Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Desain Rumah Tinggal Berbasis Kearifan Lokal Suku Bugis yang Berwawasan Lingkungan Muhammad Ardi; Bakhrani A. Rauf; Faizal Amir
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan desain denah rumah tinggal tipe kecil, tipe sedang, dan tipe besar, pada aspek: letak ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur tamu, kamar tidur utama (keluarga), ruang makan, dapur, kamar mandi dan WC, dan penempatan pintu, berbasis kearifan lokal Suku Bugis yang berwawasan lingkungan. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Bone, Soppeng, dan wajo yang dipilih dengan metode purpossive sampling. Ketiga kabupaten tersebut memiliki kearifan lokal yang kuat yang berhubungan dengan rumah tinggal. Sampel dipilih dengan metode purpossive sampling, yakni orang-orang yang mengenal dengan baik kearifan lokal yang berhubungan dengan rumah tinggal. Sampel (responden) setiap kabupaten ditetapkan sebanyak 25 orang, dengan demikian total sampel 75 orang. Variabel yang diperhatikan adalah denah rumah tinggal tipe kecil, sedang, dan besar, pada aspek: letak ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur tamu, kamar tidur keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi dan WC, penempatan pintu ruang tamu dan pintu kamar tidur berbasis kearifan lokal Suku Bugis yang berwawasan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai beikut: (1) Letak ruang tamu untuk rumah tipe kecil, sedang dan besar berada di depan pada sisi kiri, atau kanan, atau tengah; (2) Untuk rumah tipe kecil tidak memungkinkan adanya ruang keluarga. Letak ruang keluarga untuk rumah sedang dan besar berada pada bagian tengah, samping dan belakang; (3) Untuk rumah tipe kecil tidak memungkinkan adanya ruang tidur tamu. Untuk rumah tipe sedang dan besar, letak ruang tidur tamu berada di bagian depan sisi kiri atau sisi kanan; (4) Letak ruang makan berada pada sisi tengah dan memiliki akses paling dekat dengan dapur Letak dapur berada di belakang dan menghadap ke depan; (5) Letak kamar mandi dan WC untuk rumah tipe sedang dan besar, baik untuk ruang tidur utama dan ruang tidur anak-anak berada di dalam kamar; (6) Untuk rumah tipe kecil, letak kamar mandi dan WC untuk kamar tidur utama berada di dalam kamar, sedangakn untuk kamar mandi anak-anak berada di luar kamar. Masing-masing kamar mandi dan WC memiliki hubungan dengan udara luar; (7) Pintu ruang tamu terletak di bagian depan dan tidak berahadapan langsung dengan ruang tidur; (8) Pintu ruang tidur tamu untuk tipe rumah sedang dan besar terletak berhadapan dengan ruang tamu dan kurang memiliki akses ke ruang keluarga dan ruang lainnya; (9) Penempatan pintu ruang tidur utama untuk rumah tipe kecil, sedang dan besar, searah dengan pintu kamar mandi pribadi (kamar mandi dalam), dan tidak boleh berhadapan langsung dengan tempat tidur. Kata kunci: Kearifan Lokal, Suku Bugis, Rumah Tinggal, dan Berwawasan Lingkungan
Perkembangan Sistem Sanitasi pada Rumah Tradisional Bugis di Sulawesi Selatan Iskandar; Muhammad Ardi; Nurlita Pertiwi
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The architecture of the Bugis residence is one of the cultural elements that grows and develops in South Sulawesi Province. The Bugis community that builds houses on stilts influences the condition of the surrounding environment. This article describes the development of sanitation systems with an increase in community environmental knowledge. This study is qualitative in nature with data collection methods through observation of traditional houses in Sidenreng Rappang Regency. The focus of this study is the clean water and dirty water management system. The results of this study found that the environmental sanitation system in traditional Bugis homes develops according to the needs and knowledge of the community and contributes to creating environmental quality.
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Sagu Iwai di Kampung Kabuow Kabupaten Teluk Wondama Melalui Pelatihan Pengolahan Sagu Secara Mekanis Bertha Mangallo; Abadi Jading; Paulus Payung; Selmi Dedi; Bakhrani A. Rauf; Muhammad Ardi; Rosmini Maru; Yasdin
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i2.1847

Abstract

Pengolahan empulur pohon sagu secara tradisional yang dilakukan oleh petani sagu Iwai dengan cara tokok sagu membutuhkan waktu kerja minimal sekitar 7 hari dan menghasilkan pati sagu bermutu lebih rendah. Solusi atas permasahan mitra tersebut adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan sagu secara semi mekanis menggunakan mesin parut sagu serta bantuan mesin parut sagu melalui program Kosabangsa. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan sagu secara semi mekanis sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Mitra. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok petani sagu Iwai telah terampil dalam menerapkan teknologi pengolahan empulur sagu secara semi mekanis menggunakan mesin parut sagu sehingga pekerjaan mereka lebih efisien waktu serta meningkatkan kuantitas dan kualitas pati sagu. Penggunaan mesin parut sagu sangat mempermudah dan mempercepat pekerjaan mitra dalam mengolah empulur sagu menjadi pati sagu. Keberhasilan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan sebesar 100% kemampuan mitra dalam mengolah empulur sagu secara mekanis, peningkatan sebesar 90% kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat mesin parut sagu, serta peningkatan sebesar 100% jumlah empulur sagu yang terolah.