Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

POTENTIAL ANALYSIS AND PHYSICAL SUPPORTING CAPACITY of HATUSUA BEACH TOURISM AREA, KAIRATU DISTRICT, WEST SERAM DISTRICT Billy Seipalla; Lesty Latupapua
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi biofisik dan mengetahui kapasitas daya dukung fisik pada kawasan objek wisata Hatusua Beach. Metode survei dengan melakukan observasi langsung ke kawasan wisata Hatusua Beach digunakan dlaam penelitian ini. Data analisis menggunakan analisis potensi flora dan fauna, yaitu penilaian potensi biofisik yang meliputi flora dan fauna pada kawasan wisata dengan memakai beberapa kriteria yaitu kriteria baik, sedang, agak buruk, dan buruk serta menganalisis daya dukung fisik kawasan wisata Hatusua Beach untuk mengetahui jumlah maksimal wisatawan secara fisik. Terdapat komponen utama yang menjadi penilaian yaitu potensi flora dan fauna, fasilitas serta daya dukung kawasan wisata Hatusua Beach. Hasil penelitian menunjukkan potensi flora dan fauna pada pada kawasan Hatusua Beach dikategorikan ‘sedang’ dan kapasitas daya dukung kawasan wisata untuk kunjungan wisatawan diasumsikan berjumlah 1.233 orang/hari, sedangkan untuk peak season kawasan wisata Hatusua Beach diasumsikan bisa menampung wisatawan sebanyak 1.850 orang/hari. Hal ini menunjukkan kawasan wisata Hatusua Beach sebagai salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi.
Sebaran dan Populasi Burung Mandar Besar (Porphyrio porphyrio) di Negeri Rumah Sokat, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah Clarcy Maahaly; Lesty Latupapua
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran burung mandar besar di Negeri Rumah Sokat, Kecamatan seram utara, Kabupaten Maluku Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran bagi burung Mandar Besar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2020 s.d November 2020. Pengamatan burung Mandar Besar dilakukan menggunakan metode point count dengan bantuan alat hitung hand held counter. Penelitian menunjukkan hutan Negeri Rumah Sokat sebagai area pengamatan. Wilayah penelitian memiliki lahan dengan ketersediaan makanan dengan luas 45,33 ha. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pola sebaran burung Mandar Besar adalah mengelompok, dengan nilai Indeks Morisita 0,045. Ketersediaannya ruang bagi burung Mandar besar untuk mencari makan, minum, bersarang dan berkembang biak dapat menyebabkan kenaikan jumlah populasi burung Mandar Besar.
Kekayaan Jenis Burung di Hutan Negeri Rumah Sokat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah Mira Maitale; Lesty Latupapua; Andre Tuhumury
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.364

Abstract

Kekayaan jenis burung di hutan Negeri Rumah Sokat, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Negeri Rumah Sokat selama satu bulan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kekayaan jenis burung di Negeri Rumah Sokat, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah sebagai data kekayaan jenis burung untuk Negeri Rumah Sokat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode IPA, untuk melihat kekayaan jenis burung di Negeri Rumah Sokat. Teknik pengumpulan data yang di gunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu pengamatan burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan jenis burung di Negeri Rumah Sokat memiliki kekayaan burung yang sangat baik.
KARAKTERISTIK SARANG KAKATUA MALUKU (Cacatua moluccensis) DI HUTAN NEGERI MANUSELA Remon Lilihata; Lesty Latupapua; Andri Tuhumury
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) di Negeri Manusela. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan data secara langsung pada lokasi penelitian. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah parameter pohon sarang dan lubang sarang.  Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pohon yang digunakan untuk sarang burung kakatua maluku (C. moluccensis) pada hutan Negeri Manusela adalah jenis Pulaka (Octomeles sumatrana) dan Damar (Agathis alba) dengan rata-rata diameter pohon sarang ± 39,3 cm. Pada jenis damar sarang Kakatua Maluku (C. moluccensis) berada pada ketinggian 22 m sedangkan pada jenis pulaka sarang Kakatua Maluku berada lebih rendah yang berkisar antara 10-19 m. Posisi sarang pada batang utama dan posisi sarang berada pada pangkal percabangan pohon. Jenis vegetasi disekitar pohon sarang Kakatua Maluku lebih didominasi oleh jenis Damar dan jenis rotan. Sarang kakatua Maluku berbentuk bulat dan lonjong.
HABITAT BURUNG KAKATUA MALUKU (Cacatua moluccensis) DI DESA MASIHULAN KECAMATAN SERAM UTARA KABUPATEN MALUKU TENGAH Mailuhu, Angel Yoma; Pattinasarany, C. Karel.; Latupapua, Lesly
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 8 No 2 (2024): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v8i2.15664

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Masihulan Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah dan berlangsung dari bulan Maret - April 2024 dengan tujuan untuk mengetahui karakterisik habitat burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis). Pada penelitian ini menggunakan kombinasi metode jalur dan metode garis berpetak. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua blok penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis matoa (Pometia pinnata) adalah jenis vegetasi pakan yang melimpah pada blok I maupun blok II. Berdasarkan analisis vegetasi pada lokasi pengamatan blok I, tingkat semai ditemukan sebanyak 49 jenis, didominasi oleh jenis matoa (Pometia pinnata) sebesar 14,86%, tingkat pancang ditemukan sebanyak 52 jenis, didominasi jenis belo hitam (Diospiros pilosenthera) sebesar 15,69%, tingkat tiang ditemukan sebanyak 48 jenis, didominasi jenis kayu batu (Parinarium corymbosum) sebesar 20,71%, dan tingkat pohon ditemukan sebanyak 54 jenis, didominasi jenis nisat (Adina sp) sebesar 21,53%. Sedangkan hasil analisis vegetasi pada blok II, tingkat semai ditemukan sebanyak 58 jenis, didominasi jenis matoa (Pometia pinnata) sebesar 15,43%, tingkat pancang ditemukan sebanyak 54 jenis, didominasi jenis sosoli hutan sebesar 14,22%, tingkat tiang ditemukan sebanyak 56 jenis, didominasi jenis pala hutan (Myristica lancifolia) sebesar 20,52%, dan tingkat pohon ditemukan sebanyak 61 jenis, yang didominasi jenis wako sebesar 17,52%. Tempat berlindung bagi Kakatua Maluku ( Cacatua moluccensis), terdiri dari vegetasi yang di temui pada tiap blok memiliki bentuk jenis penyusun vegetasi yang rapat dengan diameter dan tajuk pohon yang besar dan tinggi, diantaranya pohon beringin (Ficus benjamina), pulaka (Octomeles sumatrana), kayu merah (Dillenia sp), matoa (Pometia pinnata), sosoli hutan, dan kayu alale sehingga jenis-jenis ini lebih sering digunakan oleh burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) sebagai tempat melakukan aktivitasnya dan tempat bersarang untuk melindungi dirinya dari ancaman dan gangguan.
PENGGUNAAN STRATA TAJUK OLEH SATWA BURUNG DI DESA LORULUN KECAMATAN WERTAMRIAN, KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Patty, Keiji; Pattinasarany, Cornelis Katje; Latupapua , Lesly
MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 8 (2024): MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : PT. BARRINGTONIA ASIATICA LESTARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69840/marsegu/1.8.2024.748-765

Abstract

This research aims to determine the use of canopy strata for birds and determine bird activity based on the use of canopy strata in Lorulun Village, Wertamrian District, Tanimbar Islands Regency. Bird watching in Lorulun Village uses the point count method which is made in five plots. To collect vegetation structure data vertically, namely using a canopy stratification approach, the technical implementation is by recording the types of birds found. The data obtained in this research was then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of the research carried out were that there were 20 types of bird species found at the research location with distribution in strata A, there were 7 species of birds, Strata B, there were 7 species of birds, Strata C, there were 8 species of birds, Strata D, there was 1 species of birds. birds, Strata E there are 2 types of bird animals in the use of per strata, while in the use of vegetation strata there are bird species that use more than one stratum, 16 types of bird animals and activity patterns of bird species in each stratum include: rest activities, social activities and activities. Eat. Including the activity patterns of bird species in each strata, including: resting activities, social activities and eating activities.
PENGGUNAAN STRATA TAJUK OLEH SATWA BURUNG DI DESA LORULUN KECAMATAN WERTAMRIAN, KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Patty, Keiji; Pattinasarany, Cornelis Katje; Latupapua , Lesly
MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 8 (2024): MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : PT. BARRINGTONIA ASIATICA LESTARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69840/marsegu/1.8.2024.748-765

Abstract

This research aims to determine the use of canopy strata for birds and determine bird activity based on the use of canopy strata in Lorulun Village, Wertamrian District, Tanimbar Islands Regency. Bird watching in Lorulun Village uses the point count method which is made in five plots. To collect vegetation structure data vertically, namely using a canopy stratification approach, the technical implementation is by recording the types of birds found. The data obtained in this research was then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of the research carried out were that there were 20 types of bird species found at the research location with distribution in strata A, there were 7 species of birds, Strata B, there were 7 species of birds, Strata C, there were 8 species of birds, Strata D, there was 1 species of birds. birds, Strata E there are 2 types of bird animals in the use of per strata, while in the use of vegetation strata there are bird species that use more than one stratum, 16 types of bird animals and activity patterns of bird species in each stratum include: rest activities, social activities and activities. Eat. Including the activity patterns of bird species in each strata, including: resting activities, social activities and eating activities.
AGROFORESTRI TRADISIONAL “DUSUNG” SEBAGAI SOLUSI KELOLA HUTAN PULAU KECIL DI MALUKU (KASUS PULAU AMBON) Silaya, Thomas Melianus; Latupapua, Lesly
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13271

Abstract

Pulau Ambon sebagai pulau kecil memiliki karakteristik dan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai pengaruh ekologis dibandingkan dengan pulau besar, untuk itu dibutuhkan suatu pola pengelolaan lahan  yang tepat. Agroforesrty tradisional (dusung) dapat menjadi solusi dalam pengelolaan lahan/ hutan pada pulau-pulau kecil di Maluku. Penelitian ini bertujuan  mengkaji dan menjelaskan  pengelolaan dusung dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial-budaya terkait dengan pengelolaan hutan pada pulau-pulau  kecil  di Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode deskriptif, dan penentuan lokasi penelitian berdasarkan metode  purposive sampling. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur dan komposisi vegetasi dusung di Pulau Ambon  terdiri atas tingkat pohon, tiang, sapihan dan semai, dengan jenis vegetasi yang memiliki  nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah Eugenia aromatica, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Bouea macrophylla, dan Gmelina molucanna.  Pola   pengelolaan dusung dapat menjadi solusi kelola hutan pada pulau-pulau kecil seperti di Pulau Ambon dan pulau-pulau lainnya di Maluku, karena  secara ekologis kondisi vegetasi dusung hampir sama dengan kondisi vegetasi hutan primer.  Sedangkan secara ekonomi,   pola  pengelolaan  dusung  memberikan  kontribusi pendapatan  keluarga bagi petani pemilik dusung yang cukup besar (71,75%), dan secara sosial budaya pola dusung telah dipraktekan oleh masyarakat di Maluku dengan penerapan berbagai nilai-nilai kearifan lokal seperti sasi, kewang dan masohi.
JENIS DAN SEBARAN SATWA BURUNG DI SEKITAR DANAU TAPALA, DESA HATUNURU, KECAMATAN TANIWEL TIMUR, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Latuny, Abedsina; Sahusilawane, Jhon; Latupapua, Lesly
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.13083

Abstract

Salah satu kekayaan keanekaragaman hayati di alam ini adalah satwa burung. Satwa burung dijumpai hampir di semua tempat dan merupkan salah satu indikator keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan sebaran satwa burung di sekitar danau Tapala, Desa Hatunuru, Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, untuk pengambilan data satwa burung digunakan metode VCP (Variabel Circular Plot). Areal penelitian dibagi menjadi 4 jalur pengamatan dan pada masing-masing jalur pemgamatan dibagi lagi menjadi 3 statiun untu pengamatan satwa burung. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan 10 jenis satwa burung, diantaranya Pecuk Ular Asia (Anhinga melanogaster), Burung Gereja (Passer montanus), Cikukua Seram (Philemon subcorniculatus), Elang Alap Maluku (Accipiter erythrauchen), Gosong Maluku (Eulipoa wallacei), Nuri Bayan (Eclectus roratus), Pergam Laut (Ducula bicolor), Perling Kumbang (Aplonis panayensis), Rangkong (Ryticeros plicatus) dan Itik Kelabu (Anas gracilis). Sebaran satwa burung pada Danau Tapala dipengaruhi oleh kondisi habitat disekitar danau antara lain ketersediaan air, makanan dan cover sebagai tempat berlindung bagi satwa burung
HABITAT BURUNG KAKATUA PUTIH (Cacatua alba) DI SITE MONITORING RESORT AKE JAWI KAWASAN TAMAN NASIONAL AKETAJAWE LOLOBATA Lilipory, Virlly Steffany; Pattinasarany, C K; Latupapua, Lesly
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 1 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i1.18893

Abstract

Kakatua putih (Cacatua alba) merupakan burung endemik Maluku Utara yang saat ini berstatus terancam punah menurut IUCN. Penurunan populasi burung ini disebabkan oleh hilangnya habitat serta tingginya tingkat perburuan dan perdagangan ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi habitat dan populasi Cacatua alba di Site Monitoring Resort Ake Jawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Metode yang digunakan mencakup analisis vegetasi menggunakan kombinasi metode jalur dan garis berpetak, serta survei populasi dengan metode jalur transek (line transect sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat Kakatua putih di Ake Jawi didominasi oleh vegetasi hutan primer dengan keberadaan pohon yang menyediakan tempat bersarang dan sumber pakan, seperti Palem Doko (Corypha utan), Kenari (Canarium sp.), dan Samama (Anthocephalus cadamba). Populasi burung ini ditemukan tersebar di beberapa jalur pengamatan dengan kepadatan yang bervariasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah bagi upaya konservasi Kakatua putih serta pengelolaan habitatnya di Taman Nasional Aketajawe Lolobata.