Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

INVENTARISASI JENIS KUPU-KUPU DI RESORT MASIHULAN TAMAN NASIONAL MANUSELA Rita Utami Br. Ginting; Lesly Latupapua; C K Pattinasarany
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta famili dan dominansi jenis kupu-kupu. Guna pencapaian tujuan tersebut maka metode yang digunakan, yaitu metode IPA (Index Ponctualle de’Abondance) disesuaikan dengan lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 42 jenis kupu-kupu termasuk jantan dan betina yang tersebar dalam 7 famili antara lain: Nymphalidae, Peridae, Papilionidae, Erebidae, Hesperiidae, Lycaenidae, Geometridae. Jenis yang mendominasi yaitu famili Nymphalidae dari 20 jenis kupu-kupu. Indeks keragaman pada jalur 1 yaitu 3.296, jalur 2 2.950, jalur 3.074, jalur 4 3.067, jalur 5 2.898. Indeks dominansi 0.047 pada jalur 1, 0.071 pada jalur 2, 0.059 pada jalur 3, 0.052 pada jalur 4, dan 0.074 pada jalur 5.
KEANEKARAGAMAN JENIS SATWA BURUNG DI KAWASAN PERKEBUNAN PULAU AY KECAMATAN PULAU BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Richard Porkily; Lesly Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis satwa burung yang ditemukan pada kawasan perkebunan   Pulau Ay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode  Transek Jalur. Jenis satwa burung yang di temukan pada Kawasan Perkebunan Pulau Ay berjumlah 17 jenis yaitu : Pergam Tarut, Cekakak Rimba, Cupit (Ay), Walet Sapi, Kipasan Dada Hitam, Pergam Laut,  Sikatan Burik, Kacamata Laut, Cikrak Pulau, Kuntul Perak, Pecuk Padi Belang, Cikalang Besar, Myzomela Merah Tua, Kepudang Sungu Besar, Trinil Pantai, Kuntul Karang dan Kuntul Kecil. Keanekaragaman jenis satwa burung di kawasan Perkebunan Pulau Ay tergolong sedang. Hal ini ditandai dengan H’ = 1,83.
KAJIAN HABITAT DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG PADA LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS PATTIMURA POKA AMBON Setiani Br Ginting; C. K. Pattinasarany; Lesly Latupapua
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9041

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui habitat dari jenis burung pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura (2) Mengetahui kelimpahan jenis burung yang ada pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  IPA. Burung mandar padi kalung kuning, kareo padi, kuntul besar, cecakak sungai dan bambangan merah dijumpai di habitat yang melimpah air atau berawa. Burung bondol rawa, bondol taruk, burung gereja erassia, kipasan kebun, trinil semak, kicuit kerbau tekukur biasa, perkutuk jawa, cucak kutilang, kangkok rangting,  perling ungu, perling Maluku, gagak hutan, isap madu, sikatan burik dan sikatan kelabu, wallet sapi, layang-layang dijumpai di habitat yang kering, diatas pohon dan rerumputan hijau. Burung gereja erassia, wallet sapi, cucak kutilang, bondol rawa, kipasan kebun, tekukur jawa dan perkutuk jawa adalah jenis burung yang melimpah. Burung kuntul besar, bambangan merah, kangkok ranting dan elang bondol dengan kelimpahan rendah.
KAJIAN HABITAT DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG PADA LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS PATTIMURA POKA AMBON Setiani Br Ginting; C. K. Pattinasarany; Lesly Latupapua
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9041

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui habitat dari jenis burung pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura (2) Mengetahui kelimpahan jenis burung yang ada pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  IPA. Burung mandar padi kalung kuning, kareo padi, kuntul besar, cecakak sungai dan bambangan merah dijumpai di habitat yang melimpah air atau berawa. Burung bondol rawa, bondol taruk, burung gereja erassia, kipasan kebun, trinil semak, kicuit kerbau tekukur biasa, perkutuk jawa, cucak kutilang, kangkok rangting,  perling ungu, perling Maluku, gagak hutan, isap madu, sikatan burik dan sikatan kelabu, wallet sapi, layang-layang dijumpai di habitat yang kering, diatas pohon dan rerumputan hijau. Burung gereja erassia, wallet sapi, cucak kutilang, bondol rawa, kipasan kebun, tekukur jawa dan perkutuk jawa adalah jenis burung yang melimpah. Burung kuntul besar, bambangan merah, kangkok ranting dan elang bondol dengan kelimpahan rendah.
HABITAT DAN POPULASI BELIBIS KEMBANG (Dendrocygna arcuata) DI DESA BANGGOI KECAMATAN BULA BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR Monika Rumakey; C. K. Pattinasarany; Lesly Latupapua
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 7 No 2 (2023): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v7i2.9056

Abstract

This study aims to determine the Habitat and Population of the Wandering Whistling Duck (Dendrocygna arcuata) in Banggoi Village, West Bula District, East Seram District. This research was conducted using the IPA Method. From the results of the study it turned out that of these three types of habitat, the ones most often used by flower grouse in carrying out activities such as eating, drinking and playing were mostly carried out in swamps. But for the nesting activity of the flower grouse it is usually done in the bushes. Wandering Whistling Duck (D. arcuata), do more activities in the late afternoon and evening, this is because this species is often used as a hunted animal by the community. The population of flower grouse in the study area was found as many as 76 individuals, and more were found in line 3. This was due to the fact that in this research line the main food of the Wandering Whistling Duck (D. arcuata), namely water hyacinth (Eicchornia crassipes) was found.
SOSIALISASI DAN PENANAMAN DALAM RANGKA REHABILITASI HUTAN PANTAI BERSAMA MASYARAKAT DI DESA HATUSUA KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Andjela Sahupala; Yulianus D. Komul; Irwanto Irwanto; Fanny Soselisa; Lesly Latupapua; Fredy Hendry Louhenapessy
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2022.3.2.75-82

Abstract

The aim of planting coastal vegetation in Hatusua Village is to rehabilitate damaged environmental conditions and support the recovery of coastal ecosystems. Beach forest rehabilitation activities are carried out in 2 stages, namely: First Stage; Socialization, training and assistance for farmer groups and the second stage is planting in the designated rehabilitation area. The species used in coastal forest rehabilitation are: Ketapang (Terminalia catappa), Hutung (Barringtonia asiatica) and Bintangur Pantai (Calophyllum inophyllum). Socialization, Training and Assistance of Farmers and Community Groups is carried out by the lecturer staff of the Department of Forestry, University of Pattimura to increase the knowledge and skills of coastal communities in carrying out beach forest rehabilitation. Planting activities are carried out jointly by academics, village government and the community. The participation of all parties needs to be increased in maintenance of tree species planted so that the plants can grow well in the field. In addition, cooperation is needed in monitoring various destructive community practices, which have a negative impact on the preservation of the beach forest of Hatusua Village.
SOSIALISASI DAN PENANAMAN DALAM RANGKA REHABILITASI HUTAN PANTAI BERSAMA MASYARAKAT DI DESA HATUSUA KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Andjela Sahupala; Yulianus D. Komul; Irwanto Irwanto; Fanny Soselisa; Lesly Latupapua; Fredy Hendry Louhenapessy
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2022.3.2.75-82

Abstract

The aim of planting coastal vegetation in Hatusua Village is to rehabilitate damaged environmental conditions and support the recovery of coastal ecosystems. Beach forest rehabilitation activities are carried out in 2 stages, namely: First Stage; Socialization, training and assistance for farmer groups and the second stage is planting in the designated rehabilitation area. The species used in coastal forest rehabilitation are: Ketapang (Terminalia catappa), Hutung (Barringtonia asiatica) and Bintangur Pantai (Calophyllum inophyllum). Socialization, Training and Assistance of Farmers and Community Groups is carried out by the lecturer staff of the Department of Forestry, University of Pattimura to increase the knowledge and skills of coastal communities in carrying out beach forest rehabilitation. Planting activities are carried out jointly by academics, village government and the community. The participation of all parties needs to be increased in maintenance of tree species planted so that the plants can grow well in the field. In addition, cooperation is needed in monitoring various destructive community practices, which have a negative impact on the preservation of the beach forest of Hatusua Village.
PENYEBARAN SATWA KUSKUS BERDASARKAN TIPE HUTAN (PRIMER DAN SEKUNDER ) PADA HUTAN DESA TALA, KECAMATAN AMALATU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Samira D. Joseph; Lesly Latupapua; J. F. Sahusilawane
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pola sebaran kuskus. Penelitian ini didesain dengan menggunakan metode jalur. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat 4 individu dari 2 spesies/jenis Kuskus yaitu  Phalanger orientalis (sebanyak 2 individu) dan Spilocuscus maculatus (sebanyak 2 individu). Pola penyebaran kuskus yang ada di Desa Tala yaitu penyebaran acak pada setiap tipe hutan, pada hutan primer ditemukan 23 ekor kuskus dan pada hutan sekunder ditemukan 34 ekor kuskus. Jumlah kuskus yang ditemukan lebih banyak pada tipe hutan sekunder karena dipengaruhi oleh faktor sumber daya terutama makanan, pada hutan sekunder sumber pakan lebih melimpah karena hutan sekunder ada tumbuhan berbuah serta dekat dengan perkebunan masyarakat
PENGELOLAAN OBJEK WISATA BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI SIWANG PARADISE NEGERI URIMESSING KOTA AMBON Ayunda Safitri; Th. M. Silaya; Lesly. Latupapua
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 6 No 1 (2022): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v6i1.5789

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing how to manage local community-based tourism objects and the constraints in managing tourist objects in Siwang Paradise. In this study, qualitative methods were used in data collection, namely by distributing questionnaires to the community around the Siwang Paradise tourist attraction. the data from the results of the distribution of the questionnaires were processed by descriptive statistical methods which then processed the distribution of the questionnaires to be processed into data in the form of tables and explanations. The results obtained are that the management of the Siwang Paradise tourist attraction is only carried out by community groups who still have family relationships and also involve local youth. In the implementation of the management of the tourism object, it also involves local people who are paid by the manager. The obstacle in managing the Siwang Paradise tourist attraction is the absence of assistance or involvement from the Ambon City government. This can be seen from the condition of the road to the Siwang Paradise tourist attraction that has not been asphalted, the parking area is inadequate, the toilets are still in a simple form and the need for clean water is still inadequate. And the lack of participation from the surrounding community.
Konservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Sahusilawane, Jhon; Latupapua, Lesly
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): JIPPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.171

Abstract

Pemanfaatan satwa liar oleh masyarakat biasanya dilakukan melalui kegiatan berburu. Kegiatan berburu yang dilakukan oleh masyarakat, telah berlangsung sejak dahulu dan merupakan salah satu aspek dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas berburu ini juga dilakukan oleh masyarakat yang ada di Maluku, walaupun kita telah berada dalam kehidupan yang moderen. Kegiatan berburu ini, merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Tetapi bila tidak dilakukan dengan baik, dengan tidak memperhatikan aturan atau ketentuan satwa liar yang di buru, tentang apakah jenis satwa liarnya dilindungi ataupun tidak, lama kelamaan satwa liar yang ada akan mengalami kepunahan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya konservasi terhadap satwa liar yang biasanya dijadikan satwa buru, sehingga keberadaannya tetap terjaga. Salah satu upaya konservasi satwa liar adalah melalui konservasi satwa liar yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat yang ada. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Konservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Pelaksanaan penyuluhan ditujukan pada masyarakat Negeri Hutumuri dengan media dan alat yang digunakan yaitu leaflet. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi mengenai konservasi satwa liar berbasis kearifan lokal. Pada akhir penyampaian materi penyuluhan adanya proses diskusi di mana ada yang memberikan pertanyaan maupun masukan tentang pentingnya upaya perlindungan atau konservasi satwa liar yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga keberadaan satwa liar yang ada pada kawasan hutan dapat tetap terjaga keberadaannya dan dapat diketahui juga oleh generasi berikutnya.