Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir dengan Buku Kia Sukesi Sukesi; Sri Utami; Rekawati Susilaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6877

Abstract

ABSTRAK Bayi baru lahir (BBL) merupakan periode kritis pada awal kehidupan. Jika orang tua tidak waspada dan tidak mengenali tanda bahayanya, bisa berakibat fatal. Untuk mencegah kondisi ini, ibu perlu memahami buku KIA yang telah dimiliki. Dalam hal ini, kepemilikan buku KIA ini belum seiring dengan pemahaman isinya. untuk meningkatkan pemahaman buku KIA melalui pemberdayaan keluarga dalam deteksi tanda bahaya BBL. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada orang tua tentang deteksi tanda bahaya pada bayi baru lahir. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah Puskesmas Sidotopo Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan demontrasi. Jumlah sasaran 30 orang. Karakteristik ibu hamil, terbanyak berusia antara 21-30 tahun (73,4%), sebagian besar sebagai ibu rumah tangga (63,3) dan lulus SMA (53,3%). Sebagaian besar ibu tidak mengalami keluhan (80%) dan berada pada trimester 3 (53%). Hampir semua ibu telah memiliki buku KIA (93,35), namun sebagian besar (76,7) jarang mempelajarinya. Setelah pelatihan, ada peningkatan pemahaman (pengetahuan) tentang tanda bahaya bayi baru lahir dengan menggunakan buku KIA. Sebelum pelatihan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 76, setelah pelatihan menjadi 86,7. Sebagai evaluasi pelatihan, hampir seluruh ibu menyatakan sangat bermanfaat adanya kegiatan pelatihan tentang pemantauan deteksi tanda bahaya BBL. Kata Kunci: Pemberdayaan, buku KIA, Tanda Bahaya  ABSTRACT Newborns (BBL) is a critical period in early life. If parents are not alert and do not recognize the danger signs, it can be fatal. To prevent this condition, mothers need to understand the MCH handbook that they already have. However, ownership of this KIA book has not been matched by understanding its contents. The purpose of the activity is to improve understanding of the MCH handbook through empowering families in detecting the danger signs of BBL. The method used is to provide training to parents about BB detection. The target of the activity is pregnant women in the Sidotopo Public Health Center Surabaya. The methods used in this training are lectures, questions and answers, discussions, simulations and demonstrations. The target number is 30 people. The characteristics of pregnant women, mostly between the ages of 21-30 years (73.4%), mostly as housewives (63.3) and graduated from high school (53.3%). Most of the mothers had no complaints (80%) and were in the 3rd trimester (53%). Almost all mothers already have MCH books (93.35), but most (76.7) rarely study them. After the training, there was an increase in understanding (knowledge) of the danger signs for newborns using the MCH handbook. Before training the average value of knowledge was 76, after training it was 86.7. As an evaluation of the training, almost all mothers stated that it was very useful to have training activities on monitoring the detection of the danger signs of BBL. Keywords: Empowerment, MCH Book, Danger Sign
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Deteksi Tumbuh Kembang Anak dengan Buku KIA di Puskesmas Pacarkeling Surabaya Rekawati Susilaningrum; Sri Utami; Yuni Ginarsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7674

Abstract

ABSTRAK Peran ibu dan keluarga dalam deteksi tumbuh kembang balita dengan menggunakan buku KIA belum optimal. Banyak ibu yang sudah memiliki buku KIA, namun belum diimbangi dengan pemahaman isinya. Seringkali ibu membawa buku KIA saat memeriksakan anaknya ke puskesmas, namun tidak memahami isi bukunya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan peran keluarga dalam deteksi tumbuh kembang dengan buku KIA. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan pada ibu/keluarga yang mempunyai anak balita.  Sasaran pelatihan adalah ibu yang mempunyai anak balita sebanyak 30 orang.  Hasil kegiatan ini adalah ibu sebagian besar berada dalam rentang usai reproduksi sehata 20-35 tahun (70,3%), berpendidikan SMA (80%) dan sebagai ibu rumah tangga (77%). Pengetahaun tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kategori baik. Sebelum pelatihan skore pengetahuan rata-rata 60, setelah pelatihan skore rata-rata 92. Seluruh Ibu setuju (43%) dan sangat setuju (57) memantau tumbuh kembang anak dengan buku KIA. Seluruh ibu secara rutin selalu menimbangkan anak ke posyandu (100%). Dalam memantau tumbuh kembang anak dengan buku KIA, kurang dari separo ibu yang melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin (43%). Selebihnya kadang-kadang saja (57%). Ada kenaikan yang bermakna pengetahuan ibu setelah diberikan pelatihan  Ibu mempunyai sikap kearah positif, yaitu setuju melakukan pemantauan tumbuh kembang dengan buku KIA. Sebagian besar ibu sangat setuju melakukan pemantauan tumbuh kembang dengan menggunakan buku KIA. Dalam praktiknya kurang dari separo yang rutin memantau tumbuh kembang anaknya. Orangtua hendaknya rutin melakukan deteksi tumbuh kembang anak dengan mengunakan buku KIA. Tenaga kesehatan dan kader perlu melakukan pendampingan pada keluarga dalam pemanfaatan buku KIA. Pada masa mendatang, perlu ada kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kesehatan yang optimal bagi anggota keluarga. Kata Kunci: Peran Keluarga, Tumbuh Kembang, Buku KIA ABSTRACT The role of mothers and families in detecting the growth and development of toddlers using the MCH book is not optimal. Many mothers already have the MCH handbook, but it has not been matched with an understanding of its contents. Often mothers carry MCH handbooks when checking their children at the puskesmas, but do not understand the contents of the book. The purpose of this community service is to increase the role of the family in detecting growth and development with the MCH handbook. The form of this community service activity is to provide training to mothers/families who have toddlers. The target of the training is mothers who have 30 children under five. The results of this activity are that most of the mothers are in the range after reproductive health of 20-35 years (70.3%), have high school education (80%) and are housewives (77%). Knowledge of the growth and development of children in the good category. Before the training the average score of knowledge was 60, after the training the average score was 92. All mothers agreed (43%) and strongly agreed (57) to monitor children's growth and development with the MCH handbook. All mothers routinely always weigh their children to the posyandu (100%). In monitoring children's growth and development using the MCH handbook, less than half of the mothers did regular monitoring of growth and development (43%). The rest only occasionally (57%). There was a significant increase in mother's knowledge after being given training. Mother had an attitude towards a positive, namely agreeing to monitor growth and development with the MCH book. Most mothers strongly agree to monitor growth and development using the MCH handbook. In practice, less than half of them routinely monitor their child's growth and development. Parents should routinely detect children's growth and development by using the MCH handbook. Health workers and cadres need to provide assistance to families in the use of the MCH handbook. In the future, there needs to be community service activities in an effort to realize community empowerment in realizing optimal health for family members. Keywords: Family Role, Growth And Development, MCH Book
Pemeriksaan Status Gizi dan Kadar Asam Urat Lansia di Posyandu Abiyoso Polkesbaya Evy Diah Woelansari; Juliana Christyaningsih; Suhariyadi Suhariyadi; Lully Hanni Endarini; Museyaroh Museyaroh; Diah Titik Mutiarawati; Wisnu Istanto; Suliati Suliati; Anik Handayati; Sri Sulami Endah Astuti; Pestariati Pestariati; Retno Sasongkowati; Mamik Mamik; Sri Utami; Minarti Minarti; Luthfi Rusyadi; Liliek Soetjiatie
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 2 Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i2.13417

Abstract

Proses penuaan dapat memengaruhi kesehatan fisik lansia dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk hipertensi dan asam urat. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14 Juni 2023 bertempat di Balai RW 2 Kelurahan Kertajaya, Surabaya dan dihadiri 59 lansia yang berdomisili di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Surabaya. Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah pengukuran status gizi, asam urat dan senam hipertensi. Hasil pemeriksaan mengungkapkan 57,6% lansia memiliki kadar asam urat yang tinggi dan mayoritas memiliki kelebihan berat badan, sehingga lansia perlu mengendalikan tekanan darah dengan pengobatan yang diresepkan oleh dokter, perubahan gaya hidup seperti diet rendah garam, olahraga teratur, dan menghindari stres.
Community Empowerment Through Appropriate Technology: Wastewater Treatment Plant (WWTP) Program in Home-Made Batik Industry at Ngawi, Indonesia Winarko Winarko; Bambang Hadi Sugito; Sri Utami; Sari Luthfiyah
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2022): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v1i2.7

Abstract

The increasing number of companies and the number of batik productions in the Ngawi region is directly proportional to the amount of wastewater produced and thus poses a burden on the environment as the overflow of wastewater is absorbed from the production process. The results of the laboratory analyses showed that the values for TSS, color, COD, BOD, total ammonia, oil, and grease exceeded the quality standards. Prevention of pollution from wastewater is done through community empowerment. Community empowerment aims to realize the development of Appropriate Technology for Wastewater Treatment Plants (WWTP) and the prevention of Wastewater Pollution to the Environment Around Small and Medium Enterprises (UKM) Griya Batik Widi Nugraha, Ngawi Regency. The benefit of community empowerment is to provide experience for other Batik Wastewater Treatment Plant (WWTP) development programs. Community empowerment at UKM Griya Batik Widi Nugraha Ngawi uses methods of document collection, site surveys, preparation of processing systems, training, and demonstrations. The target group of community empowerment activities at Griya Batik Widi Nugraha Ngawi are the owner of Griya Batik Widi Nugraha Ngawi, batik workers at Griya Batik Widi Nugraha Ngaw, workers in the dyeing and washing process, administrators of Ngawi Batik Association and construction workers. Results of Community Empowerment of UKM Griya Batik Widi Nugraha Workers and Surroundings Together with the academic community of Poltekkes Kemenkes Surabaya, appropriate technology was built for a wastewater treatment plant (WWTP) with a capacity of 1,464.5 liters per day, which is still safe for UKM Griya Batik Widi Nugraha Ngawi Regency. The stages of wastewater treatment are pre-treatment, secondary treatment, tertiary treatment, and storage of the final product. The results of the functional tests based on effluent samples from the final treatment showed that the treatment plant was able to reduce the levels of TSS, color, COD, BOD, total ammonia, oil, and grease that exceeded the quality standard to meet the quality requirements as per the Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.16/MENLAHK /SETJEN/KUM.1/2019. These results provide benefits for UKM Griya Batik Widi Nugraha to prevent pollution and can use treated water as a source of fish pond water and watering the garden. It is recommended that community empowerment can be continued by other SMEs that have the potential to dispose of wastewater from production activities and pollute the environment through the use of appropriate technology (TTG) research results by lecturers or students so that they do not stop as intakes.
Analisis Partisipasi Keluarga Pada Program Perbaikan Gizi Balita Melalui Aplikasi Mobile Nur Rosida Aisiana; Sri Utami; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.51

Abstract

Latar Belakang: Status gizi pada anak berusia 0-23 bulan menjadiIprioritas penting pada masa tumbuh kembang anak.  Permasalahan gizi di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Partisipasi keluarga memiliki peran penting demi optimalnya program gizi pada anak. Namun melibatkan orang tua dalam program tersebut masih menjadi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji partisipasi keluarga dalam program perbaikan gizi melalui aplikasi mobile terhadap berbagai kasus. Metode. Jenis penelitian Literature Review dengan design penelitian menggunakan pendekatan Preferred ReportingIItems for SystematicIReview, MetaIAnalisisI (PRISMA) dan Population, IIntervention, IComparation, Outcomes, StudyIdesign (PICOS). Hasil: Sebanyak 18 artikel yang telah direview ditemukan 11 artikel menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi anak, 4 artikel menunjukkan terdapat pengaruh dari penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan partisipasi keluarga dan 3 artikel menunjukkan tidak ditemukan pengaruh apilikasi mobile terhadap peningkatan status gizi anak. Kesimpulan:Aplikasi mobile secara signifikan memiliki pengaruh dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi orang tua dalam perbaikan gizi anak, tetapi tidak menunjukkan berpengaruh terhadap peningkatan gizi anak.  
Pengaruh Teknik Rebozo terhadap Kemajuan Persalinan Kala I fase Aktif Warda Aulia Mufarrocha; Dwi Purwanti; Kharisma Kusumaningtyas; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.186

Abstract

Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan selaput lendir keluar dari uterus ibu, dengan usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) dan tanpa adanya penyulit. Partus lama merupakan waktu persalinan yang memanjang akibat kemajuan persalinan yang terhambat. Teknik rebozo dapat digunakan selama persalinan untuk membantu otot dalam ligamen uterus rileks dan nyaman sehingga mampu mengurangi rasa sakit serta dapat menciptakan efek positif psikologis dan sosial, sehingga ibu dalam keadaan rileks, semua lapisan otot dalam rahim akan bekerja sama secara harmonis sehingga persalinan berjalan lancar, mudah dan nyaman. Tujuan peneitian ini adalag untuk mengetahui pengaruh teknik rebozo terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di TPMB Wahidah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian intact-group comparison. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan sejumlah 30 ibu hamil yang sedang mengalami persalinan kala I fase aktif di PMB Wahidah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Variabel independen adalah teknik rebozo dan variabel dependent kemajuan persalinan kala I fase aktif. instrument pengumpulan data menggunakan partograf. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi Square dengan α= 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik rebozo dapat meningkatkan kemajuan persalinan kala fase aktif dengan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok intervensi pada waktu dilatasi serviks 4-5 cm dengan nilai p-value 0,01 < α 0,05 yang artinya hipotesa diterima. Yang terdapat pengaruh teknik rebozo terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif. Dapat disimpulkan bahwa teknik rebozo dapat meningkatkan kema juan persalinan kala satu fase aktif. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan teknik rebozo sebagai alternatif dalam menunjang kemajuan persalinan kala I fase aktif. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan teknik rebozo dan memperluas cakupan sampel penelitian. Kata Kunci : Teknik Rebozo, Persalinan, Kala I fase aktif
Hubungan Perilaku Ibu Nifas Dengan Penyembuhan Luka Pada Perineum di Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya Dwi Lia Rahmawati; Sherly Jeniawaty; Fitria Nurwulansari; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.201

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan sehingga diperlukan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi. Meskipun bukan penyebab langsung, infeksi jalan lahir yang tidak di tangani dengan benar akan menyebabkan komplikasi sehingga terjadi kematian ibu. Profil Kesehatan Indonesia 2021 menyebutkan jumlah kematian ibu karena infeksi yaitu sebanyak 207 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu nifas dengan penyembuhan luka pada perineum di Wilayah Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 39 ibu hamil yang dipilih menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka pada perineum. Tehnik pengumpulan data secara primer dengan kuiosioner dan lembar penilaian. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square dan fisher exact.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,047 < α (0,05), terdapat hubungan sikap dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,033 < α (0,05), dan terdapat hubungan tindakan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value 0,019< α (0,05). Penyembuhan luka pada perineum berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu selama masa nifas. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu nifas yang mengalami luka perineum adalah dengan memberikan penyuluhan serta asuhan tentang cara menjaga dan merawat luka perineum sampai luka perineum sembuh dan membaik.