa nilai sig(2-tailed) < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pemelajaran problem based learning (PBL) berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS.
Phonological Errors in Balinese Language Reading Among Children with Intellectual Disabilities: An Analytical Study Komang Ayu Dipla Denia; Putu Aditya Antara; Made Vina Arie Paramita
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v7i2.82161

Abstract

Children with special needs often face difficulties in reading, including frequent errors in word pronunciation, particularly in the Balinese language. This study aims to analyze the phonological errors in reading and understanding Balinese among children with intellectual disabilities. The subjects of this study consist of two classes, with a total of 15 students. The data collection methods and instruments used include observation sheets, interviews, and documentation. The data analysis technique employed is qualitative descriptive analysis, while data validity is ensured through triangulation, which consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of this study indicate the presence of phonological errors, such as mispronunciations involving phoneme omission and phoneme addition in Balinese language sounds. It can be concluded that the factors contributing to these phonological errors include low cognitive ability, students' tendency to become easily bored or struggle with learning comprehension, and the influence of their first language or surrounding environment. The implications of this study are expected to serve as a reference for teachers in inclusive schools to improve Balinese language instruction for students with special needs.
Implementation of Deep Learning in Project Based Learning on Early Childhood Independence Made Vina Arie Paramita; Rendy Setyowahyudi; Ni Putu Vivin Indrawati; Rizky Drupadi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i2.9740

Abstract

Independence in early childhood is an important aspect of character development and life skills that need to be developed from an early age. However, in practice, children's independence has not yet been optimally developed. This study aims to analyze the level of implementation of deep learning in project-based learning in early childhood education and its relation to children’s independence. This study employed a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with early childhood education teachers in Buleleng Regency, as well as observation questionnaires to assess children’s independence. There were six teachers interviewed and 20 children observed to strengthen the data. The results showed that children were able to demonstrate independent behavior across various indicators, namely learning initiative, responsibility, decision-making, discipline and time management, as well as perseverance during project activities. Several challenges in implementing Deep Learning in Project-Based Learning (PjBL) were identified, including differences in teachers’ understanding of the Deep Learning concept, limited instructional time, lack of contextual learning media and resources, uneven parental involvement, and the characteristics of early childhood learners who still require intensive guidance. Several contextual strategies were implemented, such as the use of projects based on daily activities, the provision of open-ended questions and simple reflections, the utilization of the surrounding environment as a learning resource, collaboration with parents, and the gradual application of scaffolding according to children’s developmental needs.
Interactive Multimedia Based on Problem-Based Learning for the Natural and Social Sciences (IPAS) Subject for Fourth Grade Elementary School Students Ni Nyoman Putri Poniyanti; Anak Agung Gede Agung; Made Vina Arie Paramita
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i3.91590

Abstract

The absence of interactive multimedia in learning hinders the achievement of learning objectives. This study aims to analyze the effectiveness of interactive multimedia based on problem-based learning in IPAS lessons for fourth-grade elementary school students. This is a development research study using the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects included experts in instructional design, content, and media, as well as 27 fourth-grade students. Data were collected using questionnaires and tests, and analyzed through descriptive quantitative methods and inferential statistics using a dependent sample t-test. The evaluation results showed that (1) the instructional design scored 92.5% (very good); (2) the feasibility of the interactive multimedia was rated highly feasible by the content expert (92.5%), instructional design expert (95%), media expert (92.5%), individual trial (95%), and small group trial (94.44%); and (3) the effectiveness of the multimedia, based on the dependent sample t-test, yielded a t-value of 9.864 with df = 26 and a significance level of 5% = 1.706, indicating tvalue > ttable, so H0 was rejected and H1 was accepted. Based on these results, it can be concluded that the PBL-based interactive multimedia is both feasible and effective for use in fourth-grade elementary school. The implication of this research is its potential to enhance students’ learning motivation, improve their understanding of the material, and encourage teachers to use innovative learning media to optimally achieve educational goals.
Interactive E-Module on Perimeter and Area of Plane Figures Based on Balinese Ethnomathematics to Enhance the Creativity Skills Kadek Rizka Marheni; I Made Suarjana; Made Vina Arie Paramita
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i3.91783

Abstract

Implementation of the mathematics learning process using conventional book teaching materials provided by the government and teachers who do not have enough time to develop teaching materials will affect students' learning creativity and students' understanding of mathematics material. The conventional learning process results in the formation of abstract concepts so that students' creativity in identifying and solving problems is less than optimal. The aim of the research is to develop an e-module for interactive material on the circumference and area of flat figures based on Balinese ethnomathematics that is valid, practical and effective to increase the creativity of fifth grade elementary school students. The research was conducted using the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The subjects of this research were learning materials experts, learning media experts, 2 practitioners/class teachers and 23 students in class VB SD No. 1 Strait. The research results show that (1) the validity of learning material experts is worth 4.75 with very good qualifications, (2) the validity results of learning media experts are worth 4.35 with very good qualifications, (3) the percentage of practicality based on teacher responses is worth 98% and student responses are worth 92.6% with very good qualifications, (4) The t-test results show the significance value in the t-test is 0.000 or p < 0.05, so H0 is helpful and H1 is accepted.