Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa Krama Melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Menengah Pertama Lina Handayani; Mulyana Mulyana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3846

Abstract

Communicating using unggah-ungguh basa Jawa or correct Javanese speech acts is currently one of the obstacles for students in the Java area, especially class VII students at SMP 4 Kudus. This is proven by the low average score on the Javanese pacelathon material. Based on these observations, it is necessary to apply the role playing learning model to improve polite Javanese speaking skills in the language unggah-ungguh basa Jawa speaking material. The aim of this research is to improve Javanese Krama speaking skills through role playing models. The results of the research show that learning outcomes in the unggah-ungguh basa Jawa speaking material have increased in the sufficient category, which was originally 46%, experiencing an increase of 64% in cycle 2, which means that in cycle II there were no students in the sufficient category. Furthermore, for the less than 14% category, in cycle 2 it increased to 86%. In cycle II, it showed that 100% of students were in the good (57%) and very good (43%) categories. The conclusion is that after studying with the role playing learning model, class VII A students originally had a class average score of 73.6, after implementing the role playing model it became 88.5. The conclusion of this research is that the role playing learning model improves Javanese Krama speaking skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BU EMI TERHADAP PRESTASI MENULIS CERKAK SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO Emi Sudarwati; Mulyana Mulyana
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13380

Abstract

We know that writing skills in literature learning are skills that cannot be considered easy. Because this skill will certainly require a person's ability to be able to express ideas, ideas, thoughts and feelings so that they can become a work of art. Even other people can understand and feel the benefits of the work. So the learning outcomes that have been achieved by a school, whether high or low or good or bad, will really depend on the learning process. In particular, what learning experiences have been experienced and learned by the student. Because after all, experience is the best teacher. The author, as a Javanese language teacher, is fully aware that there are many students and students with different characteristics. Characteristics, abilities, knowledge, understanding, and so on in an effort to practice the material presented are certainly different. The aim of this research is to find out whether the BU EMI Model can improve the Cerkak writing achievement of class IX students at SMP Negeri 1 Baureno, Bojonegoro Regency. In this way, the Javanese language teaching and learning process is more effective and provides optimal results for students. Data resulting from the practical application of learning innovation at the first meeting, students seemed reluctant to write personal experiences into a Cerkak. Most likely this is because students generally feel they are not used to writing Cerkak and therefore find it difficult. That kind of thinking needs to be dismissed by using innovative learning models. Then the author tried to use the BU EMI Model. It turned out that class IX students became more enthusiastic. This can certainly increase students' grades in learning Cerkak Writing. In the end, this can also improve student achievement in learning Cerkak Writing. Cerkak is difficult. Such thinking needs to be pushed aside by using innovative models. Then the author uses this EMI BU Model. It turned out that class IX students became more enthusiastic. This certainly can increase student scores in Writing Cerkak. In the end it can also increase student achievement in learning Cerkak Writing.
KEUTUHAN WACANA "KATA PENGANTAR" DALAM SKRIPSI MAHASISWA -, Mulyana; Setiawan, Teguh
Diksi Vol. 13 No. 1: DIKSI JANUARI 2006
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.981 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v13i1.6441

Abstract

Students' final paper generally has a page containing a preface which, interms of form and content, comprises an intact piece of discourse written with anarrative style. The number of paragraphs is in accordance with the contents andmessages the writer delivers to the reader. The paragraphs are designed to containwhat the writer wishes to express to certain respective parties: praises to God,information about the objective of a research the paper reports and the purpose ofwriting the paper, acknowledgements expressing gratitude, the writer's hopes, andinformation about the place, date, month, and year the paper writing is completed.Aspects of discourse completeness that stand out are cohesion, coherence, andtopicalization. Both formal and semantic aspects linguistically weave closeinterrelation forming an integrated and complete wholeness of the discourse.Keywords: discourse wholeness, paper preface
DINAMISASI KARAKTER PEREMPUAN JAWA MODERN DALAM IKLAN -, Mulyana
Diksi Vol. 23 No. 1: DIKSI MARET 2015
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.265 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v23i1.6623

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menginterpretasikan bentuk proposisional wacana iklan dan dinamisasi citra perempuan Jawa modern dalam media iklan di media massa. Citra perempuan Jawa modern yang dimaksud adalah gambaran dan harapan sosok dan kemampuan seorang perempuan Jawa modern yang diidamkan. Hanya saja, citra itu terbatas pada iklan di media massa. Ini berarti hasil pencitraan dengan sendirinya bersifat relatif. Data diambil dari media massa cetak dan elektronik. Pengambilan data dilakukan di wilayah Yogyakarta, selama kurun waktu 6 bulan, dengan pengambilan sampel secara insidental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk proposisional iklan bersifat persuasif dan berisi: proposisonal deklaratif, proposisional interogatif, proposisional imperative, dan proposisional eksklamatif. Sementara itu pencitraan perempuan Jawa modern tergambar dalam lima citra: pandai mengatur rumah, pandai berbelanja, pandai menjaga kecantikan, pandai menjaga penampilan, dan pandai mengurus keluarga. Kata kunci: citra perempuan, wacana iklan, proposisional wacana
IMPLIKATUR DALAM KAJIAN PRAGMATIK -, Mulyana
Diksi Vol. 8 No. 19: DIKSI JULI 2001
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10141.324 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v8i19.7011

Abstract

FLORA SEBAGAI METAFORA DALAM TEKS WANITA UTAMA Dewi, Nur Eka Ratna; -, Mulyana
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4255.359-372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna flora sebagai bentuk metafora di dalam teks Wanita Utama. Teks Wanita Utama merupakan manuskrip beraksara Jawa yang terhimpun dalam bundel naskah Kandha Gedhog Saha Kempalan Warni-Warni. Teks ini merupakan koleksi perpustakaan Pura Pakualaman dengan nomor koleksi Ll. 12/0114/PP/73. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kajian naskah yang diadaptasi dari metode penelitian filologi modern terbatas. Langkah-langkah penelitian kajian naskah yang dilakukan adalah (1) deskripsi naskah, (2) transliterasi teks dari aksara Jawa ke aksara Latin, (3) terjemahan teks dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dan (4) analisis isi teks dengan melakukan pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk mengungkap makna flora yang terdapat dalam teks Wanita Utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Wanita Utama menggunakan beberapa nama bunga, bagian dari bunga, dan nama tumbuh-tumbuhan sebagai bentuk metafora untuk menggambarkan serta memuji sosok wanita. Nama tumbuh-tumbuhan yang dipakai sebagai metafora adalah: (1) sebagai tipologi wanita, yaitu kembang Anggrek Wulan, kembang Nagasari, kembang Sulastri, Murtiningkang sari, Si Kebon, Dewadaru, dan Tembako (2) sebagai bagian dari tubuh wanita, yaitu pradapa, dan kandhaone, (3) sebagai sebutan untuk wanita, yaitu puspita dan kusuma, serta (4) sebagai wangsalan, yaitu wilada dan elo.
Membangun Karakter Melalui Sinema: Analisis Nilai Budaya dalam Film Pendek “Unggah-Ungguh” I'in Dwi Susanti; Mulyana Mulyana; Shilvi Khusna Dilla Agatta
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.30

Abstract

Hakikat pendidikan selain membantu manusia menjadi cerdas dan pintar juga membimbing mereka menjadi manusia yang berbudi luhur. Dibandingkan dengan menjadikan seseorang pintar akan lebih sulit membantu manusia menjadi bijak, sehingga sangat wajar jika permasalahan moral akan terus menjadi persoalan akut yang mengiringi kehidupan manusia. Fakta inilah yang kemudian menjadikan pentingnya menyelenggarakan pendidikan karakter mulai dari tingkat pendidikan dasar. Pendidikan karakter di sekolah dasar dapat diperkuat melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti yang ditunjukkan dalam film pendek "Unggah-Ungguh" karya Arfan Agusta. Namun, penggunaan film sebagai media pembelajaran untuk membentuk pendidikan karakter harus mampu membentuk emosional dan perubahan positif dalam diri peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat lebih efektif dan mendalam. Berdasarkan latar belakang dan pertanyaan di atas, studi kualitatif ini akan dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan analisis wacana Van Dijk untuk melihat bagaimana nilai budaya lokal dikomunikasikan dan direpesentasikan dalam film “Unggah-Ungguh”. Sebagai hasil temuan awal, dapat diketahui jika truktur makro menyoroti tema pendidikan karakter melalui nilai unggah-ungguh dan benturan antara nilai tradisional dengan sikap individualistis. Struktur superstruktur menekankan pentingnya unggah-ungguh dalam membangun hubungan sosial yang baik. Adapun struktur mikro mencakup penggunaan bahasa Jawa, Serat Wulangreh, dan paribasan sebagai medium pembelajaran, serta interaksi tokoh yang mencerminkan konflik nilai-nilai budaya. Temuan-temuan ini menggarisbawahi pesan mendalam film ini tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui analisis mendalam ini, penelitian ini menyoroti bagaimana sinema dapat membentuk dan memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai budaya dalam pendidikan karakter di tingkat pendidikan dasar. .KATA KUNCI analisis wacana, pendidikan karakter, unggah-ungguh
Pengaruh Latihan SAQ Terhadap Kemampuan Dribbling Pada Pemain Sepakbola Kabupaten Indramayu Aulia, Muhammad Sultoni; -, Mulyana; Saputra, Moch Yamin
Smart Sport Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Smart Sport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smsp.v22i1.73240

Abstract

SAQ terhadap kemampuan Dribbling pemain sepakbola kabupaten Indramayu. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mempunai tujuan spesifik yaitu untuk: Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan SAQ terhadap kemampuan Dribbling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain penelitian eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah 24 pemain Porprov Kabupten Indramayu. Penelitian eksperimen adalah metode ilmiah yang membutuhkan waktu yang lama. Karena peneliti memberi treatment kepada sample dan kemudian mempelajari efeknya. Seperti yang dikatakan oleh (Jack R.Fraenkel, 1932) Penelitian eksperimental adalah salah satu penelitian paling kuat metodologinya yang dapat digunakan peneliti. Dalam sebuah studi eksperimental, peneliti melihat efek dari hasil treatment sebuah penelitian. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SAQ terhadap kecepatan dribbling terhadap pemain sepakbola. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diolah dan dianalisis maka penulis simpulkan bahwa terdapat Pengaruh latihan SAQ terhadap kemampuan dribbling pemain sepakbola. Kata kunci: Latihan SAQ, Kemampuan Dribbling, Sepakbola
The Hypnoteaching Model in Teaching Javanese Speaking Skills to Generation Z High School Students Eliza Naviana Damayanti; Suwardi Endraswara; Mulyana Mulyana
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 3 (2026): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i3.20045

Abstract

This study is motivated by the declining ability of senior high school students, as representatives of Generation Z, to speak Javanese fluently and confidently due to globalization, the dominance of Indonesian and foreign languages, changing communication patterns, and the continued use of conventional teacher-centered learning methods. These conditions reduce students’ interest, participation, and confidence in using Javanese in both formal and informal communication. Therefore, innovative and interactive learning approaches are needed to support speaking competence while also contributing to regional language preservation. This study aims to analyze the implementation of the hypnoteaching model and its contribution to improving students’ Javanese speaking skills. The research employed a qualitative descriptive approach through literature review and document analysis using journal articles, educational documents, learning modules, and previous studies related to hypnoteaching and language learning as data sources. The data were analyzed using descriptive content analysis supported by thematic categorization and source triangulation to ensure validity. The findings indicate that hypnoteaching creates a supportive and psychologically conducive learning environment through stages such as intention and motivation, pacing, leading, positive words, rewards, modeling, and yelling. These stages contribute to improving students’ motivation, confidence, participation, speaking fluency, vocabulary accuracy, and willingness to communicate in Javanese. Furthermore, hypnoteaching is considered relevant to the interactive and experience-based learning characteristics of Generation Z students.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNGGAH-UNGGUH BAHASA JAWA MELALUI VIDEO ANIMASI UNTUK SISWA KELAS X Ferra Tri Sastika; Mulyana Mulyana
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 9, No 2 (2025): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v9i2.87141

Abstract

DEVELOPMENT OF JAVANESE LANGUAGE LEARNING MEDIA THROUGH ANIMATED VIDEOS FOR GRADE X STUDENTSThis research was conducted with 3 (three) objectives, namely: 1) to explain how to make Javanese language learning media using animated video media for class X students; 2) explaining the evaluation of the quality of the Javanese language animated video learning media for class X students; 3) explain the opinion of the Javanese teacher on the quality of learning media of Javanese upload-uploaded animation video for class X students. The method used in this study is the Research and Development (R&D) 4D model which consists of 4 (four) stages, namely: 1) define; 2) designs; 3) develop; and 4) disseminate. The results of this study are: 1) learning media in the form of an animated video uploaded in Javanese which is made through 4 (four) stages; 2) expert lecturers' assessment of the quality of the Javanese upload-uploaded animation video media which gets a percentage of 92%; 3) the Javanese teacher's assessment of the quality of the Javanese language animated video media which gets a percentage of 95%. The results of this study indicate that the Javanese language animated video product for class X is suitable for use as a learning medium in the classroom.